Budidaya Ayam Broiler

Budidaya Ayam Broiler dan Manajemen Pemeliharaanya

Budidaya Ayam Broiler merupakan penggemukan ayam pedaging atau banyak orang menyebutnya ayam potong atau ayam negeri. Di suatu peternakan budidaya ayam broiler ada banyak tahap yang dilakukan. Tahapan-tahapan tersebut merupakan tata laksana pemeliharaan broiller, dan tatalaksana pemeliharaan ternak ayam potong tersebut harus dilakukan dengan baik dan benar. Kita juga harus bisa memahami dengan baik manajemen pemeliharaan ayam broiler seperti apa.

Budidaya Ayam Broiler

Manajemen Pemeliharaan Ayam Broiler (1):

A. Pencucian Kandang dan Peralatan Kandang Ayam Broiler

Ada beberapa yang harus kita lakukan selama melakukan pencucian kandang ayam broiler dan pencucian peralatan kandang ayam broiler. Berikut ini cara cuci peralatan kandang ayam broiler pada budidaya ayam broiler :

  1. Tempat pakan dan minum dikeluarkan dari kandang.
  2. Tempat pakan dan minum dicuci dengan detergen lalu dibilas. Selanjutnya direndam dalam larutan desinfektan dan ditiriskan (jangan dijemur karena menyebabkan cepat rusak). Bila perlu gallon dan selang minum direndam dalam larutan asam sitrat (sitrun) dengan dosis 100-300 gram per 100 liter air selama 12 jam, kemudian dibilas sampai bersih.
  3. Pipa, selang, dan tower dibersihkan dengan larutan asam sitrat dengan dosis 100-300 gram per 100 liter air. Caranya, isi penuh tower dengan larutan asam sitrat, buka ujung pipa/selang sampai larutan mengalir ke ujung, lalu tutup ujung pipa/selang tersebut dan didiamkan selama 12 jam. Setelah itu dibilas sampai bersih, dan pastikan dinding tower dan dinding pipa/selang bersih dari segala jenis kotoran (sisa obat, lumut, lendir, dsb).
  4. Chick guard atau penyekat DOC dicuci dengan detergen kemudian dibilas sampai bersih.
  5. Tirai dinding, tirai plafon, tirai sekat, tirai alas (cover slat), serta tirai samping bawah direndam dan dicuci dengan detergen, dibilas sampai bersih kemudian didesinfeksi.

Lalu, berikut ini adalah cara mencuci kandang ayam broiler yang bisa kita lakukan. Pencucian kandang dibagi menjadi dua tahap, yaitu bersih kering dan bersih basah.

Baca : Manajemen Kesehatan Ayam Broiler

Baca : Jenis Strain Ayam Broiler Paling Populer di Indonesia

Pencucian Kandang Ayam Broiler Bersih kering
  1. Kotoran dan litter dikeluarkan dari kandang. Tetapi sebelumnya disemprot dulu dengan desinfektan agar mikroorganisme yang ada lebih dulu mati sehingga tidak mencemari lingkungan di luar kandang. Untuk kandang yang banyak kutu dan serangga, gunakan insektisida terlebih dahulu sebelum melakukan pencucian kandang.
  2. Gumpalan-gmpalan kotoran yang masih menempel dikerok.
  3. Setelah semua dikeluarkan, dilakukan perbaikan atau reparasi jika ada bagian-bagian yang perlu diperbaiki.
Pencucian Kandang Ayam Broiler Bersih basah
  1. Kandang disemprot dengan air panas bertekanan tinggi.
  2. Selanjutnya disemprotkan desinfektan atau deterjen kemudian digosok. Lantai/slat dan dinding kandang dibasahi/diguyur dengan larutan detergen 1 kg per 100 liter air kemudian didiamkan selama kurang lebih 1 jam supaya mudah dicuci. Seluruh bagian kandang disikat, kemudian dibilas dengan air bersih sampai tidak ada kotoran yang tersisa.
  3. Untuk lantai tanah, tanah di bawah kandang panggung dan parit di sekitar kandang disiram dengan larutan soda api 2 kg per 100 liter air (gunakan gembor plastik, jangan menggunakansprayer karena soda api bersifat korosif/menyebabkan berkarat).
  4. Lantai dan dinding kandang dikapur dengan dosis 1 kg per 10 m2 untuk lantai postal, atau 1 kg per 15 m2 untuk slat dan panggung.
  5. Disemprot lagi dengan desinfektan. Desinfektan yang digunakan disesuaikan dengan penyakit yang ada pada periode pemeliharaan sebelumnya.
  6. Kandang diberi kalsium karbonat/gamping kental/kaporit.
  7. Pemasangan tirai kandang, baik tirai luar maupun tirai dalam (tirai brooding termos jangan sampai bocor, terutama bagian bawah).
  8. Seluruh peralatan yang sudah bersih dimasukkan ke dalam kandang. Setelah itu dilakukan desinfeksi secara menyeluruh dengan formalin (5 liter formalin 40% dalam 95 liter air) atau dengan desinfektan yang lain. Selain itu dapat juga dilakukan dengan cara fumigasi. Fumigasi yaitu membasmi hama kandang dengan cara pengasapan atau menggunakan uap/gas. Cara ini hanya bisa dilakukan pada kandang tertutup. Bahan yang digunakan yaitu dengan meneteskan cairan formalin dan KMnO4 (kalium permanganat). Pelaksaan fumigasi harus dilakukan dengan hati-hati dan petugas menggunakan masker karena uap atau gas dari formalin dan KMnO4 dapat membuat pedih dimata dan menimbulkan kepengapan.
  9. Kemudian kandang diistirahatkan selama minimal 14 hari.
  10. Selama masa istirahat kandang, dilakukan servis terhadap pemanas serta inspeksi/mengecek seluruh sarana penunjang (sumber air, bak air, instalasi listrik, dsb).

Catatan:

  • Rumput dan semak di sekitar kandang dibersihkan agar tidak menjadi sarang penyakit.
  • Litter (misal sekam) yang akan dimasukkan ke kandang didesinfeksi di luar kandang. Desinfeksi litter dapat dilakukan dengan desinfektan (formalin dan sebagainya) atau dengan cara fogging

Manajemen Pemeliharaan Ayam Broiler (2):

Persiapan Budidaya Ayam Broiler Sebelum Chick In

Chick in adalah istilah untuk masuknya anak ayam atau DOC (Day Old Chick) yang akan dipelihara ke dalam kandang. Dibutuhkan persiapan yang tepat agar DOC dapat tinggal di kandang dengan nyaman. Mengingat masa awal pemeliharaan adalah masa yang sangat rentan dan penting maka persiapan untuk DOC sangat mempengaruhi keberhasilan pemeliharaan ayam broiler. Persiapan Kandang Ayam Broiler Sebelum Doc Datang :

Baca Juga : Persiapan Kandang Ayam Broiler Sebelum DOC Chick In

  1. Sekam ditaburkan secara merata ke seluruh permukaan lantai dengan ketebalan 3-5 cm (ada juga yang sampai 10 cm).
  2. Tempat pakan, tempat minum, chick guard, lampu, dan pemanas harus sudah terpasang paling tidak 2 hari sebelum DOC datang.
  3. Jika menggunakan tempat minum/gallon yang berukuran besar harus diberi kerikil bersih agar DOC tidak masuk ke air.
  4. Tinggi chick guard yang disarankan adalah 40-50 cm. Chick guard dapat terbuat dari seng, papan kayu, atau bambu (berbentuk jeruji atau anyaman).
  5. Pemanas diletakkan di tengah chick guard dengan ketinggian 125 cm. Harus diperhatikan arah panas dan temperatur.
  6. Pemakaian koran disarankan hanya 1 lapis di atas litter (sekam) dan hanya dipakai pada hari pertama saja. Ada juga pendapat lain yang menyebutkan sebaiknya terdapat 3 lapis koran dan setiap hari diambil 1 lapis Koran sampai hari ke-3.
  7. Intensitas cahaya minimal 20 lux, kurang lebih setara dengan 10 watt SL/TL atau 60 watt lampu pijar per chick guard pada ketinggian 170 cm.
  8. Harus disediakan celupan kaki dan hand sprayer (semprotan tangan) berisi larutan desinfektan untuk petugas kandang dan tamu yang keluar masuk lokasi kandang.
  9. Setelah semua persiapan selesai, dilakukan penyemprotan ke seluruh bagian kandang (termasuk peralatannya) dengan desinfektan yang disarankan.

Berikut ini hal-hal yang perlu diperhatikan ketika chick in :

  1. Pemanas dinyalakan minimal 2 jam sebelum DOC tiba (pre-heating), agar temperatur brooder sudah cukup stabil saat DOC masuk dan litter (sekam atau alas yang lain) sudah menjadi hangat. Saat DOC masuk, suhu brooder kurang lebih 33o C.
  2. Sebelum DOC dilepaskan ke brooder, diambil beberapa boks DOC sebagai sampel untuk ditimbang. DOC ditimbang bersama dengan boksnya. Setelah itu, DOC dikeluarkan dari boks. Kemudian boks ditimbang. Dari situ dapat dilihat rata-rata berat DOC.
  3. DOC yang jelek atau cacat langsung dikeluarkan, sedangkan yang lemah dapat dibantu minum dengan cara mencelupkan ujung paruh ke dalam air gula.
  4. Boks dibuka agar DOC keluar dari boks dan menyebar pada brooder.
  5. Air minum yang disarankan adalah air gula 2-3% (20-30 gram gula merah per liter air minum). Dapat juga diberi vitaminatau suplemen ayam broiler pada air minum. DOC dibiarkan minum air gula/vitamin/suplemen ini kurang lebih selama 2 jam.
  6. Setelah 2 jam, minum diganti dengan air biasa agar tidak menarik hewan lain seperti semut.
  7. Selanjutnya pakan diberikan sedikit demi sedikit. Pada awa-awal pemeliharaan (sampai 3 hari) frekuensi pemberian pakan bisa 5 – 6 kali sehari.
  8. Setelah DOC dilepaskan pada brooder, diamati penyebaran dan tingkah laku DOC dalam chick guard. Setelah DOC dipastikan dalam kondisi nyaman, dilakukan evaluasi crop fill (isi tembolok) sebagai berikut:
  9. Setelah 6 jam ditebar, minimal 80% tembolok harus berisi pakan dan air.
  10. Setelah 12 jam ditebar, 100% tembolok harus berisi pakan dan air.
  11. Apabila tembolok terlalu keras, berarti ayam kurang minum. Amati temperatur dan ketersediaan air minum.
  12. Apabila tembolok terlalu encer, berarti ayam kurang makan. Amati temperatur dan ketersediaan pakan.
  13. Apabila tembolok kosong! Amati situasi brooder secara menyeluruh, terutama temperatur dan pencahayaan. Apabila diperlukan chick guard bisa diketuk secara perlahan-lahan agar anak ayam aktif makan dan minum.

Manajemen Pemeliharaan Ayam Broiler (3): Masa Brooding

Masa brooding biasa disebut dengan masa indukan. Pada ayam broiler, masa brooding adalah periode pemeliharaan dari DOC (chick in) sampai umur 14 hari atau sampai pemanas tidak digunakan, tetapi itu tidak mutlak, tergantung kondisi lingkungan dan cuaca saat brooding.

Sebagai pondasi, masa brooding merupakan masa yang sangat penting pada pemeliharaan ayam broiler karena beberapa alasan berikut:

  • Masa kritis: masa brooding merupakan masa penyesuaian dimana ayam memulai hidup dengan lingkungan yang baru
  • Masa awal perkembangan: di masa brooding organ-organ penting pada tubuh ayam memulai masa perkembangan yang sangat cepat.
  • Masa menentukan: baik tidaknya hasil yang dicapai pada masa brooding ini sangat mempengaruhi hasil akhir yang akan dicapai karena masa brooding merupakan pondasi dalam pemeliharaan ayam broiler.

Manajemen Pemeliharaan Ayam Broiler (4): Periode Starter

Periode starter pada ayam broiler merupakan periode awal pemeliharaan ayam broiler mulai dari chick in dan berlangsung selama 3 minggu (ada juga yang menyebutkan sampai 4 minggu). Periode starter merupakan periode yang penting dan kritis karena beberapa hal berikut:

  • Periode starter menentukan baik atau buruknya performa ayam broiler selama pemeliharaan sampai panen.
  • Ayam broiler di masa starter masih banyak dipengaruhi oleh lingkungan sekitar seperti suhu, udara, litter, dan sebagainya. Ayam broiler di masa starter belum mempunyai kemampuan yang optimal untuk mengendalikan kondisi tubuhnya.
  • Kondisi psikologis ayam broiler di masa starter juga masih rentan sehingga ayam mudah stress. Ayam broiler yang stres dapat berakibat performa yang kurang baik seperti nafsu makan turun, lesu, dll sehingga target pemeliharaan ayam broiler tidak dapat tercapai dengan maksimal.

Untuk itu, budidaya ayam broiler pada periode starter ini membutuhkan manajemen khusus yang dapat mengakomodasi kebutuhan ayam broiler.

Pakan dan Air Minum

Pakan ayam broiler pada periode starter menggunakan pakan dengan kandungan protein 19 – 21%. Kandungan protein yang tinggi bertujuan untuk memacu pertumbuhan ayam pada periode awal pemeliharaan ayam broiler. Pemberian pakan dilakukan secara bertahap (sedikit demi sedikit) pada umur awal (1 minggu).

Selama 3 hari pertama anak ayam harus dipaksa untuk aktif makan dan minum. Agar anak ayam broiler aktif makan dan minum bisa dibantu dengan cara mengetuk chick guard secara perlahan-lahan atau pakan diberikan sesering mungkin. Selain itu, kandang harus terang agar anak ayam broiler lebih giat makan dan minum.

Pakan yang tersisa dikumpulkan dan diayak kemudian dipisahkan dari kotoran untuk diberikan kembali pada anak ayam, tetapi jangan dicampur dengan pakan baru.  Prinsip pemberian pakan adalah full feed (pakan selalu tersedia setiap saat), tetapi perlu diingat bahwa ayam lebih suka makan pada suhu optimum sesuai dengan naluri ayam yaitu pagi hari (jam 05.00 – 08.00) dan sore hari(jam 17.00-20.00). Jadi pada jam-jam tersebut harus lebih diperhatikan ketersediaan pakannya. Setelah masa brooding, pakan diberikan minimal 2 kali sehari dengan tempat pakan diatur setinggi tembolok ayam.

Tempat pakan harus selalu bersih dan kering sebelum pakan baru diberikan. Di bawah pemanas sebaiknya jangan diberi tempat pakan/ feeder tray karena panas akan merusak nutrisi yang ada dalam pakan. Tinggi tempat pakan setinggi tembolok yang diukur dari bibir atas tabung. Pada umur 8 hari tempat pakan gantung mulai diperkenalkan. Diharapkan pada umur 10 hari ayam sudah mengenal tempat pakan gantung, dan paling lambat umur 12 hari semua tempat pakan harus sudah digantung.

Air minum harus selalu tersedia dalam jumlah yang cukup, bersih, segar, layak minum, dan dapat juga diklorinasi (3 ppm). Klorinasi bertujuan untuk mencegah pencemaran dan penularan bibit penyakit. Pada temperatur normal, konsumsi air minum ayam adalah 1,6-1,8 kali (dapat juga 2 kali) dari konsumsi pakan.

Faktor ini sebaiknya digunakan sebagai pedoman, sehingga penyimpangan konsumsi yang berkaitan dengan kualitas pakan, temperature dan kesehatan ayam dapat segera diketahui. Beberapa suplemen, vitamin, antibiotik, dan vaksin dapat juga diberikan bersama dengan air minum. Mulai umur 2 hari tempat minum harus digantung, dan setiap hari tingginya disesuaikan setinggi punggung ayam.

Jika dalam budidaya ayam broiler menggunakan tempat minum otomatis (bell drinker), perhatikan level air sebagai berikut:

  • Umur kurang dari 10 hari, permukaan air 0.6 cm di bawah bibir drinker (supaya terjangkau dan mudah diminum ayam kecil).
  • Umur lebih dari 10 hari, permukaan air 0.6 cm dari dasar drinker (supaya tidak mudah tumpah dan tetap terjangkau ayam besar).
  • Piringan tempat minum dibersihkan setiap pagi dan sore, sisa air dibuang.

Jika menggunakan nipple drinker perlu diperhatikan beberapa hal berikut:

  • Ketinggian nipple disesuaikan sehingga ayam dapat minum dengan mendongakan kepalanya 45º terhadap nipple.

Manajemen Pemeliharaan Ayam Broiler (5): Periode Finisher

Periode finisher ayam broiler adalah masa akhir pemeliharaan atau proses budidaya ayam broiler. Periode finisher ayam broiler berlangsung sejak umur 3 minggu sampai panen. Pada periode ini, ayam broiler harus tercukupi kebutuhannya agar dapat mencapai target pemeliharaan ayam broiler. Hal-hal negatif sekecil mungkin harus dihindari. Hal negatif yang biasa terjadi pada periode finisher misalnya stres, heat stress, kurang ventilasi, kepadatan terlalu tinggi, kotoran, bau kandang, penyakit, dll.

Pakan dan Air Minum

Penggantian pakan ayam broiler dari periode dari starter ke finisher  harus dilakukan secara bertahap. Jika penggantian pakan dilakukan langsung seluruhnya menggunakan pakan finisher, maka nafsu makan ayam akan menurun dan dikhawatirkan dapat menghambat pertumbuhan ayam broiler. Urutan penggantian pakan dapat dilakukan dengan urutan sebagai berikut:

  • Hari 1 penggantian: (¾ starter + ¼ finisher)
  • Hari 2 penggantian: (½ starter + ½ finisher)
  • Hari 3 penggantian: (¼ starter + ¾ finisher)
  • Hari 4 penggantian: semua pakan finisher

Jumlah dan rasio tempat pakan dan minum ayam broiler harus dipastikan terpenuhi.

Pada daerah beriklim panas, pakan diberikan saat suhu udara tidak terlalu panas (misalnya, pagi dan sore hari). Pakan diberikan minimal 2 kali sehari dengan perbandingan 40% pagi hari dan 60% sore hari. Jika tengah malam pakan masih kurang, bisa ditambah. Pada siang hari tempat pakan bisa dinaikkan untuk menambah ruang gerak ayam sehingga dapat mengurangi panas. Untuk meningkatkan feed intake di malam hari, perlu dilakukan upaya membangunkan ayam minimal 5 kali dalam semalam.

Panen Budidaya Ayam Broiler

Sebelum budidaya ayam broiler dipanen, dilakukan pengosongan/pengangkatan tempat pakan, tetapi air minum tetap diberikan untuk mencegah hilangnya berat badan akibat dehidrasi. Disarankan memberikan air gula 5% apabila jarak kandang dan tujuan lebih dari 100 km atau perjalanan lebih dari 3 jam untuk mengurangi penyusutan berat badan.

Dalam budidaya ayam brooler sebisa mungkin dihindari penangkapan ayam pada saat suhu udara sangat panas. Penangkapan ayam harus dilakukan secara hati-hati. Ayam ditangkap pada bagian bawah kaki untuk menghindari memar pada dada dan paha. Untuk mencegah patah tulang kaki karena meronta dan gerakan sayap, dipegang erat-erat pada persendian bawah. Ayam yang belum terpanen harus tetap dirawat dengan baik.

Nah, itu beberapa yang bisa kita lakukan, masih ada banyak teknik budidaya ayam broiler yang bisa kita lakukan. Semoga bermanfaat. Baca terus ayobudidaya.com.

admin Penulis

Ayo Budidaya adalah situs blog yang menggambarkan tentang semua metode budidaya hingga menjadi suatu produk. Semua berisikan tentang informasi bermanfaat yang bisa digunakan setiap orang dalam beraktifitas budidaya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *