penyakit pada kambing

7 Jenis Penyakit Pada Kambing Yang Harus Segera Diatasi

Ayobudidaya.com – Penyakit Pada Kambing. Sebelumnya beberapa artikel tentang kambing sudah ditulis sebagai salah satu upaya lengkapnya informasi saat akan memulai usaha ternak kambing.

Sebab, jika ingin terjun usaha ternak kambing, maka ada banyak sekali faktor penunjang budidaya ternak kambing yang harus dilakukan.

Untuk itu, kali ini kita aka bahas, apa saja penyakit yang menyerang kambing. Dan bagaimana cara mengatasi penyakit pada kambing tersebut.

Karena jika dibiarkan, penyakit pada kambing akan mempengaruhi produktifitas. Dan bahkan dampak terbesarnya penyakit pada kambing dapat menyebabkan kematian sehingga dapat menimbulkan kerugian ekonomis bagi peternak.

Maka tak ada salahnya, seperti mempelajari artikel tertaut lainnya seperti, pedoman lengkap cara beternak kambing. Hal ini dimaksudkan agar dalam memulai usaha ternak kambing dapat maksimal.

Penyakit Pada Kambing

Dan berikut ini untuk lengkapnya 7 jenis penyakit pada kambing yang harus segera mendapatkan pertolongan dan harus segera ditangani agar tidak menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan terhadap ternak kambing.

Penyakit Mastitis Pada Kambing

Yang pertama yang akan dijelaskan penyakit pada kambing adalah penyakit mastitis pada kambing. Berikut gejala, penyebabm hingga pencegahan dan penanggulangan penyakit mastitis pada kambing.

Penyakit mastitis disebut juga sebagai penyakit radang ambing. Selain menyerang ternak kambing, penyakit ini juga dapat menyerang sapi, kerabu, kuda, dan hewan lainnya yang menyusui.

Penyebab penyakit mastitis pada kambing ini disebabkan infeksi bakteri. Selain itu, juga karena adanya faktor predisposisi akibat sanitasi atau keberhasilan yang kurang baik.

Perlu diingat, bahwa penyakit mastitis terjadi saat awal masa produksi susu. Jadi penyakit mastitis pada kambing ini terjadi setelah kambing melahirkan.

Hal ini juga bisa disebabkan karena bakteri dari kandang yang kotor masuk melalui lubang putting kambing dan akhirnya mengakibatkan mastitis menyerang ternak kambing yang baru saja melahirkan.

Untuk itu pengobatan penyakit mastitis pada kambing yang terbaik adalah dengan melakukan pencegahan. Pencegahan penyakit mastitis bisa dilakukan dengan menjaga kebersihan kandang.

Selain kebersihan kandang, penyakit mastitis pada kambing ini juga harus dicegah dari kebersihan ternak kambing itu sendiri. Selain itu, kebersihan saat pemerahan susu juga harus terjamin dan terjaga kebersihannya. Sebab, kebersihan-kebersihan terssebut jugalah salah satu strategi dalam melakukan pencegahan ternak kambing tidak terinfeksi mastitis.

Penyakit Pink Eye Pada Kambing

Penyakit pink eye pada kambing adalah penyakit yang berupa penyakit mata akut. Penyakit ini disinyalir menular dan ditandai dengan kemerahan pada selaput mata (konjungtiva) dan kekeruhan pada kornea.

Penyakit pink eye juga menyerang ternak domba. Penyebab penyakit pink eye pada kambing dan domba adalah Rickettsia (Colesiota) conjuctivae, Mycoplasma conjuctivae, Branhamella catarrhalis dan Chlamydia.

Cara penularan agen penyakit pink eye ini melalui kontak dengan ternak terinfeksi, debu, lalat, rumput, dan percikan air yang tercemar. Sementara untuk gejala klinis penyakit pink eye ini akan terlihat setelah masa inkubasi 2-3 hari hingga 3 minggu.

Peyakit pink eye banyak menyerang hewan yang masih muda. Dalam hal ini penyakit pink eye pada kambing menyerang kambing muda. Karena  tingkat imunitasnya masih rendah, sehingga mudah terinfeksi agen penyakit.

Walau dapat menyebabkan penurunan berat badan, penyakit pink eye pada kambing jarang menyebabkan kematian. Hanya saja penyakit pada kambing yang satu ini pengobatannya harus detil.

Misal seperti dengan memisahkan ternak yang sakit dari kumpulan ternak yang sehat. Penanganan ini dapat dilakukan dengan memberikan salep mata atau larutan yang mengandung antibiotika seperti chloramphenicol, atau oxytetracycline.

Dan untuk membantu proses penyembuhan sebaiknya ternak diistirahatkan di tempat yang teduh (tidak terkena sinar matahari), kandang harus selalu bersih, serta pemberian pakan dan minum yang cukup.

Penyakit Bloat/Kembung Pada Kambing

Penyakit bloat atau penyakit kembung pada kambing juga disebut dengan tympani atau merupakan penyakit alat pencernaan yang terjadi karena adanya penimbunan gas dalam lambung akibat proses fermentasi berlangsung cepat.

Hal ini terkait tingginya akumulasi gas di dalam lambung ini akan mendesak organ dalam ternak sehingga ternak akan merasa kesakitan.

Baca: Cara Mempercepat Kambing Birahi

Pada prinsipnya bloat terjadi karena fermentasi makanan berlebihan dan kambing tidak mampu mengeluarkan gas, sehingga terjadi akumulasi gelembung gas di dalam perut. Hal ini bisa terjadi sebagian besar karena kesalahan dalam pemberian pakan.

Pertolongan pertama sebagai cara mengobat penyakit kembung pada kambing, peternak menempatkan kaki ternak pada tempat yang lebih tinggi, kemudian peternak dapat memberikan minyak goreng, minyak kayu putih, atau minyak atsiri lainnya melalui mulut mauoun dicampur air hangat.

Selain itu peternak dapat menggosok bagian luar perut yang kembung menggunakan minyak kayu putih, atau parutan jahe. Dalam kondisi yang sudah sangat parah dapat meminta bantuan medis.

Namun, jika belum datang bantuan medis termaksud, maka yang dilakukan adalah dengan cara menusuk perut ternak sebelah kiri dengan trokar atau jarum steril.

Penyakit Scabies Pada Kambing

Penyakit scabies pada kambing adalah penyakit pada kambing yang mengalami gangguan pada permukaan kulit akibat infestasi ektoparasit (tungau Sarcoptes Scabiei). Penyakit ini akan menyebabkan dermatitis gatal yang parah.

Parasit tungau penyebab scabies setelah menginfeksi ternak kemudian akan menembus kulit, menghisap cairan limfe dan juga memakan sel-sel epidermis pada hewan.

Penyakit scabies akan menimbulkan rasa gatal yang luar biasa sehingga kambing atau ternak yang terserang akan menggosokkan badannya ke kandang.

Pencegahan penyakit scabies pada kambing dapat dilakukan dengan menjaga sanitasi kandang dan ternak kambing itu sendiri. Jadi kambing harus ditempatkan di kandang yang bersih dan cukup dengan cahaya matahari sehingga tidak lembab.

Karena keadaan yang kotor dan lembab, akan memudahkan penyebaran penyakit dan menyebabkan jumlah populasi tungau meningkat.

Penanganan atau pengobatan penyakit scabies pada kambing dapat dimulai dengan mengisolasi ternak yang terserang dalam kandang terpisah.

Setelah itu bersihkan kandang tempat ternak terserang scabies sampai bersih. Pembersihan kandang meliputi alat-alat yang berkaitan dengan ternak, seperti ember tempat pakan, dll.

Selain itu, pengobatan penyakit pada kambing ini juga dapat dilakukan secara tradisional. Pengobatan penyakit pada kambing dengan terserangnya scabies dengan metode pengobatan tradisional yang paling sering digunakan adalah menggunakan campuran belerang dengan oli bekas yang dioleskan pada bagian yang terinfeksi.

Selain itu juga bisa dilakukan pengobatan medis. Pengobatan medis penyakit scabies pada kambing dapat diberikan pemberian sulfur zalf (salep belerang) atau scabisid salep.

Penyakit Orf Pada Kambing

Penyakit Orf merupakan nama lain dari Ecthyma Contagiosa. Penyakit orf pada kambing dan domba adalah penyakit menular yang umum dan merupakan penyakit viral yang sangat infeksius.

Penyakit pada kambing ini disebabkan virus parapox dari family poxviridae dan termasuk dalam genus parapox virus. Virus tersebut sangat tahan terhadap pengaruh udara luar dan kekeringan, tetapi hidup di luar sel selama beberapa bulan, serta dapat hidup beberapa tahun pada keropeng kulit.

Baca: Ini Dia Ukuran Ideal Kandang Kambing

Baca: Oh, Ternyata Ini Ciri-Ciri Kambing Etawa Mandul

Mengerikannya ternyata tidak ada obat yang efektif untuk penyakit Orf. Pengobatan yang dilakukan secara simptomtais hanya untuk mencegah infeksi sekunder oleh bakteri dan myasis oleh larva serta mempercdepat kesembuhan.

Pemberian autovaksi merupakan langkah pencegahan efektif yang dapat dilakukan untuk menghindari penyakit orf. Autovaksin dibuat dari keropeng kulit yang menderita, yang kemudian ditumbuk halus, dan disuspensikan ke dalam gliserin.

Penyakit Miasis Pada Kambing

Penyakit miasis pada kambing merupakan istilah yang digunakan untuk infeksi pada organ atau jaringan tubuh kambing oleh larva-larva lalat (maggot).

Larva-larva ini akan menyerang dan memakan jaringan-jaringan sel. Kejadian myasis selalu didahului adanya luka traumatik atau luka pasca melahirkan.

Miasis dapat mengakibatkan tubub ternak menjadi lemah, nafsu makan menurun, demam, mengalami penurunan produksi susu, dan mengalami penurunan berat badan.

Cara mengatasinya lebih baik tindakan medis, dalam hal ini langsung ke mantri atau dokter hewan agar dapat diteliti lebih lanjut tentang infeksi yang terjadi.

Penyakit Cacing Pada Kambing

Penyakit cacing pada kambing merupakan penyakit parasit pada saluran cerna kambing yang dapat mengganggu kesehatan dan menurunkan produktifitas atau menyebabkan kematian pada kasus akut.

Cacing parasit masuk ke dalam tubuh ternak melalui pakan hijauan yang telah terinfestasi larva parasit. Pengendaliannya dapat dilakukan dengan cara memberikan anti parasit setiap 3 sampai 4 bulan sekali.

Baca Juga:

Untung Ruginya Ternak Kambing, Silakan Dipertimbangkan

Cara Mengobati Kambing Tidak Mau Makan Ini Dinilai Ampuh

Itulah sedikitnya informasi tentang penyakit pada kambing dan cara pencegahan penyakit kambing serta cara mengobati penyakit pada kambing. Semoga bermanfaat, ikuti dan baca artikel laiinnya ya.

admin Penulis

Ayo Budidaya adalah situs blog yang menggambarkan tentang semua metode budidaya hingga menjadi suatu produk. Semua berisikan tentang informasi bermanfaat yang bisa digunakan setiap orang dalam beraktifitas budidaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *