pakan sapi perah

Pakan Sapi Perah: Jenis Rumput, Kosentrat & Alternatif

Pemberian Pakan Sapi Perah harus diberikan secara kontinu sepanjang waktu, sebab pemberian pakan pada sapi perah yang tidak teratur dapat menimbulkan hambatan pertumbuhan.

Pakan ternak sapi perah ini terdiri dari hijauan dan konsentrat, serta pakan alternatif. Dalam penggunaanya harus sesuai kebutuhan ternak sapi perah itu sendiri.

Untuk itu, informasi informasi mengenai manajemen pemberian pakan sapi perah ini sangatlah penting untuk kita pelajari. Ini juga berkaitan tentang bagaimana cara memperbanyak air susu sapi.

Jadi tak sekedar upaya menggemukan sapi kurus saja. Tetapi juga terhadap produksi susu sapi untuk sapi perah itu sendiri:

Manajemen Pemberian Pakan Pada Sapi Perah

pakan sapi perah

Pemberian pakan ini setidaknya memperhatikan beberapa hal penting, yakni pemberian hijauan sebanyak 60%. Hijauan yang digunakan sebagai pakan sapi pada umumnya seperti jerami padi, pucuk daun tebu, lamtoro, rumput gajah, rumput benggala atau rumput gajah.

Selain itu, daun jagung, daun ubi dan daun kacang-kacangan. Selain itu juga pemberian konsentrat sebesar 40%. Dan pada umumnya pemberian pakan diberikan dua kali per hari pada pagi dan sore hari.

Untuk konsentrat diberikan sebelum pemerahan sedangkan rumput diberikan setelah pemerahan. Hijauan diberikan siang hari setelah pemerahan sebanyak 30-50 kg per ekor per harinya.

Sistem pemberian pakan pada sapi perah dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu:

  1. Sistem penggembalaan
  2. Sistem perkandangan atau intensif
  3. dan sistem kombinasi keduanya.

Pemberian jumlah pakan berdasarkan periode sapi perah, seperti anak sapi sampai sapi dara, periode sapi perah bunting, periode kering kandang dan sapi laktasi.

Pada anak sapi pemberian konsentrat lebih tinggi daripada rumput. Pakan berupa rumput bagi sapi deasa umumnya diberikan sebanyak 10% dari bobot badan (BB) dan pakan tambahan atau pakan alternatif juga bisa diberikan sebanyak 1-2% dari BB.

Sapi yang sedang menyusui (laktasi) memerlukan makanan tambahan sebesar 25% hijauan dan konsentrat dalam ransumnya. Hijauan yang berupa rumput segar sebaiknya ditambah dengan jenis kacang kacangan atau legum.

Sumber karbohidrat berupa dedak halus atau bekatul, amaps tahu, gaplek, dan bungkil kelapa serta mineral (sebagai penguat) yang berupa garam dapur, kapur, dan lain lain.

Pakan Sapi Pedet

Satu fase yang penting dari produksi ternak perah adalah pemberian pakan dan manajemen pedet. Lebih dari 20% pedet mati sebelum mencapai umur dewasa. Dengan manajemen yang baik mortalitas dapat ditekan 3-5%.

Banyak pedet ternyata kesalahan nutrisi pada pakan, perkandangan dan manajemen yang tidak benar. Dalam pemberian pakan pada ternak pedet sapi perah, manajemen dan sanitasi yang baik dapat menurunkan mortalitas hingga 2,7%

Ada 4 bahan pakan yang bisa diberikan pada pedet sapi perah, di antaranya:

  • Kolostrum : diberikan secepat mungkin setelah kelahiran, idealnya 15 menit atau dalam jangka waktu 4 jam.
  • Susu : Spemnerian pakan dengan susu penuh (susu segar) diberikan terbatas hingga disapih.
  • Milk replacer : diberikan pada minggu ketiga setelah dilahirkan atau segera setelah susu dapat dipasarkan.
  • dan calf starter : campuran buytiran yang secara khusus disiapkan untuk pedet. Jagung dan gandum menjadi komponen utama dari Calf Starter.

Pakan Sapi Dara

Antara disapih dan beranak (12 minggu sampai umur 2 tahun nutrisi sapi dara sering tidak diperhatikan. Sebaiknya program manajemen pemberian pakan pada periode ini meliputi 3 fase yaitu:

  1. Sejak disapih (12 minggu) hingga umur 1 tahun : fase pakan yang diberikan adalah hijauan yang berkualitas.
  2. Sapi dara, umur 1 tahun – 2 bulan sebelum beranak pada umur 2 tahun : hijauan kualitas tinggi tanpa konsentrat dilengkapi dengan pakan tambahan seperti mineral mix.
  3. Dua bulan sebelum beranak : pemberian pakan periode ini dapat mempengaruhi produksi susu selama laktasi pertama.

Jumlah konsentrat yang diberikan sebelum beranak akan dipengaruhi oleh:

  • Kualitas hijauan
  • Ukuran sapi dara
  • Kondisi sapi dara

Pemberian konsentrat ideal adalah 1% dari bobot badan, dan dimulai sejak 6 minggu sebelum beranak. Untuk hasil maksimal, ransum pakan harus diperhatikan kecukupan protein, mineral dan vitaminnya.

Pemberian konsumsi garam yang berlebihan dapat menyebabkan bengkak ambing, hal ini perlu dicegah sejak 2 minggu terakhir sebelum beranak.

Pakan Sapi Laktasi

Pemberian pakan secara individu pada sapi laktasi di kandang berubah pada sistem pemberian pakan yang baru.

Meskipun metode yang lebih baru tidak seefektif pemberian secara individual, sistem ini lebih ekonomis daripada semua sapi diberikan konsentrat yang sama tanpa memperhatikan produksi susu.

Fase-fase pemberian pakan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Fase feeding
    • fase 1, laktasi awal  (early lactation), 0-70 hari setelah beranak
    • fase 2, konsumsi BK puncak, 10 minggu kedua setelah beranak
    • fase 3, pertengahan – laktasi akhirm 140-305 hari setelah beranak
    • fase 4, periode kering, 45-60 hari sebelum beranak.
  2. Challenge feeding (lead feeding)
  3. Corral (group) feeding (pemberian pakan di kandang kelompok)

Jenis Rumput dan Konsentrat Untuk Pakan Sapi Perah

pakan sapi perah

Pakan untuk ternak sapi perah yang berasal dari hijauan dapat berupa rumput seperti rumput gajah, rumput kolonjono, dan dapat berupa legum yang sejenis dengan rendeng, lamtoro, dan daun ruti yang merupakan sumber protein yang penting.

Selain itu, hijauan dapat berupa daun daun seperti daun pisang, nangka, cemara, waru, yang kandungan patinya cukup.

Sedangkan dari konsentrat, dapat berupa tepung tulang, NaCl, mineral Cu, P. Atau bahkan, pakan jadi sapi perah yang ada banyak beredar di pasaran.

Pemberian pakan konsentrat sebaiknya diberikan pagi hari dan sore hari sebelum sapi diperah sebanyak 1-2 kg per ekor per hari. Selain makanan sapi harus diberi air minum sebanyak 10 % dari berat badan per hari.

Kita juga sebenarnya bisa menggunakan pakan alternatif sapi perah. Ini menyiasati musim kemarau dan penghujan. Di antaranya jika keterbatasan hijauan berkurang, dan kualitas konsentrat tidak baik.

Selain itu, ternak sapi juga memerlukan air. Baik air yang disediakan dari sumbernya maupun yang terkandung dalam pakan serta air metabolik.

Baca Juga: Jenis Sapi Perah di Indonesia Tropis dan Sub-tropis

Itulah informasi tentang manajemen pemberian pakan dan jenis pakan yang digunakan untuk ternak sapi perah. Semoga informasi ini bermanfaat untuk kita semua. Terimakasih. Salam.

admin Penulis

Ayo Budidaya adalah situs blog yang menggambarkan tentang semua metode budidaya hingga menjadi suatu produk. Semua berisikan tentang informasi bermanfaat yang bisa digunakan setiap orang dalam beraktifitas budidaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *