pupuk semangka

Pupuk Semangka dan Cara Agar Buah Cepat Besar

Pupuk Semangka adalah menjadi salah satu bagian penting dalam proses budidaya tanaman semangka. Seperti artikel sebelumnya yang sudah saya tuliskan tentang cara budidaya semangka.

Di sana juga dijelaskan, meski secara singkat tentang pupuk pada tanaman semangka menjadi satu hal yang penting dan tidak boleh dianggap remeh pada proses budidaya.

Kenapa karena hidup mati, baik buruk, hasil produksi meningkat atau tidak memang tergantung dari manajemen, dari pembibitan, penanaman, perawatan hingga masa panen.

Nah pupuk masuk dalam kategori saat penanaman dan perawatan. Bahkan jenis pupuk, dosis penggunaan, cara pemupukan adalah satu hal yang kerap menjadi pertimbangan para pembudidaya semangka.

Untuk itu, membahas tentang apa saja pupuk yang biasa digunakan, ini sangat menarik. Maka kita juga kerap dengarkan, tentang banyaknya petani semangka, bertanya di toko pertanian apa sih pupuk pembesar buah semangka?

Hal ini dikarenakan mereka meyakini, dengan penggunaan pupuk dapat menjadikan tanaman semangka menjadi cepat berbuah, cepat besar, cepat panen. Karena ada banyak manfaat di dalam pupuk itu sendiri.

Jenis Jenis Pupuk Pembesar Buah Semangka

Ada banyak jenis pupuk yang dapat digunakan di dalam budidaya tanaman buah semangka. Misalnya saja, pupuk organik. Seperti kita ketahui bersama, ada banyak manfaat pupuk organik untuk tanaman.

Bahkan jenis jenis pupuk organik ada banyak, ada yang cair ada juga yang padat. Nah salah satunya dapat digunakan pada budidaya tanaman semangka.

Misalnya lagi, pupuk organik yang digunakan, dan yang paling familiar sesaat menyiapkan media tanam pada cara menanam semangka sampai cara perawatan semangka adalah pupuk kandang.

Pupuk kandang yang digunakan sebaiknya adalah pupuk kandang yang berasal dari hewan sapi atau kerbau dan dipilih pupuk kandang yang sudah matang. Dalam hal ini artianya, pupuk tidak basah atau baru yang dikeluarkan hewan ternak.

Melainkan kotorannya yang sudah jadi, dan tidak panas untuk tanaman itu sendiri. Nah, tahukah? Bahwa pupuk kandang dapat membantu memulihkan kondisi tanah yang kurang subur, dengan dosis 2 kg per bedengan.

Cara memberikan pupuk kandang ini cukup dengan ditaburkan di sekeliling baris bedengan secara merata. Selain itu, jenis-jenis pupuk yang digunakan lainnya, setidaknya terdiri atas:

  1. Pupuk makro yang terdiri dari unsur Nitrogen, Phospor, Kalsium (dibuat dari pupuk ZA, TSP dan KCl);
  2. Pupuk Mikro yang terdiri dari Kalsium (Ca) Magnesium (Mg) Mangan (Mn), Besi (Fe), Belerang (S), Tembaga (Cu), Seng (Zn) Boron (Bo), dan Molibden (Mo).

Nah kedua unsur pupuk yang dibutuhkan disetiap periode budidaya, baik saat menyiapkan media tanam, maupun pada saat perawatan dan pemeliharaan, selanjutnya, kita bisa menggunakannya dengan mencampur 1% obat anti hama penggerek batang.

Pemupukan Susulan Tanaman Semangka Setelah Tanam

Selanjutnya adalah pemberian pupuk susulan. Sebab, pada pemberian pupuk organik pada saat sebelum tanam tidak akan semuanya terserap.

Maka, dilakukan pemupukan susulan yang disesuaikan dengan fase pertumbuhan. Pada pertumbuhan vegetative diperlukan pupuk daun (Topsil D).

Pada fase pembentukan buah dan pemasakan diperlukan pemupukan Topsis B untuk memperbaiki kualitas buah yang dihasilkan.

Pemberian pupuk daun dicampur dengan insektisida dan fungisida yang disemprotkan bersamaan secara rutin. Adapun penyemprotan dilakukan sebagai berikut:

  1. Pupuk daun diberikan pada saat 7, 14, 21, 28, dan 35 hari setelah tanam
  2. Pupuk buah diberikan pada saat 45 dan 55 hari setelah tanam
  3. ZA dan NPK (perbandingan 1:1) dilakukan 21 hari setelah tanam sebanyak 300 ml, 25 hari setelah tanam sebanyak 400 ml dan 55 hari setelah tanam sebanyak 400 ml.

Waktu Penyemprotan Pestisida Pada Tanaman Semangka

Yang tak kalah penting dari pemupukan semangka adalah penyemprotan pestisida. Jadi, selain pupuk daun, insektisida dan fungisida, ada obat lain yaitu ZPZ (zat perangsang tumbuhan);

bahan perata dan perekat pupuk makro (Pm) berbentuk cairan. Dosis ZPT: 7,5 cc, Agristik: 7,5 cc dan Metalik (Pm): 10 cc untuk setiap 14-17 liter pelarut.

Penyemportan campuran obat dilakukan setelah tanam berusia >20 hari di lahan. Selanjutnya dilakukan tiap 5 hari sekali hingga umur 70 hari.

Penyemprotan dilakukan dengan sprayer untuk areal yang tidak terlalu luas dan lahan ribuan hektar. Penyemprotan dilakukan pagi dan sore hari, tergantung kebutuhan dan kondisi cuaca.

Manfaat Pemupukan Semangka

Tak hanya sekedar dalam pemberian pupuk dan bagaimana caranya agar semangka buahnya besar. Tapi juga manfaat yang diperoleh dari pemupukan.

Manfaat dari pemupukan tanaman semangka adalah melengkapi cara menanam semangka yang baik dan benar. Selain itu beberapa manfaat dari pemupukan harapannya adalah sebagai berikut:

  1. Memperbaiki unsur hara tanah,
  2. Mempercepat pertumbuhan
  3. Mengatasi hama dan penyakit tanaman semangka
  4. Untuk pembesar buah semangka
  5. Obat perangsang buah semangka
  6. Agar buah semangka lebih terasa manis.
  7. dll

Tentu masih ada banyak lainnya. Bahkan, jenis pupuk yang digunakan, tak sekedar pupuk organik atau pupuk kandang seperti yang disampaikan di atas, ada juga pupuk urea untuk semangka, pupuk phonska untuk semangka, pupuk kcl untuk semangka, dan masih banyak lagi.

Baca Juga: Budidaya Semangka di dalam Polybag Bagi Pemula

Itulah informasi tentang pupuk dan cara pemupukan buah semangka. Semoga saja bermanfaat. Sampai bertemu di lain waktu, di artikel lainnya. Terimakasih. Salam.

admin Penulis

Ayo Budidaya adalah situs blog yang menggambarkan tentang semua metode budidaya hingga menjadi suatu produk. Semua berisikan tentang informasi bermanfaat yang bisa digunakan setiap orang dalam beraktifitas budidaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *