pakan ternak kambing

Pakan Ternak Kambing Agar Cepat Gemuk

Ayobudidaya.comPakan Ternak Kambing merupakan faktor utama dalam budidaya, baik pembibitan, penggemukan, dan untuk memaksimalkan produksi daging maupun susu dari usaha peternakan kambing tersebut.

Baik pakan kambing etawa, kambing peranakan etawa (PE), kambing kacang, kambing jawa randu, kambing boerawa, kambing boer dan jenis jenis kambing lainnya.

Fungsi pakan pada peternakan kambing adalah sebagai bahan kebutuhan pokok ternak kambing untuk membentuk tubuhnya dan untuk proses reproduskinya.

Seperti ternak ruminansia pada umumnya pakan ternak kambing dikelompokan menjadi dua jenis yaitu, pakan hijauan dan pakan konsentrat.

Berbicara tentang kelompok kelompok pakan ini, biasanya ada yang didapatkan karena ramban, ataupun membuatnya. Contohnya saja pakan konsentrat.

Tentunya jenis pakan ini bisa dibeli di toko toko peternakan, maupun dengan membuatnya sendiri. Karena sudah ada banyak contoh cara membuat pakan kambing yang bisa kita pelajari.

Dari cara membuat pakan kambing fermentasi dengan em4 maupun pakan kambing fermentasi kering sampai ke pakan alternatifnya, seperti cara membuat pakan kambing dari gedebog pisang yang bisa dijadikan makanan kambing pengganti rumput.

Pakan Hijauan Ternak Kambing

Berbicara tentang pakan hijauan, pertanyaannya adalah seberapa penting pakan hijauan untuk kambing? Sebab, pakan hijauan merupakan sumber serat kasar.

Sedangkan kambing membutuhkan serat kasar dalam ransum pakan hariannya agar proses pencernaan dan metabolisme tubuh secara umum dapat berjalan secara optimal.

Pakan hijauan mengandung serat kasar tinggi. Beberapa jenis pakan hijauan yang sering digunakan di Indonesia adalah rumput-rumputan, kacang-kacangan, leguminosa serta limbah limbah pertanian seperti daun jagung, pucuk tebu, dan jerami.

Jerami ini pun masih bisa diolah, di antaranya dengan fermentasi, cara fermentasi jerami sebagai berikut, Baca :Cara Fermentasi Jerami Dengan em4.

Berdasarkan kandungan protein kasar dan energi yang dihasilkan, hijauan dikelompokan menjadi beberapa kelompok, antara lain adalah:

  1. Leguminas Pohon, kandungan protein kasarnya di atas 22%, nutrisi tercerna mencapai 64% dari bahan kering. Beberapa jenis leguminosa pohon adalah:
    • Lamtoro : Digunakan dalam ransum pakan ternak tidak lebih dari 30% dengan 70% hijauan lain berupa rumput.
    • Kaliandra : Kandungan protein untuk pakan ternak tinggi, namun nutrisi tercernanya relatif rendah. Untuk diberikan ke ternak kambing sebaiknya dilakukan pelayuan terlebih dahulu.
    • Gamal : Kandungan protein gamal sekitar 22-24%.
    • Turi : waktu pemberian daun turi adalah saat masa kehamilan kambing tahap akhir atau masa awal laktasi pada ternak.
  2. Umbi-Umbian : Memiliki kandungan protein kasar 17% sampai 22%, dengan kandungan total degistible nutrient (TDN) atau nutrisi tercerna mencapai 59% sampai 63% dari bahan kering.
  3. Leguminosa semak (bukan pohon): Contohnya daun kacang tanah dan kedelai. Kandungan protein kasarnya 10-16% dengan kandungan TDN atau nutrisi tercerna 60-63% dari bahan kering.
  4. Rumput-rumputan : kandungan protein kasar yang rendah 7-10%. Kandungan nutrisi tercerna cukup tinggi 50-63% dari bahan kering. Jenis rumput yang digunakan di Indonesia untuk pakan kambing adalah:
    • Rumput gajah
    • Rumput raja
    • Rumput Setaria
  5. Limbah pertanian : kandungan protein kasar yang sangat rendah 7% atau kurang, serta kandungan nutrisi tercerna 50% bahan kering.

Pakan Konsentrat Untuk Kambing

Konsentrat adalah pakan dengan kandungan serat kasar yang rendah, sehingga konsentrat relatif mudah dicerna oleh ternak. Pemberian konsentrat adalah untuk memberikan tambahan atau kelengkapan nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan ternak.

Fuyngsinya untuk penambah nutirisi. Pakan konsentrat sebaiknya tidak diberikan secara berlebihan, dan selalu diberikan setelah pemberian pakan hijauan. Saat ini pakan konsentrat yang banyak digunakan peternak adalah pollard dan ampas tahu.

Pollard merupakan limbah dari pengolahan gandum yang memiliki kandungan nutrisi cukup baik untuk ternak. Sementara ampas tahu adalah limbah dari proses pembuatan tahu.

Penggunaan keduanya dimaksudkan sebagai sumber energi untuk ternak, namun ampas tahu dapat meningkatkan nafsu makan karena aroma sangat disukai kambing PE.

Cara Membut Pakan Ransum Ternak Kambing

Pakan adalah sarana produksi yang sangat penting bagi kambing untuk memacu pertumbuhan tubuhnya. Kambing mampu mengkonsumsi bahan kering sampai dengan 5-7% dari bobot badan, serta mampu mengkonsumsi hijauan pakan berserat tinggi.

Ini juga memacu untuk terpenuhinya kebutuhan produksi kambing yang sangat bervariasi, seperti pertambahan bobot badan harian, masa kebuntingan, dan masa menyusui.

Untuk itu ternak harus tercukup nutrisinya sesuai dengan kebutuhan ternaknya. Maka hal yang paling bisa dilakukan adalah dengan beberapa hal berikut yang pernah saya dan ayobudidaya tuliskan:

Baca:

1. Menyusun Ransum Kambing Lengkap, Ini Formulasinya

2. Cara Membuat Ransum Kambing Pedaging

Perhitungan ransum pakan sesuai kebutuhan ternak adalah sebagai berikut:

  1. Kambing pejantan, rumput 75%, hijauan kacang-kacangan 25%, konsentrat 250 gram/ekor/hari.
  2. Kambing indu menyusui rumput 50%, hijauan kacang-kacangan 50%, konsentrat 200-250 gram/ekor/hari.
  3. Kambing betina bunting rumput 60%, hijauan kacang-kacangan 40%, konsentrat 200-250 gram/ekor/hari.
  4. Kambing jantan dewasa rumput 75%, hijauan kacang-kacangan 25%, konsentrat 250 gram/ekor/hari.
  5. Kambing betina dewasa rumput 75%, hijauan kacang-kacangan 25%, konsentrat 200 gram/ekor/hari.
  6. Kambing kecil sampai dewasa rumput 60%, hijauan kacang-kacangan 40%, konsentrat 200 gram/ekor/hari.

Namun dalam menentukan bahan pakanya ada beberapa hal yang bisa kita perhatikan agar mendapatkan bahan pakan yang berkualitas. Seperti artikel berikut:

Baca : Syarat Bahan Pakan Ternak Yang Baik

Pakan Alternatif Ternak Kambing

Selanjutnya adalah pakan alternatif. Dalam analisa usaha ternak kambing pakan alternatif adalah salah satu strategi untuk mengantisipasi kekurangan hijauan makanan ternak saat musim kemarau datang.

Selain alasan tersebut, pakan alternatif lebih memudahkan peternak dalam mencari dan memberi pakan. Sehingga kegiatan beternak kambing menjadi lebih efektif.

Pakan alternatif yang cukup banyak digunakan oleh peternak adalah pakan fermentasi. Sebab, pakan fermentasi memiliki beberapa kelebihan antara lain:

  1. Meningkatkan produksi susu
  2. Memperbaiki sistem pencernaan.
  3. Meningkatkan bobot kambing secara cepat dan alami
  4. Meningkatkan nafsu makan kambing PE
  5. Menjadikan daging kambing rendah kolesterol serta lebih berisi
  6. Membuat kambing PE lebih kebal terhadap berbagai serangan penyakit
  7. Meminimalisir bau kotoran kambing, sehingga udara sekitar tidak akan tercemar.
  8. Urine dan kotoran kambing akan jauh lebih sedikit.

Silakan dibaca juga, berikut contoh Cara Membuat Fermentasi Jerami untuk Pakan Sapi.

Cara Ternak Kambing Yang Menguntungkan

Terakhir yang bisa kami sampaikan adalah terkait tips bagaimana cara ternak kambing yang menguntungkan. Jadi untung ruginya ternak kambing harus diperhitungkan secara matang.

Dan salah satu faktor pentingnya adalah ada di pakan. Pakan yang ekonomis, namun memiliki kandungan nutrisi tinggi dan berkualitas, maka ternak yang akan dihasilkan produksinya pun baik.

Untuk itu, tak bisa sembarang memberikan pakan, bahkan formulasinya pun harus baik. Selain itu hindari juga penyakit menyerang. Untuk itu penting dilakukan pencegahan.

Baca : 7 Jenis Penyakit Pada Kambing Yang Harus Segera Diatasi

Dalam pencegahan juga biaya produksinya lebih rendah dari pada pengobatan. Justru jika ternak terserang penyakit yang mematikan justru membahayakan, karena akibatnya bisa kerugian.

Mudah-mudahan dengan beberapa metode di atas dengan cara budidaya ataupun cara beternak, lalu ditopang dengan pakan ternak yang baik dan berkualitas, maka produksi yang diharapkan baik dan maksimal.

Sekian yang bisa disampaikan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat, dan ternak kambing terus tumbuh sehat, dan cepat gemuk. Sekian. Terimakasih. Salam.

Mery Kusyeni Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *