Manajemen Ayam Petelur

Manajemen Ayam Petelur Yang Harus Kita Ketahui

Manajemen Ayam Petelur – Beternak ayam petelur adalah bukan sesuatu hal yang baru dalam unit usaha peternakan. Terlebih peternakan ayam. Namun memang usaha ternak ayam petelur tidak ditekuni oleh banyak orang.

Kendati demikian sudah ada banyak yang melakukan budidaya ayam petelur dan persaingan pasarnya cukup tinggi. Sementara produksi telur jika berhasil bisa mencapai di antara 250 sampai 280 butir per tahun per ekor ayam petelur.

Untuk itu perlu manajemen ayam petelur yang baik dan benar untuk mengatasi persoalan produksi telur yang dihasilkan ayam petelur rendah.

Misalnya saja, pada umumnya ayam petelur akan bertelur tahap pertama saat ayam berumur 5 bulan dan akan terus menghasilkan telur sampai umurnya mencapai umur 2 tahun.

Dan pada umumnya, produksi telur yang terbaik akan diperoleh pada tahun pertama ayam mulai bertelur. Karena produksi telur pada tahun tahun berikutnya cenderung turun.

Manajemen Ayam Petelur

Dalam manajemen ayam petelur kita akan mengenal yang namanya periode starter, periode grower dan periode laying atau periode layer. Selain itu kita juga akan mengenal strain ayam petelur yang digunakan.

Dan yang paling penting dalam manajemen ayam petelur adalah bagaimana fase starter, fase grower dan fase layer berjalan dengan baik dan benar.

Seperti misalnya, kandang ayam indukan DOC (Starter). Kandang ayam jenis ini untuk memeliahara doc dari kira-kira umur 1-4 hari sampai dengan 4 minggu.

Kandang difasilitasi cahaya lampu penerangan 24 jam nonstop, lampu pemansa, wadah pakan, wadah minum, dan sekam padi sebagai alas litter. Tujuan periode stater pada ayam petelur di antaranya:

  • Mencapai Susunan Kerangka dan Bobot Badan
  • Mencapai Bobot Badan 290 gr (4 minggu)
  • Mencapai Bobot Badan 390 gr (5 minggu)

Selanjutnya kandang grower dipakai untuk memelihara ayam ras dari umur 8 hingga menjelang umur 18 mingguan, yakni pada saat proses bertelur. Pada periode grower ini kurang lebihnya dilakukan 5-6 minggu untuk menjaga:

  • BB standar pada 8 mggu 680-700 gram dan keseragaman 85%
  • Keseragaman dimonitor pada 4 minggu dan 15 minggu.
  • Bila keseragaman dibawah 85% dilakukan Grading Total

Terakhir memasuki fase layer atau petelur dewasa. Dalam periode ini kandang yang digunakan adalah kandang baterry. Periode ini juga disebut sebagai periode produksi. Yakni, periode 18-28 Minggu.

Selanjutnya dalam manajemen ayam petelur ada beberapa hal juga yang perlu dilakukan, di antaranya pada fase periode brooding.

Tujuan periode brooding pada manajemen ayam petelur ini bertujuan menyediakan lingkungan nyaman dan sehar. Hal ini agar ayam dapat optimal, BB tercapai, Uniform dan Ukuran Frame yang sempurna.

Dan pada periode ini jugalah yang menjadi faktor menentukan performance akhir. Karena pada fase boording terjadi perkembangan imunitas dan gastrointestinal.

Hal-Hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Manajemen Ayam Petelur

Berikut ini adalah hal hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan budidaya ayam petelur agar manajemen pemeliharaan ayam petelur dari periode ke periode berjalan dengan baik, di antaranya adalah:

  • Minimal 95% ayam temboloknya terisi pakan
  • Suhu lantai/ litter terjaga dan sesuai dengan kebutuhan ayam petelur
  • Pemberian pakan 5 sampai 8 kali per hari
  • DOC datang air minumnya + Sodiazot, pengganti gula

Selain itu beberapa hal berikut kerap menjadi kendala dalam peternakan ayam petelur, di antaranya adalah:

Penyebab Tembolok Ayam Petelur Kosong

  • Liter yang kualitasnya tidak baik
  • Kurang Cahaya
  • Anak ayam stress atau sakit
  • Tempat Pakan dan minum kurang
  • Peralatan kurang dan tidak terjangkau
  • Terlalu Dingin atau Terlalu Panas
  • Terlalu Padat

Brooding Period Mismanagement 1-14 day Mengakibatkan :

  • Tingginya Mortality
  • Ayam Kecil Tidak Merata
  • Dehidrasi
  • Turunnya Feed Intake
  • Makan Sekam

Pola Pertumbuhan Ayam Petelur

Sementara pola pertumbuhan ayam petelur di antaranya dipengaruhi Hyperplasia – Hypertrophy ( (Perbanyakan Sel) (Perbesaran Sel) ).

Catatan :

  • Minggu 1-2 Hyperplasia > Hyperthrophy
  • Minggu 3-4 Hyperplasia = Hyperthrophy
  • Maksimalkan 2 minggu pertama.
  • Perbanyak vitamin kandungan A, E, B2, D3 dan vit lain

Persiapan Brooding Ayam Petelur

Studi kasus, contohnya 1 brooding untuk 500 ekor. Kebutuhannya:

  • Lampu 75 watt
  • 7 buah tempat minum kecil
  • 10 buah tray

Catatan:

  • Hangatkan 6 sampai 8 jam sebelum DOC in
  • Ayam akan memilih suhu yang nyaman 330 C

Yang Penting Diperhatikan Pada Pemeliharaan Ayam Petelur

Adapun yang penting untuk diperhatikan pada pemeliharaan ayam petelur ini adalah pakan dan minum yang diberikan. Misalnya saja sebagai berikut:

  • Jumlah Pakan (1hari-5 minggu) total 840 gr
  • Pakan diberikan 5-8 kali perhari
  • Pakan berbentuk Crumble
  • Pemberian minum yang baik dan rutin:
    • 2 hari pertama, air hangat ditambahkan pengganti gula + vitamin (Sodiazot)
    • Diperhatikan tempat minum rutin dibersihkan

Sementara, untuk ketersediaan pakan lebih awal menghasilkan sebagai berikut

  1. Yolk (kuning telur) dapat digunakan untuk pertumbuhan awal/permukaan GIT jika disuplemnetasi melalui makanan dari luar (Exogenous Feed)
  2. Makanan dari luar meningkatkan penggunaan yolk dan secara sempurna dicerna setelah 4 hari
  3. Kekurangan nutrient awal dapat mengakibatkan perkembangan GIT yang terlambat
  4. Dengan pemberian pakan lebih awal pertumbuhan lebih baik

Manajemen Potong Paruh Ayam Petelur

Tujuan potong paruh pada ayam petelur adalah mencegah kanibal, patuk bulu dan pemborosan pakan. Sementara hal-hal yang harus diperhatikan dalam potong paruh adalah:

  • Potong Paruh dilakukan pada ayam sehat umur 7-10 hari
  • Antara umur 6-10 minggu bila perlu dilakukan lagi dan tidak boleh melebihi 10 minggu (stress dan gangguan reproduksi)

Program Pencahayaan Ayam Petelur

Adapun pencahayan ayam petelur adalah sebagai berikut:

  • Mendorong laju pertumbuhan
  • Merangsang Dewasa Kelamin
  • Mencapai Bobot Badan pada saat mulai Produksi
  • Hindari pencahayaan pada umur 8 – 14 minggu (yang digunakan hanya cahaya alami)
  • Hindari pencahayaan sebelum BB 1250 gr

Catatan: Pada periode Produksi Jangan Mengurangi Pencahayaan

Manajemen Ayam Petelur Dari Fase Grower ke Fase Layer

Periode Grower sampai Periode Layer juga perlu diperhatikan dengan baik. Adapun yang bisa diperhatikan adalah sebagai berikut:

  • Pindah ayam dari kandang grower ke kandang layer tidak boleh melebihi 13 minggu. Hal tersebut dikarenakan umur 8 minggu s/d awal produksi khususnya magnum bertumbuh 80x lipatnya dari 0,5 gr menjadi 40 gr (Akan mengganggu perkembangan Hormonal (Dr ARIS MALO)
  • Saat pindah sudah tersedia Vitamin Elektrolit pada tempat minum dan dilakukan sore hari
  • Saat Grower ayam bertumbuh pesat sehingga sangat perlu vitamin A, E, B2 dan D3 serta vit lain

A. Manajemen Ayam Petelur Periode 18 minggu s/d 28 minggu

  • Penting Kontrol Bobot Badan krna seluruh energinya dipakai untuk berproduksi
  • Multivitamin Kesehatan yaitu dengan kandungan A, D3 dan E.
  • Multivitamin untuk Reproduksi A dan E
  • Asam Amino berat telur yang lebih berat, penambahan lewat feed add lebih signifikan, atau air minum (3 hari/ minggu secara gantian)
  • Kontrol Pencegahan Mycoplasma, NE, Coryza (Baca: Jadwal dan Program Vaksinasi Ayam Petelur).
  • Kontrol 5% produksi dgn Kisa + Octamix 3-5 Hari sebelum puncak produksi

B. Manajemen Ayam Petelur Periode Bertelur

  • Periode 18- 28 minggu (Produksi pertama s/d puncak produksi ISA HD 90%)
  • Periode > 28 minggu
    • Produksi Setelah Puncak sd HD 90%
    • Produksi telur HD 89% sd 85%
    • Produksi telur HD > 85%
  • Periode 18-28 minggu. Tujuan:
    • Menjaga BB selama masa awal produksi (ISA Brown 1,55 sd puncak 1,9 kg)
    • Mengatur Kenaikan Feed Intake
    • Awal Produksi FI 90 grdan terus bertambah smpe 120 gr

C. Program Pemberian Pakan Ayam Petelur

  • Pakan Pre Layer diberikan s/d 2% produksi
  • 2 kali pmberian pakan : Pagi 40% pada jam 5 sampe 10. Sore 60% mulai jam 15.00

D. Manajemen Laying Ayam Petelur

Manajemen Pemberian Pakan Sangat penting selama puncak produksi (Keberadaan puncak produksi dipengaruhi masa Pullet). Penurunan produksi yang normal 0,4-0,6% setip minggu setelah puncak. Setelah 8-10 bulan produksi kerabang telur menjadi tipis dan pucat (55mg-57mg) A.

Baca Juga: Cara Memelihara Ayam Petelur Siap Telur Skala Rumahan

Sekian informasi tentang manajemen ayam petelur yang bisa disampaikan. Semoga bermanfaat. Sampai bertemu di artikel ayobudidaya.com selanjutnya. Terimakasih. Salam.

admin Penulis

Ayo Budidaya adalah situs blog yang menggambarkan tentang semua metode budidaya hingga menjadi suatu produk. Semua berisikan tentang informasi bermanfaat yang bisa digunakan setiap orang dalam beraktifitas budidaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *