bangsa-bangsa kambing

7 Contoh Bangsa Bangsa Kambing di Dunia

Bangsa Bangsa Kambing – Kambing merupakan binatang memamah biak. Cara beternak kambing sangatlah mudah. Bagaimana caranya ada banyak Pedoman Lengkap Cara Beternak Kambingyang bisa kita dapatkan di google pencarian.

Namun satu hal yang harus dipahami adalah mengenal karakteristik dan asal dari kambing itu sendiri. Karena ada banyak jenis dari berbagai bangsa kambing.

Saat ini kehadiran kambing sangat populer dan dekat dengan ruang lingkup masyarakat.

Terlebih kambing kebutuhannya di kalangan masyarakat terus menerus dibutuhkan dan kebutuhan pasar akan hewan ternak kambing di Indonesia tidak ada matinya.

Nah, kali ini, Ayobudidaya.com akan menjelaskan tentang bangsa kambing yang ada di dunia dan khususnya di Indonesia.

Mengenal tentang karakter dan asal usul kambing menjadi hal yang harus kita ketahui. Karena dengan mengenal bangsa kambing kita akan lebih mudah memahami bagaimana cara beternak kambing selanjutnya.

Bangsa – Bangsa Kambing

bangsa-bangsa kambing

Berikut ini, yang bisa kita ketahui tentang kambing yang ada di Dunia dan yang ada di Indonesia:

  1. Kambing Saanen

Kambing Saanen ini berasal dari Switzerland, tepatnya di Lembah Saanen. Ciri khususnya yaitu telinga berdiri tegak.

Warna bulu dominan putih dan sedikit krem. Umumnya mempunyai kapasitas ambing yang besar dan popular karena produksi susunya tinggi dengan kadar lemak 3—4%.

Ukuran tubuhnya medium, yaitu bobot badan dewasa sekitar 65 kg. Kambing saanen sangat sensitif dan performannya akan bagus jika berada di lingkungan bersuhu dingin.

Kambing Saanen ini jenis kambing yang cukup terkenal di dunia.

  1. Kambing toggenburg

Kambing ini berasal dari Switzerland, Lembah Toggenburg. Konon, kambing ini merupakan kambing perah tertua. Warna bulunya cokelat muda sampai cokelat gelap dan dihiasi warna putih pada abdomen dan kaki.

Kakinya berukuran pendek, telinga berdiri tegak, memiliki perkembangan ambing yang istimewa, dan produksi susunya tinggi dengan kadar lemak 3,7%.

Kambing Toggenburg adikenal sebagai kambing perah yang ditemukan dan berkembang biak di lembah Toggenburg, Swiss. Sehingga disebutlah Kambing Toggenburg.

Kambing jenis ini memiliki bentuk tubuh sedang dan memiliki produksi susu yang kapasitas jumlahnya tidak banyak jika dibandingkan dengan jenis kambing perah lainnya.

Akan tetapi, untuk kandungan lemak susu ( butterfat ) nya pun termasuk rendah, hanya terdapat sekitar 2-3 %, sedangkan kadar protein nya 2,8%

  1. Kambing nubian

Kambing nubian ini berasal dari Afrika. Karakteristiknya yaitu telinga menggantung dengan warna bulu bervariasi. Kambing nubian merupakan bangsa kambing perah tipe besar dengan bobot badan dewasa sekitar 80 kg untuk jantan dan betina 60 kg.

Kambing Nubian adalah salah satu kambing unggul untuk kambing perah di Afrika. Jenis kambing ini juga dapat berkembang dengan baik dan istimewa.

Produksi susu berkisar 1-2 kg per harinya. Jadi bisa 120 – 140 kg per tahunnya, tentunya ini menjadi kambing yaang berporduksi baik.

  1. Kambing anglo nubian

Kambing ini dikembangkan di Inggris, merupakan hasil persilangan dari kambing perah dari Inggris dengan pejantan nubian dari Afrika dan kambing jamnapari dari India.

Di beberapa negara tropis, bangsa kambing ini digunakan untuk program grading up untuk meningkatkan produksi susu dan daging dari bangsa kambing lokal.

Kambing anglo nubian merupakan kambing dual purpose, yaitu selain menghasilkan produksi daging yang bagus, juga memiliki produksi susu tinggi.

Karakteristik kambing ini yaitu mempunyai telinga panjang dan menggantung dengan profil muka cembung serta warna bulunya sangat bervariasi.

Kambing anglo nubian ini sama seperti kambing pada umumnya, kambing anglo nubian bisa digunakan untuk “multipurpose”. Artinya, jenis kambing ini bisa menjadi kambing penghasil daging biasa.

Namun untuk menghasilkan susu kambing, kambing jenis ini malah lebih bisa diandalkan. Karena memang, kambing anglo nubian  ini dikenal lebih dominan dengan produktivitas susunya.

Hal ini dikarenakan kambing anglo nubian dikenal memiliki postur tubuh yang besar dan memiliki waktu laktasi yang lebih lama.

  1. Kambing jamnapari (ettawa)

Kambing jamnapari atau ettawa sangat popular di India dan Asia Tenggara. Bangsa kambing ini termasuk kambing perah tipe besar dengan bobot badan dewasa untuk pejantan dapat mencapai 90 kg dan betina sekitar 60 kg.

Warna bulunya bervariasi dari putih, kecokelatan, hingga hitam. Telinganya panjang dan menggantung.

  1. Kambing alpine

Kambing french alpine berasal dari Pegunungan Alpine yang dibawa ke Amerika Serikat dari Prancis. Bangsa kambing ini merupakan kambing tipe medium sampai besar dengan bobot badan betina sekitar 65 kg dan pejantan sekitar 85 kg.

Warna bulunya bervariasi, dari putih, cokelat, abu-abu, hitam, dan merah atau kombinasi. Telinga berdiri tegak dan sangat populer karena produksi susunya tinggi.

  1. Kambing peranakan ettawa (jawarandu)

Kambing peranakan ettawa ini merupakan hasil persilangan dari kambing kacang (tipe pedaging) dengan kambing ettawa. Di Indonesia, kambing ini sangat populer.

Karakteristinya yaitu telinga panjang menggantung dengan warna bulu hitam atau merah dengan putih. Bobot badan jantan sekitar 40—45 kg dan bobot badan betina sekitar 32 kg.

Di Indonesia jenis kambing ini menjadi primadona dan banyak diternakan. Sehingga, tak susah mencari jenis kambing ini di peternak yang ada di Indonesia.

Baca Juga: Makanan Kura Kura: Ambon, Indonesia, Brazil Anakan

Itulah beberapa hal tentang bangsa bangsa kambing yang bisa kita ketahui, semoga informasi ini dapat bermanfaat. Terimakasih. Salam.

admin Penulis

Ayo Budidaya adalah situs blog yang menggambarkan tentang semua metode budidaya hingga menjadi suatu produk. Semua berisikan tentang informasi bermanfaat yang bisa digunakan setiap orang dalam beraktifitas budidaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *