Cara Menanam Sawi Hijau

Kiat Sukses Usaha Budidaya Sawi

Usaha Budidaya Sawi – Sawi adalah jenis sayuran yang tidak habis dimakan zaman. Setiap orang dari setiap generasi mengenal sekali tanaman sayur ini.

Kita bisa menjumpainya di setiap pasar tradisional, swalayan, bahkan warung eceran. Banyak petani yang menaruh harapan pada usaha budidaya sawi.

Meski harganya murah, budidaya sawi takkan pernah ada matinya. Karena sayuran ini paling banyak diburu dipasaran.

Sama halnya budidaya pisang (Selengkapnya baca, Cara Menanam Pisang Ambon), budidaya sawi tidaklah terlalu sulit. Bahkan, usaha budidaya sawi pun tidak membutuhkan halaman yang luas.

Bisa ditanam di polybag atau lahan sempit lainnya, seperti budidaya semangka di dalam Polybag.

Meski usaha budidaya sawi tidak memiliki keuntungan yang tidak banyak. Tetapi ketika kita tekun pada bisnis budidaya ini, keuntungan akan berjalan terus menerus.

Hal ini karena harga sawi yang murah, kerap menjadi daya tawar yang menjadikan sayur ini banyak diburu dipasaran.

Nah, ketika kita jeli melihat tren pasar, maka sebenarnya usaha budidaya sawi memiliki keuntungan yang lebih besar, yakni dengan mendapatkan keuntungan yang berjalan terus menerus.

Deskripsi Tanaman Sawi

Usaha budidaya sawi
Usaha Budidaya Sawi

Sawi memiliki nama latin Brassica rapa var. Parachinensis L. (Selengkapnya, Deskripsi lengkap tanaman sawi) yang merupakan tanaman hortikultura dari jenis sayuran di mana daun yang muda yang paling dimanfaatkan.

Layaknya sayuran lainnya, sawi memiliki berbagai macam manfaat dan kegunaan untuk kesehatan manusia.

Sawi selain dimanfaatkan sebagai bahan makanan sayuran, juga dapat dimanfaarkan untuk pengobatan.

Karena itulah usaha budidaya sawi siapapun bisa melakukan, terlebih sawi juga termasuk golongan sayuran daun dari keluarga crucifeae yang mempunyai nilai ekonomi tinggi.

Budidaya sawi di Indonesia lebih dulu dikenalkan oleh bangsa Tiongkok dan Asia Timur. Itu menandakan sawi bukan merupakan tanaman asli Indonesia.

Di Tiongkok sendiri usaha budidaya sawi sudah berlangsung sejak 2.500 tahun yang lalu. Kemudian menyebar luas ke Filipina dan Taiwan.

Di Taiwan budidaya sawi dimulai sejak tahun 1949. Luas panennya mencapai 5.000-6.000 hektare, kemudian di tahun 1958-1964 luasannya naik menjadi 7.000 hekatre.

Di Indonesia budidaya sawi mulai dikenal pada abad ke 19 bersamaan dengan lintas perdagangan jenis sayuran sub-tropis lainnya seperti kelompok kubis-kubisan.

Cara Budidaya Sawi

Budidaya Sawi Hijau

Ada banyak cara budidaya sawi yang bisa kita lakukan. Caranya pun sangat mudah. Hanya saja memang butuh ketelitian, dan penanganan yang baik dan benar. Berikut langkah langkah budidaya sawi yang bisa kita lakukan:

1. Pengolahan Lahan Tanam Sawi

Dalam pengolahan tanaman sayur sawi, tanah yang digunakan untuk menanam sawi harus dipastikan tanah yang gembur. Nah, untuk pengemburan tanah dapat dilakukan dengan mencangkul atau menggunakan traktor (jika lahan tanam luas).

Selain itu, petani juga harus memastikan jika tanah yang akan digunakan bersih dari gulma.

Selain itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pengolahan lahan untuk menanam sawi, yakni, mengingat sifat tanaman sawi yang suka terhadap sinar matahari, tanah yang akan digunakan harus bebas dari benda/tanaman yang menaunginya/menutupinya.

Selanjutnya, langkah yang dilakukan adalah pemupukan awal. Untuk pemupukan, sebaiknya kita gunakan pupuk organik (pupuk kandang) dengan perbandingan 10 ton/ha.

Baca : Kebutuhan Pupuk Tanaman Sawi Yang Harus Kita Berikan

Sedangkan untuk daerah yang memiliki pH tanah asam harus terlebih dahulu dilakukan proses pengapuran. Nah, pengapuran dapat dilakukan sekitar 2-4 minggu sebelum masa tanam.

Proses ini dapat menggunakan dolomit (CaMg(CO3)2) atau kapur kalsit (CaCO3).

Jangan lupa, dalam menanam sawi juga dibutuhkan bedengan pada media tanam. Buatlah bedengan dengan lebar, sekisar 120 cm dan tinggi bedeng sekisar 20-30 cm. Sementara jarak antar bedeng yang dibuat sekitar 30 cm.

Langkah selanjutnya, adalah penanangan sebelum penanaman. Sebelum dilakukan tanaman sawi terlebih dahulu dilakukan dengan pemupukan satu minggu sebelum penanaman.

Lakukan pemupukan satu minggu sebelum penanaman. Pupuk yang digunakan adalah TSP sebanyak 100 kg per hektar, dan KCl 75 kg per hektar.

2. Teknik Penyemaian Sawi

Cara penyemaian tanaman sawi dapat dilakukan melalui beberapa tahap di antaranya:

  1. Tempat Bibit. Buatlah tempat bibit dengan ukuran media tanam seluas 1,5 m x 1,3 m x 1 meter dari bambu. Untuk atap media tanam bibit sawi bisa menggunakan atap dari plastik. Untuk bedengan media pembibitan sawi dapat dibuat di lahan kira-kira dengan luasan 120 cm.
  2. Penyemaian Bibit Sawi. Sebarkan pupuk kandang sebanyak 2 kg, jangan lupa ditambah 7,5 gram KCl, 20 gr urea dan 10 gram pupuk TSP. Tabur juga di atas tanah bedengan media tanam pembibitan.
  3. Ingat, penaburan pupuk bibit sawi ini dilakukan 2 minggu sebelum benih sawi ditaburkan pada media tanam yang telah disiapkan. Selanjutnya, taburkan biji sawi lalu tutup dengan tanah atau kompos halus setebal kira-kira 1 cm sampai 2 cm.
  4. Proses Transplanting. Yang disebut dengan proses Transplanting adalah pengisian panel penyemaian pada media semai hingga penuh setelah itu dibasahi dengan air. Transplanting dilakukan jika benih sudah berdaun 2-3 helai. Isi satu lubang tanaman dengan satu benih saja. Lalu simpanlah panel semai di dalam tempat bibit hingga sekitar 23-29 hari.

3. Cara Menanam Sawi

Penanaman sawi merupakan proses peletakan benih tanaman sawi dalam lahan pertanian yang sudah disiapkan. Bibit hasil penyemaian yang sudah dilakukan di awal proses kemudian bisa ditanam di atas tanah bedengan.

Dalam proses penanaman ini berilah jarak antar tanaman sekitar 30 cm.

4. Pemeliharaan Tanaman Sawi

Langkah berikut ini adalah pemeliharaan sawi. Cara pemeliharaan tanaman sawi ada beberapa cara, misalkan, penanaman sawi dilakukan pada musim pengujan, maka harus dilakukan pengurangan air.

Begitu sebaliknya, jika penanaman sawi hijau dilakukan pada musim kemarau, penyiraman dapat dilakukan setiap hari satu kali. Selanjutnya yang bisa dilakukan seperti:

  • Penjarangan : Penjarangan tanaman sawi dapat dilakukan dengan mencabut dan memilah tanaman yang tumbuh dengan jarak antar masing masing tanaman terlalu dekat. Penjarangan dapat dilakukan setelah 10 hari setalah tanam.
  • Penyulaman, atau proses penggantian tanaman yang terserang hama dan penyakit atau tanaman yang mati dengan yang tanaman yang sehat.
  • Lakukan penyiangan sebanyak 3 kali selama masa tanam, atau jika diperlukan.
  • Lakukan pemupukan susulan. Hal ini dilakukan setelah 25 hst dengan pemberian urea sebanyak 50 kg/ha.

Selanjutnya untuk lebih jelasnya baca : Cara Menanam Sawi Hijau, Mudah dan Praktis

Caranya tak terlalu sulit dan rumit. Sama halnya cara menanam sawi hijau di atas.

Baca : Cara Menanam Sawi Dengan Biji Dengan Baik dan Benar

Selanjutnya beberapa cara menanam sawi dengan biji juga bisa menjadi teknik budidaya yang sederhana yang bisa kita lakukan. Beberapa cara sudah saya jelaskan di atas. Silakan dipelajari dengan baik dan benar.

Selanjutnya kita juga bisa melakukan beberapa teknik budidaya sawi lainnya. Dalam dunia usaha segala potensi bisa dimaksimalkan, termasuk tanaman sayur sawi ini.

Upaya peningkatan produksi atau pemanfaatan lahan sempit misalnya, bisa kita lakukan dengan upaya atau Kiat Khusus, Cara Menanam Sawi di Polybag. Ya di lahan Polybag. Lengkapnya seperti cara di bawah ini:

Baca:  Cara Menanam Sawi di Polybag, Ini Dia Cara Ampuhnya.

Sekilas beberapa hal di atas sudah sangat jelas bagaimana cara budidaya sawi yang baik dan benar, dan bagaimana dalam meningkatkan hasil produksi usaha budidayanya.

Semoga informasi ini bermanfaat. Terimakasih. Sampai jumpa. Salam.

admin Penulis

Ayo Budidaya adalah situs blog yang menggambarkan tentang semua metode budidaya hingga menjadi suatu produk. Semua berisikan tentang informasi bermanfaat yang bisa digunakan setiap orang dalam beraktifitas budidaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *