budidaya singkong

Jurus Rahasia Budidaya Singkong Agar Panen Melimpah

Budidaya Singkong (Ayobudidaya.com) – Ketela pohon, ubi kayu, atau singkong (Manihot utilissima) adalah perdu tahunan tropika dan subtropika dari suku Euphorbiaceae. Umbinya dikenal luas sebagai makanan pokok penghasil karbohidrat dan daunnya sebagai sayuran. Singkong ditanam secara komersial di wilayah Indonesia (waktu itu Hindia Belanda) pada sekitar tahun 1810, setelah sebelumnya diperkenalkan orang Portugis pada abad ke-16 dari Brasil.

Singkong mempunyai nilai harga jual yang lumayan tinggi sehingga banyak petani yang lebih memilih singkong sebagai tanaman kebun mereka. Singkong juga dapat dimanfaatkan sebagai camilan, makanan tradisional, dan lain sebagainya.

Berat singkong dalam satu pohon bisa mencapai 40 kg. Singkong dapat tumbuh didataran rendah maupun dataran tinggi. Budidaya Singkong tergolong sangat mudah, karena cukup dengan menancapkan potongan batang pohon singkong ke tanah dalam beberapa hari kemudian singkong akan tumbuh tunas dan bersemi. yang perlu diingat dalam budidaya singkong adalah jangan menanam singkong pada tempat yang berair. Berikut bagaimana cara menanam singkong yang baik agar hasil melimpah.

Jurus Rahasia Budidaya Singkong Agar Panen Melimpah

1. Menyiapkan Lokasi

Tanah yang digunakan untuk menanam singkong harus memiliki tekstur remah, gembur, tidak terlalu liat, tidak terlalu berpori serta kaya akan bahan organik. Derajat keasaman tanah yang baik yaitu 4,5 sampai 8,0 dengan pH ideal 5,8. Lokasi yang baik yaitu pada ketinggian 10-700 mdpl, dengan curah hujan antara 1500-2500 mm/tahun serta suhu udara 10 derajat celcius dengan kelembaban 60-65%, dan cukup mendapatkan sinar matahari.

2. Pengolahan Lahan

Sebelum melakukan penanaman, lebih baik kita melakukan cek tingkat keasaman lahan yang akan dikelola. Tingkat keasaman tanah minimal 4,5 dengan pH yang ideal adalah 5,8. Jika pH tanah dibawah 4,5 maka lahan harus dilakukan pengapuran untuk menetralkan tingkat keasaman tanah.

Selain itu, pastikan lahan tempat penanaman harus terbebas dari gulma atau tanaman penggangu. Jika lahan sudah bersih dari gulma dan memiliki tingkat keasaman yang cocok, kemudian cangkul tanah atau dibajak menggunakan mesin dan setelah dirasa sudah gembur, tanah diberi dolomite sebanyak 1 sampai 2,5 ton/hektar dan dicampur dengan pupuk kandang. Selanjutnya buat bedengan, hal ini bertujuan untuk mempermudah dalam perawatan singkong gajah. Sebelum bibit ditanam sebaiknya tanah disemprot terlebih dulu dengan menggunakan pupuk organik cair (organik MiG-6 Plus) dengan dosis 2 liter MiG-6 Plus dan dosis 1 liter MiG-6 Plus dicampur 200 liter air.

3. Pemilihan Bibit

Bibit dari indukan singkong yang akan digunakan haruslah memiliki kriteria berkualitas, sehat, serta tidak jamuran. Ambil bibit dari induk singkong gajah yang sudah mencapai umur 10-20 bulan.

Cara memilih bibit yang baik :

  • Indukan memiliki batang yang kuat
  • Batang yang digunakan sebagai bibit terlihat bersih dan tidak berpenyakit.
  • Bibit dari batang yang sudah berkayu berdiameter sekitar 2,5 cm.
  • Bibit memiliki pertumbuhan normal
  • Bibit sehat dan seragam
  • Usahakan bibit memiliki batang yang lurus dan belum ada tumbuh tunas-tunas baru.

4. Teknik Penanaman

Perlu diketahui dalam penanaman, teknik yang harus diketahui adalah mampu memperhatikan musim serta curah hujan. Misalkan, waktu tanam yang paling baik ialah awal musim hujan atau setelah penanaman padi. Jarak tanam yang digunakan pada pola monokulturan ialah 80 x 120 cm.

Sebelum bibit ditanam disarankan agar bibit direndam terlebih dahulu dengan pupuk hayati SOT HCS yang telah dicampur dengan air selama 3-4 jam.Kemudian baru dilakukan penanaman di lahan, ini sangat bagus untuk membantu pertumbuhan dari bibit. Penanaman dilakukan dengan melancipkan ujung bawah stek Ketela, kemudian ditanam sedalam 5 – 10 cm ke dalam tanah.

5. Perawatan dan Pemeliharaan

Setelah bibit ditanam beberapa hari, berikutnya monitoring atau kontrol apakah ada bibit baru yang tidak keluar tunas dan bibit menjadi kering. Jika ada, maka segera ganti dengan bibit yang baru. Setelah bibit tumbuh tunas dan mulai bersemi, selalu pantau apakah ada gulma dan rumput liar yang tumbuh, jika ada segera bersihkan. Penyiangan ini dilakukan sebanyak 2 kali selama masa tanam, pada saat melakukan penyiangan sekalian lakukan penggemburan tanah agar tanaman bisa tumbuh dengan maksimal.

Jaga kondisi lahan tanam tetap dalam kondisi lembab selama 5 bulan dari masa tanam (lembab dalam arti tidak tergenang air). Selain itu, lakukan pemangkasan batang yang tidak diperlukan, dan sisakan batang yang baik supaya nantinya jika singkong ini dipanen, batang tersebut bisa digunakan sebagai bibit.

Perawatan rinciannya adalah sebagai berikut :

Penyiangan : Penyiangan bertujuan untuk membuang semua jenis rumput/tanaman liar/tanaman pengganggu yang hidup disekitar tanaman. Dalam satu musim, minimal dilakukan penyiangan sebanyak 2 kali.

Pembubunan : Lakukan dengan menggemburkan tanah disekitar tanaman serta setelahnya dibuat seperti gundukan. Waktu pembubunan bersamaan dengan penyiangan, hal ini dapat menghemat biaya. Jika tanah disekitar pohon terkikis air hujan atau karena sebab yang lain, maka perlu dilakukannya penimbunan ulang.

Pemangkasan : Perempelan/Pemangkasan tunas perlu dilakukan kerana minimal setiap pohon harus mempunyai 2 atau 3 cabang, hal ini agar batang pohon tersebut bisa digunakan sebagai bibit lagi dimusim tanam mendatang.

Pengendalian Hama Penyakit Pada Tanaman Singkong : Meski tanaman singkong memiliki ketahanan yang baik terhadap hama dan penyakit, kita harus tetap mewaspadainya agar bisa dikendalikan dengan baik dan tak mengganggu produksi panen singkong dikemudian hari.

Pemupukan : Pemupukan perlu dilakukan dengan Pupuk Kandang. Pemupukan dilakukan jika tanaman dirasa tumbuh kurang ideal dan pada saat tanaman singkong berumur antara 2- 3 bulan.

Pengairan serta Penyiraman : Kondisi lahan ketela pohon dari awal tanam sampai umur 4-5 bulan selalu dalam keadaan lembab, tapi tidak terlalu becek. Pada tanah kering perlu dilakukan penyiraman serta pengairan. Pada musin kering, penyiraman dilakukan dengan cara disiram langsung.

6. Panen Singkong

Singkong dapat dipanen pada saat warna daunnya mulai menguning serta banyak daun yang rontok atau jika telah mencapai umur antara 6–8 bulan untuk varietas genjah serta 9–12 bulan untuk varietas dalam. Singkong dipanen dengan cara mencabut batangnya serta umbi yang tertinggal diambil dengan cangkul atau garpu tanah. Pastikan tidak merusak umbinya karena dapat menurunkan kualitas serta harganya saat dijual nanti.

Nah, itu dia jurus jitu atau jurus rahasia budidaya singkong agar panen melimpah. Selamat mencoba.

admin Penulis

Ayo Budidaya adalah situs blog yang menggambarkan tentang semua metode budidaya hingga menjadi suatu produk. Semua berisikan tentang informasi bermanfaat yang bisa digunakan setiap orang dalam beraktifitas budidaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *