bangsa-bangsa kambing

Pedoman Lengkap Cara Beternak Kambing  

Cara Beternak Kambing – Hewan kambing sebagai binatang memamah biar terdapat dua jenis, yakni Kambing ternak dan kambing liar. Kambing ternat subspesies kambing liat yang secara alami tersebar di Asia Barat Daya dan Eropa yang dipelihara. Lalu, kambing liar jantan ataupun betina mempunyai tanduk sepasang, akan tetapi tanduk yang ada pada kambing jantan lebih besar.

Cara Beternak Kambing
Pedoman Lengkap Cara Beternak Kambing

Wilayah sebaran kambing liar sendiri dari Spanyol hingga ke arah timur sampai di India dan ke wilayah utara sampai Mongolia dan Siberia. Kambing menyukai wilayah yang memiliki habitat pegunungan yang berbatuan. Selain itu, kambing juga memiliki bangsa-bangsa yang tersebar di berbagai belahan dunia. Bangsa-bangsa kambing itu kini lebih dikenal sebagai kambing yang mudah diternakan.

Sementara, panjang tubuh kambing liar, sekitar 1,3 – 1,4 meter tidak terhitung ekor kambing. Sedangkan untuk panjang ekor kambing liar berkisar 12  – 15 cm. Untuk bobot kambing betina di antara 50 – 55 kg, untuk berat badan kambing jantan bisa mencapai 120 kilogram.

Sementara dalam tata cara beternak kambing tidaklah sesulit cara budidaya kura-kura. Pada umumnya, kambing memiliki janggut, dahi cembung, ekor agak ke atas, dan kebanyakan memiliki rambut lurus dan kasar. Bagi pemula, cara beternak kambing memang butuh banyak sumber informasi, salah satunya bisa dilengkapi di artikel www.ayobudidaya.com lainnya.

Berikut ini, pedoman lengkap cara beternak kambing yang bisa pemula terapkan :

Cara beternak kambing dalam artikel ini sama halnya cara beternak kambing di artikel lainnya. Karena seperti kita ketahui, ternak kambing merupakan salah satu yang sangat sering kita kunjungi dan butuhkan. Selama masih ada perempuan melahirkan dan idul adha di Indonesia, maka kambing akan selalu dicari. Maka dari itu, beternak kambing jika dikelola dengan cara yang baik maka akan menghasilkan untung besar bagi peternaknya.

Pedoman lengkap cara beternak kambing ini juga nantinya akan membahas tentang perawatan kambing selama diternakan. Namun dalam perawatannya, kambing memiliki ketahanan yang kuat dari serangan penyakit, sehingga  anggaran pakan dalam beternak yang dikeluarkan  minim. Maka dari itu, gunanya kita mengetahui bagaimana cara beternak kambing yang baik dan benar bagi pemula.

Pada umumnya, kambing memiliki tingkat perkembangbiakan yang sangat baik. Pasalnya, dalam 7 bulan induk kambing sudah dapat dikawinkan kembali. Selain itu, masa kehamilan kambing yang cepat, yakni, kurang lebih 5-6 bulan. Pada umumnya juga, saat kambing bunting/melahirkan dalam 1 induk kambing akan beranak kurang lebih 1-4 ekor. Bagaimana tanggapan kalian melihat potensi beternak kambing di Indonesia saat ini?

Keuntungan beternak kambing lainnya, bukan hanya karena jumlah produksi keturunan yang banyak, tetapi juga kambing kerap dimanfaatkan daging, hasil susu peras yang di hasilkan, dan menghasilkan kotoran yang bisa dijadikan pupuk kandang.

Cara Beternak Kambing
PEdoman Lengkap Cara Beternak Kambing

Cara Beternak Kambing yang biasa dilakukan para pemula dibidang peternakan kambing :

  • Proses Reproduksi Kambing

Proses reproduksi kambing yang baik yang bisa dilakukan sebelum memulai menjalankan usaha ternak kambing, maka sebaiknya yang perlu diketahui adalah bagaimana prosesnya. Proses atau cara beternak kambing yang baik akan berdampak pada keberhasilan dalam beternak kambing. Diketahui, kambing dapat melahirkan 2 kali dalam satu tahun. Paling tidak kambing akan beranak 3 kali dalam masa 2 tahun.

Dalam beternak kambing, kambing disebut dewasa setelah berumur 6 bulan, dan kambing sudah siap dikawinkan saat berumur kisaran 10-12 bulan. Lama waktu birahi kambing 24 – 45 jam, dan memiliki siklus birahi yang berselang selama 17 – 21 hari.

Birahi pada kambing dapat ditandai dengan ciri yang mencolok yakni kambing akan terlihat gelisah, memiliki nafsu makan dan minum berkurang, dan biasanya selalu mengibaskan ekornya, kencing akan lebih sering, kemaluan akan mengalami pembengkakkan dan basah.

Cara beternak kambing dalam proses perkawinan pastikan ratio jumlah pejantan dan betina adalah (1 : 10), jika perkawinan telah terbuahi maka lama waktu bunting sekitar 5 bulan (144 – 156 hari). Setelah itu anak kambing akan di sapih kira-kira 3-4 bulan dari anak kambing terlahir.

  • Langkah-Langkah awal dalam beternak kambing yang harus dilakukan :

Langkah awal kita mulai dari persiapan pembuatan kandang sebagai tempat untuk tinggal kambing :

a. Persiapan Pembuatan Kandang Kambing

Tingkat minimal kandang kambing yang baik adalah bersih, memiliki sinar matahari yang cukup, tidak panas (teduh), dan penempatan kandang paling minim adalah berjarak kira-kira 5 meter dari rumah. Hal ini ditakutkan akan berimbas bau kotoran campur urine kambing yang tidak sedap, ingat selain kambing kita sehat, kita sebagai peternak juga harus bisa menjaga kesehatan.

Ukuran ideal kandang kambing :

Kandang induk+dua anak : 120 cm x 120 cm /ekor

Kandang induk (baik yang hamil atau tidak hamil) untuk 1 ekor: 100 cm x 125 cm

Kandang pembesaran anak yang telah di sapih untuk satu ekor: 100 cm x 125 cm

Kandang pejantan per ekornya adalah : 110 cm x 125 cm

b. Persiapan Pemilihan Bibit Ternak Kambing

Dalam hal pemilihan bibit ternak kambing, peternak tidak bisa asal memilih bibit ternak kambing. Sebab, ada cara memilih bibit kambing yang benar. Salah satunya dengan memastikan si peternak akan beternak kambing pedaging atau kambing untuk diambil susunya. Jika ingin ternak kambing sebagai kambing potong (pedaging) maka sebaiknya bibit yang peternak siapkan adalah bibit jenis kambing kacang (jawa). Mengapa kambing ini, karena kambing ini sangatlah cepat untuk berkembangbiak, mudah gemuk, mudah adaptasi di semua lingkungan, lebih tahan penyakit, dan dagingnya paling diminati. Dan jika peternak ternak kambing dengan tujuan susu perah, maka bibit  jenis kambing yang harus kita siapkan adalah jenis kambing etawa. Kambing etawa sangat bagus untuk menghasilkan susu.

Bahkan, kambing etawa imemiliki 2 pilihan sebagai hasil panen, yakni, susu perah dan juga bisa sebagai kambing potong/pedaging. Kambing etawa memiliki keunggulan tubuhnya yang berukuran yang besar, dan bobot daging yang di hasilkan juga lebih banyak daripada kambing jenis kacang/jawa.

Cara memilih bibit kambing sebagai induk dan pejantan yang baik, sebagai berikut:

Kriteria kambing betina yang akan dijadikan indukan :

  • Kandang dara/dewasa (disiapkan sebagai kambing potong) per ekornya adalah : 100 cm x 125 cm
  • Memiliki bentuk tubuh yang seimbang, memiliki dada yang dalam dan lebar, bentuk garis punggung dan pinggangnya lurus, tulangan/tubuhnya besar dan tidak gemuk (sehat) bukan obesitas.
  • Berkaraktek jinak dan tidak galak.
  • Memiliki keempat kakinya yang lurus dan tumitnya tinggi.
  • Memiliki jumlah gigi lengkap, mempunyai kriteria merumput dengan baik, dan rahang atas/bawah rata.
  • Terlahir dari 2 pranakan/bahkan anak tunggal.
  • Bentuk ambingnya simetris dan tidak menggantung atau memiliki puting 2 buah (bercabang).

Kriteria Kambing jantan yang ideal :

  • Memiliki ukur tubuh yang besar dan panjang (tulangannya besar), sangat bagus jika memiliki bagian belakang yang lebih tinggi dan lebih besar, memiliki bentuk dada yang lebar, serta kambing tidak teralalu gemuk, perawakannya gagah, aktif dan tentunya memiliki nafsu kawin yang tinggi.
  • Bentuk seluruh kakinya yang lurus serta kuat.
  • Dilahirkan dari 2 bersaudara atau tunggal.
  • Memiliki usia di antara 1,5 -3 tahun.

C. Cara Pemberian Pakan Ternak Kambing

Pakan merupakan salah satu persoalan penting yang menunjang kesuksesan ternak kambing yang telah peternak lakukan. Dalam pemberian pakan untuk kambing dalam hal ini sangatlah mudah, tidak seperti pemberian pakan pada ternak lainnya, karena kambing ini bisa memakan rumput/hijau-hijauan lainnya dan pakan tambahan yang nantinya bakal menunjang agar kambing cepat tumbuh (gemuk) dan juga berreproduksi dengan baik.

  • Pakan yang akan diberikan pada kambing haruslah pakan yang mudah didapatkan dilingungan peternakan, tidak pakan yang harganya mahal, hal ini bertujuaan agar dapat menekan seminimal mungkin pengeluaran untuk pakan. Akan tetapi tetap berkelanjutan, tidak kehabisan.
  • Pakan yang diberikan ke kambing harus mengandung karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral yang cukup untuk keperluan kambing setiap harinya.
  • Pakan yang diberikan juga di anjurkan yang mudah dicerna, tak beracun, dan di sukai kambing (lahap makannya). Kandungan pakan ini bisa didapatkan dengan memberikan hijauan seperti beberapa jenis rumput dan makan tambahan seperti konsentrat yang bisa didapatkan dengan membelinya di toko pakan ternak terdekat di daerah wilayah peternakan.
  • Untuk mengganti pakan kambing dalam bentuk konsentrat supaya kambing sehat dan gemuk adalah dengan campuran dari beberapa bahan seberat 3 kg (sebaiknya 1 ekor kambing setiap harinya di berikan dengan berat pakan tambahan 3 kg) yaitu ; ampas tahu 40%, bekatul 40%, dan racikan singkong 20%, pakan tambahan bisa di berikan pada siang hari (bukan pada saat memberi pakan hijau-hijauan).
  • Cara pemberian pakan kambing yang baik dan benar yakni dengan memberinya pakan rerumputan 2 kali dalam satu hari, di antara pukul 08.00 WIB – pukul 16.00 WIB. Berat rumput yang diperlukan kira-kira 10% dari berat badan kambing setiap harinya. Dan pemberian pakan tambahan konsentrat/campuran bahan sudah diracik sesuai petunjuk kebutuhan ternak kambing yang diternakan. Pakan tambahan bisa di berikan pada saat siang hari.
  • Untuk indukan kambing yang sedang hamil, menyusui, atau pejantan yang sering dikawinkan, sebaiknya diberikan pakan penguat yang bisa di beli di toko pakan ternak terdekat. Jangan lupa untuk memberinya minum setiap harinya, pemberian minum paling pas dan sesuai memberikan pakan tambahan.

D. Cara Pengendalian Penyakit Pada Kambing

Kunci sukses beternak kambing adalah dengan mengikuti semua SOP cara ternak kambing. Sebab, dalam beternak kambing yang harus dilakukan tidak hanya dari persiapan kandang yang baik dan pemberian pakan yang mampu mencukupi nutrisi dan kebutuhan pertumbungan dan perkembang biakan kambing, ada satu faktor lagi yang penting dalam beternak kambing yaitu, pengendalian penyakit.

Untuk bisa mencegah terjadinya serangan penyakit pada kambing maka sebaiknya dicegah dengan sanitasi kandang dan pemberian makanan yang mencukupi gizi, tahap selanjutnya yang tidak boleh dilupakan adalah vaksinansi. Penyakit yang sering menyerang kambing adalah sebagai berikut : cacingan, kudis (scabies), kembung perut (bloat), paru-paru (pneumonia), orf, dan koksidiosis.

Semua penyakit tersebut bisa di kendalikan dengan cara penanganan ternak kambing dalam segi kesehatan dengan baik dan benar, jika cara pengendalian kesehata ternak kambing sudah dilakukan, mudah-mudahan kambing akan lebih sehat dan terhindar dari berbagai macam penyakit. Apabila ada kambing yang terserang penyakit, maka sebaiknya cepat lakukan pemisahan dan pengobatan.

admin Penulis

Ayo Budidaya adalah situs blog yang menggambarkan tentang semua metode budidaya hingga menjadi suatu produk. Semua berisikan tentang informasi bermanfaat yang bisa digunakan setiap orang dalam beraktifitas budidaya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *