Budidaya Cacing Tanah

Budidaya Cacing Tanah: Cara Ternak, Media dan Harga

Budidaya Cacing Tanah kini menjadi primadona baru dalam mengembangkan usaha dibidang budidaya. Sebab, cacing tanah kini semakin diminati seiring masyakarat semakin paham akan manfaat dari cacing tanah tersebut.

Sehingga kini paradigma cacing tanah bukan lagi sebagai hewan yang menjijikan, namun hewan yang menjanjikan. Peluang usaha budidaya cacing tanah itupun terbuka lebar.

Kini sudah ada banyak peternak cacing tanah. Hal ini dikarenakan selain cara ternak cacing tanah yang mudah juga  memiiki peluang bisnis yang besar. Contohnya kisah dari Adam dilansir dari Kompas.com.

Adam bermodal usaha budidaya cacing tanah Rp200 ribu dan kini ia beromset bulanan sampai Rp300 juta rupiah. Tentu nominal ini bukan keuntungan yang sedikit. Ini adalah untung rugi budidaya cacing tanah yang menjanjikan karena untung besar.

Selain itu, cacing tanah memiliki banyak manfaat. Di antaranya digunakan di dunia kesehatan sebagai obat. Cacing tanah diketahui ampuh dan khasiat cacing tanah ini adalah sebagai penyembuh berbagai macam penyakit.

Sebab, cacing tanah memiliki kadar protein tinggi. Contoh, cacing tanah jenis Rebellus yang memiliki kadar asam protein sebesar 75%.

Kadar asam protein tersebut lebih tinggi dari pada kandungan yang ada di daging sapi yang hanya sekitar 65 % maupun daging ikan yang memiliki kadar sebesar 50%.

Kandungan gizi yang tinggi itu jugalah yang menjadikan cacing tanah dapat digunakan sebagai obat tifus dan diare. Bahkan, cacing tanah dapat membantu menenangkan saraf, meningkatkan energi dan memperlancar peredaran darah.

Karena keunggulan manfaat, dan dicari banyak orang ini, serta habitat alam yang mulai berkurang, budidaya cacing tanah menjadi pilihan untuk terus digalakan.

Budidaya Cacing Tanah

Budidaya Cacing Tanah
Ilustrasi Budidaya Cacing Tanah

Adapun berbagai cara digunakan dalam kegiatan budidaya cacing tanah. Masing masing peternak memiliki cara budidaya tersendiri.

Karena ada cara ternak cacing tanah pemula, sekala besar, ternak cacing tanah rumahan, sampai hal hal yang berkaitan dengan budidaya cacing tanah dan pemasarannya pun harus dipikirkan dengan matang.

Karena sebagian besar juga ada yang melakukan budidaya cacing tanah untuk pakan lele. Sehingga, sudah mengetahui akan dikemanakan hasil panen cacing tanah yang dibudidaya.

Budidaya Cacing Tanah tidak membutuhkan lahan yang luas. Sehingga bisa dilakukan siapa saja. Harus diketahui, cacing tanah merupakan hewan avertebrata atau hewan yang tidak bertulang belakang yang masuk ke dalam filum Anelida.

Bentuk cacing tanah menyerupai tabung panjang yang hidup di dalam tanah dan terdapat dua organ seks. Dua organ seks pada cacing disebut hermaforidit yaitu jenis hewan yang memiliki kelamin jantan dan betina dalam satu tubuh sekaligus.

Jenis Jenis Cacing Tanah

Jenis jenis cacing yang bisa digunakan ada banyak jenisnya. Dan berikut ini jenis jenis cacing tanah yang dibudidayakan:

  • Eisenia Feitida.
  • Lumbricus Rubellus.
  • Lumbricus Hortensis.
  • Lumbricus Terristris.
  • Esenia Andrei.
  • Perionyx.
  • Engeniae.

Cara Budidaya Cacing Tanah Pemula

Adapun cara cara yang bisa dilekukan untuk ternak cacing tanah bagi pemula adalah seperti banyak penjelasan dalam website yang bisa kita baca.

Bahkan secara otodidak kita bisa melakukannya. Caranya cukup sederhana dan mudah. Tak perlu perlakuan khusus.

Baik pemula maupun peternak cacing tanah, dalam budidaya cacing tanah, cara ternak cacing tanah yang dilakukan adalah seperti berikut ini:

1. Pembuatan Rumah Cacing tanah

Rumah cacing adalah salah satu media tempat tinggal dan berkembang biak cacing. Rumah cacing tanah ini adalah salah satu hal yang juga patut dipikirkan dalam budidaya ternak cacing.

Rumah cacing ada beberapa model yang bisa digunakan. Dan rumah cacing bisa disesuaikan dengan kondisi tempat budidaya berlangsung. Ada media rumah cacing kolam, dari permanen sampai kolam terpal, ada juga yang menggunakan nampan.

2. Cara Membuat Media Hidup Cacing tanah

Cara membuat media hidup cacing tanah adalah dengan cara mencari tanah gembur atau sisa blog jamur. Setidaknya media hidup cacing tanah ini mengandung unsur hara dan tanahnya tidak terlalu keras.

Atau dengan cara mencampur tanah dengan pelepah pisang yang sudah diris iris dan dibusukan guna menambah kadar hara di dalam tanah.

Cara ini cukup sederhana, kita bisa menggunakan tempat khusus, ataupun tidak menggunakan tempat khusus, caranya yang bisa dilakukan adalah dengan tanah media tanam dan beri media induk cacing dewasa.

3. Pembuatan Makanan Cacing Tanah

Makanan cacing tanah adalah sisa hasil pembusukan daun atau hewan di dalam tanah. Cara pemberian pakan cacing tanah dengan limbah rumah tangga yang organik, log jamur, kotoran sapi, ayam atau bisa juga dedaunan di sekitar rumah.

Cara pemberian pakan ke cacing tanah, yakni, secara langsung, dibusukan terlebih dahulu atau difermentasi dengan tetes tebu. Hal ini dilakukan agar jumlah bakteri yang ada di dalam pakan tersebut semakin banyak.

Dari ketiga cara tersebut, menggunakan cara fermentasi adalah yang paling baik. Selain itu, pemberian pakan sebaiknya dalam bentuk bubuk agar mudah dimakan oleh cacing. Perbandingan antara air, pakan dan cacing tanah adalah 1:1:1.

Berarti jika menanam 1 kg cacing tanah, maka serbuk makanan seberat 1 kg dan air 1 kg. Penyebaran serbuk makanan diusahakan dibuat 2/3 dari seluruh permukaan media hidup. Pemberian pakan cukup 1 x sehari.

4. Indukan Cacing

Indukan cacing bisa beli atau mencari di alam, dan pilih yang terbaik. Carilah indukan yang sudah dewasa, dalam ini bisa dilihat dalam ukurannya.

Ukuran cacing dewasa yang bisa digunakan untuk menjadi indukan budidaya adalah cacing yang memiliki ukuran 10-14 cm. Dengan demikian cacing cepat berkembangbiak.

Cacing indukan dari alam lebih baik, karena habitatnya. Sehingga, kita bisa mendapatkan kualitas indukan cacing yang berkualitas.

5. Perawatan, Penanggulangan Hama dan Pemanenan Cacing Tanah

Adapun perawatan yang bisa dilakukan adalah media hidup cacing tanah. Jika media hidup telah berubah menjadi tanah sempurna, maka perlu diganti dengan yang baru.

Atau bahkan, jika tanah telah banyak kokon cacing maka harus segera diganti. Masa pergantian umumnya adalah 2 minggu sekali.

Untuk penanggulangan hama pada ternak cacing tanah adalah dengan memperhatikan apakah ada semut, kumbang, dan serangga lainnya. Jika perlu beri antisipasi. misal memasang beberapa kelengpakan seperti kaleng anti semut atau bisa juga dipasang jaring anti serangga.

Terakhir, adalah pemanenan. Cara memanen cacing tanah setelah empat bulan masa penanaman, dan biasanya 2/3 cacing tanah dapat dipanen secara langsung dan sisanya dikembang biakan kembali.

Analisa Usaha Budidaya Cacing Tanah

Analisa usaha budidaya cacing tanah adalah salah satu strategi yang perlu diperhitungkan dalam menentukan untung rugi. Jadi relevan apa tidak jika dikembangkan di suatu wilayah.

Termasuk ketersediaan sumber daya, seperti modal, media ternak, pakan ternak, dan pemasarannya. Hal ini saling berkaitan karena analisa ini berkaitan berjalan tidaknya usaha budidaya yang dijalankan.

Berikut ini hitungan analisa usaha budidaya cacing tanah, atau untung rugi ternak cacing tanah. Misalkannya saja, pendapatan kotor yang didapat berkisar antara 1,9 juta atau hingga 10,8 juta dengan bermodalkan 5 kilogram cacing tanah.

Rinciannya, misalnya modal yang dikeluarkan:

Modal Kerja Selama 6 Bulan – Jumlah Satuan – Harga per Satuan – Total
Media Ternak                          – 150 kg             – 1500                     – 225,000
Pakan Ternak                          – 2500 kg            – 150                      – 375,000
Wadah Plastik                         – 15 kotak           – 30,000                 – 450,000
Total Modal Rp950,000

Sederhana sekali, jadi dalam budidaya cacint ini tak butuh tempat yang khusus, mungkin sama dan mungkin saja berbeda dengan cara budidaya cacing sutra.

Namun memang, dalam beternak cacing tanah ini tak memperlukan tempat yang sulit dan rumit ataupun khusus, yang bisa kita berikan adalah dengan memanfaatkan lahan yang ada.

Bisa ruyang kosong hingga kandang ayam. Kok bisa? Jadi, contoh yang bisa kita lakukan adalah dengan meletakan beberapa cacing dewasa berukuran 10 – 14 cm.

Jadi cacing dewasa tersebut diletakan di bawah tanah sekitar tanaman cabe. Namun yang perlu diketahui adalah, kita bisa memberikan tanah tanaman tersebut dengan kotoran ternak yang mengering.

Besar bukan potensi keuntungan yang diterima. Semoga informasi ini bermanfaat. Sampai bertemu di artikel ayobudidaya.com lainnya. Terimakasih. Salam.

admin Penulis

Ayo Budidaya adalah situs blog yang menggambarkan tentang semua metode budidaya hingga menjadi suatu produk. Semua berisikan tentang informasi bermanfaat yang bisa digunakan setiap orang dalam beraktifitas budidaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *