jenis sapi lokal asli indonesia

Jenis-Jenis Sapi Lokal Asli Indonesia

Sapi Lokal Asli Indonesia – Ada banyak jenis Sapi Lokal Asli Indonesia. Sapi-sapi tersebut biasa digunakan untuk bibit usaha penggemukan sapi maupun kebutuhan akan daging sapi. Berikut Ayobudidaya.com lampirkan jenis-jenis sapi yang berasal dari Indonesia dan beberapa jenis sapi yang digunakan untuk bakalan dalam usaha penggemukan sapi potong di Indonesia.

3 Jenis Sapi Lokal Asli Indonesia

1. Sapi Bali

Sapi bali merupakan salah satu jenis sapi yang berasal dari Indonesia. Sapi bali berpotensi untik dikembangkan. Sapi Bali mudah beradaptasi dengan lingkungan baru sehingga sering disebut sebagai ternak perintis. Dan sapi bali ini paling banyak diminati peternak Indonesia karena memiliki beberapa keunggulan.

Keunggulan Sapi Bali Dibandingkan dengan sapi lainnya :

  • Efisien dalam memanfaatkan sumber pakan.
  • Persentase karkas lebih tinggi.
  • Sapi bali memiliki daging yang rendah lemak, sehingga banyak diminati untuk olahan daging rendah lemak.
  • Tingkat kesuburan jenis sapi ini cukup tinggi karena bisa beranak setiap tahun.
  • Sapi ini merupakan tipe sapi pekerja yang baik/
  • Mudah beradaptasi terhadap lingkungan.

Ciri-Ciri Sapi Bali

  • Bulu sapi bali berwarna merah bata. Warna tubuh sapi jantan akan menjadi hitam saat dewasa.
  • Bagian tubuh mulai dari kaki paling bawah hingga belakang paha terdapat warna putih.
  • Pada pinggiran bibir atas dan kaki, mempunyai gumba yang bentuknya khas serta terdapat garis hitam yang jelas di bagian atas punggung.
  • Kenaikan bobot badan sapi bali per harinya bisa mencapai 0,35 – 0,66 kg. Dengan manajemen pemeliharaan yang baik, pertambahan berat badan harian sapi bali bisa lebih dari 0,7 kg/hari.
  • Presentase karkas berkisar antara 56-57%.
  • Perbandingan daging dengan tulangnya adalah 4.44 : 1.
  • Bobot sapi jantan dewasa dapat mencapai 375 – 400 kg, sedangkan sapi betina dewasa berkisar 275 – 300 kg.

2. Sapi Ongole dan Peranakan Ongole

Sapi Ongole merupakan keturunan sapi Zebu dari India, hanya saja mulai diternakan secara murni di Pulau Sumba. Sehingga sapi ini juga disebut sebagai sapi lokal, dengan nama yang dikenal Sapi Sumba Ongole. Ciri-ciri sapi ongole antara lain :

  • Berpunuk besar.
  • Memiliki lipatan kulit di bawah leher dan perut.
  • Telinga panjang dan menggantung.
  • Kepala relatif pendek dengan posisi melengkung.
  • Mata besar dan menunjukan ketenangan.
  • Bulunya berwarna putih.

Ada juga sapi ongole yang dilakukan persilangan dengan sapi lokal Indonesia (sapi Jawa). Hasil persilangan tersebut disebut sapi peranakan ongole (Sapi PO). Sapi PO murni sudah sulit ditemukan karena telah banyak disilangkan dengan sapi brahman. Namun, sapi PO tetap dikenal sebagai sapi lokal asli Indonesia. Ciri-ciri sapi Po sebagai berikut :

Baca Juga : Perbedaan Sapi Ongole dan Peranakan Ongole (PO)

  • Ukuran tubuh sapi PO lebih kecil dibandingkan dengan sapi ongole.
  • Punuk dan gelambir kelihatan lebih kecil.
  • Warna bulu bervariasi, pada umumnya putih atau keabu-abuan.
  • Sapi PO dikenal sebagai sapi pedaging dan pekerja.
  • Jenis sapi ini mampu beradaptasi terhadap berbagai kondisi lingkungan.
  • Sapi Po lebih cepat berproduksi.
  • Tinggi sapi ongole jantan berkisar 150 cm dengan berat badan mencapai 600 kg. Sementara sapi betina memiliki tinggi badan 135 cm dan berat badan 450 kg.
  • Pertambahan bobot badan sapi ongole dapat mencapai 0,9 kg per hari dengan kualitas karkas mencapai 45-58 kg.
  • Rasio daging dengan tulang 1 ; 423.
  • SApi ongole termasuk lambat untuk mencapai dewasa, yaiut sekitar umur 4-5 tahun.
  • Sapi PO bobot badan rataan sekitar 200 – 350 kg dengan pertambahan bobot badan 0,6-0,8 kg per hari jika dipelihara dengan baik.

3. Sapi Madura

Sapi madura sangat terkenal dengan sebutan sapi karapan karena sering digunakan untuk tradisi perlombaan sapi yang dikenal dengan karapan sapi. Sapi ini merupakan hasil persilangan antara sapi jenis Bos Indicus dengan sapi Jenis Bos Sundaicus, Sapi Madura merupakan tipe sapi penghasil daging dan sapi pekerja.Selain terdapat di Pulau Madura dan Jawa Timur sapi ini menyebar hampir di seluruh wilayah Indonesia.

Baca : Cara Menentukan Umur Sapi Potong

admin Penulis

Ayo Budidaya adalah situs blog yang menggambarkan tentang semua metode budidaya hingga menjadi suatu produk. Semua berisikan tentang informasi bermanfaat yang bisa digunakan setiap orang dalam beraktifitas budidaya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *