bisnis jual ayam potong

Bisnis Jual Ayam Potong, Ini Strategi Untung Besarnya

Ayobudidaya.comBisnis Jual Ayam Potong dari tahun ke tahun semakin menggiurkan. Sejak 2018, 2019, hingga 2020 dan 2021 semakin banyak jualan ayam potong di pasar atau istilahnya dengan sebutan bakul ayam potong.

Ini mengartikan bisnis ayam potong adalah salah satu usaha yang dapat dijangkau dari semua kalangan, baik dengan usaha ayam potong modal kecil maupun modal besar.

Asalkan mengetahui rumus harga jual ayam potong, sehingga tidak mengalami kerugian. Untuk itu, penting sekali para penjual mengetahui bagaimana cara menghitung harga jual daging ayam.

Begitu juga dengan si pemilik rumah potong ayam. Harus benar benar matang dalam melakukan analisa usaha rumah potong ayam. Sebab ini berkaitan dengan strategi pemasaran ayam potong.

Untuk itu, penting sekali kita mengetahui bagaimana strategis bisnis jual ayam potong ini. Sebab, ini menjadi satu bagian yang paling menentukan apakah produksi sebanding dengan permintaan dan penjualan.

Di antaranya yang bisa dilakukan dan kita pelajari adalah sebagai berikut:

Bisnis Jual Ayam Potong dan Cara Menghitung Keuntungannya

Ada beberapa hal dalam bisnis ayam potong ini. Yakni, pada umumnya bagaimana stratagi penjualan atau marketing atau pemasaran.

Nah dalam hal ini tentunya baik penjualan ayam hidup maupun ekskreta. Karena kita bisa menjualnya dengan harga yang berbeda. Berikut rumus harga jual ayam potong tersebut:

1. Penjualan Ayam Hidup

Penjualan ayam hidup = jumlah ayam panen (kg) x harga

Tingkat mortalitas 2 % = 2/100 x 5000 ekor

                                            = 100 ekor

Jumlah penjualan = 4900 x 1,5×17.000

                             = Rp124.950.000

2. Penjualan Ekskreta

Untuk penjualan ekskreta didapatkan ekskreta  (kg) x harga (/kg)

Penjualan ekskreta = 1.875 x 700 = Rp.1.312.500

3. Pembayaran Kembali Hutang

Cicilan pinjaman bank yang harus dibayar per bulan yaitu Rp. 99.071.233

Total Revenue           = penjualan ayam hidup + penjualan ekskreta

                                    = Rp. 124.950.000 + Rp.1.312.500

= Rp. 126.262.500

Total Profit    =  total revenue – total cost

                        = Rp. 126.262.500 Rp.119.131.100

                        = Rp.7.131.400

Keuntungan untuk 8 periode :

keuntungan 1 periode X 8 periode

= Rp.7.131.400 x 8

Rp. 57.051.200

Nah itulah besaran keuntungan untuk 8 periode. Namun untuk sampai ke wilayah tersebut, kita membutuhkan beberapa penunjang lainnya. Berikut perhitungan dan informasinya:

Analisa Usaha Ayam Potong dan Untung Ruginya

Pertama ketahui dulu analisa usaha ayam potongnya, dalam hal ini dari mulai pemeliharaan di kandang. Hal ini penting untuk dipelajari dikarenakan budidaya ayam potong sangat riskan sekali.

Perlu perhatian secara intensif untuk memastikan hasil produksi baik. Jadi tidak seperti memelihara ayam kampung yang bisa diliarkan begitu saja.

Untuk ayam potong ini riskan terhadap penyakit. Maka butuh manajemen yang baik dalam budidaya ayam potong ini. Untuk memeplajarinya bisa baca artikel berikut, Baca: Budidaya Ayam Broiler dan Manajemen Pemeliharaanya.

Dalam budidaya ini juga kita akan mempelajari banyak hal untuk menunjang produksi ternak ayam potong yang dilakukan meningkat.

Misalnya saja, dari jenis strain doc yang digunakan. Lalu, pakan. Belum lagi jika berbicara tatalaksana kandang, dari pembuatan sampai penggunaan dan penanganan pra dan pasca panen.

Bahkan dari Persiapan Kandang Ayam Broiler Sebelum DOC Chick In juga harus tepat dan benar.

Dengan budidaya yang tepat. Maka diharapkan produksi ternak ayam potong meningkat. Setelah meningkat, baru lakukan analisa usaha bisnis jualnya.

Karena bisnis jual ayam potong meski terlihat mudah, namun kita harus tepat untuk mendapatkan harga yang tinggi. Tidak sekedar menjual. Terlebih harga jual ayam potong ini fluktuatif dan berubah ubah.

Dalam analisa usaha bisnis jual ayam potong ini juga kita akan mempelajari tentang beberapa hal. Contohnya:

Keuntungan Ternak Ayam Potong, Berikut Analisanya

Kenapa hal demikian juga masih masuk dalam perhitungan. Sedangkan di atas sudah dijelaskan dengan menyeluruh. Hal ini terkait dengan beberapa hal yang bisa kita lakukan.

Contohnya saja, jika ayam sakit terserang gumboro, lalu apa yang harus dilakukan. Namun lebih mudah mana ketika kita sudah mengantisipasinya di awal, dengan melakukan pencegahan.

Contohnya seperti berikut, Baca :Cara Mengobati Penyakit Gumboro pada Ayam Broiler.

Beberapa hal di atas mungkin spele. Namun, jika kontrol dan kendali pencegahan tak berjalan, lalu ayam diserang ragam penyakit. Tentu ini sangat merugikan.

Karena jenis jenis penyakit ternak broiler atau ayam potong ini selain menurunkan produksi bisa juga tidak menghasilkan, karena ayam potong sebagian besar bisa mati terserang penyakit penyakit tersebut.

Untuk itu, untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal dalam bisnis jual ayam potong, peternak juga harus memastikan ternaknya sehat dan selalu terhindar dari penyakit. Serta Manajemen Kesehatan Ayam Broiler berjalan dengan baik.

Maka wajar, program pencegahan kini terus digalakan. Contohnya:

Baca : Cara, Program, dan Managemen Vaksinasi Ayam Broiler

Maka apa saja yang menjadi penyebab kerugian patut dipelajari. Apa saja yang menjadikan pendukung agar tetap menghasilkan keuntungan juga patut kita pelajari.

Baca Juga: Pengertian Ayam Broiler dari Sudut Pandang Sederhana

Jadi kesimpulannya adalah terkait bisnis ayam potong ini setidaknya ada banyak hal atau banyak aspek yang patut dipersiapkan dan diperhitungkan.

Tidak sekedar menjual lalu mendapatkan keuntungan. Tetapi juga sebelum masuk ke alur tata niaga, maka yang perlu diperhatikan adalah aspek manajemen budidayanya.

Sehingga ketika budidaya yang baik, menghasilkan produksi yang tinggi, lalu ayam segar dan sehat, maka nilai jual akan semakin tinggi.

Pasar ayam potong sangatlah besar. Baik di Pasar Tradisional maupun Supermarket bahkan di warung warung sayur di setiap wilayah.

Ini menandakan ayam potong kini menjadi salah satu asupan gizi masyarakat Indonesia yang sangat mudah didapatkan. Bahkan kebutuhannya kerap melonjak. Ini mengartikan juga bisnis dalam budidaya masih sangat besar.

Untuk itu, ada banyak strategi yang bisa kita pelajari. Seperti apa yang telah tertulis di atas. Sekian yang bisa kami sampaikan. Semoga artikel ini bermanfaat. Terimakasih. Salam.

Mery Kusyeni Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *