Kambing Peranakan Etawa

Ini Artikel Lengkap Kambing Peranakan Etawa (PE)

Kambing Peranakan Etawa – Kali ini Ayobudidaya.com akan membahas tentang kambing peranakan etawa atau yang dikenal dengan kambing PE.

Kambing Peranakan etawa (PE) adalah kambing yang berasal dari Kambing Etawa atau yang disebut kambing Jamnapari, karena kambing ini berasal dari wilayah Jamnapari India.

Tepatnya Kambing Jumna Pari yang mengambil dari nama sungai Jamna di Uttar Pradesh India. Tahukah kamu? Bahwa kambing etawa pertama kali di impor ke Indonesia dari India tahun 1953.

Di Indonesia kambing etawa disilangkan untuk perbaikan mutu kambing lokal, hasil persilangan disebut kambing PE atau Kambing Peranakan Etawa. Kambing PE inilah yang sekarang banyak dipelihara oleh peternak di Indonesia.

Kambing Peranakan Etawa di Indonesia sendiri ada beberapa manfaat yang didapatkan. Salah satunya manfaatnya adalah sebagai penghasil daging dan susu perah.

Untuk penampilan kambing PE sendiri mirip dengan kambing etawa, namun dengan postur tubuhnya lebih kecil, dan mirip dengan kambing kacang atau jawarandu yang merupakan tipe kambing pedaging.

Ciri Ciri Kambing Etawa

Adapun ciri ciri dari kambing etawa adalah sebagai berikut, di antaranya adalah:

  • Kambing etawa memilki warna yang beraneka ragam, merah, putih, cokelat dan hitam.
  • Kambing etawa memiliki telinga menggantung dan panjang kurang 30 cm.
  • Kambing etawa memiliki profil muka yang cembung dan biasanya kambing jenis ini bertanduk pendek dan berbentuk pedang lengkung.
  • Kambing etawa memiliki bobot badan jantan sekitar 68 sampai 91 kg.
  • Kambing etawa memiliki bobot badan betina sekitar 36 sampai 63 kg.
  • Tinggi gumba kambing jantan sekitar 91 sampai 127 cm.
  • Tinggi gumba kambing betina sekitar 76 sampai 107 cm,
  • dan, kambing jenis ini memiliki ambing yang berkembang dengan sangat baik.

Karakteristik Kambing PE

Selain ciri ciri kita tak ada salahnya juga mengenal tentang karakteristik kambing Pe. Adapun karakteristik kambing pe di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Kambing PE memiliki bentuk muka yang cembung melengkuyng dan dagu berjenggot.
  2. Kambing PE memiliki gelambir di bawah leher dan tumbuh dari sudut janggut.
  3. Kambing PE memiliki telinga yang panjang lembek, menggantung, dan ujungnya agak berlipat,
  4. Selain itu, kambing PE juga memiliki karakteristik ujung tanduk yang agak melengkung, tubuh tinggi, pipih, bentuk garis punggung mengombak ke belakang.
  5. Sedangkan untuk bulu tumbuh panjang di bagian leher, pundak, punggung, dan paha.
  6. Terakhir, kambing PE memiliki bulu paha panjang dan tebal.

Ada beberapa hal lain yang bisa kita pelajari tentang artikel kambing peranakan etawa. Di antaranya adalah sebagai artikel berikut ini, simak selanjutnya:

1. Penyakit Pada Kambing PE Dewasa

2. 7 Contoh Bangsa-Bangsa Kambing di Dunia

3. Pedoman Lengkap Cara Beternak Kambing

Ras Kambing Peranakan Etawa

Berbicara ras, kambing peranakan etawa di Indonesia terdapat dua ras. Pertama kambing PE ras Kaligesing dan Kambing PE Ras Senduro.

Untuk perbedaan kambing PE Ras Kaligesing dengan Kambing PE Ras Senduro di antarany adalah, kambing Peranakan Etawa ras Kaligesing merupakan hasil perkawinal silang antara kambing etawa dengan kambing lokal (kambing jawa randu atau kambing kacang).

Dan Kembing PE ras Kaligesing telah tersebar ke berbagai wilayah di Indonesia. Sementara, Kambing PE Ras Senduro dikenal dengan nama Etsen atau yang merupakan salah satu jenis kambing etawa di Indonesia selain kambing etawa ras Kaligesing.

Kambing PE Ras Senduro merupakan hasil persilangan antara kambing lokal (Kambing Menggolo) dengan kambing etawa. Kambing menggolo memiliki ukuran lebih besar daripada kambing kacang.

Nah itu dia catatan dari Ayobudidaya.com tentang kambing peranakan etawa yang harus kamu ketahui dan pelajari. Semoga bermanfaat.

admin Penulis

Ayo Budidaya adalah situs blog yang menggambarkan tentang semua metode budidaya hingga menjadi suatu produk. Semua berisikan tentang informasi bermanfaat yang bisa digunakan setiap orang dalam beraktifitas budidaya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *