Keuntungan Penggemukan Sapi Per Ekor

Keuntungan Penggemukan Sapi Per Ekor & Analisa Beternak Sapi

Ayobudidaya.com – Keuntungan Penggemukan Sapi Per Ekor. Kebutuhan akan daging terus meningkat. Hal ini juga selaras dengan terusnya tumbuh peternakan-peternakan sapi, dari pembibitan hingga penggemukan.

Tak hanya sebagai usaha peternakan sekala besar, sapi juga menjadi ternak budidaya rumahan yang bisa ditemui di desa-desa. Biasanya orang desa menjadikan sapi juga sebagai tabungan.

Jadi bukan hanya sebagai alat kerja saja dan usaha ternak sapi tidak hanya dilakukan dalam sekala besar saja. Tetapi juga bisa sekala kecil.

Nah, berikut ini ayo budidaya ingin berbagi informasi tentang analisa beternak sapi, lebih khusus tentang keuntungan penggemukan sapi per ekor.

Keuntungan Penggemukan Sapi Per Ekor

Keuntungan Penggemukan Sapi Per Ekor
Keuntungan Penggemukan Sapi Per Ekor

Jika kita berbicara keutungan maka kita akan juga melakukan pembahasan tentang analisa usaha penggemukan sapi. Jadi pertanyaanya, apakah analisa usaha penggemukan sapi limosin/ simental akan sama dengan analisa usaha penggemukan sapi bali.

Atau bahkan, sama dengan analisa usaha penggemukan sapi potong atau sapi perah, atau bahkan sapi lokal lainnya yang diternakan masyarakat pada umumnya.

Tentu hal-hal sederhana tersebut juga menjadi sebuah analisa agar diketahui berapa biaya pembuatan kandang sapi yang dibutuhkan, misal seperti biaya pembuatan kandang sapi 10 ekor tentu akan berbeda dengan biaya pembuatan kandang sapi 1 ekor.

Hal tersebut tentunya menjadi hitungan-hitungan dalam bisnis ternak sapi, khususnya bisnis ternak sapi bagi pemula. Karena akan ada pemikiran seperti ini, bagaimana ternak sapi modal kecil?

Sehingga modal usaha ternak sapi yang dikeluarkan juga tidak terlalu tinggi. Namun, untung penggemukan sapi yang didapatkan besar. Bahkan harga anakan sapi dan harga sapi dewasa saja patut diperhitungkan dalam budidaya.

Untung Penggemukan Sapi

Berbicara untung rugi ternak sapi (bisa dilihat selengkapnya pada tautan terkait tersebut). Selain terkait modal usaha ternak sapi yang dikeluarkan apakah berbanding lurus dengan untung penggemukan sapi yang didapatkan itu tentu memiliki cerita yang berbeda-beda.

Berikut ini contoh, untuk penggemukan sapi dilihat dari cerita keuntungan penggemukan sapi per ekor. Berikut kisahnya:

Saya dapatkan informasi ini di Provinsi Kalimantan Timur. Saya baca di salah satu berita nasional terkait keuntungan penggemukan sapi per ekor.

Usaha penggemukan sapi yang ada di Provinsi Kalimantan Timur ini kalau dilihat dari keuntungan yang didapat peternak pasti beternak sangat menjanjikan.

Karena tiap ekor sapi, peternak mendapatkan untung dikisaran Rp5 sampai 7 juta. Keuntungan itu didapat dalam proses waktu penggemukan 4 hingga 6 bulan saja.

Analisa Penggemukan Sapi 2018/2019/2020

untung rugi ternak sapi
Untung Rugi Ternak Sapi

Keuntungan penggemukan sapi per ekor di wilayah tersebut mencapai Rp5 juta sampai Rp 7 juta. Keuntungan tersebut didapat dari harga beli sapi sekitar Rp7 juta per ekornya.

Lalu, peternak menggemukan sapi tersebut dalam jangka waktu 4-6 bulan. Setelah itu, sapi yang telah digemukan di jual dengan harga di kisaran Rp12 juta sampai Rp15 juta per ekornya.

Namun memang ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam usaha budidaya ternak sapi. Tak selamanya beternak sapi akan untung. Namun, bukan berarti rugi besar. Kita harus mempelajari skema keuntungan penggemukan sapi per ekornya.

Kerugian Memelihara Sapi

Berkaitan dengan artikel di atas, jika usaha penggemukan sapi per ekor untung, tapi juga kita harus mengetahui sisi kerugian memelihara sapi, khususnya penggemukan, agar bisa diantisipasi.

Beternak sapi bisa rugi, Jika? Nah jadi ada jika nih. Rugi jika peternak hanya memelihara sapi lokal 1-2 ekor saja. Terlebih jumlah tersebut digunakan untuk penggemukan komersial.

Karena dalam hitungan bisnis ternak sapi bagi pemula hal tersebut tidak menghasilkan. Nah, coba kita hitung analisa usaha ternak sapi per ekor dengan cara sederhana ini.

Cara menghitung untung rugi ternak sapi sebagai berikut:

Catatan: semua estimasih di bawah ini bisa berubah-ubah, tidak terpaku dan tidak mengikat. Jadi harus ditelaah dengan kondisi yang ada saat ini.

Jika:

  • Estimasi penggemukan sapi selama 4 bulan atau 120 hari.

Biaya:

  • Pembelian Pedet/Bakalan Sapi Lokal Rp13.000.000 sejumlah 1 ekor dengan berat hidup 250 kg
  • Pakan : 1 ekor x Rp 13.000 (biaya pakan perhari) x 120 hari = Rp 1.560.000
  • Tenaga Kerja 1 orang UMR: Rp750.000 per bulan, total Rp3.000.000 (selama 4 bulan).
  • Total biaya/modal = Rp13.000.000 + 1.560.000 + 3.000.000 = Rp17.560.000

Kenaikan berat badan sapi 0.8 kg perhari sehingga saat dijual berat sapi menjadi : (0,8 x 120) + 250 kg = 346 kg.

Harga Jual Hidup:

  • Jika harga jual saat sapi panen Rp45.000/kg maka pendapatan kotor yang akan diperoleh adalah :
    346 kg x Rp45.000 = Rp15.570.000

Perhitungan untung – rugi : Hasil Penjualan sapi – Total biaya = Rp 15.570.000 – Rp 17.560.000 = – (minus) Rp 1.990.000.

Meskipun dalam pemeliharaan 1 ekor bisa dikelola sendiri. Namun, namanya tenaga meski diurus seorang diri haruslah dihitung.

Kalau seandainya tidak terhitung, maka biaya tenaga kerja yang Rp3 juta dihapuskan. Dan masih mendapatkan kurang lebihnya 1 jutaan.

Nah inilah yang disebut rugi, belum lagi secara perhitungan di atas disesuaikan dengan kondisi di daerah dan wilayahnya masing-masing.

Selain itu ada juga perhitungan tentang biaya kandang, dari penyusutan kandang dan perbaikan, lalu biaya obat-obatan dan vitamin yang belum dimasukan.

Artinya memang, jika ingin mendapatkan keuntungan ternak sapi, setidaknya bisa meningkatkan jumlah ternak yang diternakan. Maka tak heran, peternak rakyat di kampung sekalipun beternaknya kurang lebihnya minimal 10 ekor atau bahkan sampai 100 ekor.

Itulah tentang keuntungan penggemukan sapi per ekor. Semoga bermanfaat. Terimakasih.

admin Penulis

Ayo Budidaya adalah situs blog yang menggambarkan tentang semua metode budidaya hingga menjadi suatu produk. Semua berisikan tentang informasi bermanfaat yang bisa digunakan setiap orang dalam beraktifitas budidaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *