Sistem Distribusi Daging Sapi

Sistem Distribusi Daging Sapi di Indonesia

Sistem Distribusi Daging Sapi (Ayobudidaya.com) – Sistem Distribusi daging sapi di Indonesia secara umum sama. Distribusi merupakan suatu aspek yang penting pada pemasaran. Pada prinsipnya, distribusi tidak berbeda jauh dengan rantai pasok karena distribusi berada dalam sistem rantai pasok. Rantai pasokan atau “supply chain” merupakan suatu konsep dimana terdapat sistem pengaturan yang berkaitan dengan aliran produk, aliran informasi maupun aliran keuangan (finansial) (Indrajit dan Djokopranoto, 2002).

Sistem Distribusi Daging Sapi

Sistem distribusi daging sapi yang terjadi di berbagai RPH mampu mendorong para pelaku distribusi seperti pedagang besar dan pedagang pengecer selaku perantara yang berhubungan langsung dengan konsumen melakukan strategi pemasaran dalam melakukan kegiatannya.

Contohnya, hal tersebut juga yang dilakukan RPH Zbeef. Tampan Sujarwadi selaku pemilik RPH menjelaskan bahwa RPHnya memangkas sistem distribusi ke pedagang besar ataupun perantara dalam peredaran daging ke konsumen. Hal ini dimaksud agar harga di pasaran tetap normal dan stabil. Karena pada dasarnya, Provinsi Lampung masuk pada daerah penghasil (suplier) sapi potong kapasitas sedang, bersama Sulawesi Utara, Aceh, dan Jawa Tengah. Sedangkan daerah penerima terbesar adalah DKI dan Jawa Barat, dan daerah penerima sedang adalah Riau, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur.

Baca Juga : RPH Zbeef : Rumah Potong Hewan di Bandar Lampung

Selain itu, lalu lintas pemasaran sapi potong yang didapatkan RPH Zbeef pun berlangsung sederhana. Hal ini dikarenakan Provinsi Lampung terdapat beberapa perusahaan peternakan sapi potong sekala besar. Salah satunya adalah PT Juang Jaya Abdi Alam, di Lampung Selatan. RPH Zbeef pun menjalin kerjasama secara langsun dan mengambil kebutuhan sapi potong ke perusahaan tanpa melalui pihak ketiga.

Tak sampai disitu, mayoritas masyarakat Lampung yang berprofesi sebagai petani juga memiliki sapi-sapi, yang pada akhirnya akan membentuk pasar ternak tradisional sekala lokal. Dalam memperoleh sapi lokal pun, Tampan Sujarwadi langsung turun ke peternak-peternak lokal kapasitas besar. Hal ini menghindari adanya belantik atau pengepul yang membuat harga sapi menjadi lebih tinggi dari pasaran. Selanjutnya sapi-sapi yang sudah siap dipotong itu pun dikelola di RPH itu sendiri, yang selanjutnya didistribusikan ke pasar tradisional, rumah makan, dan berbagai tempat lainnya hingga sampai ke tingkat konsumen (Gambar dibawah ini).

Baca Juga : Alur dan Prosedur Operasional Standar Pemotongan Hewan di RPH

Baca Juga : Pengertian dan Fungsi Rumah Potong Hewan

Gambar Sistem Distribusi Daging Sapi

RPH Zbeef2
Pedagang/pengecer
Konsumen
Feedloter2

Gambar. Perjalanan sistem distribusi daging sapi yang di kelola oleh RPH Zbeef.

Keterangan:

1Penjualan dalam bentuk sapi potong hidup oleh RPH dari peternakan.

2RPH memproses dan menjual dalam bentuk karkas hingga pendistribusian.

admin Penulis

Ayo Budidaya adalah situs blog yang menggambarkan tentang semua metode budidaya hingga menjadi suatu produk. Semua berisikan tentang informasi bermanfaat yang bisa digunakan setiap orang dalam beraktifitas budidaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *