cara merawat tanaman cabe rawit

14 Cara Merawat Tanaman Cabe Agar Panen Melimpah

Ayobudidaya.com – Dalam budidaya cabe rawit, cara merawat tanaman cabe rawit adalah bagian penting yang harus diketahui. Sebab, perawatan tanaman cabai merupakan bagian dari proses keberhasilan budidaya agar menghasilkan hasil panen yang melimpah.

Dalam perawatan tanaman cabe rawit, tentunya kita juga harus mengetahui apa-apa saja yang menjadi unsur perawatan tanaman cabai. (Baca juga: Cara Menanam Cabe Rawit di Polybag).

Misal, seperti pupuk penyubur tanaman cabe yang harus kita gunakan, dan berapa kali pemupukan pada tanaman cabe, dan apakah cara merawat tanaman cabe rawit ini sama dengan cara merawat tanaman cabe keriting?

Hal-hal seperti itulah yang harus kita pahami dalam budidaya cabe rawit. Selain itu, hal penting lainnya juga adalah bagaimana cara merawat cabe rawit di musim hujan.

Nah, hal tersebut tentunya akan bermanfaat dengan sejalan dengan pemikiran bagaimana cara merawat tanaman cabe agar cepat berbuah. Untuk itu, dalam budidaya cabe ini, kita harus paham tentang metode cara merawat tanaman cabe rawit.

Cara Merawat Tanaman Cabe

cara merawat tanaman cabe rawit
cara merawat tanaman cabe rawit

Tanaman cabai yang telah ditanam sekali lagi dipertegas memang harus selalu dipelihara dengan teknik-teknik yang baik. Sebagai berikut 14 teknik merawat tanaman cabe rawit yang mudah dilakukan:

Pertama, Bibit atau tanaman yang mati harus disulam atau diganti dengan sisa bibit yang ada. Penyulaman dilakukan pagi atau sore hari, sebaiknya minggu pertama dan minggu kedua setelah tanam.

Lalu, yang kedua, semua jenis tumbuhan pengganggu (gulma) disingkirkan dari lahan bedengan tanah yang tidak tertutup mulsa. Tanah yang terkikis air atau longsor dari bedeng dinaikkan kembali, dilakukan pembubuhan (penimbunan kembali).

Ketiga, tahapan, pemangkasan atau pemotongan tunas-tunas yang tidak diperlukan dapat dilakukan sekitar 17021 HST di dataran rendah atau sedang, 25-30 HST di dataran tinggi.

Jadi, pada tunas tersebut tumbuh diketiak daun, tunas bunga pertama atau bunga kedua. Pada dataran tinggi, sampai bunga ketiga dan daun-daun yang telah tua kira-kira 75 HST.

Keempat, dalam pemupukan cabai rawit diberikan 10-14 hari sekali. Pupuk penyubur tanaman yang digunakan adalah pupuk daun yang sesuai misalnya Complesal  special tonic. Untuk bunga dan buah dapat diberikan pupuk kemiral red pada umur 35 HST.

Pada tahapan Pemupukan dapat juga melalui akar. Campuran 24, urea, TSP, KCL dengan perbandingan 1:1:1:1 dengan dosis 10 gr/tanaman.

Pemupukan dilakukan dengan cara ditugal atau dicukil tanah diantara dua tanaman dalam satu baris. Pemupukan cara ini dilaksanakan pada umur 50-65 HST dan pada umur 90-115 HST.

Kelima, kegiatan pengairan atau penyiraman dilakukan pada saat musim kering. Penyiraman dengan kocoran diterapkan jika tanaman sudah kuat. Sistem terbaik dengan melakukan penggenangan dua minggu sekali sehingga air dapat meresap ke perakaran.

Baca Juga: Solusi Ampuh Cara Mengatasi Penyakit Tanaman Cabe

Selanjutnya, ke enam, penyemprotan tanaman cabe rawit sebaiknya dikerjakan dalam satu hari yakni pada pagi hari jika belum selesai dilanjutkan pada sore hari.

Ketujuh, dalam masa pertumbuhan tanaman cabe perlu ditopang dengan ajir. Ajir dipasang 4 cm dibatas terluar tajuk tanaman. Ajir dipasang pada saat tanaman mulai berdaun atau maksimal 1 bulan setelah penanaman. Ajir bambu biasanya dipasang tegak atau miring.

Kedelapan, tahapan, perempelan, yaitu kegiatan membuang tunas-tunas baru yang tumbuh pada batang utama, pada saat tanaman berumur 45-50 hari setelah tanam.

Kesembilan, Penyulaman, yaitu mengganti bibit yang rusak atau mati karena berbagai sebab di lapangan. Jumlah bibit persediaan untuk cadangan berkisar antara 5-10% dari jumlah kebutuhan total kebutuhan.

Sepuluh, pada masa pengajiran, merupakan alat bantu yang terbuat dari belahan bambu yang berfungsi membantu tegaknya tanaman cabai rawit, terkhusus cabe merah. Dibuat dengan ukuran panjang 125-150 cm, lebar 4 cm dan tebal 2 cm.

Kesebelas, pada masa pengairan, sangat penting terutama setelah bibit di tanam di lapang. Diberikan dengan cara pengairan intensif sehingga tanamit seperti antraknosa (patek) bercak daun, layu bakteri, layu fusarium, penyakit mosaik daun dan lain-lain.

Keduabelas, dalam pengendalian dengan cara penyemprotan obat-obatan insektisida dan fungsida tertentu dapat dilakukan setelah tanaman berumur lebih dari 20 hari setelah tanam.

Ketigabelas, dalam prasarana, yaitu, berupa fasilitas kebun seperti saluran drainase, selokan dan jalan kebun yang ditata sedemikian rupa sehingga dapat menghindarkan tanaman dari kekeringan maupun genangan yang berkepanjangan.

Keempatbelas, untuk kebersihan lingkungan, pemeliharaan kebersihan sehingga lokasi pertanaman dapat dibebaskan dari segala benda atau bahan-bahan tanaman yang membusuk.

Baca Juga: Cara Menanam Cabe Rawit di Polybag Agar Cepat Panen

Itulah 14 teknik atau cara marawat cabe rawit yang bisa kita lakukan. Cara tersebut, tentunya sangat mudah dilakukan, terlebih dalam menunjang cara menanam cabe rawit.

Selebihnya adalah memastikan pupuk penyubur tanaman dan cara pemupukan cabai rawit dilakukan dengan tepat dan benar. Hal tersebut untuk memastikan bahwa cara merawat tanaman cabe agar cepat berbuah tersebut benar-benar berhasil. Sekian informasi ini, terimakasih dan semoga bermanfaat. Ikuti artikel lainnya.

admin Penulis

Ayo Budidaya adalah situs blog yang menggambarkan tentang semua metode budidaya hingga menjadi suatu produk. Semua berisikan tentang informasi bermanfaat yang bisa digunakan setiap orang dalam beraktifitas budidaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *