Cara Budidaya Cacing Merah

Budidaya Cacing Merah dan Pembibitannya

Pada artikel kali ini ayobudidaya.com akan menjelaskan tentang budidaya cacing merah dan cara pembibitan cacing merah. Karena saat ini cacing begitu menjadi primadona. Dari cacing sutra, sampai cacing tanah, dan yang kali ini kita bahas yakni cacing merah.

Dan budidaya cacing ini tidaklah terlalu sulit. Budidaya cacing merah pun dianggap sama seperti budidaya cacing tanah yang tak perlu lahan luas, tak rumit, dan cukup mudah dibudidayakan.

Bahkan terkait modal yang dikeluarkan pun tak besar. Artinya masih terjangkau dan relatif kecil. Berikut ini kita mengenal cacing merah dan cara budidaya, serta cara pembibitannya.

Cacing Merah Adalah

Banyak yang menyebut cacing merah adalah cacing tanah, dan sebagian juga ada yang menyebutnya dengan cacing harimau. Dalam wikipedia, cacing harimau termasuk kategori Eisenia fetida.

Eisenia fetida merupakan hewan yang dikenal dengan berbagai nama umum seperti cacing merah, cacing bermerek, cacing panor, cacing trout, cacing harimau, cacing jentik merah, cacing tanah merah California, dan lain-lain. Mereka semua, termasuk cacing merah adalah spesies cacing tanah yang beradaptasi dengan pembusukan bahan organik.

Budidaya Cacing Merah

Cacing merah juga disebut sebagai satu spesies dengan cacing tanah, Cara budidayanya pun tak jauh berbeda. Begitu juga dengan cara budidaya cacing sutra.

Budidaya cacing merah ini sebagai salah satu wujud ketersediaan cacing untuk dijual beli. Karena saat ini cacing tak sekedar identik dengan hewan yang menjijikan, kotor, dan dapat ditemuyi di kotoran ternak, lumpur maupun pembuangan sampah.

Karena kini cacing sudah diakui memiliki banyak fungsi, yakni, sebagai obat herbal seperti mengobati sakit thypus, magh dan asam lambung. Bahkan bahan kosmetik, seperti pelembab kulit, lipstik, dan lainnya.

Selain itu, cacing juga bermanfaat dalam budidaya ikan lele, dan ikan ikan lainnya, serta hewan ternak lainnya. Bahkan, cacing menjadi pakan alami belut.

Cacing sebagai makanan belut dan pakan ikan lele dijadikan sebagai nutrisi tambahan agar belut dan ikan lele cepat besar. Karena cacing pakan alami yang baik untuk peternakan maupun perikanan. Apalagi cacing merah yang kandungan gizinya sangat bagus untuk makanan tambahan binatang.

Berikut ini cara budidaya cacing merah yang bisa dilakukan dengan mudah, baik dan benar:

A. Persiapan Pembuatan Media Budidaya Cacing Merah

Langkah pertama adalah persiapan dan pembuatan media budidaya. Cacing merah tak memerlukan kandang yang luas sebagai temapt budidaya. Cacing merah bisa hidup dengan wadah yang dibuat dari bahan bahan tidak berharga atau bahan yang mudah didapatkan.

Bahan-bahan yang dapat dijadikan media budidaya cacing merah di antaranya adalah, bambu, papan bekas, ijuk, rumbia, terpal, dan genteng tanah.

Ukuran media tanam budidaya cacing merah:

  • Lebar 1,5 m x 18 m,
  • Tinggi kandang 0,45 m.

Ukuran tersebut nantinya akan kembali dibagi untuk petakan atau pembagian ruangan. Ukurannya 20×20 cm. Sementara uyntuk model media tanam budidaya cacing merah ini adalah:

  • kolam/kubangan,
  • rak bertingkat,
  • kotak bertumpuk, pancing bertingkat/sejajar.

Setelah persiapan media telah dilakukan, tahapan selanjutnya adalah pembuatan media tumbuh budidaya cacing merah yang akan berlangsung.

Media tumbuh ini nantinya akan menjadi satu dari beberapa campuran bahan organik yang akan di gunakan untuk rumah cacing. Pembuatan media tumbuh bisa menggunakan kotoran ternak, pupuk kompos, bahan organik yang berasal dari dedaunan, dan bahkan limbah dapur organik.

B. Cara Pembibitan Cacing Merah

Cara pembibitan cacing merah yang bisa dilakukan adalah setelah kandang dan media tanam (tumbuh) siap digunakan. Karena pada fase ini cara yang dilakukan adalah mempersiapkan bibit yang nantinya akan di tebarkan.

Untuk itu, dalam persiapan bibit cacing merah dipastikan menggunakan bibit unggul. Selain itu juga yang harus disiapkan adalah penutup kandang cacing merah yang dibudidaya atau proses pembibitan berlangsung. Hal ini dimaksudkan agar cacing terhindar dari hama dan sinar matahari langsung.

Jika memang tidak ingin melakukan cara pembibitan cacing merah sendiri, cara yang mudah adalah bisa membeli indukan di pembudidaya cacing. Di Indonesia yang banyak pembudidaya cacing adalah Bandun, Yogyakarta, Temanggung, dan daerah lainnya.

 Namun, bibit juga bisa didapatkan dari alam bebas. Misalnya seperti tempat pembuangan kotoran ternak, atau tumpukan sampah dapur organik yang ada di sekitar kebun maupun TPS.

C. Cara Budidaya Cacing Merah

Adapun cara yang bisa dilakukan dalam melakukan teknik budidaya cacing merah ini di antaranya sebagai berikut:

Diketahui, studi kasus yang berlangsung adalah:

  • Jumlah tebar, jika ketinggian 0,3 m dan panjang 2,5 m dan lebar 1 m, maka dapat di tanam sekitar 10.000 ekor cacing.
  • Penebaran di lakukan dengan jumlah yang sedikit, dan apabila jumlah cacing sudah bertambah maka di pisahkan antara yang masih muda dan dewasa.
  • Pemeliharaan Kokon (telur cacing) sampai dengan anak, jika sudah mulai dewasa cacing di pindahkan ke kandang lain.
  • Dengan berkawinnya sepasang cacing merah maka akan menghasilkan 1 kokon pada masing-masing cacing, dan di dalam 1 kokon tersebut biasanya akan menghasilkan sekitar 2-20 ekor dan pada umumnya 1 kokon akan menghasilkan 4 anak cacing.

C.1 Proses Menetasnya Kokon (Telur Cacing) Merah

Catatan, bahwa menetasnya kokon menjadi anak cacing tidak perlu waktu yang lama. Waktu yang dibutuhkan sekitar 14-21 hari. Namun kokon ditempatkan di tempat yang lembab jika ingin menetas.

Perkiraan, jika 100 ekor cacing dibudidayakan, maka jangka waktu 1 tahun akan menghasilkan 100.000 cacing. Setelah menetas, cacing merah dewasa dengan jangka waktu 2-3 bulan. Jika ini selesai, selanjutnya, penebaran bibit cacing merah.

C.2 Teknik Tebar Bibit Cacing Merah di Media Budidaya

Pada penebarannya, bibit cacing merah yang telah disiapkan tidak langsung dimasukan ke dalam kolam budidaya. Namun dengan cara memasukkan sebagian bibit.

Selanjutnya, setelah sebagian bibit dimasukkan, setiap 3 jam sekali harus diamati. Hal ini untuk mengetahui apakah sebagian bibit yang ditebar sudah masuk ke dalam media tumbuh yang telah diramu.

Jika waktu sudah memasuki sekitar 12 jam lamanya, dan cacing merah tidak ada yang berkeliaran di permukaan media tumbuh dapat di pastikan cacing merah sudah betah untuk menempati media tumbuh tersebut.

Jika terjadi sebaliknya (bibit cacing merah berkeliaran di permukaan media tumbuh/tidak mau masuk kedalam media tumbuh) maka yang harus kita lakukan adalah menyiram media tumbuh dengan air, lalu di peras, sampai air perasan menjadi bening. Selanjutnya lakukan penebaran sebagian bibit cacing merah kembali.

D. Cara Pemeliharaan Cacing Merah

Pemeliharaan cacing merah dalam budidaya cacing merah juga tak kalah penting dilakukan. Pemeliharaan cacing merah ini dilakukan dengan mudah dan sederhana.

D.1 Cara Memberikan Pakan Cacing Merah

Dalam hal ini, meski seekor cacing, tetaplah memerlukan makanan untuk kelangsungan hidupnya. Sama seperti budidaya ayam broiler, cacing perlu makanan yang sama dengan jumlah berat tubuhnya di setiap harinya.

Maka dalam pemberian pakan cacing adalah, jika bibit cacing merah yang kita tebarkan 1kg, maka setiap harinya cacing tersebut memerlukan makanan 1kg.

Kendati demikian, pakan cacing merah sangat mudah ditemui dan didapatkan. Pakan cacing merah yang paling di sukai adalah kotoran binatang ternak, dan limbah dapur organik.

Namun ada beberapa catatan, kotoran ternak yang diberikan tidak sebatas kotoran ternak. Beri kotoran ternak sebagai pakan cacing yang sudah matang, bukan yang baru dikeluarkan ternak.

Maksud dari kotoran matang di sini, adalah kotoran ternak yang sudah 1 mingguan. Selanjutnya dalam pemberian kotoran ternak yang harus dilakukan adalah dengan diaduk dengan air, perbandingannya 1:1.

Lalu pemberian kotoran ternak ini dimasukkan ke dalam permukaan media secara merata, kemudian tutup media agar cacing langsung menyantap makanan.

D.2 Cara Mengganti Media Tumbuh Cacing Merah

Tata cara perawatan budidaya cacing merah selanjutnya adalah dengan mengganti media tumbuh cacing merah tersebut. Caranya juga cukup mudah.

Jadi media yang sudah berubah menjadi Kascing atau media yang telah memiliki banyak Kokon itu perlu diganti dengan media yang baru. Hal ini dimaksudkan agar cacing dapat tumbuh dan berkembangbiak kembali.

Di antara cacing dewasa, anak cacing, dan kokon harus dipisahkan dan dimasukkan ke dalam kandang yang baru. Cara ini juga mengikuti media tumbuh yang sesuai untuk lingkungan hidup cacing.

Pada umumya, pembudidaya cacing merah yang sudah berpengalaman akan mengganti media tumbuh budidaya cacing merahnya di setiap dua minggu sekali.

D.3 Cara Memelihara Kokon (Telur Cacing) Merah

Selanjutnya yang bisa dilakukan adalah memelihara koko atau telur cacing merah. Cara memelihara kokon ini dengan cara membuatkan media yang dapat merangsang Kokon agar menetas.

Caranya bisa dengan menambahkan campuran kotoran binatang ternak, daun busuk, buah busuk, batang pisang, limbah pasar organik, limbah dapur organik, bubuk kayu, bubur kertas.

Selanjutnya dilakukan dengan memotong (merajang) bahan yang sudah didapatkan kecil-kecil sekitar ukuran 1-2cm, kecuali kotoran ternak, bubuk kayu, dan bubur kertas.

Ketika sudah selesai, cara berikutnya adalah semua bahan kecuali kotoran ternak dimasukan ke dalam satu wadah, lalu diberi air dan diaduk hingga merata.

Ketika sudah menjadi bahan yang diaduk dan dicampur dengan kotoran binatang ternak, selanjutnya perhatikan perbandingan yang digunakan, antara bahan dan kotoran, yakni 70:30.

Lalu tambahkan air secukupnya agar media tetap lembab dan basah. Dengan media tumbuh seperti ini maka Kokon akan segera menetas dan siap menjadi anak cacing.

E. Cara Panen Cacing merah

Terakhir yang harus diketahui adalah cara panen cacing merah.  Dalam budidaya cacing merah, panen yang dilakukan ada dua macam jenis.

Pertama panen kotoran cacing yang bisa dijadikan pupuk tanaman sebagai pupuk organik. Pupuk dari kotoran cacing ini sangat bagus untuk tanaman dan pertumbuhannya. Bahkan disebut sebut lebih bagus dari pada urine kelinci.

Yang kedua, panen dari budidaya cacing merah adalah pemanenan cacing merah itu sendiri. Cara panen cacing merah sangatlah muda karena hanya dengan memberikan penerangan cahaya pada permukaan media.

Saat diterangi media tanam cacing tersebut, pada saat itu juga cacing porak poranda keluar dari sarangnya dan naik ke permukaan media karena cacing sangat sensitif dengan cahaya.

Penerangan pada cara panen cacing merah ini dilakukan dengan lampu petromak, atau bohlam listrik. Jadi, jika cacing sudah berkumpul di permukaan maka untuk memisahkan cacing dengan media sangatlah mudah.

Admin Ayo Budidaya Penulis

Ayo Budidaya adalah situs blog yang menggambarkan tentang semua metode budidaya hingga menjadi suatu produk. Semua berisikan tentang informasi bermanfaat yang bisa digunakan setiap orang dalam beraktifitas budidaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *