Cara budidaya kacang tanah

Cara Budidaya Kacang Tanah Agar Untung Besar

Cara Budidaya Kacang Tanah – Ada berbagai cara yang bisa dilakukan dalam budidaya kacang tanah, sederhana dan tidak sulit. Namun butuh penanganan yang tepat.

Selama ini kita mengetahui ada berbagai cara metode yang digunakan dalam cara budidaya kacang tanah yang dilakukan oleh petani kacang.

Di antaranya seperti, budidaya kacang tanah di lahan kering, budidaya kacang tanah di sawah dan bahkan ada juga cara menanam kacang tanah di polybag.

Nah tentunya ragam cara budidaya kacang tanah ini bisa dilihat analisa budidaya kacang tanah, yang mana yang paling efektif dan untung besar.

Sebab, dalam prilaku produksi maupun budidaya, keuntungan adalah hal yang ingin dicapai. Pastinya hal ini juga akan melihat potensi kerugian budidaya kacang tanah yang sedang ditanam. Sehingga dapat diminimalisir.

Untuk itulah ayobudidaya.com tertarik membahas tentang bagaimana budidaya kacang tanah yang baik dan benar, dengan menghitung dan merinci analisa budidaya agar untung rugi budidaya kacang tanah dapat diperkirakan dengan matang.

Cara Budidaya Kacang Tanah

Adapun cara budidaya kacang tanah yang baik dan benar serta akan menghasilkan keuntungan yang besar dengan memperhatikan beberapa hal berikut ini, di antaranya adalah sebagai berikut:

Pertama benih. Kebutuhan benih kacang tanah dalam budidaya kacang tanah diperlukan 90 sampai 100 kg per hektar-nya. Saran dalam penggunaan benih kacang tanah gunakanlah varietas unggul. Benih unggul kacang tanah di antaranya seperti Kancil, Perkutut, Singa dan Turangga.

Selanjutnya, adalah penyiapan lahan budidaya kacang tanah. Saran dalam hal ini olah tanah dengan cara dibajak sekitar 15-20 cm. Selanjutnya digaruk dan diratakan.

Jangan lupa juga untuk lahan dibersihkan dari sisa tanaman dan gulma. Untuk meminimalisir hama tanaman yang merusak pertumbuhan kacang tanah.

Untuk penyiapan lahan budidaya kacang tanah ini dengan penyertaan dolomit sebanyak 500 kg per ha dan pemberian pupuk kandang pada lahan tanam sebanyak 2.500 kg per ha.

Cara Menanam Kacang Tanah

Dalam cara budidaya kacang tanah, cara menanam kacang tanah dengan memperhatikan beberapa hal. Di antaranya cara tanam dan cara pemupukan lahan tanam kacang tanah.

Untuk pemupukan tanaman kacang tanah, kita sebaiknya memberikan secara tugal dengan jarak tanam antar tanaman kacang 40 x 15 cm.

Jika dinilai terlalu luas, kita bisa menggunakan ukuran 35 x 10 cm. Nantinya di setiap lubang diberi satu biji atau benih kacang tanah unggul yang telah kita siapkan di atas.

Ada tanam ada juga pemupukan. Hal ini tak bisa dipisahkan. Cara pemupukan budidaya kacang tanah yang baik dan benar adalah dengan memberikan pupuk urea sebanyak 50 kg.

Selanjutnya, pemberian pupuk SP36 sebanyak 100 kg, dan pupuk KCl 50 kg. Waktu pemupukan kacang tanah dilakukan saat tanam atau saat tanaman berumur 7 – 14 hari dengan cara tugal atau dengan cara larik.

Selanjutnya, tahapan yang harus diperhatikan adalah penyiangan gulma dan pembumbunan. Maksud dari penyiangan gulma dalam cara budidaya kacang tanah ini adalah dilakukan sebelum tanaman berbunga.

Jadi, setelah ginofor masuk ke dalam tanah, tanaman tidak boleh disiang karena dapat menyebabkan kegagalan pembentukan polong.

Ada juga pengairan dan penyiraman tanaman kacang tanah. Hal ini memperhatikan beberapa hal di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Periode pertama, di pertumbuhan awal umur mencapai 15 hari setelah tanam;
  • Periode kedua, di awal berbunga di umur 25 hari setelah tanam;
  • Periode ketiga, saat pembentukan dan pengisian polong di umur 75 hari setelah tanam.

Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Budidaya Kacang Tanah

Adapun hama dan penyakit tanaman kacang tanah yang harus dipikirkan adalah wereng kacang tanah, ulat jengkal,  penggerek daun dan ulat grayak.

Bagaimana cara mengendalikan hama kacang tanah, caranya dengan insektisida endosulfan, klorfirifos, monokrotofos, metamidofos, diazinon.

Sementara untuk cara pencegahan hama kacang tanah cukup diberikan pestisida dengan pengaplikasian di umur tanam 25, 35 dan 45 hari.

Penyakit kacang tanah saat budidaya di antaranya seperti bercak daun, penyakit karat, dan layu bakteri. Cara penanganan penyakit kacang tanah lebih baik dengan pengendalian di awal tanam.

Caranya dengan dengan menanam varietas kacang tanah dengan menggunakan fungisida benomil, mankozeb, bitertanol, karbendazim, dan klorotalonil.  Waktu pencegahan dengan fungisida dilakukan di umur tanam 35, 45 dan 60 hari.

Cara Pemanenan Budidaya Kacang Tanah dan Pasca Panen

Cara panen budidaya kacang tanah sebenarnya tergantung dari jenis varietas bibit yang ditanam. Hal yang harus diperhatikan dalam cara budidaya kacang tanah untuk mengetahui apakah kacang tanah yang ditanam sudah panen atau belum dengan memperhatikan ciri-ciri berikut:

  1. Batang mulai mengeras,
  2. Daun menguning
  3. Sebagian daun berguguran,
  4. Polong sudah berisi penuh dan keras
  5. Jika ditekan polong mudah pecah
  6. Jika biji telah penuh harus segera dipanen.

Perhatian, hal yang harus diketahui adalah jangan sampai terlambat, kenapa, sebab, biji dapat tumbuh di lapang dengan warna polong coklat kehitam-hitaman.

Selanjutnya pascapanen yang harus dilakukan adalah dengan cara polong dikeringkan. Lalu dikumpulkan dan disortir. Selanjutnya simpan polong kering ke dalam karung goni di gudang penyimpanan yang tempatnya kering.

Selanjutnya adalah tata cara penyyimpanan. Cara menyimpan kacang tanah hasil panen adalah dengan cara bentuk biji kering.

Caranya dengan mengupas polong kacang tanah yang kering dengan tangan ataupun dengan menggunakan alat pengupas kacang tanah.

Selanjutnya adalah kacang tanah yang telah dikelupas harus dijemur dan dikeringkan. Biji kacang tanah yang dikeringkan dilakukan sampai kadar air 9 persen. Barulah kacang dikemas dalam plastik.

Manfaat Budidaya Kacang Tanah

Manfaat budidaya kacang tanah di antaranya adalah budidaya kacang tanah cocok di daerah yang memiliki curah hujan sedang.

Budidaya kacang tanah juga efektif dilakukan di tanah gembur dengan bakal buah kacang yang akan tumbuh memanjang ke dalam tanah.

Cara menanamnya juga mudah. Selain itu, kacang tanah dipanen di umur 90 hari setelah tanam. Sehingga cepat dan tak membutuhkan waktu yang lama.

Selain itu, pelaku bisnis budidaya kacang tanah cocok dan dapat dijalankan semua orang, termasuk pemula. Jika melihat cara budidaya kacang tanah di atas juga tidak terlalu sulit.

Selain itu, konsumen bisnis budidaya kacang tanah cukup besar. Karena semua kalangan menggemari kacang tanah dari rumah tangga sampai usaha kuliner menggunakan kacang tanah, di antaranya siomay, cilok, dan lainnya. Sehingga pemasarannya tertarget.

Selanjutnya, manfaat budidaya kacang tanah juga relevan dengan peralatan bisnis budidaya kacang tanah yang sederhana seperti keranjang panen, golok, sabit, cangkul, timba, selang air, pompa air, gunting, timbangan, gerobak dorong, hand sprayer, lahan, dan pengadaan bibit.

Harga jual budidaya kacang tanah tinggi. Harga kacang tanah di pasaran mulai Rp10 ribu sampai Rp30 ribu. Tergantung dari harga kacang tanah yang ada di pasaran.

Kalau manfaat kacang tanah dikonsumsi di antaranya rasa kacang yang gurih dengan sedikit manis. Cocok sebagai cemilan, dan dikonsumsi bisa dengan beragam cara, dari rebus, sangrai, kukus, bahkan goreng.

Manfaat budidaya kacang tanah dalam hal ini memberikan sumber protein yang tinggi. Bahkan lebih tinggi dari daging, telur dan kacang soya.

Di antaranya yang lain adalah sumber kalori, protein nabati, lemak, zat besi, vitamin A, vitamin E, vitamin K, kalsium, vitamin B kompleks, fosforus, lesitin, kolin, dan kalsium. Manfaat lainnya, kacang tanah mengandung Omega 3 dan Omega 9.

Yang pastinya manfaat budidaya kacang tanah adalah karena kacang tanah memiliki nilai yang ekonomis. Bahkan limbah kacang tanah dapat diberikan sebagai pakan ternak sapi. Jadi semua dapat dimanfaatkan.

Untung Rugi Budidaya Kacang Tanah

Adapun keuntungan dari budidaya kacang tanah adalah bisnis pertanian yang paling banyak dicari karena di pasaran permintaan kacang tanah terbilang besar.

Sementara, kekurangan budidaya kacang tanah adalah tingkat persaingan tinggi dan ketat. Sehingga pasar harus benar-benar teridentifikasi dan tertarget pasti.

Analisa Budidaya Kacang Tanah

Berikut analisa budidaya kacang tanah sehingga membuat kita benar-benar yakin untuk memulai bisnis budidaya kacang tanah.

Sebenarnya jika cara budidaya kacang tanah baik dan benar, maka yang dihasilkan juga tentu baik dan menguntungkan. Berikut cara menganalisa bagaimana untung rugi budidaya kacang tanah.

Investasi Peralatan

  • Sewa lahan Rp2.341.200
  • Pembukaan lahan tanam kacang tanah Rp2.315.000
  • Pupuk tanaman kacang tanah Rp885.000
  • Keranjang panen kacang tanah Rp121.500
  • Cangkul Rp161.500
  • Golok dan sabit Rp62.800
  • Timbangan Rp148.500
  • Pompa air Rp728.000
  • Gerobak dorong Rp228.300
  • Timba Rp36.600
  • Hand sprayer Rp281.500
  • Selang air dan gunting,Rp171.500
  • Peralatan tambahan yang lainnya Rp. 51.800
  • Jumlah Investasi Rp. 7.533.200

Biaya Operasional per Bulan

  • Penyusutan sewa lahan 1/62 x Rp2.341.200 = Rp37.761
  • Penyusutan pembukaan lahan kacang tanah 1/12 x Rp2.315.000 = Rp192.917
  • Penyusutan pupuk kacang tanah 1/62 x Rp885.000 = Rp14.274
  • Penyusutan keranjang panen kacang tanah 1/62 x Rp121.500 = Rp1.960
  • Penyusutan cangkul 1/44 x Rp161.500 = Rp3.670
  • Penyusutan golok dan sabit 1/62 x Rp62.800 = Rp1.013
  • Penyusutan timbangan 1/62 x Rp148.500 = Rp3.375
  • Penyusutan pompa air 1/62 x Rp728.000 = Rp16.545
  • Penyusutan gerobak dorong 1/62 x Rp228.300 = Rp3.682
  • Penyusutan timba 1/44 x Rp36.600 = Rp832
  • Penyusutan hand sprayer 1/62 x Rp281.500 = Rp4.540
  • Penyusutan selang air, gunting,1/62 x Rp171.500 = Rp2.766
  • Penyusutan peralatan tambahan 1/44 x Rp51.800 = Rp12.950
  • Upah pekerja Rp1.600.000
  • Total Biaya Tetap Rp1.896.286

Baca Juga: 6 Cara Budidaya Jamur Tiram Untuk Pemula di Rumah

Biaya Variabel Budidaya Kacang Tanah

  • Pupuk kompos Rp22.500 x 30 = Rp675.000
  • Pupuk kimia Rp35.000 x 30 = Rp1.050.000
  • Pestisida Rp27.000 x 30 = Rp810.000
  • Obat-obat kimia Rp37.400 x 30 = Rp1.122.000
  • Biaya transportasi Rp20.000 x 30 = Rp600.000
  • BBM Rp25.000 x 30 = Rp750.000
  • Pengemas Rp10.000 x 30 = Rp300.000
  • Biaya lain-lain Rp21.600 x 30 = Rp648.000
  • Total Biaya Variabel Rp5.955.000

Total Biaya Operasional

  • Biaya tetap + biaya variabel = Rp. 7.851.286

Pendapatan per panen

  • 23 kg x Rp15.000 = Rp345.000
  • Rp345.000 x 30 hr = Rp10.350.000

Keuntungan per Bulan

  • Laba = Total Pendapatan – Total Biaya Operasional | Rp10.350.000 – 7.851.286 = Rp2.498.714.
  • Lama Balik Modal = Total Investasi : Keuntungan = Rp7.533.200 : 2.498.714 = 3 bulan.

Baca Juga: Cara Budidaya Udang Vaname di Berbagai Media Kolam

Itulah yang bisa kita pelajari tentang bagaimana cara budidaya kacang tanah. Semoga informasi ini bermanfaat. Sampai bertemu di artikel lainnya. Terimakasih. Salam.

admin Penulis

Ayo Budidaya adalah situs blog yang menggambarkan tentang semua metode budidaya hingga menjadi suatu produk. Semua berisikan tentang informasi bermanfaat yang bisa digunakan setiap orang dalam beraktifitas budidaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *