Ternak Sapi Bali

Ternak Sapi Bali dan Panduan Budidaya Yang Benar

Ternak Sapi Bali adalah salah satu usaha peternakan yang menguntungkan yang bisa dilakukan di Indonesia. Nama latin sapi Bali adalah Bos sondaicus. Dalam bahasa Inggris, sapi Bali dikenal dengan nama Balinese cow dan ada juga Bibos Javanicus.

Sapi Bali dipelihara dan dibudidayakan masyarakat sejak 3.500 SM disekitar wilayah Pulau Jawa, Lombok dan Bali. Dalam analisa usaha ternak sapi, baik sapi Bali potong maupun sapi Bali betina pada sapi Bali ada beberapa hal yang bisa dipelajari.

Di antaranya adalah contoh penggemukan sapi Bali yang telah berjalan. Sehingga dapat menaksir keuntungan ternak sapi Bali dan mempersempit sisi kelemahan sapi Bali.

Maka pada artikel kali ini kita perlu mempelajari cara cepat penggemukan sapi Bali. Baik ternak sapi Bali jantan maupun sapi bali betina. Agar dalam peternakan yang dilakukan menghasilan sapi Bali super.

Usaha Ternak Sapi Bali

Dalam dunia usaha peternakan, ternak sapi Bali dikenal sebagai hewan ternak jenis sapi lokal asli Indonesia yang memiliki reproduksi yang sangat baik. Apalagi, budidaya ternak sapi Bali sudah bisa dikawinkan di usia 2-2,5 tahun.

Jadi umur sapi Bali siap kawin tersebut menandakan si sapi sudah memiliki organ yang sangat sempurna. Sedangkan untuk jarak antara Sapi Bali melahirkan anak dengan kisaran usia kandungan 12-14 bulan. Pada umumnya, sapi Bali betina dapat beranak setiap tahun.

Selain matang dan dapat dikawinkan di umur yang relatif singkat, pada usaha ternak sapi Bali juga ternyata dari sisi karkas sangat tinggi dibandingkan ternak sapi potong lokal lainnya.

Karkas sapi bali adalah 53,26%, tentu ini lebih tinggi dibandingkan karkas sapi Peranakan Ongole 46.9%. Selain itu, perbandingan antara daging dan tulang yaitu sekitar 4,4 :1.

Selanjutnya, untuk berat badan sapi Bali jantan dapat mencapai 450 Kg, dan untuk berat badan sapi Bali betina mencapai 300-400 kg. Namun kelemahan sapi Bali adalah pertambahan bobot hari sapi hanya 0.5 kg.

Sementara untuk sapi lainnya seperti Sapi Simmental, sapi brahman, sapi limosin dapat mencapai bobot harian 1,2 kg/hari. Tentu ini sisi kelemahan sapi Bali yang pada akhirnya tidak menjadi daya tarik perusahaan penggemukan sapi potong sekala besar.

Pakan Ternak Sapi Bali

Pada umumnya pakan ternak sapi Bali sama seperti pakan ternak sapi pada umumnya. Tak ada yang jauh berbeda. Namun berikut ini kita juga akan bahas tentang pakan apa saja yang cocok untuk ternak sapi Bali.

Pertama, pakan konsentrat. Pakan konsentrat adalah pakan penguatan yang diberikan sebagai pengejar target penggemukan sapi. Dalam membuat pakan konsentrat yang baik adalah dengan dikombinasikannya bahan alami atau organik yang dapat digunakan sebagai komposisi pembuatan pakan konsentrat.

Dan berikut bahan bahan maupun komposisi pakan ternak sapi berbentuk konsentrat yang bisa dikombinasikan dari bahan alami atau organik:

1. Dedak (bekatul)

Komposisi dedak sebagai konsentrat kebutuhannya adalah 70% atau 75%. Dedak ini bisa diganti dengan pakan alternatif lainnya, yakni batang rumbia. Karena didalamnya terdapat sagu rumbia.

Kandungan nutrisi batang rumbia adalah karbohidratnya yang tinggi. Cara menjadikan batang rumbia konsentrat pakan ternak sapi Bali adalah dengan mengolahnya.

Cara mengolahnya yakni, dikupas kulit terluarnya, lalu hancurkan batang rumbia yang telah dikupas dengan mesin atau manual dengan cara dicincang menjadi ukuran 0.5 cm atau lebih kecil. Terakhir rendam hasil cincangan dengan air, biarkan selama sehari dan berikan pada sapi.

2. Jagung giling

Komposisi jagung giling yang digunakan sebagai campuran membuat konsentrat sapi Bali adalah 8%-10%. Jagung giling diberikan sebagai penambah nutrisi, terutama kebutuhan serat dan lemak kasar yang tidak ada pada dedak.

3. Bungkil kelapa

Komposisi bungkil kelapa adalah dengan komposisi 10%-15% atau dapat diganti bungkil kacang tanah atau kedelai tentunya dengan kandungan nutrisi yang berbeda.

3. Tepung tulang atau kalsium

Tepung tulang atau kalsium yang digunakan sebagai bahan pakan konsentrat adalah dengan komposisi 2%-5% sebagai pelengkap kebutuhan akan mineral terutama kalsium juga sebagai penambah protein.

4. Garam dapur

Garam dapur memiliki komposisi 2% dalam pembuatan pakan ternak sapi Bali. Garam untuk memenuhi kebutuhan mineral ternak sapi. Selain garam bisa juga diberikan tambahan vitamin.

Cara Pemberian Pakan Konsentrat Pada Ternak Sapi Bali

Adapun cara memberikan pakan konsentrat pada ternak sapi Bali adalah dengan meperhatikan dosis berikut ini, di antaranya adalah dengan diberikan sebagai makanan penguat/extra pada ternak sapi potong di samping makanan pokok yang utama berupa rumput segar dan hijau.

Jadi, perbandingan antara pemberian konsentrat dan hijauan adalah di antara 30% : 70% atau maksimal 20% : 80%. Waktu pemberian konsentrat yang baik dilakukan sekali setiap hari pada pagi hari sebelum diberi makanan utama berupa rumput.

Cara Memilih Ternak Sapi Bali Berkualitas

Adapun cara memilih ternak sapi Bali yang berkualitas adalah sebagai berikut:

  • Sapi sehat, matanya jernih, selaputnya tidak kotor atau merah, bulu badannya halus serta mengkilat.
  • Kondisi tubuh ternak sapi padat berisi, tapi tidak gemuk.
  • Bagian leher sapi Bali dan bahunya lebar.
  • Bagian dada lebar, dalam dan menonjol ke depan
  • Memilih sapi jantan untuk digemukkan.
  • Sapi jantan yang berat lahirnya tinggi dan memiliki pertumbuhan yang cepat.
  • Berkaki pendek dengan kondisi tubuh yang baik dan berbentuk segi empat
  • Bagian bahu dan bagian lehernya lebar
  • Bagian dada lebar, dalam, dan menonjol ke depan.

Umur Sapi Bali Kawin dan Melahirkan

Sapi Bali diketahui memiliki tingkat kesuburan yang tinggi. Kemampuan sapi bali menghasilkan anak dalam setahun berkisar 80-86%, dengan kematian anak yang relatif rendah, yaitu berkisar 1,87%.

Pada pemeliharaan yang ekstensif secara digembalakan, kematian anak sapi Bali lebih tinggi karena ditinggal induknya di semak-semak. Maka, dalam pemeliharaan dikandang dapat menekan kematian anak sapi yang dilahirkan.

Namun dengan reproduksi sapi Bali yang sangat baik, sapi Bali betina dikawinkan pertama kali di umur ternak sapi 2-2,5 tahun. Jarak melahirkan anak sapi berkisar 12-14 bulan. Indeks kebuntingan sapi bali kira-kira 1,2. Artinya, sapi Bali betina bunting setelah dikawinkan 1,2 kali digenapkan 1 kali.

Untuk kawin sendiri, sapi Bali ada dua cara yang bisa dilakukan, yakni alami dan buatan (inseminasi buatan). Untuk terjadi kebuntingan, harus diperhatikan saat perkawinannya.

Selain itu yang harus diketahui adalah sapi Bali betina tidak dapat dikawinkan setiap saat. Perkawinan dapat dilakukan pada saat sapi betina birahi (minta kawin) yang terjadinya setiap 21 hari (satu siklus).

Sapi betina yang sedang birahi akan tetap berdiri ditempatnya apabila dinaiki oleh pejantan. Tanda-tanda sapi birahi lainnya sama dengan ternak lain secara umum, antaranya:

  • Sapi gelisah dan tidak tenang.
  • Sapi sering menguak/melenguh.
  • Sapi mencoba menaiki ternak lainnya dan akan tetap diam kalau dinaiki sapi lainnya.
  • Pangkal ekornya sering terangkat sedikit dan kadang-kadang keluar cairan jernih transparan yang mengalir dari kemaluannya.
  • Sapi dara sering ditunjukkan dengan membengkaknya bagian vulva dan kadang berwarna kemerahan.
  • Adakalanya sapi menjadi pendiam dengan nafsu makan yang kurang.

Cara Menentukan Kebuntingan Sapi Bali

Cara menentukan kebuntingan sapi Bali, yakni melalui pengamatan. Kebuntingan ternak sapi Bali dapat diamati 21 hari setelah perkawinan dilakukan. Kalau tidak ditunjukkan tanda-tanda birahi, berarti kebunting telah terjadi.

Akan tetapi, jika tanda tanda birahi kembali muncul pada ternak sapi yang sebelumnya telah dikawinkan, maka perkawinan perlu diulang.

Atau cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan perabaan. Jika ternak sapi Bali hamil, maka lama bunting sapi bali berkisar  antara 280 – 285 hari.

Setelah anak sapi lahir, induk sapi dapat dikawinkan lagi setelah 3 bulan melahirkan. Untuk menjaga kebuntingan, sapi bunting harus dipisahkan dari sapi lainnya.

Cara Mempersiapkan Kelahiran Anakan Sapi Bali

Adapun cara mempersiapkan anak sapi Bali adalah dengan beberapa cara. Namun pada umumnya sama seperti cara beternak sapi betina lainnya. Misalnya saja seperti beberapa hari menjelang melahirkan, induk yang bunting akan menunjukkan tanda-tanda:

  • Ambing membesar dan kencang
  • Urat daging disekitar vulva mengendor, dan di kanan-kiri pangkal ekor kelihatan legok.
  • Beberapa saat menjelang melahirkan, sapi gelisah.
  • Apabila tanda-tanda tersebut muncul, kandang harus dibersihkan dari kotoran dan diberi alas dengan jerami kering.

Selanjutnya cara mempersiapkannya adalah dengan menarik kaki anak sapi yang baru lahir dengan hati hati. Gerakan penarikan harus sesuai dengan irama dengan kontraksi/pengerahan tenaga yang dilakukan oleh induk.

Selanjutnya, setelah melahirkan, induk sapi biasnya membersihkan lendir yang menempel pada anaknya dengan jilatan-jilatan. Namun jika induk sapi Bali lemah dan tidak mampu segera melakukan hal tersebut, perlu adanya bantuan untuk membersihkan, terutama di lubang pernafasan anak sapi.

Selanjutnya, jika ingin kelahiran ternak sapi Bali berjalan dengan lancar, maka caranya adalah memberikan kesempatan bergerak kira-kira 2-3 minggu menjelang melahirkan. Dan berikut jika diperlukan, cara memperbanyak air susu sapi.

Cara Mencegah Penyakit Sapi Bali

Selanjutnya, yang terakhir adalah memastikan sapi yang diternakan terhindar dari penyakit. Karena ternak sapi Bali yang terserang penyakit akan mempersulit usaha ternak sapi Bali yang berlangsung. Karena mengobati lebih sulit dari pada mencegah.

Adapun caranya adalah sebagai berikut:

  • Mengikuti program vaksinasi oleh Dinas Peternakan atau Pos Kesehatan Hewan (Mantri Hewan).
  • Selalu menghubungi petugas kesehatan hewan terdekat untuk mendapatkan perawatan apabila ada ternak yang sakit.
  • Menjaga sanitasi kandang dengan membersihkan dan mengusahakan tidak becek.
  • Menjaga kebersihan badan sapi dengan cara memandikannya secara berkala
  • Mengobati luka-luka yang ada dan memberika desinfektan

Baca Juga: Jenis Sapi Perah di Indonesia Tropis dan Sub-tropis

Itulah informasi tentang ternak sapi Bali, dari sapi Bali Jantan, sapi Bali super, sampai sapi Bali betina. Begitupun pembahasan tentang pakan ternak sapi Bali yang dibutuhkan dalam contoh penggemukan sapi Bali pada umumnya.

Dan informasi ini diharapkan bagi ternak sapi bali potong adalah sebagai salah satu cara cepat penggemukan sapi Bali. Sehingga keuntungan ternak sapi Bali dapat menutupi beragam kelemahan sapi Bali.

Semoga artikel ini juga bermanfaat. Sampai bertemu di artikel ayobudidaya.com lainnya. Terimakasih. Salam.

admin Penulis

Ayo Budidaya adalah situs blog yang menggambarkan tentang semua metode budidaya hingga menjadi suatu produk. Semua berisikan tentang informasi bermanfaat yang bisa digunakan setiap orang dalam beraktifitas budidaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *