Penyakit Hewan Ternak yang Menyerang Manusia

Penyakit Hewan Ternak yang Menyerang Manusia

Penyakit Hewan Ternak yang Menyerang Manusia  (Ayobudidaya.com) – Hampir banyak warga di negara ini, khususnya Indonesia, yang warganya memiliki hewan ternak atau hewan peliharaan. Bahkan, hewan ternak kerap dijadikan mata pencarian, lalu hewan peliharaan dijadikan kebanggaan.

Jadi tujuan memelihara dan beternak hewan tidak hanya dapat dijual, hewan ternak juga dapat menjadi simpanan makanan di kemudian hari. Tapi, sudah tahukah kamu, disetiap apapun yang kita lakukan ada resiko yang harus dihadapi. Sama halnya dalam memelihara hewan ternak. Jadi kita juga harus berhati-hati. Jika lalai dan tidak hati-hati, pada dasarnya hewan ternak atau hewan peliharaan itu juga memiliki penyakit yang bisa menular ke manusia loh?

Penyakit Hewan Ternak yang Menyerang Manusia, Apa Saja?

Baiklah, sebelum lebih lanjut, saya akan menjelaskan terlebih dahulu, bahwasannya, ada beragam jenis hewan ternak di negeri ini. Namun beberapa di antara yang cukup populer di masyarakat antara lain, ayam, itik, angsa, burung, kambing, sapi, kerbau, babi, dan ikan. Ternak non ruminansia, ruminansia kecil dan ruminansia besar, maupun jenis-jenis ikan tersebut sebagai hewan ternak jika tidak diperhatikan dengan baik dapat membawa penyakit bagi manusia, termasuk pemeliharanya.

Baca : Penyakit Pada Hewan Ternak yang Disebabkan Virus

Penyakit Hewan Ternak yang Menyerang Manusia, Contohnya?

A. Unggas

Unggas merupakan salah satu contoh jenis hewan ternak yang banyak dipelihara di Indonesia, karena merupakan salah satu jenis makanan yang cukup sering dikonsumsi dan daya jual tinggi sesuai dengan permintaanya yang tinggi. Meski begitu, hewan ternak jenis ini ternyata juga menjadi salah satu jenis hewan ternak yang dapat menimbulkan penyakit pada manusia. Misalkan:

Baca Juga : Penyakit Pada Kambing PE Dewasa

Brucellosis

Penyakit brucellosis biasanya menyerang hewan ternak seperti kambing dan sapi. Penyakit ini disebabkan bakteri Brucella. Penularannya kepada manusia dapat terjadi melalui produk hasil hewan ternak yang sudah terkontaminasi dan kemudian dikonsumsi oleh manusia. Selain itu, menghirup udara yang sudah terkontaminasi dengan bakteri ini, atau kontak langsung dengan hewan ternak yang terinfeksi juga dapat tertular penyakit ini.

Bakteri Brucella dapat keluar dari tubuh sapi atau kambing melalui susu, urine, cairan plasenta, dan cairan lainnya dari tubuh hewan ternak. Jika tertular, gejala yang muncul antara lain tubuh merasa lemas, pusing, berat badan turun, nafsu makan menurun, sakit punggung, seluruh sendi tubuh terasa sakit, demam, menggigil, dan berkeringat di malam hari. Pada pemeriksaan biasa ditemukan pembesaran organ hati dan limpa.

Flu Burung

Flu burung (avian influenza) merupakan infeksi disebabkan virus yang menyebar antar unggas. Salah satu jenis virus flu burung, H5N1. H5N1 merupakan jenis virus yang sangat mematikan bagi burung dan ayam, bahkan terhadap manusia dan mamalia lainnya.

Virus ini menyebar melalui kontak langsung dengan unggas, baik dari kotoran atau cairan unggas, menghirup udara yang mengandung virus, virus di udara atau air menempel di mata, hidung, atau masuk ke mulut manusia, dan juga karena membersihkan daging unggas.

Penularan dari konsumsi daging unggas yang dimasak hingga matang tidak pernah terjadi. Tapi, penyebaran antar manusia dari virus ini jarang sekali ditemukan. Gejala akibat terinfeksi flu burung pada manusia bisa sangat beragam. Awalnya akan muncul gejala seperti sakit flu biasa, tapi akan berkembang menjadi gangguan pernapasan berat. Kondisi ini bisa mematikan. Untuk itu, ketika mengalami gejala Flu Burung hewan ternak harus diambil tindakan, dan jika gejala itu dirasakan manusia, maka langsung beri pertolongan pertama dengan dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Taeniasis/Sistiserkosis

Taeniasis merupakan infeksi usus. Adanya Taeniasis disebabkan cacing pita dewasa yang masuk ke dalam tubuh manusia melalui konsumsi daging sapi atau daging babi yang kurang matang, atau bahkan mentah. Karena pada kondisi daging seperti ini masih terdapat bentuk kistik yang berisi larva cacing pita. Larva kistik yang masuk ke dalam tubuh manusia akan berkembang biak di otot, kulit, mata, dan sistem saraf pusat.

Penderita taeniasis akan mengeluarkan telur cacing melalui tinja yang kemudian dapat mengontaminasi lingkungan. Telur cacing yang tertelan dapat berkembang di susunan saraf pusat (neurosistiserkosis) dan mengakibatkan epilepsi, meski sebelumnya penderita tidak memiliki riwayat epilepsi. Gejala dari penyakit ini adalah terjadinya kejang-kejang, sakit kepala berlebihan, demensia, meningitis, kebutaan, atau hidrosefalus.

Baca : Jadwal Lengkap Vaksinasi Kucing Ini Harus Diperhatikan

Nah itu dia, beberapa penjelasan tentang penyakit yang kerap menghinggap pada hewan ternak dan bisa sewaktu-waktu menyerang manusia. Penyakit hewan ternak yang menyerang manusia ini harus diperhatikan secara seksama, agar tidak terjadi apa-apa dikemudian hari. Sebaiknya melakukan pencegahan sebelum semuanya terlambat. Jika terdapat gejala berlanjut silakan hubungi dokter terdekat.

Admin Ayo Budidaya Penulis

Ayo Budidaya adalah situs blog yang menggambarkan tentang semua metode budidaya hingga menjadi suatu produk. Semua berisikan tentang informasi bermanfaat yang bisa digunakan setiap orang dalam beraktifitas budidaya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *