Keuntungan Ternak Kambing

Keuntungan Ternak Kambing, Modal dan Analisanya

Ayobudidaya.comKeuntungan Ternak Kambing selalu menjadi hal utama yang selalu diperhitungkan dalam analisa usaha budidaya kambing, baik pedaging maupun perah.

Seperti kita ketahui juga bahwasannya peternakan kambing cukup menjanjikan untuk dijadikan sebuah usaha. Maka jika ada yang bertanya lebih menguntungkan mana ternak sapi atau kambing?

Keduanya sama sama menguntungkan, jika dikelola dengan baik. Namun memang berbicara analisa usaha ternak kambing, apapun, baik ternak kambing etawa, kambing kacang, kambing peranakan etawa, kambing jawa randu, dan jenis lainnya itu lebih banyak market pasarnya.

Contohnya saja Idul Adha, Aqiqah, Penjual Sate, dan acara lainnya. Bayangkan saja untuk kebutuhan aqiqah saja. Selama masih ada seorang ibu melahirkan, disitu dibutuhkan 1-2 ekor kambing.

Ini menandakan jika berbicara usaha ternak kambing tentunya masih sangat menguntungkan. Untuk itu kita simak artikel berikut ini terkait keuntungan ternak kambing yang didapatkan.

Dan memang untuk memaksimalkan budidaya harus dianalisa dengan baik, bukan sekedar keuntunga, tetapi juga analisan kerugiannya. Agar bisa diantisipasi.

Analisa Keuntungan Ternak Kambing

Sebelumnya, kami juga pernah menuliskan tentang analisa usaha ternak kambing, bahkan terkait untung ruginya ternak kambing.

Jadi melakukan analisa keuntungan, juga harus berbicara untung ruginya ternak kambing. Baik dalam hal analisa usaha ternak kambing kacang, maupun keuntungan ternak kambing etawa yang meliputi juga faktor yang dapat merugikan peternakn.

Ini harus di analisa sejak awal, sehingga ketika menggelontorkan modal ternak kambing pemula bisa juga dianalisa dengan baik dengan modal simpanan untuk antisipasi penyebab kerugian, sehingga bisa tertangani dengan segera.

Selain itu, dair sisi pakan kambing juga misalnya, yang bisa dilakukan adalah bagaimana dengan analisa usaha ternak kambing pakan fermentasi, karena harus ada pertimbangan apakah hijauan di sekitar wilayah akan terus tercukupi.

Nah di atas terkait untung ruginya ternak kambing, kita akan membahas bagaimana keuntungan ternak kambing ini bisa menjadi investasi jangka pendek, menengah dan panjang.

Contohnya saja, ternak kambing peranakan etawa atau disebut kambing PE. Untuk tipe kambing ini salah satu kambing yang bisa dimanfaatkan dari apa saja, bibit, daging, dan susu.

Harga bibit kambing PE saja sudah tinggi. Apalagi untuk pejantan dan induk betina yang unggul. Selanjutnya untuk pejantan bisa dimanfaatkan dibudidaya dan produksi daging yang dimaksimalkan.

Sedangkan untuk betina, sebagai kambing perah dimaksimalkan dari penghasilan produksi susunya. Inilah salah satu juga keuntungan ternak kambing etawa maupun peranakannya, yakni peranakan etawa.

Namun analisa ini tentu tak jauh berbeda jauh akan analisa usaha ternak kambing kacang. Pada umumnya, di Indonesia memang kambing kacang adalah salah satu perputaran usaha ternak kambing yang paling cepat. Karena harga cukup terjangkau.

Bahkan kita cukup ternak kambing modal 5 juta saja. Ini sudah termasuk dengan modal ternak kambing pemula yang dikeluarkan. Nah bagaimana terkait perhitungannya, sebagai berikut cara menghitung modal dan keuntungan yang diperoleh:

Cara Menghitung Modal & Keuntungan Beternak Kambing

Pertama yang patut dipersiapkan adalah investasi tetap dalam usaha ternak kambing. Begitupun untuk memasitkan dalam perkembangan ternak tetap aman dan nyaman, dan bertumbuh dengan baik.

Misalnya investasi tetap adalah kandang, pembelian bibit betina dan jantan, pembuatan gudang, dan lain-lain hal yang dibutuhkan dalam usaha peternakan kambing.

Perhitungannya, biaya awal yang harus dikeluarkan meliputi:

  1. Pembuatan kandang Rp5 juta
  2. Pembelian pejantan Rp3 juta.
  3. Pembelian induk produksi 4 ekor @Rp2.500.00 x 4 ekor = Rp10 juta
  4. Peralatan Rp500 ribu

Jumlah Rp18.5 juta.

Biaya perawatan dan pemeliharaan

  1. Biaya pakan ternak kambing Rp8 juta
  2. Obat obatan Rp2 juta
  3. Biaya tenaga kerja Rp8 juta
  4. Lain lain Rp2 juta

Jumlah Rp20 juta.

Potensi pendapatan modal ternak kambing dan penjualan

  1. Penjualan susu Rp50 juta
  2. Penjualan pupuk kandang Rp3 juta
  3. Penjualan anak kambing Rp3 juta

Jumlah pendapatan Rp56 juta.

Jadi, total biaya investasi dan biaya berjalan sebesar Rp38,5 juta, dengan potensi pendapatan selama dua tahun adalah Rp56 juta, maka potensi keuntungan ternak kambing selama dua tahun tersebut adalah Rp17.5 juta.

Belum lagi, jika anak yang dilahirkan adalah pejantan, dan dibudidayakan untuk dimaksimalkan sebagai ternak kambing pedaging tentunya akan semakin maksimal pendapatan yang diperoleh.

Cara Ternak Kambing Yang Menguntungkan

Maka tak ada salahnya jika kita juga meningkatkan cara beternak kambingnya. Hal ini untuk memaksimalkan hasil produksi sehingga keutungan meningkat.

Ada banyak hal yang bisa dipelajari. Jika saja ini terkait berkembang biak, kehamilan ataupun melahirkan, artinya kita juga perlu memperlajari beberapa hal berikut, di antaranya: Masa Kehamilan Kambing: Ciri-Ciri dan Waktu Melahirkan.

Selain itu dalam budidaya ternak kambingnya juga perlu diatur pola pakannya. Bahkan kita harus memahami apa saja jenis pakan ternak kambing agar cepat gemuk.

Jika peranakannya, untuk cepat gemuk, khusus pejantan yang dapat dimaksimalkan dijual dalam bentuk ternak kambing pedaging, artinya butuh beberapa hal ini terkait makanannya.

Untuk mengantisipai kekurangan pakan hijauan atau rumput strategi berikut juga bisa digunakan untuk budidaya ternak kambing tetap menguntungkan, seperti Cara Membuat Pakan Kambing Fermentasi.

Nah disinilah yang dimaksud di atas analisa usaha ternak kambing pakan fermentasi, dan yang murni hijauan atau dengan tambahan pakan lainnya.

Nah analisa ini bisa diperhitungkan, dengan ternak kambing modal 5 juta. Maupun ternak kambing modal 10jt. Jadi, kita juga bisa mengatur siasat, bagaimana cara ternak kambing yang menguntungkan.

Nah jadi ketika belajar tidak sekedar belajar ternak kambing, tetapi juga mampu melakukan analisa, contohnya adalah dengan melakukan analisa keuntungan ternak kambing etawa dengan baik.

Baca : Cara Membuat Ransum Kambing Pedaging

Jadi kesimpulannya dalam meningkatkan hasil keuntungan ternak kambing, sebenarnya ada banyak cara yang bisa dilakukan oleh peternak, termasuk peternak kambing pemula.

Nah kita bisa terus cermati analisa dengan langsung turun ke pelaku usaha yang sudah berjalan terlebih dahulu, ada beberapa pertyanyaan yang bisa diperkuat, misalnya:

  1. Berapa modal yang dikeluarkan?
  2. Berapa ternak yang dihasilkan dan mampu menampung berapa lama pakan dari modal yang disiapkan?
  3. Berapa lama proses yang terjadi dalam pemeliharaan penggemukan maupun budidaya?
  4. Berapa lama periode pemeliharaan sampai panen?
  5. Bagaimana perhitungan pemeliharaan hingga panen?

Nah dari beberapa pertanyaan dengan pertanyaan lain yang bisa ditambahkan, bisa dianalisa apakah pemeliharaan kambing yang dilakukan untung atau rugi.

Jika rugi tentu peternak akan kapok, tak mau menekuni. Maka, hal hal sederhana inilah yang bisa dipelajari. Tentunya dengan beragam metode yang digunakan.

Seperti cara cara di atas, dengan modal yang dikeluarkan dan analisa yang tepat, serta budidaya yang baik dan benar, maka bukan mustahil keuntungan yang didapatkan berlipat-lipta.

Untuk itu, memang dalam menjalankan usaha ternak kambing harus intensif, tidak sekedar menjadi sampingan atau sebaai tabungan keluarga.

Menjadikan ternak kambing sebagai salah satu sumber pendapatan keluarga yang potensial pastinya sangat menguntungkan. Sekian yang bisa disampaikan, semoga bermanfaat, terimakasih. Salam.

Mery Kusyeni Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *