penyakit pada tanaman jagung

Penyakit Pada Tanaman Jagung yang Harus Diatasi

Penyakit pada tanaman jagung – Kali ini kita akan pelajari tentang apa saja penyakit yang menyerang tanaman jagung. Ayo budidaya beberapa kali ini telah menuliskan tentang bagaimana cara membuat bibit jagung unggul. Namun, bibit unggu saja takkan bisa menghasilkan hasil panen yang baik jika tanaman jagung hasil dari pembibitan sendiri tidak diimbangi dengan antisipasi diserangnya penyakit pada tanaman jagung.

Baca Juga : Hama Tanaman Jagung dan cara mengatasinya

Nah, sudah klik yang di atas, tautan link di atas juga menginformasikan hal yang tak kalah penting. Yakni, pengendalian hama pada tanaman jagung. Memang kita harus akui, hama dan penyakit berbeda, namun keduanya sama-sama merusak tanaman yang membuat tanaman tidak sehat dan kerap membuat gagal panen para petani jagung. Berikut ini macam-macam penyakit pada tanaman jagung dan cara mengatasinya :

Penyakit Pada Tanaman Jagung :

A. Hawar daun atau karat daun

Penyakit hawar daun dibedakan menjadi 3 macam, yaitu:

  • Hawar daun turcicum

Gejala penyakit ini berupa adanya bercak kecil berbentuk jorong, berwarna hijau kelabu. Lama kelamaan bercak menjadi besar dan berwarna coklat. Bentuk seperti kumparan, bila parah daun seperti terbakar. Penyebab penyakit ini adalah Helminthos porrirum turcicum.

  • Hawar daun maydis

Gejala yang dialami berupa bercak coklat abu-abu pada seluruh permukaan daun. Bila parah dapat sampai ke jaringan tulang daun yang akhirnya jaringan dapat mati.

  • Hawar daun corbonum

Gejala berupa bercak coklat muda kekuningan bersudut-sudut memanjang yang dapat menyatu dan mematikan daun. Penyebabnya adalah cendawan Dreschslera zeicola yang tumbuh di daerah yang dingin, bersuhu rendah, lembab dan di daerah dataran tinggi. Pengendalian dengan fungisida atau dengan thiram dan karboxin, serta dengan pengasapan atau perawatan suhu panas selama 17 menit dengan suhu 55 derajat celcius.

B. Bulai

Penyakit bulai pada daun jagung disebabkan oleh cendawan atau jamur sclerospora maydis. Gejala berupa daun tanaman jagung berwarna kuning keputih-putihan bergaris, sejajar dengan urat daun dan tampak kaku. Pencegahan dengan pemberian Ridomil 35 SD pada benih agar tidak tumbuh jamur pada biji jagung.

Tanaman jagung yang mengalami kekurangan zat makanan akan mengalami berbagai gangguan antara lain:

  1. Kekurangan nitrogen (N)

Akibat kekurangan unsure Nitrogen adalah tumbuhan menjadi kerdil, kurus, dan daun berwarna hijau kekuningan. Akibat yang paling parah tumbuhan jagung tidak berbuah.

  1. Kekurangan fosfor (P)

Kekurangan Fosfor juga menyebabkan tanaman menjadi kerdil, daun agak ungu dan kaku. Pertumbuhan tongkol terganggu, sehingga barisan biji tidak teratur.

  1. Kekurangan kalium (K)

Gejala yang tampak adalah ujung bagian bawah daun menguning dan mati. Tumbuhan menghasilkan buah yang kecil dan ujungnya runcing.

  1. Kekurangan Kalsium (K)

Kekurangan kalsium menyebabkan daun mudanya tidak muncul dari ujung tanaman, daun agak kaku, berwarna kuning kehijauan dan kerdil.

  1. Kekurangan Magnesium (Mg)

Tanaman jagung yang kekurangan magnesium, biasanya kerdil, bagian atas daun berwarna kuning. Dengan bergaris-garis tak normal berwarna putih. Daun yang tua berubah warna menjadi ungu kemerahan pada bagian tepid an ujung daun.

  1. Kekurangan belerang (S)

Gejala yang tampak pada tanaman jagung yang kekurangan belerang adalah seluruh daunnya berubah warna menjadi kuning, baik dari daun yang muda sampai yang tua. Gejala lain adalah tubuh tanaman jagung menjadi kerdil dan tidak/terlambat berbunga.

  1. Kekurangan Seng (Zn)

Gelala penyakit ini dilihat setelah tanaman berumur 2 minggu yaitu pada tengah daun terdapat garis kuning sepanjang tulang daun, sedangkan bagian tepi daun tetap hijau

  1. Kekurangan zat besi (Fe)

Gejala penyakit ini dapat dilihat pada daun tanaman jagung bagian atasnya hijau pucat sampai putih di antara urat-urat daun.

  1. Kekurangan tembaga (Cu)

Gejala penyakit ini muncul dengan diawali mengeringnya daun termuda, kemudian tanaman jagung menjadi kerdil dan daun yang tua mati. Gejala yang lain adalah batang jagung menjadi lunak sehingga mudah bengkok atau roboh terkena angin. (Di replikasi dari berbagai sumber)

admin Penulis

Ayo Budidaya adalah situs blog yang menggambarkan tentang semua metode budidaya hingga menjadi suatu produk. Semua berisikan tentang informasi bermanfaat yang bisa digunakan setiap orang dalam beraktifitas budidaya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *