kambing peranakan etawa

Kambing Peranakan Etawa (PE): Ras, Ciri & Karakteristik

Ayobudidaya.comKambing Peranakan Etawa.adalah kambing persilangan antara kambing etawa atau kambing jamnapari dengan kambing lokal Indonesia.

Hasil persilangan tersebut disebutlah kambing PE, sebutan populer peranakan etawa di Indonesia. Kambing pe inilah yang sekarang banyak dipelihara oleh peternak di Indonesia.

Berdasarkan sejarah asal usulnya, kambing PE ini masuk ke Indonesia sekitar tahyun 1931, yakni pada masa penjajahan Belanda.

Apa perbedaan kambing etawa dengan kambing peranakan etawa, simak pada artikel berikut, Baca :Perbedaan Kambing Etawa dan Kambing PE.

Di Indonesia kambing peranakan etawa dimanfaatkan sebagai penghasil daging dan susu (perah). Maka ketika berbicara perbedaan tak jauh berbeda. Dari penampilan pun kambing PE ini miring dengan kambing ettawa.

Hanya saja untuk kambing pe ini posturnya lebih kecil. Peranakannya justru mirip kambing kacang atau jawarandu yang merupakan tipe kambing pedaging yang juga kambing lokal asli Indonesia.

Ras Kambing Peranakan Etawa

kambing peranakan etawa
kambing peranakan etawa

Kambing PE memiliki beberapa ras dan ini juga berkaitan tentang kawin silang yang digunakan dari etawa dengan lokal. Di antaranya ras kambing pe adalah sebagai berikut, Baca juga: Perbedaan dan Persamaan Kambing Etawa Kaligesing dan Senduro

1. Kambing PE Ras Kaligesing

Kambing PE Ras Kaligesing merupakan hasil persilangan antara kambing etawa dengan kambing lokal seperti kambing jawa randu maupun kambing kacang.

Baca Juga : Mengenal Kambing Etawa Kaligesing dan Harganya

Kambing PE Ras Kaligesing ini saat ini telah tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Ciri ciri umum kambing PE Ras Kaligesing sebagai berikut:

  1. Ciri Ciri Kambing PE Jantan
    • Badan besar
    • Tinggi gumba 90-110 cm
    • Berat hidup 65-120 kg
    • Panjang badan 85-115 cm
    • Kepala tegak, garis profil melengkung
    • Memiliki tanduk mengarah ke belakang
    • Telinga lebar menggantung panjang serta melipat pada ujungnya. Panjang jantan 25-41 cm.
    • Lingkar testis bisa mencapai 23 cm.
    • Warna bulu bervariasi antar hitam, putih, coklat kekuningan atau kombinasi keduanya.
    • Paha kaki belakang berbulu lebat dan panjang.
  2. Ciri ciri kambing PE betina
    • Badan besar
    • Tinggi gumba 70-90 cm
    • Berat hidup 45-80 kg
    • Panjang badan jantan 65-85 cm
    • Kepala tegak, jenong menyerupai ikan louhan, garis profil melengkung.
    • Memiliki tanduk mengarah ke belakang (kebanyakan pendek)
    • Telinga panjang 10 cm – 28 cm serta melipat pada ujungnya lebar menggantung
    • Ambing berkembang baik, puting susu besar dan panjang
    • Pola warna bulu bervariasi antar hitam, putih, coklat kekuningan atau kombinasi keduanya.
    • Paha kaki belakang berbulu lebat dan panjang (Rawos).

2. Kambing PE Ras Senduro

Kambing PE Ras Senduro juga dikenal dengan nama Etsen. Ini meruypakan kambing etawa di Indonesia, selain Kaligesing. Kambing ini merupakan persilangan antara kambing lokal seperti kambing menggolo dengan kambing etawa.

Kambing menggolo memiliki ukuran lebih besar daripada kambing kacang. Ciri ciri kambing peranakan etawa ras Senduro ini antara lain:

  1. Corak wanra dominan putih
  2. Jarang memiliki tanduk, karena itu kadang disebut sebagai etawa guyndul senduro.
  3. Kuping panjang dan menggantung
  4. Ukuran postur panjang, tinggi, dan lebih tebal.
  5. Tinggi gumba dapat mencapai 120 cm untuk jantan
  6. Bobot jantan dewasa dapat mencapai 90 kg.

Kambing PE Senduro ini bagus dikembangkan sebagai kambing penghasil daging dan susu. Pertumbuhan yang realtif cepat dan postur tubuh yang cukup besar, menjadikan kambing ini layak untuk dijadikan sebagai kambing potong.

Selain kambing PE Senduro dikenal sebagai kambing penghasil daging, untuk penghasil susu juga tak kalah baik. Per hari bisa mencapai 1-1,5 liter.

Karakteristik Kambing PEranakan Etawa

Karakteristik kambing PE ini antara lainnya:

  1. Muka cembung melengkung dan dagu berjanggut
  2. Terdapat gelambir di bawah leher yang tumbuh dari sudut janggut
  3. Telinga panjang, lembek, menggantung, dan ujungnya agak berlipat
  4. Ujung tanduk agak melengkung
  5. Tubub tinggi, pipih
  6. Bentuk garis punggung mengombak ke belakang,
  7. Bulu tumbuh panjang dibagian leher, pundak, punggung dan paha.
  8. Bulu paha panjang dan tebal.

Bibit Kambing Peranakan Etawa Super dan Unggul

Untuk mendapatkan bibit kambing etawa ataupun bibit PE yang unggul, kita bisa memperhatikan banyak hal dan aspek berikut:

  • Spesifikasi Umum
  • Spesifikasi Khusus
  • Persyaratan Kualitatif
  • Persyaratan Kuantitati

A. Spesifikasi Umum Bibit Kambing PE

Spesifikasi umum kambing pe yang dimaksud untuk memperoleh bibit unggul adalah ternak kambing yang akan dijadikan bibit memiliki standar mutu uymum yang kasat mata sebagai kambing peranakan etawa, seperti:

  1. Memiliki telinga panjang
  2. Memiliki kombinasi warna (kombinasi putih hitam atau kombinasi putih cokelat).
  3. Memiliki bulu rewos atau surai yang menggantung terkulai.

B. Spesifikasi Khusus Bibit Kambing PE

Spesifikasi khusus yang dimaksud adlaah aspek kesehatan dan kualitas reproduksi bibit yang akan dikembangkan. Bibi kambing peranakan etawa dinyatakan unggul dan super jika telah memenuhi spesifikasi khusus di bawah ini:

  1. Sehat dan bebas dari penyakit hewan menular, hal ini harus dinyatakan oleh pejabat berwenang.
  2. Ternak bibit bebas dari cacat secara fisik, dalam arti tidak ada kecacatan pada bagian tubuh secara fisik.
  3. Ternak bibit bebas dari cacat alat reproduksi, dalam arti tidak ada kecacatan pada alat reproduksinya.
  4. Untuk calon bibit jantan memiliki kondisi yang sehat dengan bulu badan bagus, serta memiliki sifat agresif dan libido yang baik. Buah zakar turun ke bawah dengan panjang sejajar dan letak simetris, serta memiliki penis yang panjang dan normal.
  5. Untuk calon bibit betina memiliki ambing susu berukuran sedang dan menyambung serta puting susu seperti botol yang keduanya tergantung lurus, dan posisinya simetris.
  6. Silsilah keturunan ternak bibit tidak memiliki sejarah atau tidak mengalami cacat genetis.

C. Persyaratan Kualitatif Bibit Kambing PE

Syarat kualitatif adalah syarat untuk menentukan kualitas bibit dari segi fisik. Syarat kualitatif ini meliputi:

  1. Warna bulu, yang bagus terdiri kombinasi putih hitam, atau putih cokelat.
  2. Profil muka berbentuk cembung.
  3. Tanduk calon bibit kambing pe baik jantan atau betina harus berbentuk kecil dan melengkung ke belakang.
  4. Ekor pendek.

D. Persyaratan Kuantitatif Bibit Kambing PE

Syarat kuantitatif merupakan syarat yang dpat diukur dan ditentukan angkanya. Syarat ini meliputi usia, bobot badan, panjang badan, tinggi pundak, lingkar dada, panjang telinga, dan panjang bulu rewos/surai.

Syarat kuantitatif bersama dengan syarat kualitatif paling banyak diaplikasikan untuk menentukan bibit kambing peranakan etawa yang baik di lapangan, karena dapat dilakukan oleh siapa saja.

Cara mengukur syarat kuantitatif bibit kambing PE unggul

Berikut cara mengukur memenuhi syarat atau tidak tentang bibit unggul kambing PE yang bisa dilakukan:

  1. Umur Bibit Kambing Peranakan Etawa ditentukan dengan dua cara, pertama recording atau catatan kelahiran hingga dewasa. Jika tidak dilakukan pencacatan, lewat perkembangan gigi seri dalam penentuan umur kambing berdasarkan gigi
    • Umur kurang dari 1 tahun : Temporer / gigi susu
    • Umur 1 – 2 tahun : 1 Pasang gigi seri permanen
    • Umur 2 – 3 tahun : 2 pasang gigi seri permanen
    • Umur 3 – 4 tahun : 3 pasang gigi seri permanen
    • Di atas 4 tahun : 4 pasang gigi seri permanen
  2. Bobot badan, panjang badan, tinggi pundak, lingkar dada, panjang telinga, panjang bulu rawos/surai/gembyeng
    • Umur 0,5 – 1 tahun
      • Bobot badan jantan 29 kg, betina 22 kg
      • Panjang badan jantan 53 cm, betina 50 cm
      • Tinggi pundak jantan 67 cm, betina 60 cm
      • Lingkar dada jantan 71 cm, betina 63 cm
      • Panjang telinga jantan 23 cm, betuna 24 cm
      • Panjang bulu rewos/surai jantan 11 cm, betina 11 cm
    • Umur 1 -2 tahun
      • Bobot badan jantan 40 kg, betina 34 kg
      • Panjang badan jantan 61 cm, betina 57 cm
      • Tinggi pundak jantan 75 cm, betina 71 cm
      • Lingkar dada jantan 80 cm, betina 76 cm
      • Panjang telinga jantan 26 cm, betina 26 cm
      • Panjang bulu rawos / surai jantan 14 cm, betina 14 cm.
    • Umur 2 – 4 tahun
      • Bobot badan jantan 54 kg, betina 41 kg
      • Panjang badan jantan 63 cm, betina 60 cm
      • Tinggi pundak jantan 87 cm, betina 75 cm
      • Lingkar dada jantan 89 cm, betina 81 cm
      • Panjang telinga jantan 30 cm, betina 27 cm
      • Panjang bulu rewos / surai jantan 23 cm, betina 16 cm.

Baca Juga: Perhatikan! Ini Adalah Ciri-Ciri Kambing Etawa Super

Nah itulah beberapa informasi yang bisa kita dapatkan mengenai tentang kambing peranakan etawa, dari ras, ciri ciri, hingga karakteristik dan spesifikasi bibit kambing PE unggul dan super.

Sekian yang bisa penulis sampaikan. Semoga informasi ini bermanfaat. Terimakasih. Salam.

Kaseto Efendi Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *