Cara Merawat Anak Kuda

Cara Merawat Anak Kuda, Kuat Dalam Pacu

Cara Merawat Anak Kuda – Seperti yang kita ketahui, minimnya informasi tentang kuda berimbas pada minimnya pengetahuan dalam tata cara penanganan kuda selama ini. Terlebih bagaimana merawat kuda dan apa saja yang dilakukan saat merawat anak kuda. Sebelum lebih jauh, silakan baca artikel terkait yang sudah ditulis Ayobudidaya.com, salah satunya Masa Kehamilan Kuda dan Cara Penanganannya.

Tak hanya itu, cara merawat anak kuda tak lepas dari Cara Merawat Kuda Bunting dengan Mudah juga harus kita pelajari. Sebab, artikel ini nantinya akan berkaitan. Bagaimana kita bisa melakukan perawatan saat kuda bunting dan cara penanganan pada masa kehamilan kuda. Terlebih dalam hal cek kuda apakah sudah bunting atau tidak. Selengkapnya Cara Mendeteksi Kuda Bunting atau Tidak.

Berikut ini cara merawat anak kuda yang harus kita lakukan :

  1. Biasanya anak kuda lahir pada petang hari. Alasannya kenapa, itu misteri. Mungkin malam hari kondisi lebih tenang dan predator juga tidur. Alasan ini tidak kuat karena predator seperti harimau, singa, serigala, heyna mencari makan pada malam hari juga. Maka jangan lewatkan malam-malam menjelang anak kuda lahir, mungkin anak kuda akan membutuhkan bantuan anda bila perlu.
  2. Kuda lahir begitu cepat. barangkali 5 menit kuda sudah keluar ke dunia. Anak kuda sehat akan mampu merobek placenta sendiri atau bahkan sebelum anak kuda lahir, placenta sudah berhasil dipecahkan. Kalau toh tidak, dengan gerakan kakinya placenta dengan mudah akan pecah dan si anak kuda akan bisa bernapas dengan sempurna. Namun beberapa kelahiran masih dengan placenta yang utuh dan anak kuda merobeknya dengan gerakan kakinya yang kuat.
  3. Anak kuda yang lahir sehat akan meringkik dan mengibaskan kepalanya beberapa menit setelah berada diluar kandungan induknya. Barangkali mencari induknya yang sedang tergolek lemas. Si induk akan membalas dengan suara khasnya.
  4. Setelah induk mampu berdiri tegak, ia akan mencari anaknya dan membersihkan anaknya dari sisa cairan yang melekat di badan anaknya dengan lidahnya. Disini akan tampak komunikasi antara induk dan anak dengan intim.
  5. Dalam beberapa menit setelah anak kuda kering bulu-bulunya, kira-kira 30 menit setelah kelahirannya, anak kuda akan berusaha berdiri. Kedua kaki depannya akan berusaha mengangkat tubuhnya diikuti kaki belakangnya. Si indukpun akan membantu anaknya untuk berdiri. Tentunya upaya berdiri ini membutuhkan usaha dan belajar berkali-kali. Setiap usahanya akan diiringi kejatuhan. Sampai kaki dan tubuhnya betul-betul mampu berdiri tegak dan kuat. Perhatikan dengan seksama tahapan penting ini untuk menilai apakah kuda sehat atau tidak. Si anak kuda akan berhasil berdiri tegak setelah kira-kira 1 jam setelah kelahirannya. Kita juga bisa membantunya bila perlu terutama menjaga agar kepala kuda tidak membentur tembok kandang saat belajar berdiri. Bila sampai 2 jam lamanya belum juga bisa berdiri, maka ada indikasi bahwa kuda tidak sehat. Perlu penanganan lebih cermat.
  6. Setelah berhasil berdiri, si anak kuda akan mencari puting susu induknya dengan mengendus-endus seluruh tubuh induknya dan mencari susu dengan indera penciumannya. Perhatikan tahap penting ini. Si anak kuda harus sudah berhasil mendapatkan susu induknya dalam waktu kurang dari 3 jam. Colostrum susu indukan yang mengandung antibody harus sudah bisa diminum pada 3 jam usia anak kuda. Untuk indukan muda yang baru pertama melahirkan anak, perhatian seksama harus kita berikan. Kalau 3 jam setelah lahir belum juga bisa menyusui anaknya, maka harus dilakukan pemerasan susu untuk disajikan dengan botol secara manual (dot).
  7. Anak kuda baru lahir akan buang air besar beberapa jam setelah kelahirannya. Warnanya coklat tua dan lengket. Sedangkan akan buang air seni pertamanya 8 – 18 jam setelah waktu kelahirannya.
  8. Anak kuda yang sehat akan mencari susu induknya setiap 20 s/d 30 menit sekali. kemudian akan rebah dan tidur.Oleh karena itu si induk harus mampu menyediakan kebutuhan susu anaknya. Periksalah kondisi susu induknya apakah selalu terisi setelah 30 menit.
  9. Umur satu hari anak kuda sudah mampu melompat-lompat dalam kandangnya. Dan perhatikan apakah frekuensi menyusunya normal? Setiap 30 menit sekali.
  10. Periksalah apakah si anak buang air seni maupun air besar secara periodik. Lihatlah kandangnya secara rutin. Kuda sehat akan buang air seni secara rutin setelah menyusu.
  11. Amatilah perubahan perangainya, matanya, tarikan napasnya, gerak telinganya, langkahnya, bulunya dll. Apakah ada perubahan drastis ?

Itulah tanda-tanda kuda sehat. Cara Merawat anak kuda ini perlu ditangani serius bila:

  1. Lahir lemas dan tidak mampu memecahkan placentanya sesaat setelah lahir.
  2. Anak kuda tidak bisa berdiri setelah 2 jam dari kelahirannya
  3. Anak kuda tidak bisa mendapatkan colostrum (susu induknya) dalam kurun waktu tiga jam setelah kelahirannya disebabkan oleh karena kondisi anak kudanya maupun kondisi induknya yang menolak menyusui anaknya.
  4. Anak kuda tidak bisa buang air seni pertama-kali setelah 18 jam usia kelahirannya.Air seni berwarna pekat dan kental.
  5. Anak kuda tidak bisa buang air besar yang pertama kalinya setelah 24 jam – 48 jam usia kelahirannya.
  6. Anak kuda tidak menyusu secara rutin (30 menit).
  7. Anak kuda napasnya tersengal-sengal, bulu-bulunya tegak (merinding), suhu badannya tinggi, berkeringat banyak, berguling-guling, tidur lemas, buang air terlalu sering, gerak tubuh, telinganya dan kepalanya tidak responsif dll
  8. Ada perubahan kesehatan induknya secara mendadak atau induk dalam pengobatan, misalnya indukan tiba-tiba sakit dan harus diobati. Maka perlu dilakukan pemutusan susu secara temporary sampai kondisi indukan sehat kembali.
  9. Anak kuda tidur melebihi batas, terlalu lama.

Nah, itu dia cara mudah, cara merawat anak kuda, baik kuda pacu maupun kuda angkutan transportasi. Semoga bermanfaat.

admin Penulis

Ayo Budidaya adalah situs blog yang menggambarkan tentang semua metode budidaya hingga menjadi suatu produk. Semua berisikan tentang informasi bermanfaat yang bisa digunakan setiap orang dalam beraktifitas budidaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *