analisa usaha ternak ayam potong

Analisa Usaha Ayam Potong dan Untung Ruginya

Ayobudidaya.comAnalisa Usaha Ayam Potong. Pada periode 2019, 2020, 2021 dan tahun mendatang bisnis jual ayam potong masih sangat diperhitungkan. Begitu juga pada tahun tahun berikutnya.

Ayam potong atau juga dikenal dengan ayam broiler ini adalah salah satu budidaya yang semakin hari semakin diminati. Terlebih permintaan akan ayam pedaging ini semakin hari semakin tinggi.

Maka budidaya ayam broiler juga terus digalakan untuk memenuhi kebutuhan permintaan pasar dan konsumen. Maka tak heran jika ada banyak jenis usaha ayam potong kemitraan di Indonesia.

Sebab, keuntungan ternak ayam broiler ini juga menggiurkan. Untuk itu, perlu banyak perhitungan analisa untung rugi, dan metode budidaya yang baik dan benar untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal dalam usaha ternak ayam potong kemitraan maupun mandiri.

Analisa Untung Rugi Ternak Ayam Potong

Jumlah ayam yang dibudidayakan sebenarnya bukan salah satu faktor untung rugi yang dapat dihitung. Lebih dari itu. Jadi bukan sekedar 100 ekor, 200 ekor, 500 ekor, 1000 ekor, bahkan 10000 ekor.

Tetapi memang jika berbicara untung rugi dalam peternakan ayam potong kita akan menganalisa tentang ada banyaknya kasus kegagalan pada proses pemeliharaan ayam broiler oleh peternak ayam potong. Khususnya peternak ayam potong pemula.

Rata rata yang menjadi hambatan sehingga rugi adalah pada faktor rendahnyanya produksi daging ayam broiler yang berakibat pada kurangnya konsumsi protein hewani yang salah satunya bersumber dari daging ayam broiler.

Rendahnya tingkat pendidikan terutama dibidang peternakan pada masyarakat peternak, menjadi salah satu pemicu kurangnya produktifitas ayam broiler.

Banyaknya jumlah pengangguran, menuntut masyarakat peternak untuk membuka lapangan pekerjaan terutama dibidang pemeliharaan ayam broiler.

Peternakan ayam broiler merupakan salah satu usaha yang membutuhkan pekerja di lapangan, sehingga dapat mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia.

Analisa Rencana Usaha Ternak Ayam Potong

analisa usaha ternak ayam potong
analisa usaha ternak ayam potong

Dalam menyusun rencana ada beberapa hal yang bisa diperhatikan. Rencana usaha pada peternakan ayam potong adalah penyediaan doc ayam broiler yang akan dipelihara selama 28 hari.

Sehingga diharapkan memperoleh bobot panen yang sesuai dengan bobot pasaran. Jenis doc broiler ada banyak yang bisa digunakan. Baca: Jenis Strain Ayam Broiler Paling Populer di Indonesia

Setidaknya dalam merencanakan usaha ayam potong ini bisa memperhitungkan dengan baik, untuk doc yang digunakan setidaknya performa yang baik, memiliki mortilitas dan FCR yang rendah, serta mampu menghasilkan karkas yang seimbang.

Pakan yang digunakan juga patut diperhitungkan. Tak sekedar berbicara murah. Misalnya saja, pakan ayam yang digunakan untuk umur 1 – 21 hari dan untuk ayam umur 22 hari – panen.

Karena ada jenis crumble, ada jenis pellet dan ada jenis pakan lainnya. Cari pakan ayam yang menghasilkan FCR terbaik. Yang dapat memacu pertambahan berat, dan menghasilkan karkas yang berimbang.

Selanjutnya yang patut diperhatikan adalah kandang yang digunakan.Silakan baca : Ukuran Kandang Broiler 100 Ekor Yang Ideal. Kandang digunakan selama pemeliharaan yaitu kandang tipe panggung yang menggunakan alas slat.

Keunggulan kandang ayam tipe panggung ini diantaranya adalah sirkulasi udara yang bisa berjalan sangat baik dibandingkan dengan sirkulasi kandang ayam tipe lainnya karena udara bisa bergerak baik dari samping maupun bawah kandang.

Adanya sirkulasi udara yang sangat baik, maka temperatur di dalam kandang juga bisa terjaga sehingga ayam akan merasa sangat nyaman.

Keuntungan lain dari penggunaan kandang panggung adalah kemudahan dalam mekanisme kandang, tidak diperlukan biaya untuk pembelian litter dan mengurangi kontak ayam dengan kotoran.

Baca :Cara Membuat Kandang Ayam Broiler Dengan Ukuran Ideal

Keuntungan Ternak Ayam Potong, Berikut Analisanya

Ada beberapa hal yang bisa dianalisa, dihitung terkait keuntungan ternak ayam potong yang bisa kita dapatkan. Di antaranya adalah dari harga input dan output yang diperlukan dalam periode budidaya ayam broiler.

Pada usaha ini, jumlah tenaga kerja yang diperlukan adalah 1 orang per 2500 ekor ayam broiler, sehingga untuk pemeliharaan 5000 ekor ayam broiler diperlukan 2 orang tenaga kerja.

Modal untuk mengembangkan usaha ini berasal dari 60% pinjaman Bank dengan bunga 2% per bulan dan 40% dari modal sendiri. Pemasaran dilakukan dengan melalui distributor yang mengambil langsung ke farm.

Selanjutnya hasil produksi dan penjualan. Nah ini tak kalah penting untuk bisa kita pelajari. Rincianya sebagai berikut:

1. Harga Output Budidaya Ayam Potong

Harga output merupakan keseluruhan barang atau jasa yang dimanfaatkan dalam perusahaan dan sebagai investasi modal.

Uraian Jumlah Volume Harga Satuan (Rp) Total (Rp)
Biaya Tetap        
Motor Roda Tiga 1 Unit 24.000.000 24.000.000
Alat suntik otomatis 1 Buah 1.200.000 1.200.000
Tempat minum 250 Buah 13.800 3.450.000
Baby chick feeder 100 Buah 24.000 2.400.000
Hanging feeder 5 kg 400 Buah 18.000 7.200.000
Gasollec 5 Buah 900.000 4.500.000
Total 42.750.000
         
Biaya Variabel        
Tenaga Kerja 2 Orang/bulan 1.500.000 3.000.000
DOC MB 202 5.000 Ekor 6.600 33.000.000
Ransum BR I 122 50 Kg 377.500 46.055.000
Ransum BR II 91 50 Kg 365.000 33.215.000
 Vita chick 3 Kotak 29.200 87.600
Desinfektan 5 Liter 192.000 960.000
 Vaksin ND 5 Buah 23.700 118.500
Vaksin AI 5 Buah 297.000 1.485.000
Gula 5 Kg 12.000 60.000
 Listrik 1 Bulan 150.000 150.000
Sewa kandang dan peralatan 1 Unit/bulan 1.000.000 1.000.000
Total 119.131.100

Jadi dana yang dibutuhkan yaitu sebesar Rp.161.881.100dari dana tersebut 60% menggunakan dana pinjaman ke bank yaitu 60% x 161.881.100= Rp.97.128.660 maka bunga yang harus dibayar per bulan yaitu 2% x 97.128.660= Rp.1.942.573.

Biaya peminjaman ini masuk ke biaya operasional sehingga menjadi Rp.97.128.660+ Rp.161.881.100 + Rp.1.942.573 = Rp.260.952.333.

2. Harga Input Ternak Ayam Potong

Harga input yaitu segala sesuatu yang dihasilkan dan dapat dimanfaatkan atau menghasilkan masukan untuk mengurangi biaya yang digunakan selama proses produksi.

Uraian Satuan Jumlah Harga Satuan(Rp) Total Harga(Rp)
Jumlah daging  Kg 4.900 ekor x 1,5 kg

 

17.000 124.950.000
Ekskreta Kg 1.875 700 1.312.500
Total Input 126.262.500

Keterangan:

  • 1 periode pemeliharaan = 1bulan
  • Pemanenan dilakukan setiap1 bulan dengan istirahat kandang 2 minggu. Sehingga, dalam setahun dilakukan 8 kali pemanenan
Hasil Usaha Ternak Ayam Potong

1. Penjualan Ayam Hidup

Penjualan ayam hidup = jumlah ayam panen (kg) x harga

Tingkat mortalitas 2 % = 2/100 x 5000 ekor

                                            = 100 ekor

Jumlah penjualan = 4900 x 1,5×17.000

                             = Rp124.950.000

2. Penjualan Ekskreta

Untuk penjualan ekskreta didapatkan ekskreta  (kg) x harga (/kg)

Penjualan ekskreta = 1.875 x 700 = Rp.1.312.500

3. Pembayaran Kembali Hutang

Cicilan pinjaman bank yang harus dibayar per bulan yaitu Rp. 99.071.233

Total Revenue           = penjualan ayam hidup + penjualan ekskreta

                                    = Rp. 124.950.000 + Rp.1.312.500

= Rp. 126.262.500

Total Profit    =  total revenue – total cost

                        = Rp. 126.262.500 Rp.119.131.100

                        = Rp.7.131.400

Keuntungan untuk 8 periode :

keuntungan 1 periode X 8 periode

= Rp.7.131.400 x 8

Rp. 57.051.200

Baca : Manajemen Kesehatan Ayam Broiler

Terakhir yang bisa kita pelajari adalah tentang manajemen kesehatan ayam potong. Kenapa harus benar benar dipelajari. Karena faktor kegagalan terbesar selain manajemen pakan juga manajemen kesehatan.

Banyak faktor penyakit dapat menyerang, bisa jadi dari pakan dan bisa jadi faktor lingkungan atau alam. Nah ini yang harus benar benar diperhatikan.

Prinsipnya dalam usaha ternak ayam potong lebih baik mencegah daari pada mengobati. Untuk itu manajemen kesehatan ayam broiler ini patut diperhatikan.

Sekian informasi yang bisa disampaikan. Semoga artikel analisa usaha ternak ayam potong ini bermanfaat. Dan bisa menajadi refrensi yang bermanfaat untuk mengembangkan kapasitas pengetahuan. Terimakasih. Salam.

Kaseto Efendi Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *