budidaya belut dalam drum

Budidaya Belut Dalam Drum Agar Hasil Panen Melimpah

Budidaya Belut Dalam Drum – Berikut ini ayobudidaya.com akan berbagi informasi tentang bagaimana cara mudah budidaya belut dalam drum. Dan ini adalah cara budidaya belut sederhana yang bisa dilakukan, baik pemula maupun peternak belut.

Ada beberapa metode dalam budidaya belut ini, baik dari cara budidaya belut dalam drum plastik, maupun budidaya belut dalam tong tanpa lumpur.

Tentunya beberapa metode tersebut adalah metode yang kerap digunakan peternak belut dalam melakuykan budidaya belut. Namun memang, peternak harus terlebih dahulu mengetahuyi bagaimana cara membuat drum untuk ternak belut.

Tentunya cara beternak belut dalam drum ini akan berbeda dengan cara beternak belut dalam terpal. Dan berikut ini kita simak bersama cara budidaya belut dalam drum seperti apa?

Cara Budidaya Belut Dalam Drum

Adapun cara menjalankan usaha budidaya belut dalam drum sudah banyak dilakukan masyarakat. Ini artinya budidaya atau melaksanakan usaha ternak belut itu sangat mudah.

Selain itu, dari sisi penjualan pun banyak yang mencari. Artinya, belut sangat diminati untuk dirasakan manfaat belut bagi tubuh manusia. Terlebih wanita. Karena banyak sekali khasiat belut untuk wanita yang mengkonsumsinya.

Nah salah satu cara usaha ternak belut adalah dengan menggunakan drum bekas. Tentu cara ini diharapkan belut produksi banyak dan modal usaha ternak belut yang dikeluarkan sedikit. Sehingga, produksi ternak belut dalam drum memberikan dampak keuntungan ternak belut yang berlimpah.

Seperti diketahui, dari beberapa pertanyaan apakah belut dapat diternakan atau dibudidayakan dalam drum? Jawabannya bisa. Sebab, belut biasa hidup di lumpur dengan air yang tidak begitu banyak.

Namun, media yang digunakan tak harus sawah dan rawa-rawa. Terapi bisa dalam drum bekas dan berikut ini cara budidaya belut menggunakan drum yang bisa dilakukan:

Cara budidaya belut dalam drum yang menguntungkan

budidaya belut dalam drum
budidaya belut dalam drum

Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah dengan menyiapkan drum bekas. Jika drum telah siap diisi air secukupnya. Namun jika kesulitan mencari drum, bisa menggunakan tong, atau drum plastik atau container plastic.

Langkah-langkah budidaya belut dalam drum yang harus dilakukan adalah :

  • Bersihkan drum sebersih-bersihnya luar dalam.
  • Buat lubang memanjang pada drum yang diposisikan tidur, bukan berdiri.
  • Letakkan drum di atas tanah dan jangan lupa diganjal sisi-sisinya agar drum tidak terguling.
  • Buat saluran pembuangan dibawah drum. Semacam lubang kecil.
  • Buat kanopi agar belut tidak kepanasan, atau peneduh dari terik sinar matahari.

Selanjutnya dengan menyiapkan media tumbuh ternak belut. Media tumbuh belut ini penting diperhatikan, sebab, umumnya ternak belut dilakukan di lumpur sawah, jadi, dalam drum, harus didesai sesuai dengan kebutuhan belut untuk berkembang.

Jadi yang bisa dilakukan dalam budidaya belut ini adalah dengan menyiapkan media tumbuh belutnya, yakni, dengan cara berikut ini:

  • Letakkan jerami dengan ketebalan 50 cm pada dasar drum
  • Siram jerami dengan mikro organisme stater, satu liter per drum.
  • Berikan lapisan kompos setinggi 5 cm. Kompos bisa berupa pupuk kandang atau tanah humus.
  • Lapisan terakhir yaitu lumpur setinggi 25 cm. Lapisan ini harus sudah tercampur pupuk TSP sebanyak 5 kg.
  • Kemudian masukkan air setinggi 15 cm dan diamkan selama 2 minggu sebelum akhirnya drum ini diisi dengan belut. Sebab dibutuhkan proses fermentasi terlebih dahulu sebelum layak huni.

Langkah ketiga adalah dengan memastikan pemilihan bibit belut tepat, dan berkualitas baik. Berikut di antaranya cara memilih bibit belut yang akan dibudidayakan.

  • Pilih belut yang sehat dan memiliki ukuran yang seragam, hal ini dilakukan agar mendapat ukuran belut yang sama besar ketika panen tiba, juga menghindari kanibalisme atau saling memangsa lantaran tak mendapat jatah makanan yang sesuai.
  • Pilih belut yang aktif gerak atau lincah, bukan belut yang loyo.
  • Bebas dari penyakit
  • Tidak cacat
  • Ukuran belut 10-12 cm.

Baca: Budidaya Belut dan Cara Ternaknya

Langkah ke empat adalah dengan pemberian pakan belut yang tepat. Dalam pemberian pakan belut ini, ada beberapa pakan yang bisa diberikan, pertama, pakan alami belut. Selanjutnya pakan belut pabrikan.

Namun dalam pemberian pakannya harus diperhatikan, dari ukuran belutnya. Jadi 5-20% dari bobot tubuh belut. Nah, rutin beri pakan dengan penyesuaian dengan bobot tubuh belut.

Dalam pemberian pakan belut dalam budidaya belut ini adalah dengan pemberian satu kali, yakni sore hari di atas pukul 17.00, atau malam harinya. Pakan belut yang bisa diberikan adalah cacing, ikan kecil, kecebong, atau bekicot yang sudah dipotong kecil-kecil.

Selanjutnya untuk menambah nafsu makan, pakan belut yang dapat diberikan adalah dengan jamu-jamuan seperti temulawak Curcuma xanthorhiza.

Dalam pemberian pakan temulawak ini ditumbuk selanjutnya direbus dengan 1 liter air. Setelah hasil rebusan temulawak dingin, tuangkan ke dalam kolam belut.

Terakhir, bufidaya belut dalam drum sudah bisa dipanen ketika pertumbuhannya lebih maksimal. Jadi, dalam satu drum bisa diisi dua kg belut ukuran bibit belut 10-12 cm. Dan bibit belut ini bisa dipanen sekitar 3-4 bulan masa ternak pembesaran.

Harga Belut Hasil Budidaya Dalam Drum

Untuk harga belut sendiri, biasanya per kilogram, per kilogramnya belut dijual dengan harga Rp55 – 65 ribu per kg. Bahkan bisa lebih mahal.

budidaya belut tanpa lumpur
budidaya belut tanpa lumpur

Cara-cara ini sangat sederhana, dan semua peternak belut bisa melakukannya. Termasuk peternak belut pemula. Ini juga merupakan cara budidaya belut dalam drum yang menguntungkan yang paling mudah kita lakukan.

Sementara untuk cara membuat drum untuk ternak belut juga sangat mudah. Bahkan kita bisa memesan, sesuai gambar yang kita tunjukan ke penyedia jasa pembuatan drum untuk media kolam ikan.

Karena media kolam ikan dalam drum serupa dengan media kolam dalam budidaya belut. Jika kesulitan dan tingginya harga drum untuk media kolam, kita bisa menggunakan ember. Cara budidaya belut di ember sama seperti di drum.

Begitu juga cara ternak belut dalam bak. Maka pas sekali ketika saya bilang ini tak terlalu sulit. Karena media penggantinya pun ada banyak. Bahkan saya sempat melihat kerabat belajar ternak belut dengan ragam cara tersebut.

Di dalam drum itu juga, kita bisa menggunakan beragam jenis bibit belut. Sesederhana itulah yang bisa kita laukan. Untuk itu, kita bisa membaca refrensi lainnya tentang belut.

Nah, salah satunya sebelum beternak belut, dengan media apapun, kita bisa cek dulu apa untung rugi dari ternak belut, berapa analisa usaha yang bisa kita pelajari. Berapa besar keuntungan, dan potensi kerugiannya.

Begitu juga dalam ternak belut dalam drum, cek kelebihan dan kekuangannya.

Baca: Analisa Usaha Budidaya Belut

Dan itulah cara budidaya belut dalam drum yang menjadi salah satu alternatif budidaya. Selain cara ini, bisa juga loh, beternak belut tanpa lumpur. Cek selengkapnya pada artikel tersebut. Itulah artikel yang bisa disampaikan semoga bermanfaat.

admin Penulis

Ayo Budidaya adalah situs blog yang menggambarkan tentang semua metode budidaya hingga menjadi suatu produk. Semua berisikan tentang informasi bermanfaat yang bisa digunakan setiap orang dalam beraktifitas budidaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *