analisa usaha penggemukan kambing

Analisa Usaha Penggemukan Kambing: Potong dan Perah

Analisa Usaha Penggemukan Kambing – ayobudidaya.com akan membahas tentang analisa usaha penggemukan kambing baik kambing potong maupun kambing perah.

Tentunya analisa ini akan membahas terkait modal usaha ternak kambing yang dikeluarkan, sampai kepada untung ruginya ternak kambing, dan penghasilan beternak kambing yang didapatkan.

Dilihat jenis usaha beternaknya, kambing adalah usaha budidaya menjanjikan. Analisa usaha penggemukan kambing berbeda dengan analisa usaha ternak sapi. Sebab, sapi adalah hewan rumanansia besar, sementara kambing hewan ruminansia kecil.

Selanjutnya ada banyak pertimbangan dalam memulai usaha ternak kambing. Misal, pertimbangan akan hal-hal seperti ini, analisa usaha ternak kambing kacang, dan analisa usaha penggemukan kambing gibas.

Tentu semua itu akan beda dengan analisa ternak kambing domba. Karena masing masing ternak memiliki cara masing-masing dalam budidayanya.

Begitu juga dengan kambing etawa ataupun kambing peranakan etawa atau yang dikenal dengan kambing pe. Perhitungan dan analisa tersebut jugalah yang nantinya akan mengetahui tentang untung rugi ternak kambing yang telah dijalankan.

Nah untuk itu, kali ini kita sepakat untuk menghitung secara detil dan rinci tentang analisa usaha penggemukan kambing:

Analisa Usaha Penggemukan Kambing

analisa usaha ternak kambing
analisa usaha ternak kambing

Berbicara analisa usaha penggemukan kambing ada beberapa biaya yang harus dikeluarkan dalam usaha ternak kambing. Dari modal usaha ternak kambing yang dikeluarkan, sampai dengan biaya investasi kandang kambing.

Selain itu juga ada biaya pakan ternak kambing, dan kebutuhan lainnya seperti biaya pemeliharaan dan perawatan. Dan berikut ini analisa modal usaha ternak kambing yang akan dibudidayakan selama 9 bulan.

A. Ternak Kambing Modal 10jt

Dan berikut ini analisa usaha penggemukan kambing dengan modal ternak kambing 5 juta:

  1. Ternak kambing modal 5 juta (dalam hal ini untuk pembelian bibit kambing sebanyak 10 ekor) = Rp5 juta.
  2. Pembuatan kandang kambing sederhana dengan tambahan peralatan lainnya = Rp3 juta. (Baca: ukuran kandang kambing).
  3. Pakan hijauan (misal, gratis). Namun untuk antisipasi jika pakan hijauan beli = Rp60.000 x 9 bulan = Rp540 ribu.
  4. Pakan kambing tambahan seperti konsentrat per bulan = Rp120.000 x 9 bulan = Rp1.080.000.
  5. Total pengeluaran usaha ternak kambing = Rp9.620.000.

B. Ternak Kambing Modal 5 Juta

  1. Ternak kambing modal 5 juta dibutuhkan kambing yang siap dibudidayakan 3 ekor = Rp2 juta.
  2. Pembuatan kandang sederhana dengan tambahan peralatan lainnya = Rp750 ribu.
  3. Pakan hijauan didapatkan secara gratis. Namun jika pakan hijauan beli = Rp 60.000 x 9 bulan = Rp540 ribu.
  4. Pakan kambing tambahan seperti konsentrat per bulan = Rp120.000 x 9 bulan = Rp1.080.000
  5. Total pengeluaran usaha ternak kambing = Rp4.370.000, sementara ternak kambing modal 5 juta. Sisa dana untuk dana taktis, pengeluaran tidak terduga.

Analisa Keuntungan Ternak Kambing

Analisa usaha penggemukan kambing, berikut analisa keuntungan ternak kambing yang bisa kita ketahui dalam budidaya kambing:

  1. Harga penjualan kambing = Rp1.500.000 x 10 = Rp15 juta
  2. Untung ruginya ternak kambing = Rp15.000.000 – Rp9.620.000 = Rp5.380.000 (Artinya untung).

Catatan: Asumsi pemeliharaan selama satu periode selama 9 bulan, mendapatkan keuntungan Rp5.380.000.

Analisa Modal Usaha Ternak Kambing Potong/Perah

Modal (faktor produksi) / 10 ekor:

  1. Biaya pembelian bibit atau anak kambing = Ternak kambing modal Rp5 juta per 10 ekor
  2. Kandang dan peralatannya = Rp3 juta.
  3. Pakan hijauan = Rp60 ribu per bulan
  4. Pakan konsentrat = Rp120 ribu per bulan
  5. Upah tenaga kerja = Rp600 ribu per bulan (jika menggunakan, dan jika ingin menjadikan tenaga pribadi yang dikeluarkan dalam hitungan upah).

Diketahui produksi usaha budidaya ternak kambingnya berlansung selama 9 bulan. Namun dirinci sebagai berikut:

  1. Total pengeluaran modal ternak kambing bulan pertama= Rp8.780.000
  2. Total pengeluaran 8 bulan berikutnya =
    1. Pakan hijauan = Rp60 ribu x 8 bulan = Rp480 ribu.
    2. Pakan konsentrat = Rp120 ribu x 8 bulan = Rp960 ribu
    3. Upah tenaga kerja = Rp600 ribu x 8 bulan =  Rp4.800.000
    4. Total modal usaha ternak kambing selama 8 bulan = Rp6.240.000
  3. Total pengeluaran modal usaha ternak kambing selama 9 bulan = Rp8.780.000 + Rp6240.000 = Rp15.020.000

Modal usaha ternak kambing adalah Rp15.020.000, dan jika harga jual ternak kambing diasumsikan Rp1.500.000 atau seharga minimal kambing dewasa umur 9 bulan adalah:

  • Untung ruginya ternak kambing (Pendapatan dari penjualan 10 kambing) = 10 x Rp1.500.000 = Rp.15.000.000.

Jika dilihat dari modal usaha ternak kambing dengan penambahan upah kerja selama 9 bulan, yang dikeluarkan adalah Rp15.020.000 dan harga jual pendapatan dari 10 ekor kambing sebesar Rp15 juta. Artinya mengalami kerugian sebesar Rp20 ribu.

Itulah sekilas tentang analisa usaha penggemukan kambing yang bisa kita ketahui. Semoga bermanfaat. Sampai bertemu di artikel lainnya. Terimakasih. Salam.

admin Penulis

Ayo Budidaya adalah situs blog yang menggambarkan tentang semua metode budidaya hingga menjadi suatu produk. Semua berisikan tentang informasi bermanfaat yang bisa digunakan setiap orang dalam beraktifitas budidaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *