Ternak Ayam Petelur Rumahan Kandang, Pakan dan Modal

Ternak Ayam Petelur Rumahan: Kandang, Pakan & Modal

Ayobudiaya.comTernak Ayam Petelur Rumahan sebenarnya gampang-gampang susah. Jadi pemula pun bisa. Yang penting kandang ayam petelur, pakan ayam petelur sudah diketahui, ini juga berkaitan tentang hal dasar, yakni, modal ternak ayam petelur rumahan.

Dan ada beberapa hal yang bisa kita pelajari jika ingin ternak ayam petelur sekala rumahan. Cara yang sederhana juga harus ditunjang dengan keterampilan dan analisa yang baik.

Untuk itu, ketika berbicara usaha ternak, bukan hanya berbicara ternak ayam petelur umbaran atau dengan nama lain, ternak ayam petelur tanpa kandang saja.

Namun juga akan berbicara modal ternak ayam petelur. Dan dalam hal ini adalah berkaitan modal ternak ayam petelur rumahan. Misalnya saja, ternak ayam petelur 100 ekor berapa biaya yang harus dikeluarkan, dan berapa keuntungan yang didapatkan.

Nah, untuk sekala rumahan, apalagi peternak pemula, yang harus dipikirkan adalah biaya pakan ayam petelur, karena ini adalah pengeluaran terbesar setelah pencegahan penyakit dengan cara vaksinasi maupun investasi tetap dalam pembuatan kandang ayam petelur.

Selain itu, tentunya analisa tadi berkaitan strategi peternak dalam beternak ayam petelur sekala rumahan. Hal ini adalah tentang resiko beternak ayam petelur yang akan dihadapi.

Cara Ternak Ayam Petelur Rumahan

Ternak Ayam Petelur Rumahan Kandang, Pakan dan Modal
Ternak Ayam Petelur Rumahan : Kandang, Pakan & Modal – Ayobudidaya.com

Ada beberapa cara ternak ayam petelur rumahan yang bisa kita pelajari dan pahami, namun tentunya cara beternaknya akan beda dari cara budidaya ayam broiler atau ayam potong maupun ayam kampung yang sama sama ayam pedaging.

Metode beternak ini juga berbeda dari tingkat pemilihan bibit sampai pemeliharaannya. Cara ternak ini jugalah termasuk dalam hal analisa usaha baik modal beternak sampai analisa untung rugi ternak ayam petelur sekala rumahan.

Ini juga berkaitan kandang ayam petelur sekala rumahan dan jenis pakan ayam petelur yang digunakan. Karena kita tahu, salah langkah sedikit, yang dikhawatirkan adalah ayam petelur tidak mau betelur.

Sehingga produksi yang diharapkan tidak tercapai alias mengalami kerugian. Namun juga langkah tepat dan bagus, maka yang diharapkan adalah produksi telur tinggi, dan hasil yang didapatkan berkualitas dan bagus.

Sehingga, nantinya akan mendukung harga telur di pasaran yang baik dan permintaan akan telur yang diproduksi tinggi. Dan secara sederhana beberapa hal ini bisa dilakukan dalam upaya meningkatkan ternak ayam petelur rumahan.

Bahkan kita bisa melakukannya dengan Cara Memelihara Ayam Petelur Siap Telur Skala Rumahan, seperti artikel sebelumnya yang pernah Ayo Budidaya tuliskan.

1. Pilih Bibit Ayam Petelur Berkualitas

cara memelihara ayam petelur
cara memelihara ayam petelur

Berbicara bibit yang akan digunakan dalam usaha budidaya ayam petelur ini sama halnya membicarakan beberapa bahasan yang sudah kita pelajari sebelumnya, yakni, tentang: Jenis-Jenis Strain Ayam Petelur di Indonesia.

Nah, bibit yang digunakan baik beternak sekala rumahan maupun sekala besar, tetap disarankan untuk menggunakan bibit atau ayam petelur siap nelur yang berkualitas.

Pada umumnya, yang dimaksud bibit ayam petelur yang berkualitas adalah ayam yang lincah dan gesit. Selain itu, memiliki mata yang benih, dengan bulu yang kering dan halus serta suaranya yang nyaring.

Berikut cara memilih bibit ayam petelur yang bisa kita ketahui secara sederhana bagi para pemula:

  • Pilih bibit ayam petelur yang sehat dan tidak memiliki cacat fisik.
  • Pilihlah bibit dari indukan unggul dan produktif.
  • Pilih ayam yang pertumbuhannya normal.

Ternak Ayam Petelur 100 Ekor Skala Rumahan

Ini juga berkaitan tentang jumlah ayam petelur yang digunakan. Meski cara beternaknya sama, namun terkait jumlah akan berbeda dengan peternakan ayam petelur sekala besar.

Bahkan, peternakan besar biasanya juga melakukan pembibitan sendiri. Namun sekala rumahan bisa beli bibit unggul dari peternakan besar. Namun tak menutup kemungkinan bisa juga pembibitan sendiri.

Namun tentu analisa biaya yang akan dikeluarkan semakin besar dan tinggi. Nah contohnya saja ternak ayam petelur 100 ekor yang akan digunakan, ini tentunya kalau dari mulai DOC ayam petelur akan memakan waktu yang lama, dan biaya yang besar.

Maka dalam hal ini adalah, pastikan saja lahan rumah yang akan dijadikan ternak ayam petelur rumahan mencukupi jika beternak 100 ekor. Untuk bibit bisa didapatkan dari peternakan besar ataupun toko toko peternakan.

Sehingga, nantinya peternak ayam petelur rumahan tak perlu lagi melakukan perawatan ayam petelur dari bibit. Tapi cukup memaksimalkan ayam petelur yang siap bertelur.

Kandang Ayam Petelur Untuk Ternak Rumahan yang Ideal

Untuk ternak ayam petelur rumahan, kandang mungkin dianggap sederhana, seadanya, atau bahkan, umbaran atau tanpa kandang. Namun saran, tetaplah menggunakan kandang.

Namun untuk ukuran kandang juga harus disesuiakan lahan yang dimiliki dan kebutuhan ayam per ekornya. Namun, jika tidak menggunakan ukuran ideal pada peternakan umumnya, bisa saja menggunakan ukuran yang berbeda sesuai ukuran luas lahan yang akan digunakan.

Namun setidaknya adalah, yang akan dijadikan tempat untuk kandang ayam petelur sekala rumahan adalah berlokasi baik dan tepat, serta terhindar dari bibit penyakit.

Untuk iklim sekitar kandang atau tempat yang akan dijadikan tempat usaha ternak ayam petelur rumahan sekitar 32,2 – 35 derajat celcius dengan kelembapan 60-70%.

Nantinya peternak bisa mengatur letak kandang dengan posisi yang dapat mentari atauy cahaya saat pagi hari, dan tidak melawan arah mata angin. Selain itu, kandang yang dibuat harus memiliki sirkulasi udara yang baik. Sehingga ayam nyaman.

Untuk irit biaya, material kandang ternak ayam petelur rumahan ini dapat menggunakan material yang murah, namun setidaknya mudah dibersihkan baik luar maupun dalam, kuat dan tahan lama.

Pakan Ayam Petelur

Untuk pakan yang pertama yang patut diperhatikan adalah tempat pakan dan tempat minum ayam petelur. Perlengkapan perlengkapan tersebut penting.

Sama pentingnya seperti tempat lainnya, seperti tempat obat, dan tempat yang bisa memisahkan antara ternah ayam petelur sehat dan yang sakit. Sehingga mudah dikontrol dan tidak menyebar virus penyakit, yang menjadi kerugian bagi peternak.

Nah berbicara pakan ayam petelur adalah jenis pakan yang digunakan. Selain itu manajemen ayam petelur yang baik dalam pola pemberian pakan. Dalam hal ini cara pemberian pakannya. Karena pakan berhubungan dengan produktivitas ayam.

Karena ayam petelur ini bukan ayam broiler atau ayam joper yang asal ayam kenyang. Berikan pakan yang bernutrisi sesuai dengan periode yang sudah ditentukan petunjuk penggunaan pakan dari pabrik.

Hal ini sebenarnya adalah petunjuk penggunaan, dan kebutuhan nutrisi yang diperlukan. Contohnya, pakan ternak ayam petelur periode starter  akan berbeda dengan fase grower.

Pakan yang biasa diberikan adalah di antaranya seperti konsentrat, jagung giling, dan tepung ikan. Jadi, ayam petelur diberikan pakan berupa konsentrat, jagung giling halus, tepung ikan dan beberapa jenis pakan campuran ayam petelur lainnya.

Cara memberi pakan ayam petelur dilakukan sebanyak 3 kali sehari. Ini diberikan secara rutin. Jangan lupa kesediaan minum juga. Karena setelah makan, kebutuhan ayam petelur adalah minum.

Jadwal dan Program Vaksinasi Ayam Petelur

vaksinasi ayam petelur
vaksinasi ayam petelur

Vaksin adalah satu hal yang penting dalam usaha ternak ayam petelur, termasuk ternak rumahan. Contohnya dalam mencegah penyakit berak putih.

Untuk itu, sebelumnya seperti di sub judul, ayo budidaya pernah menuliskan secara lengkap terkait jadwal dan program vaksinasi ayam petelur yang bisa kita lakukan.

Vaksin yang baik dan tepat ini adalah upaya peternak agar ternaknya sehat, terhindar dari penyakit, dan meminimalisir produksi tinggi karena pengobatan. Karena ada beberapa penyakit yang sulit diobati.

Vaksinasi pada ternak ayam petelur juga upaya pemberian antigen yang dapat merangsang sistem kekebalan tubuh ayam. Namun pemberian vaksin seperti suntik harus hati hati.

Vitamin Ternak Ayam Petelur Rumahan

Untuk vitamin, sebenarnya sekala rumahan bisa menggunakan tradisional atau kimia pabrikan. Banyak sekali yang bisa kita dapatkan, bahkan probiotik untuk memacu produksi ayam petelur.

Vitamin diberikan untuk memenuhi nutrisi yang dibutuhkan ayam petelur.

Modal Ternak Ayam Petelur Rumahan

Terakhir, kita berbicara modal usaha ternak ayam petelur rumahan, dan analisa untung rugi ternak ayam petelur. Berikut beberapa hal yang bisa kita coba cermati:

Sebab, masing-masing wilayah akan berbeda-beda, dan sewaktu waktu berbeda pula analisa modal usahanya. Ini hanya sebagai patokan saja, dasar modal yang digunakan:

  1. Biaya kandang yang diperlukan, misalnya saja 1 set harga Rp130 ribu, ayam butuh 8 set, maka modal pembuatan kandang ayam petelur rumahan adalah Rp1.040.000. Untuk kandang ayam petelur 100 ekor, kita bisa membutuhkan 16 set. Artinya modal yang dibutuhkan Rp2.080.000
  2. Biaya yang lebih murah untuk kandang ayam petelur rumahan adalah dengan bambu. Misalnya saja, untuk bambu ini dan pembuatannya ukuran kandang ayam petelur 40 cm dan tinggi 30 cm, persekat isi 2 ekor, kita bisa mendapatkan harga Rp100 ribu, jadi kita butuh 50 kandang, 1 set isi 5, artinya dalam 50 kandang dibutuhkan 10 set, artinya biaya kandang Rp1 juta.
  3. Harga bibir DOC petelur Rp5.000 x 100 ekor = Rp500 ribu.
  4. Harga bibit ayam siap betelur Rp50 ribu x 100 ekor – Rp5 juta.
  5. Pakan ayam terdiri dari konsentrat, jagung, dan dedak padi dengan campuran 35 %, 50 %, dan 15 % = Rp1.000.000,-.
  6. Biaya perawatan kandang Rp500 ribu.

Baca Juga: Cara Merawat Anak Ayam Agar Cepat Besar

Itulah beberapa hal yang bisa kita pelajari dan pahami tentang cara ternak ayam petelur rumahan, dan bagaimana modal usaha yang dikeluarkan dengan peruntukan pembuatan kandang ayam petelur dan pakan ayam petelur yang akan diberikan sampai ayam betelur.

Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk ktia semua. Sekian yang bisa disampaikan, semoga bermanfaat, terimakasih, salam.

Kaseto Efendi Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *