Pasar dan perdagangan merupakan dua aspek yang saling terkait dan saling mengisi. Peluang pasar hanya dapat dimanfaatkan secara maksimal jika didukung oleh sistem perdagangan efisien. Sistem pemasaran daging sapi sama halnya kita berpikir bagaimana cara menjual daging sapi di pasaran.

Sistem Pemasaran Daging Sapi di Indonesia

Sistem Pemasaran Daging Sapi (Ayobudidaya.com) – Pasar dan perdagangan merupakan dua aspek yang saling terkait dan saling mengisi. Peluang pasar hanya dapat dimanfaatkan secara maksimal jika didukung oleh sistem perdagangan efisien. Sistem pemasaran daging sapi sama halnya kita berpikir bagaimana cara menjual daging sapi di pasaran.

Dalam hal ini studi kasus yang akan saya sampaikan menggunakan contoh salah satu rumah potong hewan (RPH) yang ada di Provinsi Lampung, yakni RPH Zbeef. RPH Zbeef menerapkan pola penjualan langsung ke konsumen. Hal ini dimaksudkan agar rantai perdagangan tidak melebar yang pada akhirnya menyebabkan harga daging sapi di pasaran menjadi tinggi. Hal ini juga akan mempengaruhi tingkat konsumsi daging di kalangan masyarakat karena harga daging dapat dijangkau.

Alur penerimaan atau kebutuhan sapi potong di RPH Zbeef selama ini cukup hanya mengandalkan peternakan lokal yang ada di Provinsi Lampung, baik dari perusahaan penggemukan sapi potong maupun dari peternakan rakyat.

Baca Juga : RPH Zbeef : Rumah Potong Hewan di Bandar Lampung

Baca Juga : Sistem Distribusi Daging Sapi di Indonesia

Berikut adalah cara perhitungan di RPH Zbeef dalam menentukan harga daging sapi yang sudah dipotong dari sapi hidup yang dibeli: Harga hidup sapi potong yang didapatkan RPH Zbeef rata-rata per kg Rp. 43.000. Bobot rata-rata sapi yang dibeli ukuran 400 sampai 600 kg. Sedangkan karkas yang dihasilkan 47 sampai 51%.

Sementara, dengan harga, bobot hidup dan karkas tersebut, RPH Zbeef langsung menjual ke konsumenya berupa daging Rp. 110.000 per kg, hati, jantung, paru, ginjal, limpa dan tulang iga masing-masing Rp. 50.000 per kg.

Selanjutnya untuk kulit dijualnya Rp. 120.000. Untuk kepala Rp. 300.000, kaki Rp. 250.000 satu set (4 kaki). Terakhir, untuk has dalam Rp. 120.000 per kg ada 7 kg per ekor sapi dan has luar Rp. 120.000 per kg ada 10 kg per sapi yang dipotong.

Cara menghitungnya: jika kita rata-ratakan per sapi hidup memiliki bobot 400 kg, dengan pembelian harga Rp. 43.000, maka RPH Zbeef dalam satu sapi mengeluarkan biaya Rp. 17.200.000.

Sedangkan 400 kg hanya menghasilkan karkas 47%, hanya 188 kg. Dalam ini, untuk daging saja terdiri dari 35 sampai 45%, atau rata-rata tengah biasa diangka 40%. Artinya, jika bobot sapi hidup 400 kg, RPH Zbeef bisa menjual 160 kg daging. Jika harga daging Rp. 110.000, maka yang diperoleh Rp. 17.600.000. jumlah tersebut belum termasuk daging has luar dan has dalam, serta tulang, dan jeroan yang dijual. Dari penjualan daging has dalam, has luar, tulang, dan jeroan RPH bisa mendapatkan Rp. 4.190.000,- dengan rincian sebagai berikut:

Baca : Alur dan Prosedur Operasional Standar Pemotongan Hewan di RPH

Sistem Pemasaran Daging Sapi Khusus

Daging has dalam

Rp. 120.000 x 7 kg = Rp 840.000

Daging has luar

Rp. 120.000 x 10 kg = Rp 1.200.000

Empat set kaki  + Kepala

Rp. 250.000 + Rp 300.000 = Rp 550.000

Hati, jantung, ginjal, limpa, paru, dan tulang iga

Rp. 50.000 x 20 kg = Rp 1.000.000

Kulit sapi

Rp. 12.000 x 50 kg kulit sapi = Rp 600.000

Sementara, per harinya, RPH Zbeef memotong sampai dengan 20 ekor, yang diangkut oleh 2 truck besar dari peternakan. Selanjutnya, sapi yang sudah dipotong dan di karkas, didistribusikan ke seluruh pasar yang ada di Bandar Lampung melalui lapak yang dimiliki, Pringsewu, Pesawaran, dan Tanggamus. Untuk has dalam dan luar, serta kulit sebagian dikirim ke Jakarta.

admin Penulis

Ayo Budidaya adalah situs blog yang menggambarkan tentang semua metode budidaya hingga menjadi suatu produk. Semua berisikan tentang informasi bermanfaat yang bisa digunakan setiap orang dalam beraktifitas budidaya.

Komentar

    obeth

    (Juni 28, 2018 - 6:28 am)

    Terima kasih atas postingannya, karena telah membantu saya dalam rangka menyelesaikan proposal analisis kredit mengenai cara menjual daging sapi beserta tipe dan prosesnya. sekian dan terima kasih.

      admin

      (Juni 29, 2018 - 11:39 pm)

      sama sama gan, semoga bermanfaat, dan bisa ikuti terus informasi lainnya di ayobudidaya.com

    […] Sistem Pemasaran Daging Sapi di Indonesia […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *