cara menanam cabe rawit di polybag

Cara Menanam Cabe Rawit di Polybag Agar Cepat Panen

Ayobudidaya.com – Salah satu tujuan mempelajari cara menanam cabe rawit di polybag adalah kita bisa mengetahui bagaimana cara menanam cabe rawit halaman rumah, kita juga bisa mengetahui apa saja teknik budidaya cabe rawit dalam polybag, dan dapat menghitung dengan baik untung rugi, serta analisa budidaya cabe rawit dalam polybag.

Seperti kita ketahui bersama, ada banyak cara menanam cabe yang baik, baik cabe merah, cabe kriting, cabe rawit, sampai pada cabe hijau panjang, dan jenis cabai lainnya.

Bahkan, cara menanam cabe rawit dari biji maupun cara menanam cabe rawit secara organik pun menjadi sebuah pilihan. Jadi hal-hal tersebut bisa kita lakukan dengan menanam cabe di polybag.

Maka dari itu, kali ini, ayo budidaya akan membahas informasi tentang bagaimana cara menanam cabe rawit yang baik, yakni, dengan melakukan budidaya cabe rawit dalam polybag.

Cara Menanam Cabe Rawit di Polybag

Cara menanam cabai dalam pot atau polybag cukup mudah dilakukan. Apalagi kita mengetahui bagaimana cara merawat tanaman cabe agar cepat berbuah, tentunya hasil yang akan diperoleh dari menanam cabe rawit akan berlimpah.

Cara menanam cabe rawit di polybag yang baik dilakukan adalah menanam di daerah dataran tinggi maupun di dataran rendah yang secara umum dilakukan pada ketinggian 0-2000 meter di atas permukaan laut.

Suhu yang diperlukan untuk menanam cabe rawit adalah optimalnya pada kisaran 24-27 derajat celcius. Namun, masih bisa tahan terhadap suhu yang lebih dari itu. Karena semua hal tersebut tergantung dari jenis varietas cabai yang ditanam.

Berikut ini admin paparkan tentang cara menanam cabe rawit di polybag:

Langkah-Langkah Menanam Cabai Rawit Dalam Polybag

A. Pemilihan Benih

Cara menanam cabe rawit yang baik juga dilakukan dengan melakukan pemilihan bibit atau benih cabe yang baik. Cabe rawit ada banyak varietas dan keunggulan, baik varietas lokal tanpa seleksi dan cabe rawit hibrida.

Bahkan, kita bisa mendapatkannya banyak di pasaran. Diketahui, berdasarkan informasi yang terkumpul cabe lokal lebih adaptif dengan kondisi lingkungan dibanding dengan cabe hibrida. Hanya saja dari sisi produktifitas masih kalah dari hibrida.

B. Penyemaian Benih

Cara penyemaian benih tanaman cabe rawit di polybag yang bisa dilakukan sebaiknya tidak langsung dilakukan dari benih atau biji. Langkah-langkah penyemaian benih cabe rawit yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut:

Pertama-tama, benih cabe harus disemaikan terlebih dahulu. Proses penyemaian ini gunanya untuk menyeleksi pertumbuhan benih, memisahkan benih yang tumbuh kerdil, cacat atau berpenyakit.

Selain itu juga untuk menunggu kesiapan bibit sampai cukup tahan ditanam di tempat yang lebih besar. Jadi bisa gunakan polybag ukuran kecil 8 x 9 cm, daun pisang, baki persemaian, atau petakan tanah.

Selanjutnya buat petakan tanah untuk penyemaian cabe rawit. Buatlah secukupnya, dan campurkan kompos dengan tanah lalu aduk hingga rata.

Jadi, butiran tanah dibuat sehalus mungkin agar perakaran bisa menembusnya dengan mudah. Buat ketebalan petakan tersebut 5-10 cm, di atasnya buat larikan dengan jarak 10 cm.

Baru masukkan benih cabe rawit dalam larikan dengan jarak 7,5 cm kemudian siram untuk membasahi tanah dan tutup dengan abu aau tanah. Setelah itu tutup dengan karung goni basah selama 3-4 hari, pertahankan agar karung goni tetap basah.

Pada hari ke empat akan muncul bibit dari permukaan tanah, kemudian buka karung goni. Dan buatlah tudungan atau pelindung dari plastik transparan untuk melindungi bibit cabai masih kecil dari panas berlebih dan siraman air hujan langsung.

Tanaman cabe rawit tersebut siap dipindahkan ke polybag besar setelah berumur 3-4 minggu, atau tanaman telah mempunyai 3-4 helai daun.

C. Penyiapan Media Tanam

Cara menanam cabe rawit di polybag selanjutnya adalah penyiapan media tanam. Dalam hal ini pilih polybag tang ukurannya di atas 30 cm, agar media tanam cukup kuat menopang pertumbuhan tanaman cabe yang rimbun.

Cara menanam cabe rawit di polybag bisa menggunakan media tanam dari campuran tanah, kompos, pupuk kandang, sekam padi, arang sekam, dan lain-lainnya.

Beberapa contoh komposisi media tanam di antaranya adalah : (1) campuran tanah dengan komposisi 2:1, (2) campuran tanah, pupuk kandang, dan arang sekam dengan komposisi 1:1:1, atau (3) campuran tanah dan pupuk kandang dengan komposisi 2:1.

Apabila menggunakan pupuk kandang, sebaiknya pilih pupuk yang telah matang. Pastikan pupuk yang diberikan adalah pupuk penyubur tanaman cabe, pupuk cabe terbaik, pupuk perangsang buah cabe rawit, dan pupuk untuk pohon cabe.

Hal ini kenapa dipertegas, tentunya dengan pupuk tersebut adalah salah satu cara membuat tanaman cepat berbuah lebat dan produksi panen cabe rawit melimpah.

Selanjutnya, langkah yang dilakukan adalah membuat media tanam sehalus mungkin dengan cara mengayaknya. Lalu, campurkan sekitar 3 sendok pupuk NPK untuk cabe rawit dalam setiap polybag yang berisikan benih cabe rawit.

Selanjutnya aduk hingga campuran tersebut benar-benar merata. Lapisi bagian dalam polybag dengan sabut kelapa, pecahan genteng, atau pecahan styrofoam. Gunanya agar air tidak menggenangi daerah perakaran tanaman.

Cara Menanam Cabai Dalam Polybag

cara menanam cabe rawit di polybag
cara menanam cabe rawit di polybag

Setelah langkah-langkah di atas dari segi penyiapan benih atau bibit cabe rawit telah dilakukan, selanjutnya cara menanam cabe rawit di polybag adalah memastikan cara menanam cabai dalam polybagnya berjalan lancar, baik dan tepat.

Seperti dari cara pemindahan bibit dari satu media ke media utama, cara pemeliharaan dan perawatan dilakukan dengan baik dan benar.

1. Cara Pemindahan Bibit Cabe ke Media Tanam Polybag

Setelah bibit tanam dan media tanam (polybag) siap, langkah selanjutnya yang dilakukan adalah memindahkan bibit tanaman cabe dari tempat persemaian ke dalam polybag.

Lakukan pekerjaan ini saat pagi dan atau sore hari. Yakni, di saat matahari tidak terlalu terik untuk menghindari stres pada tanaman.

Lakukan pemindahan bibit dengan hati-hati, jangan sampai terjadi kerusakan pada perakaran tanaman. Buat lubang tanam pada polybag sedalam 5-7 cm.

Apabila persemaian dilakukan di atas polybag atau daun pisang, copot polybag dan daun pisang lalu masukan seluruh tanah dalam tempat persemaian ke dalam lubang tana,.

Apabila persemaian dilakukan di atas petak tanah atau tray, pindahkan dengan tanah yang menempel pada perakaran dan masukkan ke dalam lubang tana,

2. Cara Merawat Tanaman Cabe Rawit

Cara merawat tanaman cabe rawit sebenarnya sama saja seperti cara merawat tanaman cabe keriting, butuh pupuk perangsang buah cabe rawit dan cara pemupukan cabe juga harus dengan baik, agar menghasilkan hasil panen yang melimpah.

Pupk penyubur tanaman cabe menjadi penting sebagai salah satu cara menanam cabe rawit di polybag yang harus diperhitungkan saat melakukan budidaya cabe rawit dalam polybag.

Cara pemupukan cabe rawit ini juga sebenarnya hampir serupa dengan cara pemupukan cabe merah maupun cara pemupukan cabe keriting.

Pemupukan cabe ini dengan memberikan pemupukan tambahan dengan dosis satu sendok makan NPK per polybag setiap bulannya.

Atau apalbila ingin menanam cabai secara organik, sebagai gantinya semprotkan pupuk organik cair pada masa pertumbuhan daun dan pertumbuhan buah.

Dan juga tambahkan satu kepal kompos atau pupuk kandang kambing pada saat tanaman mau berbuah. Ini juga merupakan cara memupuk cabe rawit yang benar.

Selanjutnya, penyiraman. Metode penyiraman tanaman cabai sebaiknya disiram sekurang-kurangnya 3 hari sekali. apabila matahari bersinar terik, siram tanaman setiap hari.

Lalu, pengajiran. Pada metode pengajiran tanaman cabe rawit ini, dilakukan setelah tanaman cabai tumbuh sekitar 20 cm. Berikan ajir bambu. Apa tujuan pengajiran pada tanaman cabai. Ajir ini berguna untuk menopang tanaman agar berdiri tegak.

Lalu, perompesan. Jadi tunas-tunas mudah yang tumbuh di ketiak daun sebaiknya dihilangkan (dirompes). Perompesan di mulai pada hari ke 20 setelah tanam, perompesan biasanya dilakukan tiga kali hingga terbentuknya cabang.

Guna perompesan pada tanaman cabai adalah agar tanaman tidak tumbuh kesamping ketika batang belum terlalu kuat menopang.

Cara mengatasi hama dan penyakit pada tanaman cabe rawit dilakukan dengan menggunakan pestisida. Namun sebaiknya penggunaan pestisida pada tanaman cabai dilakukan apabila tanaman terlihat terserang hama atau sakit.

Apabila terlihat hama putih semprot dengan pestisida, bila terlihat ada bakal ulat semprot dengan insektisida secukupnya. Kalau terlihat jamur gunakan fungisida. Jadi untuk bercocok tanam cabai organik gunakan pestisida alami.

3. Pemanenan Cabe Rawit

Cara melakukan pemanenan tanaman cabe rawit adalah dengan memastikan umur cabai dari mulai tanam hingga panen sudah sesuai dengan varietas cabai yang ditanam.

Proses panen cabe rawit dilakukan rata-rata saat buah sepenuhnya belum berwarna merah. Masih ada garis hijaunya. Tapi sudah terlihat tua. Waktu panen yang baik juga dilakukan pada pagi hari setelah embun kering. Hindari pemanenan siang dan malam hari.

Tujuan Cara Menanam Cabe Dalam Polybag

Setelah mengetahui cara menanam cabe rawit di Polybag, apa yang bisa kita dapatkan kenapa harus memilih menanam cabe rawit di polybag. Apa tujuannya menggunakan cara menanam cabe rawit di polybag?

Seperti yang sudah disampaikan cara menanam cabe rawit dipolybag sama seperti menanam cabe lainnya yang menggunakan metode yang sama, yakni, dipolybag.

Hal ini dilakukan karena memang cukup mudah. Dan bisa ditanam di perumahan yang tak memiliki lahan. Maupun, memiliki lahan, tetapi tidak terlalu lebar, hanya menanam cabai diperkarangan.

Selain itu, cara perawatan tanaman cabe rawit dalam polybag juga mudah. Jadi bisa lebih melakukan langkah cepat ketika tanaman terserang hama dan penyakit.

Analisa Budidaya Cabe Rawit Dalam Polybag

Analisa usaha budidaya cabe rawit di dalam polybag adalah, dengan estimasi perhitungan sebagai berikut: Misalkan saja, ini asumsi analisa budidaya cabai yang dilakukan dengan lahan 1 ha dan milik sendiri.

Biaya tetap yang dibutuhkan dari pembukaan lahan, pembersihan lahan sprayer, ajir, dan penyusutan alat yang digunakan habis dengan biaya total Rp916.500.

Lalu biaya tidak tetap dalam menanam cabe rawit di polybag dari bahan seperti bibit, pupuk, pestisida, dan biaya lainnya. Lalu, ditambah tenaga kerja, dari proses penanaman dan pemanenan. Serta aktifitas lainnya yang mendukung proses budidaya cabai adalah sebesara Rp8.807.000.

Jadi pada bagian ini, biaya produksi awal sebagai analisa budidaya cabe rawit adalah Rp8/807.000 + 916.5000, jadi Rp9.723.500. Selanjutnya pastikan juga dana tak terduga yakni 10 persen dari total biaya di atas, yakni, sekitar 972.350.

Berapa keuntungan budidaya cabe rawit yang didapatkan, jika setiap tanam cabai rata-rata mampu berporduksi sebanyak 10 ton, atau 10.000 kg, sekali panen dengan harga Rp15.000 per kg cabe rawit maka yang dihasilkan adalah Rp150.000.000 sekali panen.

Jadi keuntungan budidaya cabe rawit adalah Rp150 juta – Rp8.751.150 = Rp141.249.850. Untuk BEP atau Break Even Poin adalah total biaya sekali tanam dibagi harga per kg, maka akan ketemu 593,41.

Artinya keuntungan sudah jelas dalam proses budidaya cabe rawit ini. Semoga artikel ini bermanfaat. Terimakasih, ikuti dan baca artikel lainnya.

admin Penulis

Ayo Budidaya adalah situs blog yang menggambarkan tentang semua metode budidaya hingga menjadi suatu produk. Semua berisikan tentang informasi bermanfaat yang bisa digunakan setiap orang dalam beraktifitas budidaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *