Pupuk Singkong

Pupuk Singkong Agar Cepat Besar dan Panen

Pupuk Singkong penting untuk memastikan produktifitas singkong berlangsung dengan baik. Maka perlu manajemen penanganan, metode, dan penggunaan pupuk tanaman singkong terbaik.

Hal ini pastinya untuk memastikan bahwa proses budidaya singkong atau cara budidaya singkong berlangsung dengan baik dan benar, dan menggunakan metode pemupukan yang juga baik dan benar.

Maka dari itu butuh metode yang tepat dalam penggunaan pupuk di setiap periode tanaman singkong, dan berikut ini kita akan bahas secara rinci.

Terlebih singkong atau ketela pohon atauy ubi kayu (Manihot utilissima) adalah perdu tahunan tropika dan subtropika dari suku Euphorbiaceae.

Dan ayobudidaya.com juga sebelumnya telah mengulas tentang pupuk tanaman singkong dengan berbagai macam penggunaan pupuk dan jenis singkong. Dan berikut ini informasi lengkapnya penggunaan pupuk pada tanaman singkong:

Pupuk Singkong Terbaik

Banyak cara pemupukan singkong dan jenis pupuk untuk tanaman singkong yang biasa digunakan dan dilakukan petani. Karena tak dipungkiri dalam budidaya singkong.

Seperti misalnya budidaya singkong di Lampung dan di wilayah lainnya, hasil yang diinginkan adalah panen buah yang cepat, banyak dan umbi yang dihasilkan besar-besar.

Untuk itu, seperti yang sudah diulas Ayo Budidaya sebelumnya, seperti Singkong Kasesa, maka pupuk singkong kasesa akan disesuaikan dengan pola tanam, pola hidup, pola tumbuh dan berkembang, serta daya tahan tanaman singkong tersebut.

Bahkan, tak hanya berbicara tentang pupuk, terkait cara pemupukan singkong kasesa pun harus dilakukan secara tepat. Sehingga cara menanam singkong kasesa yang dilakukan juga tepat, dan hasil panen bagus, besar, dan memuaskan.

Meski sederhana, hal-hal ini penting untuk dibahas dan dipahami. Selain itu, pupuk terbaik untuk tanaman singkong juga bisa dilakukan petani singkong dengan menggunakan pupuk organik cair untuk singkong.

Pupuk organik berperan penting dan baik digunakan untuk tanaman singkong, baik untuk meningkatkan pertumbuhan batan dan umbi, agar cepat besar dan cepat panen. Selain pupuk organik. Petani juga kerap menggunakan pupuk mutiara untuk singkong.

Dan selain pupuk mutiara, petani juga ada yang menggunakan pupuk borax untuk singkong. Hanya saja penggunaan pupuk borax untuk singkong masih pro dan kontra.

Baca Juga: Penyakit Tanaman Singkong dan Cara Mengatasinya

Alasannya, di satu sisi pupuk borax untuk singkong dinilai mampu meningkatkan bobot singkong, jika penggunaan dosis tepat sesuai anjuran bisa menjadi pupuk pembesar umbi singkong, sama seperti pupuk organik, pupuk mutiara atau KCL dan lainnya.

Hanya saja, jika kelebihan dosis, maka borax dapat merusak tanaman. Bahkan sampai saat ini masih belum diketahui pasti, apakah borax dikategorikan pupuk atau herbisida. Dan efek lainnya, jika dosis tak sesuai, umbi akan menjadi pecah dan busuk.

Efek parahnya akan menularkan banyak virus bibit fusarium yang menjadi musuh tanaman. Namun di sisi lain pupuk borax untuk singkong dianggap mampu meminimalkan pertumbuhan hama gulma.

Bahkan, pabrik dinilai enggan menampung dan menerima hasil panen singkong yang menggunakan borax. Jadi masih dalam perdebatan apakah borax dianjurkan sebagai kategori pupuk tanaman singkong terbaik atau bukan.

Takaran Pupuk Singkong dan Waktu Pemupukan Singkong yang Tepat

Selain tentang jenis pupuk untuk tanaman singkong yang direkomendasi digunakan petani singkong pada budidaya tanaman singkong yang ditanam, juga perlu diperhatikan adalah takaran pupuk singkong dan waktu pemupukan singkong yang tepat.

Apalagi berat singkong dalam satu pohon bisa mencapai 40 kg. Jadi ada beberapa hal yang harus diketahui, tentang takaran pupuk, dan di waktu apa yang bisa dilakukan untuk waktu pemupukan singkong yang tepat agar hasil panen singkong maksimal.

Jadi ada beberapa hal yang bisa dilakukan, misal dalam cara pemupukan singkongnya, baik sekedar untuk takaran pupuk untuk singkong maupun waktu pemupukan singkong yang tepat.

Pertama, misalnya, pemupukan singkong secara konvensional, dengan kebiasaan petani, biasanya secara konvensional dilakukan dengan pemupukan berimbang antara N, P, K dengan dosis Urea : 135 kg, TSP/SP36 : 75 kg dan KCL : 135 kg.

Pupuk tersebut diberikan pada saat tanam dengan dosis N:P:K = 1/3 : 1: 1/3 atau Urea : 50 kg, TSP/SP36 : 75 kg dan KCL : 50 kg (sebagai pupuk dasar). Saat berumur 2-3 bulan, sisanya dengan dosis N:P:K = 2/3:0:2/3 atau Urea : 85 kg dan KCL : 85 kg.

Baca Juga: Analisa Usaha Singkong dan Budidaya Ubi Kayu

Selanjutnya cara kedua juga biasanya ada yang menggunakan cara pemupukan singkong dengan Sistem Teknologi MiG-6 Plus. Sistem pemupukannyas, dapat mengurangi kebutuhan pupuk kimia atau anorganik sampai dengan 50%.

Cara pemupukannya, misal kebutuhan 5 ton per hektare. Disarankan saat pengolahan lahan diberikan pupuk kandang setiap lubang yang akan ditanami bibit.

Lalu, 3 hari sebelum tanam diberikan 2 liter MiG-6 Plus per hektar dengan campuran setiap 1 liter MiG-6 Plus yang sudah dicampur/dilarutkan dengan air max 200 liter atau 1 tutup botol (10 ml).

Larutan tersebut dicampur atau dilarutkan dengan air sebanyak 2 liter (jumlah air tidak harus 200 liter boleh kurang asal cukup untuk 1 hektar).

Selanjutnya, disemprotkan secara merata pada lahan singkong, dan disarankan disemprotkan pada pupuk kandang atau kompos agar fungsi dari pupuk kandang atau pupuk kompos lebih maksimal. Setelah 3 hari bibit siap ditanam.

5 hari setelah tanam berikan campuran pupuk NPK dengan dosis Urea : 50 kg, TSP/SP36 : 75 kg dan KCL : 50 kg pada lahan 1 ha, 1 pohon diberikan campuran sebanyak ± 22,5 gr dengan cara ditugalkan pada jarak 15 cm dari tanaman kedalaman 10cm.

Pemberian MiG-6 Plus selanjutnya pada saat tanaman singkong berumur 2 bulan :2 liter, umur 4 bulan : 2 liter, umur 6 bulan : 2 liter dan 8 bulan : 2 liter.

Pemberian pupuk anorganik selanjutnya pada umur tanaman 60-90 hari berupa campuran pupuk N:P:K dengan dosis Urea : 85 kg, dan KCL : 85 kg.

Asumsi bila 1 hektar lahan ditanam 7.500 pohon berarti 1 pohon diberikan sebanyak ± 22,5 gram dengan cara ditugalkan pada jarak 15 cm dari tanaman dengan kedalaman 10 cm.

Perawatan Tanaman Singkong

Perawatan pada tanaman singkong adalah salah satu hal yang berkaitan dalam sukses tidaknya budidaya singkong. Salah satunya adalah pemupukan. Selain pemupukan di antaranya, ada penyiangan.

Penyiangan bertujuan untuk membuang semua jenis rumput/tanaman liar/tanaman pengganggu yang hidup disekitar tanaman. Dalam satu musim, minimal dilakukan penyiangan sebanyak 2 kali.

Selanjutnya ada pembubunan. Yang bisa dilakukan adalah dengan menggemburkan tanah disekitar tanaman serta setelahnya dibuat seperti gundukan.

Cara ini juga berkaitan dengan proses pemupukan. Karena tanah yang gembur adalah pupuk alami pada tanah untuk tanaman singkong agar tumbuh dan berkembang dengan baik.

Ini juga termasuk salah satu jurus rahasia budidaya singkong panen melimpah yang sebelumnya pernah penulis tulis. Waktu pembubunan bersamaan dengan penyiangan, hal ini dapat menghemat biaya.

Jika tanah disekitar pohon terkikis air hujan atau karena sebab yang lain, maka perlu dilakukannya penimbunan ulang. Dan selanjutnya, pemangkasan.

Pemangkasan dilakukan pada tunas dan perlu dilakukan kerana minimal setiap pohon harus mempunyai 2 atau 3 cabang, hal ini agar batang pohon tersebut bisa digunakan sebagai bibit lagi dimusim tanam mendatang.

Selanjuytnya, pemupukan. Pemupukan dilakukan jika tanaman dirasa tumbuh kurang ideal dan pada tanaman berumur antara 2- 3 bulan. Pengairan serta Penyiraman juga perlu dilakukan.

Kondisi lahan dari awal tanam sampai umur 4-5 bulan selalu keadaan lembab, tidak terlalu becek. Pada tanah kering perlu  penyiraman serta pengairan. Pada musin kering, penyiraman dilakukan dengan disiram langsung.

Derajat keasaman tanah yang baik yaitu 4,5 sampai 8,0 dengan pH ideal 5,8. Setidaknya gembur, tekstur remah, tidak terlalu liat, tidak terlalu berpori serta kaya akan bahan organik.

Lokasi yang baik yaitu pada ketinggian 10-700 mdpl, dengan curah hujan antara 1500-2500 mm/tahun serta suhu udara 10 derajat celcius dengan kelembaban 60-65%, dan cukup mendapatkan sinar matahari.

Baca Juga: Cara Mengatasi Hama Tanaman Singkong

Itulah secara ringkas yang bisa dijelaskan tentang pupuk tanaman singkong dan cara penggunaan, takaran dan waktu pemupukan yang tepat.

Perlu diketahui, bahwasanya, singkong dapat dipanen pada saat warna daunnya mulai menguning serta banyak daun yang rontok atau jika telah mencapai umur antara 6–8 bulan untuk varietas genjah serta 9–12 bulan untuk varietas dalam.

Singkong dipanen dengan cara mencabut batangnya serta umbi yang tertinggal diambil dengan cangkul atau garpu tanah. Pastikan tidak merusak umbinya karena dapat menurunkan kualitas serta harganya saat dijual nanti.

Baca juga artikel tertaut lainnya tentang singkon seperti teknik teknik budidaya tanaman singkong yang mudah diterapkan.  Semoga bermanfaat, jangan lupa baca artikel lainnya di Ayobudidaya.com. Terimakasih. Salam.

admin Penulis

Ayo Budidaya adalah situs blog yang menggambarkan tentang semua metode budidaya hingga menjadi suatu produk. Semua berisikan tentang informasi bermanfaat yang bisa digunakan setiap orang dalam beraktifitas budidaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *