Hama Tanaman Cabe

Cara Mengatasi Hama Tanaman Cabe

Hama Tanaman Cabe – Kalian sedang mencari obat pembasmi hama tanaman cabe?┬áMungkin yang harus anda lakukan beberapa langkah di bawah ini. Ayobudidaya.com akan menjelaskan tentang bagaimana cara mengatasi hama tanaman cabe dan bagaimana cara mudah dan murah melakukan perawatan saat budidaya cabe. Berikut bisa dibaca juga lengkap bagaimana Cara Menanam Cabe Merah dengan Metode Sederhana.

Kita ketahui bersama saat ini hasil panen tanaman cabe di Indonesia yang dicapai petani pada umumnya masih berada pada tingkat di bawah potensi hasil. Salah satu penyebab hal tersebut adalah gangguan hama dan penyakit jika tidak mendapat perhatian.

Serangan hama dan penyakit dapat menyebabkan tanaman mengalami kerusakan parah, dan berakibat gagal panen. Hama dan penyakit utama cabe serta pengendaliannya dapat dijelaskan sebagai berikut :

Baca Juga : Cara Pemupukan Tanaman Cabe di Beragam Tipe Lahan

Baca Juga : Cara Mudah dan Praktis Budidaya Cabe

Hama Tanaman Cabe

A. Kutu daun persik (Myzus persicae Sulz.)

Kutu daun persik dapat menyebabkan kerugian secara langsung, yaitu mengisap cairan tanamn. Tanaman yang terserang daunnya menjadi keriput dan terpuntir, dan pertumbuhan tanaman menjadi terhambat (kerdil). Kerusakan pada daun muda yang menyebabkan bentuk daun keriput menghadap ke bawah adalah ciri spesifik gangguan kutu daun. Bagian daun bekas tempat isapan kutu daun berwarna kekuningan.

Populasi kutu daun tinggi akan menyebabkan klorosis dan daun gugur, juga ukuran buah menjadi lebih kecil.. Kutu daun menghasilkan cairan embun madu yang dapat menjadi tempat untuk pertumbuhan cendawan embun jelaga pada permukaan daun dan buah.

Pengendalian yang dapat dilakukan sebagai cara membasi kutu daun persik pada tanaman cabe sebagai berikut :

  • Secara mekanik dilakukan dengan pembersihan semua gulma dan sisa tanaman inang kutu daun yang ada di sekitar areal pertanaman cabe.
  • Penggunaan mulsa plastik hitam perak dapat mengurangi masuknya kutu daun dari luar pertanaman cabe.
  • Pengaturan pola tanam, misalnya tumpangsari dengan bawang daun, pola tumpang gilir dengan bawang merah, tanaman bawang dapat bersifat sebagai pengusir hama kutu daun.
  • Pengendalian secara kimia dapat dilakukan pada tingkat kerusakan daun/tanaman contoh sekitar 15 % dengan insektisida yang berbahan aktif fipronil atau diafenthiuron. Penyemprotan sebaiknya dilakukan pada sore hari.

B. Thrips (Thrips parvispinus Karny)

Hama Thrips menyukai daun muda. Mula-muka daun yang terserang memperlihatkan gejala noda keperakan yang tidak beraturan, akibat adanya luka dari cara makan hama tersebut. Setelah beberapa waktu, noda keperakan tersebut berubah menjadi kecoklatan terutama pada bagian tepi tulang daun. Daun-daun mengeriting ke arah atas.

Pengendalian yang dapat dilakukan sebagai cara mengatasi Thrips pada tanaman cabe sebagai berikut :

  • Secara mekanik dilakukan dengan pembersihan semua gulma dan sisa tanaman inang hama Thrips yang ada di sekitar areal pertanaman cabe.
  • Penggunaan mulsa plastik hitam perak dapat mencegah hama Thrips mencapai tanah untuk menjadi pupa sehingga daur hidup Thrips akan terputus. PEmasangan mulsa jerami di musim kemarau akan meningkatkan populasi predator di dalam tanah yang pada akhirnya akan memangsa hama Thrips yang akan berpupa di dalam tanah.
  • Pengaturan pola tanam, misalnya pola tumpang gilir dengan bawang merah akan menekan serangan hama Thrips pada tanaman cabe muda.
  • Secara biologis dilakukan dengan pemanfaatan musuh alami.

C. Tungau (Polyphagotarsonemus latus Banks)

Gejala umum tanaman cabe diserang Tungau adalah tepi daun keriting menghadap ke bawah seperti bentuk sendok terbalik dan terjadi penyempitan daun. Daun yang terserang berwarna keperakan pada permukaan bawah daun. Daun menjadi menebal dan kaku, pertumbuhan pucuk tanaman terhambat.

Gejala akan tampak dalam waktu yang relatif cepat, 8-10 hari setelah terinfeksi oleh beberapa ekor tungau, daun daun akan menjadi cokelat. Pada hari ke 4-5 hari kemudian pucuk-pucuk tanaman seperti terbakkar dan pada serangan yang berat pucuk tanaman akan mati, buah cabe menjadi kaku, permukaan kasar dan bentuk terganggu. Serangan berat terjadi pada musim kemarau.

Baca Juga : Cara Menanam Cabe, Seperti Ini Tahapan Lengkapnya

Cara mengendalikan Tungai yang menyerang tanaman cabe yakni dengan cara :

  • Secara mekanik dilakukan dengan pembersihan semua gulma dan sisa tanaman inang hama tungau. Diusahakan pertanaman cabe tidak berdekatan dengan pertanaman singkong yang merupakan inang potensial hama tungau.
  • Tanaman yang terserang berat dicabut atau pucuk-pucuknya dipotong kemudian dikumpulkan dan di bakar.
  • Pengendalian secara kimia dapat dilakukan pada tingkat kerusakan daun/tanaman contoh sekitar 15%, dengan menggunakan akrasida, antara lain: yang berbahan aktif amitraz, dikofol, abamektin, atau proparagit.

D. Hama Lalat Buah (Bactrocera dorsalis Hendel)

Gehaka serangan lalat buah pada buah cabe ditandai dengan ditemukannya titik hitam pada pangkal buah. Jika buah dibelah, di dalamnya ditemuka larva lalat buah. Serangga betina dewasa meletakkan telur di dalam buah cabe, yaitu dengan cara menusukkan ovipositorya pada pangkal buah muda.

Selanjutnya telur akan menetas menjadi larva di dalam buah cabe sehingga buah gugur dan membusuk. Serangan berat terjadi pada musim hujan. Cara mengendalikan hama lalat buah pada tanaman cabe sebagai berikut :

  • Secara mekanik dilakukan dengan mengumpulkan semua buah cabe yang rontok kemudian dibakar, karena larva di dalam buah cabe akan berubah jadi pupa yang akhirnya menjadi lalat buah baru. Dengan cara ini, siklus hidup lalat buah akan terputus.
  • Penggunaan atraktan yang berbahan aktif metyl eugenol, caranya diteteskan pada kapas dan dimasukkan ke dalam botol bekas air mineral. Penggunaan perangkap ini dimaksudkan untuk menekan serangan lalat buah. Pemasangan perangkap ini dilakukan sebulan setelah tanaman cabe ditanam. Jumlah perangkap yang diperlukan 40 buah/ha, dengan dosis 1 ml/perangkap. Dua minggu sekali, perlu ditambahkan lagi atraktan tersebut. Pemasangan atraktan ini dilakukan sampai akhir panen.
  • Penggunaan insektisida secara berselang-seling. Insektisida yang dapat dipilih antara lain yang berbahan aktif alfa sipermetrin, betasiflutrin, dan deletamertin. Penyemprotan dilakukan pada pagi hari ketika sayap lalat buah masih basah sehingga menyulitkan dirinya untuk terbang. Untuk meningkatkan efikasi insektisida dapat ditambah dengan bahan perekat perata.

E. Hama Ulat Penggerek Buah

Gejala tanaman cabe yang diserang hama ulat penggerek buah akan menunjukan gejala berlubang dan tidak laku dipasaran. Jika buah dibelah di dalamnya terdapat ulat. Cara penanganan hama ulat penggerek buah sebagai cara mengatasi hama tanaman cabe sebagai berikut :

  • Secara kultur teknik yaitu pengaturan pola tanam, dimana tidak menanam cabe pada lahan bekas tanaman tomat dan kedelai.
  • Secara mekanik dilakukan dengan membersihkan buah-buah cabe yang terserang kemudian dibakar.
  • Penggunaan musuh alami yang menyerang hama ulat buah, antara lain parasitoid telur Trichogramma nana, parasitoid larva Diadegma argenteopilosa, dan cendawan Metharrhizium.
  • Penggunaan insektisida kimia. Insektisida yang dapat dipilih antara lain yang berbahan aktif emamektin benzoat 5% atau lamda sihalotrin 25 g/lt. Penyemportan sebaiknya dilakukan pada malam hari dengan ditambah bahan perekat perata.

Nah itu dia cara mengatasih hama tanaman cabe yang bisa kita lakukan dengan muda. Selamat mencoba. Semoga hasil panennya luar biasa.

admin Penulis

Ayo Budidaya adalah situs blog yang menggambarkan tentang semua metode budidaya hingga menjadi suatu produk. Semua berisikan tentang informasi bermanfaat yang bisa digunakan setiap orang dalam beraktifitas budidaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *