cara menanam padi organik

Cara Menanam Padi Organik dengan Mudah dan Murah

Cara Menanam Padi OrganikAyobudidaya.com : Kali ini kita akan membahas tentang padi. Namun, lebih spesifik tentang padi organik. Sebab, banyak pertanyaan bagaimana cara menanam padi organik? Nah, kali ini saya akan ulas lebih mendalam.

Sebelum berbicara padi organik, kita harus mengenal definisi padi. Padi merupakan bahan dasar pembuat nasi yang merupakan makanan pokok masyarakat Indonesia. Rata-rata warga Indonesia pun petani. Dan sebagian besarnya petani padi. Ternyata, cara menanam padi itu tidaklah susah. Kita masih bisa menanam padi sendiri.

Gimana caranya? Berikut catatannya :

Dengan mempelajari beberapa hal di bawah ini, lalu menerapkannya, itu sama halnya kita tengah mensiasati kebutuhan akan padi sebagai makanan pokok berupa beras. Hal ini juga menjadi solusi baik, untuk menghindari konsumsi beras yang tidak sehat.

Jadi, ketika kita sudah mengetahui bagaimana cara menanam padi, dengan itu juga kita juga bisa mengetahui bagaimana cara menanam padi organik. Sebab, cara menanamnya tidaklah jauh berbeda. Hanya saja, padi yang ditanam secara organik tidak menggunakan bahan kimia dalam proses budidayanya, sehingga kesehatan keluarga dapat terjaga.

Baca Juga : Hama Tanaman Jagung Berikut Cara Jitu Mengatasinya

Cara Menanam Padi Organik

Cara menanam padi secara organik dapat dilakukan dengan beberapa langkah berikut, yaitu:
A. Menyiapkan Lahan Sawah

Lahan sawah harus diolah terlebih dahulu dengan cara membajak menggunakan traktor ataupun menggunakan kerbau. Tujuannya adalah untuk mendapatkan tanah sawah yang lembut dan bersih dari sisa-sisa tanaman padi sebelumnya. Setelah itu pada bagian sisi kanan dan kiri dibuatlah galengan untuk membendung air dan menjadikan batas dengan sawah warga yang lainnya. untuk menghasilkan tanah sawah yang subur, dapat ditaburi pupuk kandang sembari meratakan hasil bajakan dengan menggunakan cangkul. Biarkan sawah selama 3-5 hari sebelum ditanami agar kondisi tanahnya stabil dan pupuk kandang yang ditaburkan dapat tercampur sempurna.

B. Menyemai Bibit Padi

Di sisi lain, kita juga tengah melakukan langkah awal berikut ini, yakni melakukan penyemaian bibit padi. Caranya dapat dilakukan dengan membuat lahan semaian menggunakan cangkul, tanah sawah dihaluskan dengan menggunakan cangkul dan dibuat seperti tegalan dan lebih tinggi agar lahan semai tidak terendam air. Setelah itu, lahan semai yang telah dibuat dibiarkan 1-2 hari. Taburkan bibit padi secara merata, taburkan bagian atas biji padi dengan sekam padi yang telah dibakar secara merata. Atur aliran air dengan membuat galengan (saluran air) agar tidak menggenangi semaian padi. Padi hasil semaian akan siap dicabut dan ditanam setelah berumur 3 minggu dari penaburan benih.

Baca Juga : Penyakit Pada Tanaman Jagung yang Harus Diatasi

C. Menanam Padi

Saat padi semaian sudah berumur 3 minggu dan lahan sawah sudah siap, maka dapat dilakukan penananam. Bibit padi dicabut dan dikumpulkan menjadi beberapa ikatan untuk memperludah dalam pendistribusian bibit saat disawah. Setelah bibit selesai dicabut dan diikat, bibit dapat diletakkan di sawah yang akan ditanami, biarkan benih selama 1 hari terlebih dahulu jangan langsung ditanam. Hal ini bertujuan agar bibit dapat beradaptasi dengan kondisi sawah. Penanaman padi dapat dilakukan dengan cara mundur atau sering disebut tandur (tanam mundur) oleh orang jawa, cara menanamnya yaitu menggunakan bambu yang telah diberi acuan jarak tanam. Bambu ini diberi garis-garis atau tanda lain sebagai acuan menanam, biasanya jarak tanamnya adalah 20cm. Bambu ini akan dipindahkan mengikuti arah penanaman (menanam mundur), sampai semua area sawah tertanami.

D. Perawatan Tanaman Padi

Perawatan padi harus tetap dilakukan agar mendapatkan padi oraganik yang subur dan berbuah banyak, penyiangan rumput-rumput yang tumbuh di sawah harus selalu dilakukan agar tidak mengganggu pertumbuhan padi. Selanjutnya adalah lakukan pemupukan, untuk mendapatkan padi organik tentunya tidak menggunakan pupuk kimia. Untuk mendapatkan padi yang subur dapat dilakukan penambahan pupuk organik, saat ini sudah banyak beredar di kios-kios pertanian pupuk organik yang telah dikemas seperti pupuk kimia. Pupuklah tanaman padi sesuai dosis yeng tertera di kemasan pupuk.

Musuh utama padi adalah wereng dan tikus, untuk mengurangi serangan tikus perlu disiasati dengan cara tetap menjaga area sawah bersih dari rumput-rumput rimbun dan membasmi tikus-tikus yang bersarang di tegalan sawah.

Untuk hama wereng dan hama lainnya memang agak sulit jika tidak dilakukan penyemprotan dengan menggunakan bahan kimia, namun saat ini banyak juga dijual di kios-kios pertanian insektisida yang berbahan organik.

E. Panen Padi

Tanaman padi sudah dapat dipanen setelah berumur 4 bulan dari penanaman, ciri-ciri padi yang siap panen adalah semua bulirnya sudah terisi dan menguning, serta batang padinya (jerami) sudah mulai mengering. Untuk pemanenan dapat dilakukan dengan memotong batang padi dengan menggunakan sabit sekitar 20cm dari pangkal batang (jangan sampai terkena buah padinya). Setelah itu untuk memisahkan bulir-bulir padi dengan tangkainya dapat dilakukan dengan beberapa cara diantaranya digebuk dan tleser (menggunakan mesin). Setelah bulir padi dipisahkan dari jerami, sebelum digiling untuk memisahkan beras dan sekamnya maka padi-padi tersebut harus dijemur terlebih dahulu sampai kering.

Nah, Itulah beberapa langkah cara budidaya padi organik yang bisa kita terapkan. Semoga bermanfaat. Informasi lainnya klik link tautan di atas.

Baca Juga : Cara Budidaya Ikan Cupang, Mudah dan Murah

admin Penulis

Ayo Budidaya adalah situs blog yang menggambarkan tentang semua metode budidaya hingga menjadi suatu produk. Semua berisikan tentang informasi bermanfaat yang bisa digunakan setiap orang dalam beraktifitas budidaya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *