cara ternak kambing

Cara Ternak Kambing Yang Menguntungkan

Ada banyak cara ternak kambing yang bisa kita lakukan, baik dengan cara ternak modern, manual atau tradisional atau bahkan dengan metode-metode beternak lainnya.

Dan berikut ini ayobudidaya.com infokan tentang cara ternak kambing yang menungtungkan, baik dengan cara ternak kambing modern, maupun cara ternak kambing tradisional atau manual.

Dan artikel berikut ini juga adalah cara beternak kambing pada umumnya, baik cara ternak kambing jawa, cara ternak kambing gibas, cara ternak kambing etawa, ternak kambing potong/ternak kambing pedaging, maupun pembibitan. Kita akan ulas secara detil dan lengkap

Cara Ternak Kambing

Sebelum memasuki mempelajari lebih detil dan rinci tentang cara ternak kambing yang pertama bisa diketahui adalah dengan mengenal jenis kambing apa yang akan diternakan.

Budidaya kambing kali ini misalnya, yakni dengan tujuan penggemukan kambing. Dalam penggemukan kambing, kita akan mengenal jenis-jenis kambing potong.

Jenis kambing yang paling umum dikembangkan di lingkungan masyarakat dan usaha penggemukan ternak kambing adalah kambing kacang dan kambing peranakan etawa.

Lebih detil tentang kambing peranakan etawa klik tautan artikel berikut ini. (Baca: Perbedaan kambing etawa dan peranakan etawa).

Baca Juga: 7 Contoh Bangsa-Bangsa Kambing di Dunia

Baca Juga: Ini Artikel Lengkap Kambing Peranakan Etawa (PE)

Cara Melakukan Pemilihan Bibit Ternak Kambing

Di atas sudah tertautkan tentang informasi tambahan untuk kambing yang biasa diternakan. Sekarang, kita memasuki ke tahapan pemilihan bibit ternak kambing. Baca juga artikel berikut ini:

Baca Juga: Ternyata Ini, Ciri Kambing Peranakan Etawa Mandul

Artikel tersebut bisa menjadi refrensi agar tidak mendapatkan kambing yang mandul. Namun pada dasarnya, dalam beternak kambing, tentunya sama seperti beternak yang lainnya, yakni sangat penting dalam menyeleksi atau memilih bibit yang baik.

Pemilihan bibit yang baik sangat penting karena akan menentukan hasil yang akan kita dapatkan. Maka beberapa kriteria berikut ini bisa digunakan dalam memilih bibit ternak kambing.

  • Kambing berumur 8-12 bulan
  • Badan berukuran normal, bulu bersih dan mengkilap, garis pinggang dan punggung lurus.
  • Sehat, tidak ada cacat, dan tidak buta
  • Mata tajam, hidung dan anus bersih

Tata Cara Pemeliharaan Ternak Kambing

cara ternak kambing
cara ternak kambing

Dalam tata cara ternak kambing yang tak kalah penting adalah cara pemeliharaan ternak kambing itu sendiri. Artinya bagaimana cara kita memelihara kambing yang akan diternakan. Ada beberapa hal yang penting diperhatikan, berikut penjelasannya:

A. Kandang Kambing

Saah satu hal yang harus diperhatikan diantaranya adalah tentang kandang kambing yang digunakan. Selengkapnya baca artikel berikut ini:

Baca Juga: Ini Dia Ukuran Ideal Kandang Kambing

B. Pakan Kambing

Beberapa hal tentang pakan kambing yang harus kita pahami adalah tersedianya pakan utama kambing dan pakan alternatif untuk kambing.

Pakan utama kambing adalah rerumputan, dedaunan (tumbuhan hijau) dan legum seperti daun turi, daun lemtoro, dan lain-lain. Selain itu juga cara ternak kambing yang benar adalah tidak langsung memberikan pakan hijau begitu saja.

Apalagi untuk legume dan daun-daunan hijau. Sebaiknya dalam pemberian pakan ke kambing menggunakan legume dan daun-daunan hijau sebaiknya dijemur terlebih dahulu sekitar 2 sampai 3 jam. Jemur di bawah terik matahari lebih baik.

Kenapa hal tersebut harus dilakukan, dalam cara ternak kambing hal ini dimaksudkan agar racun yang ada di daun dapat hilang dan saat diberikan ke kambing aman untuk dikonsumsi.

Selanjutnya ada yang nama pemberian pakan tambahan. Pakan tambahan pada ternak kambing yang diberikan berupa pakan padat atau pakan pellet atau dalam peternakan kambing juga ada yang disebut konsentrat.

Namun pellet memang jarang digunakan. Pakan pellet ini bisa diganti pakan konsentrat, yakni dengan menggunakan ampas tahu, bekatul, dan ketela pohon.

Untuk ketela pohon ini tentunya harus dicacah terlebih dahulu agar memudahkan ternak kambing untuk mengkonsumsinya. Catatan, dalam pemberian pakan konsentrat ke ternak kambing, setidaknya dibutuhkan 3 kg konsentrat per hari dengan komposisi 40% ampas tahu, 40% bekatul dan 20% ketela pohon.

Selanjutnya yang harus diketahui adalah dalam pemberian pakan tentunya pakan utama dengan pemberian pakan tambahan seperti konsentrat tidak dilakukan secara bersamaan.

Hal ini dimaksudkan karena terdapat perbedaan kandungan nutrisi dan daya cerna. Namun untuk pemberian pakan pada ternak kambing dilakukan sebanyak dua kali dalam sehari. Yakni, dari pagi sekitar pukul 08.00 dan sore pukul 15.00.

Cara Mengetahui Siklus Birahi Kambing (Reproduksi Kambing)

Terakhir adalah tentang reproduksi kambing atau lebih kepada kambing bereprodusi dan bisa berkembang biak alias melahirkan. Jika ini kita bisa mempelajarinya dengan baik, dan mampu mengelolanya, maka kambing dapat melahirkan setiap 7 bulan sekali.

Setelah 7 bulan hamil, dan satu bulan setelah melahirkan, maka kambing sudah dapat dikawinkan kembali pada bulan ke 9. Namun tentunya anak kambing harus bisa segera disapih dan dipisahkan pada usia 3-4 bulan.

Selanjutnya, kambing dikatakan dewasa ketika mencapai usia 8-10 bulan. Siklus birahi kambing terjadi selama 17-21 hari. Lama birahi kambing yaitu 24-40 jam. Jadi ketika kambing mulai birahi, maka segera dikawinkan, paling telat esok harinya. Masa kehamilan kambing sekitar 5 bulan.

Baca Juga: Cara Mempercepat Kambing Birahi

Nah itulah informasi tentang cara ternak kambing. Semoga bermanfaat dan ikuti artikel ayo budidaya lainnya. Terimakasih.

Baca Juga: Pedoman Lengkap Cara Beternak Kambing  

admin Penulis

Ayo Budidaya adalah situs blog yang menggambarkan tentang semua metode budidaya hingga menjadi suatu produk. Semua berisikan tentang informasi bermanfaat yang bisa digunakan setiap orang dalam beraktifitas budidaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *