cara berdagang sapi

Cara Berdagang Sapi Versi Pengusaha Rumah Potong

Cara Berdagang SapiAyobudidaya.com kali ini akan memberikan informasi tentang bagaimana cara berdagang sapi yang menguntungkan dan mudah versi  pengusaha rumah potong yang pernah admin temui.

Dalam cara berdagang sapi dalam pandangan admin sama saja dengan mempelajari lebih dalam tentang sistem distribusi ternak sapi dan skema pemasaran daging sapi.

Dan dalam hal ini tentunya kita juga bisa mempelajari bagaimana cara pemasaran sapi potong. Sebab ketika bilang bagaimana cara berdagang tentunya kita akan membahas tentang bagaimana cara pemasaran sapi potong.

Dalam cara berdagang sapi juga kita harus mempelajari bagaimana cara memulai bisnis daging sapi. Karena kita harus memiliki perbandingan, dalam cara berdagang ternak sapi dengan bisnis daging sapi, apakah ketika ini dibuat satu jalur tata niaga lebih menguntungkan dan lebih murah untuk dijual ke konsumen, atau seperti apa.

Tentunya ini berkaitan dengan tata niaga ternak sapi dan tata niaga daging sapi. Seperti yang kita ketahui, ada banyak sekali bisnis jual beli sapi yang kerap kita temui, dari alurnya peternak ke pengempul (belantik), masuk ke distributor, distributor masuk ke perusahaan, perusahaan masuk ke RPH.

Tentunya skema tersebut rantai tata niaga pemasaran daging sapi sangatlah panjang dan tidak baik dalam menentukan nilai jual daging sapi ke masyarakat. Ini yang menyebabkan harga daging sapi dipasaran sangat mahal.

Admin ambil contoh, bagaimana analisa usaha jual daging sapi dan cara berdagang sapi berdasarkan hasil lapangan mempelajari tentang alur daging di RPH. Berikut catatannya:

RPH Zbeef merupakan rumah potong hewan yang ada di Kota Bandar Lampung, Lampung, yakni sapi potong dan dijual dalam produk karkas.

RPH ini berdiri pada tahun 2008. Namun, dalam menjual produk daging sapi potong sudah berlangsung sejak tahun 2002. Tampan Sujarwadi selaku pemilik RPH pertama kali memulai usaha sebagai pengecer daging di pasar Wayhalim, dan mengisi beberapa rumah makan.

Pada tahun 2004, usaha tersebut ia perluas hingga ke pasar Panjang, Bandar Lampung sekaligus memperkenalkan nama merk dagangnya yakni Zbeef. Perusahaan ini merupakan perusahaan mandiri yang hingga kini telah memperkerjakan 80-an karyawan.

Perusahaan ini memotong kurang lebihnya 600 ekor sapi jenis  BX Australia, Limosin, dan beberapa sapi lokal. Per bulan sapi-sapi tersebut didapatkan di PT. Juang Jaya Abadi Alama (JJAA) yang terletak di Jl. Raya Lintas Sumatra KM 43 Bakauheni.

Selain diperoleh dari PT JJAA, RPH Zbeef juga mendapatkan di beberapa peternakan lokal lainnya di Provinsi Lampung. Bahkan kandang peternakannya sendiri.

Kini RPH Zbeef telah memenuhi pasokan daging hampir di seluruh pasar tradisional, seperti Bandar Lampung, Pringsewu, dan Tanggamus. Beberapa jenis potongan daging tertentu juga dikirim ke Jakarta, Tanggerang, Bogor, dan Bekasi, yakni berupa serloinm tenderloin, tulang iga, buntut, dan kulit.

Selain di pasar tradisional, RPH Zbeef juga memenuhi kebutuhan di beberapa hotel, restaurant, dan jasa boga yang ada di Bandar Lampung.

Jika melihat studi kasus tersebut berapa besar keuntungan jual daging sapi yang dihasilkan RPH ZBEEF. Berapa analisa usaha jual daging sapi yang terjadi.

Tentunya sangat tinggi. Karena memiliki ternak sendiri, dan untunk antisipasi kebutuhan menjalin kerjasama dengan kemitraan perusahaan peternakan sapi komersil.

Omset jualan daging sapi yang didapatkan tentu menggiurkan. Hal ini sebenarnya sudah saya tulis di alur prosedur rumah potong dan sistem distribusi sapi potong di Indonesia.

Gambar Skema Cara Berdagang Sapi

Cek gambar di bawah ini, cara berdagang sapi berdasarkan garis tata niaga yang terjadi secara efisien:

cara berdagang sapi
Skema Alur Cara Berdagang Sapi

Peluang dan Alur Cara Berdagang Sapi

Pasar dan perdagangan merupakan dua aspek yang saling terkait dan saling mengisi. Peluang pasar hanya dapat dimanfaatkan secara maksimal jika didukung oleh sistem perdagangan efisien.

Beberapa peternakan menerapkan pola penjualan langsung ke konsumen. Hal ini dimaksudkan agar rantai perdagangan tidak melebar yang pada akhirnya menyebabkan harga daging sapi di pasaran menjadi tinggi.

Hal ini juga akan mempengaruhi tingkat konsumsi daging di kalangan masyarakat karena harga daging dapat dijangkau. Berikut adalah cara perhitungan dalam menentukan harga daging sapi yang sudah dipotong dari sapi hidup yang dibeli:

Harga hidup sapi potong yang didapatkan RPH Zbeef rata-rata per kg Rp43 ribu. Bobot rata-rata sapi yang dibeli ukuran 400-600 kg. Sedangkan karkas yang dihasilkan 47-51%.

Sementara, dengan harga, bobot hidup dan karkas tersebut, jika langsung menjual ke konsumenya berupa daging Rp110 ribu/kg, hati, jantung, dan tulang iga masing-masing Rp50 ribu/kg. Untuk paru, ginjal dan limpa, masin-masing dijual Rp40 ribu.

Selanjutnya untuk kulit dijualnya Rp120 ribu. Untuk kepala Rp300 ribu, kaki Rp250 ribu satu set (4 kaki). Terakhir, untuk has dalam Rp120 ribu/kg ada 7 kg per ekor sapi dan has luar Rp120 ribu/kg ada 10 kg per sapi yang dipotong.

Cara menghitungnya: jika kita rata-ratakan per sapi hidup memiliki bobot 400 kg, dengan pembelian harga Rp43 ribu, maka  dalam satu sapi mengeluarkan biaya Rp17,2 juta.

Sedangkan 400 kg hanya menghasilkan karkas 47%, hanya 188 kg. Dalam ini, untuk daging saja terdiri dari 35-45%, atau rata-rata tengah biasa diangka 40%.

Artinya, jika bobot sapi hidup 400 kg, peternak bisa menjual 160 kg daging. Jika harga daging Rp110 ribu, maka yang diperoleh Rp17.600.000. Jumlah tersebut belum termasuk daging has luar dan has dalam, serta tulang, dan jeroan yang dijual.

Itulah gambarannya cara berdagang sapi yang bisa kita pelajari dengan skema alur dan perhitungan harga serta keuntungan yang didapatkan. Semoga bermanfaat.

admin Penulis

Ayo Budidaya adalah situs blog yang menggambarkan tentang semua metode budidaya hingga menjadi suatu produk. Semua berisikan tentang informasi bermanfaat yang bisa digunakan setiap orang dalam beraktifitas budidaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *