budidaya jangkrik

Budidaya Jangkrik, Cara Ternak, Kandang & Keuntungan

Budidaya Jangkrik ada banyak ragam cara. Baik cara baru maupun cara tradisional salah satu cara lama. Dari jenis Genggong sampai jeni Teleogryllus.

Selain budidaya yang mudah, kandang ternak jangkrik juga mudah dibuat. Sebab alat dan bahannya mudah didapatkan. Selain itu juga, ada banyak video cara beternak jangkrik untuk kita belajar. Khususnya bagi para pemula.

Selain video, ada banyak juga makalah budidaya jangkrik yang bisa kita pelajari, dari tentang tata cara ternak jangkrik genggong, sampai budidaya jangkrik cara baru.

Maka saat ini penggemarnya semakin tinggi, dan terus meningkat, apalagi sudah tahu betapa besarnya keuntungan ternak jangkrik yang didapatkan.

Selain itu, jangkrik juga dikenal sebagai salah satu makanan alternatif burung kicau. Contohnya dalam cara merawat burung kacer, pasti pemilik burung membutuhkan jangkrik sebagai pakan alami burung untuk suara tetap gacor.

Begitu juga ketika melakukan budidaya burung puyuh. Biasanya untuk meningkatkan kualitas telur puyuh diberikan pakan berupa jangkrik.

Di sisi lain, para penghobi mancing, pastinya juga tak asing menggunakan jangkrik sebagai umpan pancing. Contohnya saat memancing ikan bawal di sungai atau kolam.

Selain itu, jangkrik diminati juga karena mengadung sumber nutrisi tinggi untuk tubuh. Saat ini harga jangkrik di pasar di atas kisaran Rp90 ribu per kg-nya. Tentu ini usaha yang menggiurkan untuk meraup keuntungan dari beternak jangkrik.

Apalagi cara budidayanya mudah. Berikut cara yang bisa kita lakukan, langkah per langkahnya, dan bisa dilakukan oleh pemula:

Cara Budidaya Jangkrik Bagi Pemula

budidaya jangkrik
budidaya jangkrik

Dalam praktik budidaya atau beternak, yang perlu kita perhatikan, khususnya bagi pemula adalah mengetahui cara ternak yang baik dan benar.

Karena namanya budidaya, ada banyak faktor pendukung dan penunjang, di antaranya adalah seperti:

  1. Persyaratan Lokasi Kandang Jangkrik Yang Baik

Jadi, hal pertama yang patut diperhatikan adalah syarat syarat lokasi budidaya harus baik. Penentuan lokasi kandang harus tepat.

Yang perlu kita ketahui, dalam beternak jangkrik ini adalah, bahwasannya, jangkrik membutuhkan kandang atau wadah yang mirip dengan habitat aslinya. Habitat asli jangkrik adalah alam.

Sehingga, kandang yang dibuat menyerupai alam. Untuk itu, yang patut kita pikirkan adalah, bagaimana cara membuat kandang jangkrik seperti alam atau habitat aslinya.

Untuk itu, beberapa hal yang patut kita perhatikan adalah syarat syarat pembuatan kandang jangkrik tersebut:

  1. Lokasi kandang harus tenang, sunyi dan teduh serta mendapat sirkulasi udara yang baik untuk penyesuaian suhu ruangan.
  2. Cari Lokasi yang jauh dari keramaian atau sumber kebisingan seperti pasar, jalan raya, dan lain-lain.
  3. Lokasi jauh dari kegiatan manusia seperti lalu lalang orang lewat dan yang tidak berhubungan dengan kegiatan budidaya.
  4. Ruangan tidak boleh terkena sinar matahari secara langsung.
  5. Lokasi jauh dari pepohonan agar dapat menyerap panas matahari secara bebas.
  6. Lokasi jauh dari kandang ayam atau hewan lain yang mengganggu.
  7. Usahakan hindari lokasi yang banyak predator seperti semut, cicak, tokek, dan tikus.
  1. Buat Rumah Sebagai Kandang Ternak Jangkrik Ideal

Selanjutnya pastikan kandang ternak jangkrik ideal, dalam hal ini sesuai akan kriteria di atas. Langkah selanjutnya baru membuat rumah atau gubuk sebagai tempat kandang ternak jangkrik bisa diletakan.

Selain itu, buat juga kandang ternak jangkrik di belakang rumah, atau bisa juga di teras, di gudang, dan di beberapa tempat yang memenuhi kriteria yang dibutuhkan oleh jangkrik maupun kita merasa telah sesuai untuk menempatkan jangkrik yang dibudidaya.

Kriteria rumah kandang ternak jangkrik yang baik adalah sebagai berikut:

  1. Lantai dasar cukup tanah biasa tidak harus dilapisi semen cor asalkan kering dan tidak terlalu lembab.
  2. Lantai diusahakan tinggi untuk menjaga kelembaban terutama disaat musim hujan.
  3. Tembok semi batako, yaitu 1,5 meter batako dan pada bagian atasnya asbes dan angin-andin, atau tembok berupa asbes bagian atas bethek bambu untuk angin-angin.
  4. Tembok dapat berupa bethek bambu dan pada bagian luar diberi plastik terpal sebagai penutup untuk menjaga suhu lingkungan.
  5. Atap berupa asbes karena dengan asbes suhu lingkungan akan lebih stabil dan tetap hangat walaupun saat hujan.
  6. Tinggi atap miring 2,5m – 3,5/4m jangan terlalu tinggi agar ruangan tetap hangat tidak terlalu banyak angin yang masuk.
  7. Kandang diatur sesuai rancangan peternak! namun usahakan kriteria seperti yang diatas untuk memedahkan dalam beradaptasi saat pergantian musim.
  1. Idelanya Kandang Ternak Jangkrik

Idealnya kandang ternak jangkrik adalah mampu membuat jangkrik hidup dan berkembang sepanjang tahun. Sebab, jangkrik memang hanya berkembang biak di musim musim tertentu sesuai kondisi alam.

Untuk itu beberapa bahan yang bisa menjadi dasar pembuatan kandang ternak jangkrik adalah triplek atau plywood. Ini bisa dirancang seperti peti.

Namun kita bsia memberi kaki-kaki pada kandang untuk menghindari semut. Sebab, semut adalah salah satu hewan penggaggu yang bisa mengancam hingga kematian jangkrik.

Maka tak jarang, ketika melihat kandang jangkrik juga pasti akan diberikan wadah seperti botol aqua yang dipotong dan diisi oli bekas sebagai penghalang semut dan predator naik ke kandang.

Oli bekas inidigunakan karena mudah didapatkan. Bahkan bisa gratis karena kita tinggal meminta dibengkel beberapa atau bekas ganti oli motor kita sendiri.

Oli bekas juga berfungsi sebagai pembunuh predator yang hendak masuk dan terjebur kedalamnya. Ini dapat menghindari semut, dan binatang lainnya yang mengancam.

Selain itu, dalam dinding kandang jangkrik juga diberi lumpur sawah dengan cara diolesi. Hal ini dimaksudkan agar jangkrik dapat merasa senang berada di lingkungannya yang asli. Habitat asli di alam.

Ini juga memastikan agar jangkrik tak kabur keluar dari kandang, untuk itu digunakan juga pada bagian atas dinding, atau diberikan selotip agar jangkrik tidak dapat memanjat.

Ada juga cara budidaya jangkrik baru, caranya dengan menggunakan kandang ternak jangkrik dari kardus. Namun khawatir rumah atau kandang dari kardus itu dapat dimakan jangkrik. Sehingga memang tidak direkomendasi untuk digunakan.

Sebab, jika digunakan, dan jangkrik memakan, artinya jangkrik yang diternakan dapat kabur dari kandangnya. Namun memang sebagian masih ada, dalam tahapan budidaya singkat.

Baca Juga: Jurus Jitu Budidaya Iguana dan Bisnis Ternak Menjanjikan

Lalu, apa saja jenis kandang yang dapat menjadi refrensi untuk digunakan dalam budidaya jangkrik. Berikut kandang kandang ternak jangkrik yang dapat digunakan dan cara membuatnya:

  1. Membuat kandang jangkrik dari kayu. Beberapa bahan dan persiapannya sebagai berikut:
    • Siapkan kayu reng atau kayu untuk memasang genting yang diapasang di atas pasak. Kayu dipakai untuk rangka box atau kandang pemeliharaan jangkrik.
    • Siapkan juga triplex/plywood. Nantinya dipakai untuk tembok atau dinding dan alas kandang/box.
    • Paku dipakai merakit reng dan triplex menjadi box/kandang jangkrik.
    • Lumpur sawah digunakan untuk melumuri dinding kandang. Jika sulit dapatkan lumpur sawah, bisa ganti dengan semen putih/mill.
    • Sediakan solasi/lakban coklat yang dipakai untuk pembatas bagian atas kandang untuk jangkrik tidak kabur.
    • Waring atau jaring ikan digunakan sebagai penutup di bagian atas agar predator: ngengat, tokek dan cecak tidak masuk ke kandang saat terbuka.
    • Bambu digunakan sebagai bahan pembuat tutup kandang yang dipadukan dengan terpal plastik.
    • Terpal plastik untuk penutup kandang.
  1. Cara Membuat Kandang Jangkrik

Sebenarnya kita tak perlu repot repot lagi membuat kandang jangkrik. Bisa saja dengan meminta tolong tukang. Tapi jika tidak ada tukang, ya buat saja sendiri, mudah kok.

Cara membuatnya adalah dengan memastikan bahan di atas sudah siap semua. Artinya papan atau tripleks, kayu kaso atau kayu reng sudah tersedia.

Nantinya kita bisa buat dengan ukuran panjang kandang ternak jangkrik sepanjang 100 cm, lebar 60 cm, dan tinggi 30-40 cm.

Begitu juga lem atau semen yang akan digunakan untuk sambungan dan sudut peti. Ini juga berguna untuk jangkrik bisa menetas dan tidak keluar lewat celah sambungan kayu.

Hal ini untuk antisipasi jangkrik baru menetas keluar, sebab, angkrik baru menetas itu sangat kecil. Nah selain itu buat juga di bagian atas untuk bisa dibuka dan ditutup dengan engsel.

Di sisi muka dan belakang bisa diberi lubang ventilasi. Ukuran lubang ventilasi ini berukuran 50 x 7 cm, posisi lubang kurang lebih sekitar 10 cm.

Jangan lupa untuk ventilasi jendela jangkrik untuk ditutup dengan kasa kawat ukuran halus agar jangkrik kecil tidak bisa kabur. Di sisi pinggir diberi celah atau setidaknya ada cantelan pegangan.

Baca Juga: Hama Tanaman Padi dan Cara Pengendaliannya

Hal ini tentunya untuk memudahkan angkat angkat kandang atau menggesernya. 

Selanjutnya di sisi keliling bagian dalam, kurang lebihnya 10 cm dari atas, nantinya bisa diberikan isolasi plastik. Hal ini bergyuna untuk jangkrik tidak merayap ke atas.

Kita bisa memasang kaki di keempat sudut peti, kurang lebihnya tinggi yang digunakan 10 cm. Lalu, pada keempat kaki tersebut nantinya dapat diletakan di mangkuk yang diisi cairan air atau lainnya untuk mencegah hama seperti semut masuk ke dalam kandang.

Kandang jangkrik juga dibuat secara bersusun. Contoh 3-4 susun. Hal ini untuk menghemat tempat dan efisiensi pelaksanaan ternak jangkrik.

Kandang ternak jangkrik juga disarankan untuk bisa diletakkan ke dalam ruangan yang gelap. Jadi, tidak terkena sinar matahari secara langsung.

Selain itu, kita bisa mengupayakan untuk melindungi jangkrik dari sinar matahari secara langsung. Selain itu juga ternak jangkrik juga butuh ketenangan.

Hal lain sebaiknya yang bisa dilakukan adalah memilih ruangan yang memiliki angin yang cukup untuk budidaya jangkrik. Selain itu, gelap, dan jauh dari hiruk pikuk dan lalu lalang manusia.

  1. Media Hidup Jangkrik

Media hidup jangkrik juga patut dipertimbangkan. Tak sekear kandang saja. Tetapi juga media hidupnya. Sebisa mungkin upayakan tempat hidup jangkrik seperti alam yang alami.

Atau kita bisa menyediakan karpet telur ayam atau telur bebek yang dari gabus atau kertas kardus atau Tre yang telah disusun bertumpuk di dalam kandang.

Tre inilah yang nantinya akan memiliki fungsi sebagai tempat jangkrik untuk beraktifitas, bahykan bersembunyi dan untuk tempatnya tidur.

Pada sela-sela tre ini jugalah nantinya jangkrik hidup bertelur dan beranak, hingga dapat kita panen dengan mudah.

Tre ini juga digunakan sebagai kandang jangkrik. Kandang di dalam kandang. Namun, untuk menggunakan tre ini disarankan jangan langsung masukan ke dalam kandang jangkrik.

Tetapi terlebih dahulu dijemur selama 6 jam, hal ini memastikan bakteri, kuman, dan jenis penyakit lainnya mati. Sehingga ketika digunakan tidak membahayakan budidaya jangkrik yang sedang dilakukan.

  1. Persiapan Bibit Jangkrik

Lalu setelah semua di atas siap. Kita juga perlu perhatikan bibit jangkrik yang akan digunakan. Jadi, ada beberapa persiapan yang harus dilakukan dalam menangani bibit jangkrik ini.

Di antaranya adalah jenis jangkrik yang akan digunakan. Umumnya jenis jangkrik yang digunakan adalah G. miratus dan G. testaclus.

Untuk Bibit jangkrik kita bisa mendapatkannya di toko pakan yang menyediakan pakan ternak hidup. Nah pasti ada jangkrik di situ.

Nantinya jenis jangkrik tersebut dapat diternakan. Dan diketahui ada beberapa spesies yang sulit atau lambat kembangbiaknya.

Bibit yang digunakan untuk indukan jangkrik sebaiknya dan yang paling bagus adalah tangkapan dari alam. Jadi, kita bisa dapat bibit jantan dan betina dari alam. Namun agak sulit. tapi ini lebih baik. Karena jantan jangkrik dari alam lebih agresif.

Ciri-ciri calon indukan jangkrik yang berkualitas

Nah untuk ciri-ciri induk jangkrik ada beberapa hal yang harus kita ketahui dan pahami, di antaranya adalah:

  1. Sungut atau antena masih panjang, seluruh anggota badan masih lengkap, bisa melompat jauh dan gesit, badan berwarna mengkilap.
  2. Jangan pilih jangkrik yang bila dipegang mengeluarkan cairan baik dari mulut maupun duburnya.
  3. Induk jantan mengeluarkan derikan yang keras. Permukaan sayap atau punggungnya bergelombang dan kasar.
  4. Induk betina ada ovipositor pada bagian ekornya, ekornya ada tiga bagian tengah merupakan ovipositor. Ukurannya besar.
  5. Cara membedakan jangkrik jantan dan betina yang paling mudah adalah melihat ekornya. Jangkrik jantan hanya memiliki dua helai ekor sedangkan betina terlihat memiliki 3 helai ekor. Sebenarnya ekor bagian tengah adalah vipositor.
  1. Cara Mengawinkan jangkrik

Masih kelanjutan cara budiadya jangkrik yang harus dilakukan, setelah beberapa proses di atas selesai digerakan, yang harus dipastikan dalam prakti budidaya adalah cara mengawinkan jangkrik untuk menghasilkan benih benih jangkrik berkualitas lainnya.

Jadi, setelah mengetahui indukan yang berkualitas di atas, apalagi yang dapat diperoleh dari alam, atau kalau tak bisa beli di toko ternak, selanjutnya adalah proses pengawinan jangkrik.

Ini untuk memperoleh telur jangkrik yang akan diternakan. Jadi kita butuh membuat juga tempat untuk kawin. Tempatnya berbeda dengan tempat pembesaran jangkrik.

Kondisi kandang untuk mengawinkan jangkrik dibuat mirip seperti habitat jangkrik aslinya di alam. Dinding kandang diolesi tanah liat, atau semen putih serta diberi daun daun kering, misalnya saja, seperti daun jati, daun pisag, atau serutan kayu.

Jangkik yang akan dikawinkan haruslah berasal dari spesies yang sama. Jika berbeda, maka proses perkawinan jangkrik tidak akan berhasil. Karena tidak mau kawin.

Nah untuk mengawinkan jangkrik kita bisa memasukan indukan jangkrik betina dan jangkrik jantan. Perbandingan cara mengawinkan jangkrik antara betina dan jantan adalah 10:2. Betin 10, jantan 2.

Di dalam kandang kawin jangkrik, kita juga perlu menyiapkan bak pasir atau tanah. Ini gunakanya untuk tempat peneluran jangkrik.

Dan selama masa perkawinan jangkrik jantan akan keluarkan suara derik terus menerus. Jangkrik betina juga pada dasarnya telah dibuahi dan akan bertelur. Telur diletakkan dalam pasir atau tanah.

Pada fase perkawinan jangkrik, pastikan jangkrik mendapatkan asupan pakan yang cukup. Contohnya saja, pakan kubis, sawi, kangkung, bayam, daun pepaya, dan jenis jenis sayuran hijau lainnya.

Pastikan pakan jangkrik tidak tersisa. Kalau tersisa, segera dibuang. Jangan sampai pakan busuk di kandang. Karena membayahakan jangkrik.

Untuk proses pengawinan ini, kalau ada ramuan khusus untuk jangkrik bisa diberikan. Contohnya adalah campuran bekatul, tepung ikan, kuning telur bebek yang telah direbus dan dihaluskan, lalu ditambah vitamin.

Harapannya jangkrik yang dihasilkan banyak dan berkualitas.

  1. Tempat Membeli Telur Jangkrik

Jika memang kesulitan, cara lain untuk dapat bibit jangkrik yang akan dibudidaya adalah dengan membeli telur jangkrik. Telur jangkrik juga ada jualannya. Dan siap ditetaskan.

Kita bisa pesan telur jangkrik via online. Dan pastikan juga membeli telur jangkrik di tempat yang dipercaya. Kalau online baca dulu review tentang produknya.

  1. Cara Menetaskan Telur Jangkrik

Ketika membeli atau telur telah dihasilkan oleh induk jangkrik yang dipelihara, selanjutya adalah proses penetasan. Dalam menetaskan telur jangkrik yang bisa kita lakukan adalah memberikan perlaukan khusus agar bisa menetas.

Perlakuannya, jangkrik ditetaskan setelah 7-10 hari diproduksi, terhitung sejak perkawinan. Maksimal 5 hari setelah induk betina bertelur atau sebelum menetas.

Cara lain dapat dilakukan dengan memisahkan telur tersebut untuk menghindari induk memakan telur. Selain itu, pindahkan ke dalam kandang penetasan telur yang juga kandang pembesaran anakan.

Perhatikan, warna telur jangkrik. Warna telur dibuahi akan berubah dari bening menjadi keruh. Setelah 4-6 hari telur akan menetas. Masukan telur pada secarik kain agar tetap hangat.

Satu kandang besar bisa anda masukan 0,5 kg telur. Pada masa penetasan, kelembaban kandang harus terus dijaga dengan penyemprotan air, atau menutup kandang dengan karung goni basah.

  1. Cara Pemberian Pakan Ternak Jangkrik

Ada juga cara memberikan makanan ternak jangkrik. Pakan jangkrik diberikan setelah telur menetas. Hari terakhir sebelum telur menetas disarankan lebih baik pakan sudah diberikan di kandang anakan.

Untuk ternak jangkrik yang baru menetas, kisaran umur 1-10 hari, pakan dapat diberikan adalah jenis pakan ayam (voor), tentunya yang terbuat dari kacang kedelai, beras merah, dan jagung kering yang telah dihaluskan.

Setelah lewat 10 hari, anakan jangkring bisa dikasih makan sayur-sayuran dan jagung muda. Selanjutnya pakan bisa ditambahkan singkong, mentimun atau ubi.

Cara Memelihara dan Proses Pemanenan Budidaya Jangkrik

budidaya jangkrik
budidaya jangkrik

Terakhir, yang bisa kita pelajari adalah Pemeliharaan Kandang Jangkrik. Pada fase pemeliharaan ini, kandang juga perlu dirawat. Jadi, selain merawat anakan dan indukan jangkrik, kandang juga dirawat.

Perawatannya cukup dengan melakukan bersih kandang. Pastikan kandang tetap sehat dan terjaga kebersihannya. Ini juga sekaliguss mengatur kelembaban kandang.

Selanjutnya adalah pakan jangkrik. Jadi, kita selaku pemilik, harus memastikan, bahwa pakan ternak jangkrik juga selalu tersedia, karena jangkrik akan kanibal jika kelaparan. Apalagi jika pakan tidak ada. Khawatirnya sesama jangkrik bisa saling membunuh.

Ingat. Pakan yang tak habis segera dibuang. Jangan sampai membusuk di kandang. Jika gunakan kandang baru. Sebelum digunakan dicuci terlebih dahulu.

Baca Juga: Pakan Ikan Nila: Pakan Pelet, Alami, dan Buat Sendiri

Dan pastikan tidak berbau vinil jika kandang terbuat dari tripleks. Cara hilangkan bau kandang jangkrik, kita bisa melumuri permukaan kandang dengan lumpur sawah untuk dan dijemur hingga kering.

Oh iya, kita juga patut periksa air yang ada pada mangkuk atau kaleng, atau tutup botol di kaki kandang jangkrik. Nantinya jika sudah habis, bisa tambah cairan sedikit demi sedikit.

Cairan yang digunakan selain air, bisa minya tanah, atau jenis cairan lainnya untuk mencegah adanya hama ke dalam kandang jangkrik.

Terakhir, tahap pemanenan. Cara panen jangkrik yang bisa dilakukan adalah setelah jangkri dipelihara satu bulan atau lebih, jangkrik sudah bisa dipanen.

Panen jangkrik ini ada dua hasil yang bisa kita peroleh, antaranya adalah telur jangkrik ataupun jangkrik dewasa. Untuk telu jangkrik kita bisa menjualnya sendiri. Harga telur jangkrik juga mahal.

Atau jangkrik dewasa. Untuk harga jangkrik dewasa juga cukup mahal. Telur dijual ke peternak atau pembudidaya pembesaran jangkrik. Sedangkan jangkrik dewasa ke penghobi burung dan lainnya sebagai pakan alternatif yang dapat membaut burung gacor.

Baca Juga: Cara Merawat Burung Kacer Agar Tetap Sehat dan Kuat

Itulah tentang cara cara budidaya ternak jangkrik yang paling mudah dan sederhana yang bisa kita lakukan. Sesederhana itu. Cara tradisional. dan cara terbaru yang bisa kita gunakan.

Setidaknya potensi dan peluang serta pasar masih terbuka lebar. Selamat mencoba. Selamat berjuang beternak jangkrik. Sekian yang bisa disampaikan ayobudidaya.com, sampai jumpa di lain artikel. Sekian. Terimakasih.

Kaseto Efendi Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *