pupuk kangkung

Pupuk Kangkung Terbaik Pada Lahan Budidaya

Pupuk Kangkung adalah salah satu aktifitas penting dalam periode budidaya atau menanam. Pemupukan dilakukan untuk mencukupi atau menambah zat-zat makanan yang berguna bagi tanaman dari dalam tanah.

Atau bahkan, dengan kata lain supaya zat zat makanan untuk tanaman bertambah. Jadi, ini adalah salah satu upaya dalam cara merawat kangkung.

Maka pada praktik budidaya kangkung, tak berhenti di menanam saja. Tetapi juga harus memperhatikan aspek pemupukannya. Pupuk kangkung sangat diperhatikan, salah satunya dalam rangka memperoleh hasil dan mutu yang tinggi pada usaha pertanaman sayuran.

Hal ini juga berntuk upaya, agar zat zat hara yang dapat diserap menjadi siap untuk diserap. Nah, usaha itu salah satunya adalah pemberian pupuk tanaman kangkung yang benar dan tepat.

Pemberian Pupuk Untuk Tanaman Kangkung

Dalam budidaya kangkung, hal upaya penting dilakukan adalah pemupukan, bisa dengan pupuk npk untuk kangkung, atau urea. Tentunya dengan memperhatikan dosis. Jenis apapun. Mau itu, pupuk kangkung air maupun pupuk untuk kangkung hidroponik.

Intinya adalah sebagai upaya cara merawat kangkung. Maka dosis pupuk npk untuk kangkung, ataupun dosis pupuk urea pada tanaman kangkung sangat memberikan pengaruh pada tanaman.

Misalnya saja, pada tanah liat dipupuk dengan DS, kapur, pasir, dan sebagainya. Sedangkan tanah tanah pasir dan tanah berat bisa dipupuk dengan pupuk organik.

Pemupukan itu tidak hanya sekedar menambah zat hara dalam tanah. Tetapi juga supaya zat zat makanan yang tidak mudah diserap oleh tanaman menjadi mudah.

Di sini pupuk tidak dihisap oleh tanaman, melainkan untuk memperbaiki struktur tanah. Maka pupuk yang digunakan sebaiknya dan disarankan pupuk organik.

Contoh pupuk organik untuk tanaman kangskung adalah pupuk kompos, pupuk kandang, atau pupuk bokashi. Selain itu, limbah dapur atau daun daun kering juga bisa dimanfaatkan untuk membuat pupuk bokashi.

Apa itu pupuk Bokhasi? Pupuk bokhasi adalah hasil fermentasi bahan organik (jerami, sampah organik, pupuk kandang, dan lain-lain) dengan teknologi EM.

Baca Juga: Klasifikasi Bayam dan Jenis Jenisnya

Bokashi digunakan sebagai pupuk organik untuk menyuburkan tanah dan meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman.

Pemupukan dilakukan menggunakan pupuk urea yang mana diberikan hanya sekali dengan cara melarutkannya dalam air lalu menyiramkannya pada tanaman kangkung.

Perlu diperhatikan agar pada waktu menebar pupuk, jangan sampai ada byutir pupuk yang tersangkut atau menempel pada daun, sebab, akan menyebabkan daun menjadi layu.

Pupuk organik sebaiknya yang digunakan pun pupuk kotoran ayam yang telah difermentasi. Jangan pupuk ayam yang masih basah. Diberikan 3 hari sebelum tanam dengan dosis 4 kg/m2.

Sebagai starter ditambahkan pupuk anorganik berupa Urea 15 gram/m2 pada umur 10 hari setelah tanam. Agar pemberian pupuk lebih merata, pupuk urea diaduk dengan pupuk organik kemudian diberikan secara larikan disamping barisan tanaman.

Jika perlu tambahkan pupuk cair 3 liter per hektare (0,3 ml/m2) pada umur 1 dan 2 minggu setelah tanam.

Cara Menanam Kangkung Darat di Rumah Dengan Mudah

Pemupukan di atas juga dipergunakan untuk menanam kangkung baik di rumah diperkarang terbatas, dikebun, ataupun diladang yang luas.

Tinggal takaran luas dan dosis pupuk saja yang dimainkan. Sehingga, pupuk yang digunakan tepat guna. Sebab, jika kebanyakan juga akan mubazir.

Tentunya lagi, ada banyak hal yang bisa kita pelajari tentang tanaman kangkung ini. Misalnya saja, selain pemupukan, beberapa hal berikut dapat bermanfaat:

  1. Hama dan Penyakit Tanaman Kangkung
  2. 16 Manfaat Kangkung Untuk Kesehatan
  3. Pengertian dan Manfaat Kangkung Serta Bahayanya

Itulah beberapa hal yang bisa kita pelajari tentang kangkung, budidaya, dan pemupukannya. Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk kita semua. Ikuti artikel lainnya di ayobudidaya.com. Terimakasih, Salam.

Kaseto Efendi Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *