sapi ongole dan peranakan ongole

Perbedaan Sapi Ongole dan Peranakan Ongole (PO)

Perbedaan Sapi Ongole dan Peranakan Ongole (Ayobudidaya.com) – Di Indonesia siapa yang tak kenal dengan sapi ongole dan peranakan ongole atau yang disebut dengan Sapi PO. Sapi jenis ini banyak dipelihara disetiap desa yang ada di Indonesia. Bahkan, banyak dibudidayakan oleh petani kita di Indonesia. Sapi-sapi tersebut sangat berperan menjadi sapi pedaging maupun sapi tipe pekerja. Lalu dimana perbedaan sapi ongole dan peranakan ongole, berikut penjelasannya :

Baca : Jenis-Jenis Sapi Berdasarkan Tipenya

Perbedaan Sapi Ongole dan Peranakan Ongole :

A. Sapi Ongole

Sapi Ongole berasal dari India, tepatnya di kabupaten Guntur, propinsi Andra Pradesh. Sapi ini menyebar keseluruh dunia termasuk Indonesia. Karakteristik Sapi ongole merupakan jenis ternak berukuran sedang, dengan gelambir yang lebar yang longgar dan menggantung. Badannya panjang sedangkan lehernya pendek. Kepala bagian depan lebar diantara kedua mata.

Baca Juga : Jenis Sapi Perah di Indonesia Tropis dan Sub-tropis

Bentuk mata elip dengan bola mata dan sekitar mata berwarna hitam. Telingan agak kuat, ukuran 20-25 cm, dan agak menjatuh. Tanduknya pendek dan tumpul, tumbuh kedepan dan kebelakang. Pada pangkal tanduk tebal dan tidak ada retakan. Warna yang populer adalah putih. Sapi jantan pada kepalanya berwarna abu tua, pada leher dan kaki kadang-kadang berwarna hitam. Warna ekor putih, kelopak mata putih dan otot berwarna segar, kuku berwarna cerah dan badan berwarna abu tua.

Sapi ini lambat dewasa, pada umur 4 tahun mencapai dewasa penuh. Bobot sapi 600 kg pada sapi jantan dan 300-400 kg untuk sapi betina. Berat lahir 20-25 kg. persentase karkas 45-58% dengan perbandingan daging tulang 3,23 : 1.

Baca Juga : Sapi Brahman : Ciri-Ciri dan Penjelasannya

Baca Juga : Jenis-Jenis Sapi Potong Unggul dan Tebesar

B. Sapi PO

Sapi Peranakan Ongole (PO) merupakan persilangan antara sapi Ongole dengan sapi-sapi lokal yg ada di Jawa dan Sumatera. Ponok dan gelambir kelihatannya kecil atau tidak ada sama sekali. Warna bulu sangat bervariasi, tetapi pada umumnya berwarna putih atau putih keabu-abuan. Banyak terdapat di pulau Jawa terutama Jawa Tengah dan Jawa Timur.

admin Penulis

Ayo Budidaya adalah situs blog yang menggambarkan tentang semua metode budidaya hingga menjadi suatu produk. Semua berisikan tentang informasi bermanfaat yang bisa digunakan setiap orang dalam beraktifitas budidaya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *