Asep Rabbit

Analisa Usaha Ternak Kelinci di Peternakan Asep Rabbit

Analisa Usaha Ternak Kelinci – Usaha kelinci masih menjanjikan di Indonesia. Terciptanya aliran ekonomi baru di bidang peternakan memang bukan hal yang asing di kalangan masyarakat, terutama yang berprofesi sebagai peternak. Contohnya Asep Sutisna si pemilik Asep Rabbit, peternakan kelinci di Bandung, Jawa Barat. Asep meski tidak memiliki keahlian dibidang peternakan, tapi kini dia termasuk sebagai salah satu peternak kelinci sukses di Indonesia.

Analisa usaha ternak kelinci

Sistem pemasaran kelinci di Asep Rabbit (klik tautan untuk baca selengkapnya tentang Asep Rabbit) pun sederhana. Namun, memiliki keuntungan yang berlipat-lipat. Pasalnya, Asep bisa menjual kelinci-kelincinya hingga ke luar negeri. Ini menandakan analisa usaha ternak kelinci yang berlangsung di Peternakan Kelinci Asep Rabbit itu menjanjikan bagi para peternak.

Berikut ini, saya akan coba sedikit jelaskan tentang analisa usaha ternak kelinci yang bisa dij

adikan rujukan para peternak untuk turut serta beternak kelinci (Selengkapnya baca cerita sukses beternak kelinci Asep Sutisna).

  • Analisa Usaha Ternak Kelinci

Adapun analisa sederhana yang telah dihitung kelompok kami adalah sebagai berikut:

  1. Biaya Produksi Usaha Kelinci
  2. Perlengkapan/perawatan kandang kapasitas 5ribu ekor Rp5.000.000,-
  3. Pakan ƒ Sayur + rumput Rp2.000.000,- (beberapa sayur diperoleh gratis karena sisa-sisa sayur dari ladang sendiri)
  4. Obat-obatan Rp500.000

Jumlah biaya produksi Rp7.500.000,

  1. Pendapatan Usaha Kelinci Asep Rabbit per bulan

Kelahiran hidup/induk/tahun = 31 ekor

Penjualan:

  1. Bibit lokal: 150 (Induk) + 100 (Pejantan) x Rp300 ribu = Rp75 juta.
  2. *Bibit hias pasaran lokal: 20 ekor anggora x Rp350 ribu = Rp7 juta.
  3. *Bibi hias pasaran lokal: 50 ekor x Rp50 ribu = Rp2,5 juta.
  4. Bibit hias pasaran impor: 150 ekor x Rp2,3 juta = Rp345 juta.
  5. Kelinci potong bobot 2,6kg: 400 ekor x Rp35 ribu = Rp14 juta.
  6. Kelinci potong bobot 2,2kg: 400 ekor x Rp50 ribu = Rp20 juta.
  7. **Kelinci potong (impor): 5.000 x Rp75.000 ribu = Rp375 juta.

Jumlah pendapatan Rp838,5 juta.

Nb: Hitungan pendapatan usaha ini termasuk 200 peternak lainnya yang tergabung dalam koperasi yang dipimpin Asep.

*kelinci hias induk dipilih tergantung kualitas maka harganya berbeda

**penjualan ke Malaysia dan Arab Saudi dalam kebutuhan kelinci potong saat ini di stop. Alasannya, selain pasokan kelinci juga ada pertimbangan khusus agar tidak terjadi penjualan daging kemasan di Indonesia dari negara tersebut.

Nah, itu dia tentang analisa usaha ternak kelinci yang bisa kalian pelajari. Informasi mengenai kelinci lainnya ada di www.ayobudidaya.com

admin Penulis

Ayo Budidaya adalah situs blog yang menggambarkan tentang semua metode budidaya hingga menjadi suatu produk. Semua berisikan tentang informasi bermanfaat yang bisa digunakan setiap orang dalam beraktifitas budidaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *