Cara Budidaya Bawang Merah

Lengkap! Ini Cara Budidaya Bawang Merah

Bagaimana Cara Budidaya Bawang Merah? Nah berikut ini Ayobudidaya.com akan review secara lengkap langkah-langkah yang dilakukan cara menanam bawang merah yang baik. Kenapa kita harus mempelajari budidaya bawang merah dan yang dilakukan baik dalam cara menanam bawang merah yang baik dan benar. Hal ini kita berharap agar panen bawang merah mendapatkan hasil melimpah.

Seperti kita ketahui, sudah ada banyak metode menanam bawang merah. Cara menanam bawang merah pun sudah banyak inovasi dan kemajuan. Untuk itu, petani terus diupayakan bisa memanfaatkan teknologi yang juga terus menerus terbarui. Sehingga dalam budidaya bawang merah hasil yang didapatkan melimpah.

Dalam makalah budidaya tanaman bawang merah telah disebutkan, bawang merah adalah jenis tanaman holtikutura musiman yang memiliki nilai ekonomis cukup tinggi. Pada saat musim panen yang dilakukan secara bersamaan terkadang membuat harga bawang merah anjlok. Oleh karena itu perlu menanam bawang merah di luar masa tanam pada umumnya.

Budidaya bawang merah di luar masa tanam perlu dilakukan agar tidak terjadi penumpukan bawang merah di pasaran. Apalagi daya tahan komoditas ini relatif singkat sehingga bila terjadi penumpukan akan terjadi pembusukan. Untuk itu ketika ingin tanam bawang merah, kita juga harus mempertimbangkan nutrisi bawang merah, baik bawang merah hidpronik, bawang merah di lahan kering, bawang merah di polybag, maupun di media paralon dan media tanam lainnya.

Karena jika sampai hama menyerang tanaman bawang merah itu akan merugikan petani yang membudidayakan kelangsungan tanaman bawang merah. Untuk itu, dalam hal ini, ada beberapa hal yang harus disampaikan, baik sebagai Panduan Praktis Cara Menanam Bawang Merah, Memilih Bibit Bawang Merah, Mengolah Tanah dan Menanam Bibit Bawang Merah,  Perawatan Budidaya Bawang Merah, Pengendalian Hama Tanaman Bawang Merah, hingga ke Panen Budidaya Bawang Merah.

Teknik Budidaya Bawang Merah

Panduan Praktis Cara Menanam Bawang Mera

Ada yang pernah bertanya, bagaimana cara tanam bawang merah di musim hujan? Nah perlu diketahui, bahwasannya, budidaya bawang merah cocok dilakukan ketika musim panas tiba, karena tanaman memerlukan penyinaran matahari lebih dari 12 jam setiap harinya.

Untuk budidaya bawang merah sebaiknya memilih lingkungan yang berada di ketinggian 0 sampai 900 di bawah permukaan laut. Sedangkan suhu daerah yang mendukung pertumbuhan bawang merah sekitar 25 sampai 35 derajat celcius. Sedangkan batas keasaman tanah berkisar antara pH 5,6 sampai 7.

Cara Memilih Bibit Bawang Merah

Ada banyak sekali varietes benih bawang merah yang bisa dibudidayakan. Di antaranya ada benih lokal sampai benih hibrida impor. Bntuk benih yang dijual ada yang berupa biji, ada juga benih yang berupa umbi. Jenis bibit yang kedua yang banyak digunakan oleh petani dalam budidaya bawang merah.

Benih bawang merah yang baik adalah benih yang berasal dari umbi yang dipanen tua atau sekitar usia 80 -100 hari tergantung pada lokasi tanam. Jumlah benih yang dibutuhkan dalam budidaya bawang merah juga bergantung dengan varietes apa yang akan ditanam.

Untuk jarak tanam 20 x 20 dengan bobot benih 5 gram dibutuhkan sekitar 1,4 ton benih untuk setiap hektarnya. Untuk bobot benih umbi yang sama dan menggunakan jarak tanam 15 x 15 dibutuhkan sekitar 2,4 ton benih per hektar. Bila ukuran dan berat benih lebih kecil tentu kebutuhan bibit per hektarnya lebih sedikit lagi.

Teknik Mengolah Tanah dan Menanam Bibit Bawang Merah

Sebelum menanam bawang merah terlebih dahulu perlu dipersiapkan lahan tanam. Buatlah bedengan dengan lebar 1-1,2 meter, tinggi bedengan 50 cm, dan pajang bedengan disesuaikan dengan lahan yang tersedia. Buatlah jarak antar bedengan sekitar 50 cm, sekaligus dijadikan sebagai parit dengan kedalaman 50 cm.

Gemburkan tanah di bedengan dengan cara mencangkulnya sedalam 20 cm. Bentuk permukaan bedengan menjadi rata. Apabila kondisi keasaman tanah kurang dari pH 5,6, gunakan kapur atau dolomit sebanyak 1-1,5 ton untuk satu hektar lahan. Penamabahan kapur ini hendaknya dilakukan sekitar 2 minggu sebelum tanah ditanami bawang merah.

Untuk pupuk dasar, gunakan pupuk kandang atau pupuk kompos. Tebarkan pupuk tersebut ke atas bedengan kemudian aduk dengan tanah hingga merata. Bisa juga dengan menambahkan pupuk kimia seperti ZA, SP-36 dan KCL sebanyak 47 Kg, 311 Kg dan 56 Kg untuk lahan satu hektar. Campurkan semua pupuk buatan tersebut kemudian diamkan selama satu minggu sebelum bedengan ditanami bibit bawang.

Baca : Cara Budidaya Sawi Hijau Secara Manual Hasil Melimpah

Baca : Budidaya Kacang Tanah dan Cara Menanamnya

Siapkan umbi atau bibit bawang merah yang sudah siap ditanam. Apabila bibit yang digunakan berusia kurang dari 2 bulan sebaiknya dilakukan penggoresan pada bagian ujung umbi, sekitar 0,5 cm. Hal ini bertujuan untuk memecah masa dorman sehingga mempercepat tumbuhnya tunas tanaman.

Cara menanam bawang merah pada musim kemarau adalah memberikan jarak tanam dipadatkan menjadi 15 x 15 cm. Sedangkan penanaman pada musim penghujan buatlah jarak tanam minimal 20 x 20 cm. Cara menanam benih bawang merah yakni dengan cara membenamkan seluruh bagian umbi ke dalam tanah.

Perawatan Budidaya Bawang Merah

Dalam tahapan budidaya bawang merah  ada hal yang harus diperhatikan yakni perawatan tanaman bawang merah itu sendiri. Caranya adalah penyiraman tanaman. Aktivitas ini sebaiknya dilakukan dua kali sehari yakni pada waktu pagi dan sore hari. Hal ini dilakukan dari awal penanaman sampai tanaman berusia 10 hari, setelah itu frekuensinya dikurangi menjadi satu kali sehari.

Perawatan selanjutnya adalah pemberian pupuk tambahan yang dilakukan ketika tanaman berumur 2 minggu dari awal tanam. Jenis pupuk yang digunakan merupakan campuran dari KCI, ZA, urea. Komposisi masing-masing pupuk adalah 112 Kg, 200 Kg dan 93 Kg.

Pemupukan selanjutnya dilakukan ketika tanaman memasuki usia 5 minggu dengan komposisi pupuk urea 47 Kg, ZA 100 Kg, dan KCI 56 Kg per hektar. Pepukan dilakukan dengan cara membuat guritan di sekitar tanaman.

Cara menanam tanaman bawang merah selanutnya adalah membersihkan tanaman gulma yang tumbuh di sekitar bawang merah. Penyiangan gulma ini biasanya dilakukan 2 kali per satu musim tanam. Untuk menghemat biaya perawatan, penyiangan gulma bisa dilakukan bersamaan dengan pemberian pupuk susulan. Tetapi bila tanaman gulma yang tumbuh terlalu banyak harus segera dilakukan penyiangan.

Cara Pengendalian Hama Tanaman Bawang Merah

Tanaman bawang merah mempunyai beberapa jenis hama dan penyakit yang menyerang. Tapi ada beberapa jenis penyakit yang sering menyerang budidaya bawang merah yakni hama ulat dan penyakit layu. Hama ulat sering menyerang daun bawang, gejala yang ditimbulkan terlihat bercak putih pada daun. Bila daun diteropong akan terlihat bekas gigitan ulat.

Untuk mengatasi hama ini bisa dilakukan dengan cara manual yakni dengan mengambil ulat dan telur secara langsung, kemudian dimusnahkan. Bila budidaya bawang dilakukan dalam sekala besar, penanggulangan hama ini bisa dilakukan dengan menggunakan feromon sex perangkap.

Gunakan sekitar 40 buah untuk setiap hektarnya. Bila serangan menghebat dan mengakibatkan kerusakan pada tanaman bisa dilakukan penyemprotan dengan insektisida berbahan aktif klorfirifos.

Jenis penyakit layu juga sering menyerang bawang merah. Gejala yang ditimbulkan seperti daun menguning seperti terpilin. Bagian pangkal bawang merah mulai membusuk. Bila hal ini terjadi segera cabut tanaman yang terindikasi terkena penyakit ini, kemudian bakar tanaman tersebut. Langkah selanjutnya adalah dengan menyemprotkan fungisida.

Panen Budidaya Bawang Merah

Salah satu ciri tanaman bawang merah yang sudah siap untuk dipanen apabila 60-70% daun bawang sudah mulai rebah. Atau bisa dilakukan pemeriksaan umbi secara acak. Khusus bila menggunakan bibit dari umbi, tingkat daun yang rebah harus mencapai 90%.

Cara menanam bawang merah selanjutnya adalah memperhatikan tanaman yang sudah mulai bisa dipanen. Biasanya bawang merah merah bisa mulai dipanen dalam rentang waktu 55-70 haris sejak tanam. Produktivitas bawang merah juga bervariasi, tergantung dengan iklim, cuaca dan jenis bawang yang ditanam.

Di Indonesia rata-rata dalam satu hektar lahan bisa menghasilkan sekitar 3-12 ton bawang merah dengan rata-rata nasional mencapai 9,47 ton per hektar.

Umbi bawang yang sudah dipanen akan melalui proses pengeringan terlebih dahulu. Untuk mengerikan bawang merah bisa dilakukan dengan proses penjemuran selama 7-14 hari. Bila kadar air pada bawang telah turun menjadi 85% berarti bawang sudah kering dan siap untuk dipasarkan.

Nah itu dia secara sederhana cara budidaya bawang merah yang bisa kita lakukan. Selamat mencobat. Selamat menanam bawang merang.

admin Penulis

Ayo Budidaya adalah situs blog yang menggambarkan tentang semua metode budidaya hingga menjadi suatu produk. Semua berisikan tentang informasi bermanfaat yang bisa digunakan setiap orang dalam beraktifitas budidaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *