Hama dan Penyakit Tanaman Apel

Hama dan Penyakit Tanaman Apel, Ini Gejalanya

Ayobudidaya.com – Pengengalian Hama dan Penyakit Tanaman Apel merupakan salah satu kegiatan yang sangat penting untuk dilakukan.

Hal tersebut bertujuan uyntuk mencegah tanaman dari serangan hama dan penyakit. Sebelum kegiatan tersebut dilakukan, sebaiknya mengetahui jenis hama dan penyakit yang sering ditemukan pada tanaman buah apel terlebih dahulu.

Dengan mengetahui hama dan penyakit, maka pelaku usaha atau petani akan lebih mudah untuk mengatasi dan menganggulangi hama dan penyakit tersebut.

Untuk mengetahui hama dan penyakit yang sering mengganggu tanaman buah apel, bisa dilihat dalam bahasan berikut:

Hama dan Penyakit Pada Tanaman Apel

Hama dan Penyakit Tanaman Apel
Hama dan Penyakit Tanaman Apel

Hama dan Penyakit pada tanaman apel adalah hal hal yang sangat merugikan petani buah apel. Karena dapat mengurangi kualitas buah bahkan menurunkan produksi panen.

Maka beberapa hal yang harus dilakukan adalah terkait penanganan penanggulangan hama dan penyakit tanaman apel yang baik dan benar.

Memang aktifitas hama dan penyakit ini adalah dua hal yang berbeda, namun memiliki kerugian yang tidak disukai petani kebun apel.

Misalkan saja, hama pada tanaman apel. Hama pada tanaman apel ini memang sangat mengkhawatirkan, karena ia dapat merusak pohon, dari bunga, hingga buah apel. Akibatnya produksi dan kualitas menurun dan membuat petani merugi.

Hama ini biasanya dari hewan, atau binatang liar, seperti ulat, lalat dan jenis jenis serangga lainnya. Maka biaya penanganan pemberantasan hama juga tak sedikt.

Lalu penyakit pada tanaman apel. Penyakit tanaman apel ini sangat beragam. Ada beberapa jenis penyakit yang menyerang tanaman apel yang perlu diwaspadai, antara lain embung tepung, bercak daun, kanker, jamur kupas, busuk akar, dan busuk buah.

Terkait hama maupun penyakit pada tanaman apel ini berikut akan dibahas lebih spesifik:

Hama Pada Tanaman Apel

Hama dan Penyakit Tanaman Apel
Hama dan Penyakit Tanaman Apel

Hama yang menyerang tanaman apel ini seperti yang dijelaskan di atas, dikhawatirkan dapat merusak pohon, bunga, hingga buah apel.

Sehingga, akibat hama menyerang tanaman apel kualitas buah menurun, dan produksi panen buah berkurang, sehingga menyebabkan petani merugi.

Maka dari itu, ketika petani ingin melakukan usaha budidaya apel yang harus dipikirkan adalah bagaimana menanggulangi hama menyerang tanaman apel.

Upaya upaya pencegahan harus dilakukan, dan berikut ini beberapa hal yang bisa kita pelajari tentang apa apa saja yang menjadi hama pada tanaman apel, jenis hama, dan bagaimana menyerang serta penanggulangannya adalah sebagai berikut:

1. Aphis pomi Geer / Kutu Daun Hijau

Aphis pomi Geer atau disebut juga dengan istilah Kutuy Daun Hijau adalah salah satu hama yang menyerang tanaman apel dengan cara menghisap cairan dalam daun.

Untuk itu, perlu dilakukan tindakan penanganan terhadap hama tersebut. Untuk tindakannya, ada beberapa gejala dan cara yang bisa dilakukan, dan ini penting untuk diperhatikan. Adapun gejala dan penangannya adalah sebagai berikut:

Gejala kutu daun hijau pada tanaman apel :

  • Serangan kutu daun hijau pada tanaman apel dapat menghambat pembungaan
  • Buah apel muda mudah gugur atau menurunkan mutu/kualitas buah dan menurutnkan mutu atau kualitas buah.
  • Jika terjadi serangan hebat dapat mengakibatkan pohon apel tidak ada pembuahan.

Cara Pengendalian Kutu Daun Hijau Pada Tanaman Apel

  • Biologis, dilakukan dengan menggunakan musuh alami seperti Coccinellidae dan Lycosa.
  • Kultur teknis, dilakukan dengan sanitasi kebun dan pengaturan jarak tanam.
  • Penanganan kimia, dilakukan dengan insektisida seperti Pegasus 500 Ec atau Supracide 40 E. Jika per daun terdapat 5 ekor kutu, maka penggunaan insektisida harus dilakukan dua kali dalam satu minggi.

2. Tungau

Tungau disebut juga Spider mite atau Cabuk Merah atau istilah asingnya Panonychus ulmi. Ini adalah salah satu hama yang juga menyerang daun apel dengan cara menghisap cairan sel daun.

Selain daun, hama ini menyerang buah. Tungau memiliki warna merah tua dan panjang sekitar 0.6 mm. Hama ini cukup mengganggu pertumbuhan tanaman apel.

Untuk itu, perlu adanya tindakan untuk menangani hama tersebut. Adapun gejala dan penanganan yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:

Gejala tanaman apel yang diserang tungau:

  • Serangan tungau terhadap tanaman apel dan buah mengakibatkan bercak coklat atrau keperakperakan.
  • Tungau menyerang daun yang ditimbulkan bercak kuning, buram, cokelat, dan bisa menyebabkan daun menjadi kering.

Cara pengendalian hama Tungau pada tanaman apel:

  • Biologis, secara biologis penanganan tungau dilakukan dengan menggunakan musuh alami seperti Coccinellidae dan Lycosa.
  • Kimia, penanganan secara kimia, tungau bisa dibasmi dengan  menggunakan pestisida seperti Omite 570 EC sebanyak 2 cc per liter air. Jika setiap daun apel terdapat 8 ekor tungau, maka gunakan pestisida dua minggu sekali.

3. Thrips

Thrips merupakan salah satu hama yang menyerang daun, kuncup atau tunas, dan buah pada tanaman apel. Hama ini berukuran kecil dengan panjang 1 mm.

Thrips saat masih nimfa berwarna putih kekuning-kuningan, sementara yang sudah dewasa berwarna cokelat kehitam-hitaman. Binatang kecil ini memiliki kemampuan bergerak dengan cepat.

Jika tersentuh, maka akan segera terbang menghindar. Thrips tergolong hama yang berbahaya bagi tanaman apel. Untuk itu, perlu adanya tindakan untuk menangani hama tersebut.

Dan ada beberapa gejala serta penanganan mengatasi hama thrips pada tanaman apel ini, seperti berikut penjelasannya:

Gejala Thrips pada tanaman apel

  • Jika menyerang bagian daun, maka akan timbulkan bintik bintik putih pada daun. Kedua sisi daun menggulung ke atas dan pertumbuhan menjadi tidak normal.
  • Jika menyerang bagian ujung tunas, maka tunas tersebut akan mengering dan gugur.
  • Sementara jika menyerang bagian buah apel yang masih muda, maka akan menimbulkan bekas luka berwarna cokelat keabu-abuan.

Cara pengendaliannya Thrips pada tanaman apel:

  • Penanganan biologis, dikendalikan dengan menggunakan musuh alami seperti Coccinellidae dan Lycosa.
  • Penanganan kimia, dikendalikan menggunakan insektisida kontak seperti Lannate 25 WP, dan Lebacyyd 550 EC dengan dosis 2 cc liter air. Penggunaan insektisida tersebut dilakukan pada saat anaman berbunga atau apabila ditemukan 10 ekor kutu per daun.

4. Ulat Daun (Spodoptera litura)

Ulat daun atau istilah lainnya disebut dengan Spodoptera litura merupakan salah satu hama yang menyerang tanaman apel. Ulat ini menyerang bagian daun dan buah pada tanaman apel.

Warna ulat ini hijau dengan garis abu abu memanjang dari abdomen sampai kepala. Ulat daun ini kerap meletakan telur telurnya secara berkelompok, kemudian telur ditutupi dengan rambut halus dengan warna cokelat muda.

Spodoptera litura ini bahkan tak hanya diwaspadai dalam budidaya apel saja. Tetapi lainnya, juga termasuk pada budidaya tanaman buah lainnya.

Gejala ulat daun pada tanaman apel:

  • Serangan ulat pada buah, maka akan timbul bekas luka pada kulit buah.
  • Serangan pada daun pohon apel akan mengakibatkan lubang tidak teratur hingga ke tulang daun.

Cara pengendalian ulat buah pada tanaman apel:

  • Pengendalian dengan kultur teknis dilakukan dengan cara membuang kelompok telur ulat sebelum menetas.
  • Pengendalian dengan kultur penanganan kimia dilakukan dengan menggunakan insektisida, dengan catatan ditemukan 2 larva ulat per daun dan yang digunakan insektisida Tamaron 200 LC, Nuvacron 20 SCW, Matador 25 EC dengan ukuran 2 cc per liter air.

5. Serangga Penghisap Daun (Helopheltis sp)

Helopelthis Sp disebut dengan serangga penghisap daun, ia merupakan salah satu hama yang menyerang daun, tunas, dan buah pada suatu tanaman, termasuk tanaman apel.

Memang jenis budidaya apapun, termasuk pada cara budidaya apel dari biji, antisipasi serangga ini harus dilakukan. Serangga ini ada yang berwanra hitam dan ada yang berwanra merah, ada juga yang warna merah putih.

Serangga ini disebut sebut sebagai salah satu hama yang cukup berbahaya bagi sebuah tanaman, maka kita harus tahu gejala dan pengendalian yang bisa dilakukan:

Gejala tanaman apel diserang serangga penghisap daun:

  • Apabila serangga menyerang pada bagian daun, maka daun tersebut akan berubah menjadi cokelat. Dan perkembangan daun menjadi tidak simetris.
  • Jika serangga menyerang pada bagian tunas, maka tunas itupun akan berubah menjadi cokelat, kering, dan akhirnya mati.
  • Jika serangga menyerang bagian buah, maka akan menimbulkan bercak cokelat, nekrose pada buah. Dan apabila buah membesar maka bagian bercak akan pecah menyebabkan turunnya kualitas buah.

Cara pengendalian hama Helopelthis Sp atau Serangga Pengisap Daun

  • Pengendalian kultur teknis bisa dilakukan dengan cara membungkus buah dengan plastik.
  • Pengendalian penanganan kimia bisa dilakukan dengan cara menyemprotkan insektisida seperti Lannate 25 WP, Baycarp 500 EC dengan dosis 2 cc per liter air.

6. Ulat Daun Hitam

Ulat daun hitam atau yang disebut dengan dasychira inclusa walker merupakan salah satu hama yang menyerang tanaman pada bagian daun.

Ulat ini menyerang daun baik yang masih muda maupun yang sudah menua. Larva jenis ini mempunyai dua jambul dekat kepala berwarna hitam yang cenderung ke arah samping kepala.

Pada bagian tubuh terdapat empat jambul berwarna coklat kehitaman. Dan di sepanjang kedua sisi tubuh terdapat rambut berwana abu abu. Panjang ulat ini sekitar 50 mm. Pada siang hari, ulat bersembunyi dibalik daun.

Ulat daun hitam pada tanaman buah ini pun memang kerap menjadi hama yang patut diwaspadai petani, maka butuh mengenal gejala dan pengendaliannya.

Gejala ulat daun hitam pada tanaman apel:

  • Ulat daun hitam menyerang tanaman bagian daun, dan daun mengalami lubang.
  • Jika penyerangan ulat ini tidak terkontrol, maka daun akan habis dan tinggal tuilang.

Pengendalian ulat daun hitam pada tanaman apel:

  • Dengan kultur teknis penanganannya bisa dilakukan dengan cara membuang telur yang biasanya diletakkan pada daun.
  • Dengan penanganan kimia dilakukan dengan cara penyemprotan insektisida seperti Nuvacron 20 SCW dan Matador 25 EC.

7. Lalat Buah (Rhagoletis pomonella)

Lalat buah disebut dengan rhagoletis pomonella ini merupakan salah satu hama yang menyerang tanaman pada bagian buahnya. Lalat ini berwarna hitam dengan kaki kekuningan.

Biasanya lalat ini meletakkan telurnya pada bagian buah. Lalat buah ini merupakan salah satu hama yang perlu dikontrol atau selalu diwaspadai. Maka perlu tindakan untuk antisipasi hama lalat buah pada tanaman apel tersebut:

Gejala Lalat Buah pada tanaman apel:

  • larva memakan daging buah apel yang mengakibatkan buah benjol-benjol, dan bisa juga sampai dengan menimbulkan lubang-lubang, dan akhirnya membusuk.

Cara pengendalian Lalat Buah pada tanaman apel:

  • Pengendalian secara kultur teknis bisa ditangani dengan melakukan cara membungkus buah apel.
  • Pengendalian kimia dilakukan dengan cara menyemprotkan insektisida kontak seperti Lebacyd 550 EC dengan dosis 2 CC per liter air. Apalagi jika sduah ditemukan lalat buah dalam kebun, langsung segera lakukan penyemprotan.

8. Kelelawar dan Burung

Selanjutnya adalah hama kelelawar dan burung. Ini bisa ,menjadi salah satu hama yang juga merugikan para pembudidaya buah apel. Biasanya gejala yang dialami adalah hewan hewan tersebut memakan buah yang mengakibatkan buah jatuh dan bolong.

Sampai akhirnya buyah tidak bisa dimakan lagi oleh manusia, atau menjadikan nilai jual buah apel rendah karena tak layak jual. Jika ini terjadi cara yang bisa dilakukan untuk pengendaliannya adalah kultur teknis, yakni dengan membungkus buah apel.

Penyakit Pada Tanaman Apel

Selain hama, tanaman apel memiliki penghambat lain, yaitu penyakit. Penyakit tanaman apel ini juga harus dikendalikan sebelum benar-benar menyerang dan membuat kerugian yang lebih besar.

Penyakit tanaman apel sangat beragam. Ada beberapa jenis penyakit yang harus diwaspadai, sama seperti hama pada tanaman apel. Penyakit tanaman apel ini di antaranya seperti, embung tepung, bercak daun, kanker, jamur upas, busuk akar, dan busuk buah.

Penyakit ini menyerang dengan merusak pohon apel, bahkan bunga dan buah apel. Sehingga, yang dikhawatirkan adalah hama dan penyakit tanaman apel ini bisa mengurangi kualitas buah dan mengurangi produksi panen yang merugikan permbudidayanya.

Adapun cara penanggulangan yang bisa dilakukan untuk antisipasi terjadi penyakit tanaman apel adalah sebagai berikut:

1. Embun Tepung

Embung Tepung disebut juga dengan nama asing Powdery Mildew atau istilahnya juga disebut Podosphaera leucoticha. Ini adalah salah satu penyakit yang menyerang tanaman pada bagian daun dan buah.

Embun tepung merupakan salah satu penyakit yang perlu diwaspadai an harus mendapat penangan yang tepat. Oleh karena itu, perlu adanya tindakan untuk menangani penyakit tersebut.

Ada beberapa gejala dan penanganan terhadap penyakit embun tepung yang penting untuk diketahui, gejala dan penanganan terhadap embun tepung di antaranya adalah:

Gejala embun tepung pada tanaman apel:

  • Jika embun tepung menyerang tanaman apel pada bagian daun, maka daun akan terlihat putih di bagian atasnya.
  • Jika menyerang tunas, maka menjadi tidak normal, kerdil, dan tidak berbuah.
  • Jika menyerang buah yang masih muda, maka buah terlihat kecokelatan.
  • Jika menyerang buah yang sudah masak atau tua, maka buah akan menjadi cokelat muda seperti sawo.

Cara pengendalian embun tepung pada tanaman apel:

  • Secara kultur teknis bisa dilakukan penanganan dengan cara membersihkan rumput di sekitar tanaman dan memotong bunga atau buah muda yang terinfeksi, lalu dikumpulkan kemudian dibakar.
  • Penanganan Secara kimia bisa dilakukan dengan cara fungisida, misalnya saja seperti dinokap atau Karathane dengan dosis 4 gram per liter, quinometionat/Morestan dosis 1 gram per liter. Ini diberikan jika ada serangan 5 % dari jumlah daun. Ingat, untuk penyemprotan setelah defoliasi atau pengguguran daun dilakukan sampai tunas di umur pohon 4 – 5 minggu dengan jarak 7 hari.

2. Bercak Daun (Marssonina coronaria J.J. Davis)

Bercak daun disebut dengan Marssnina coronaria J.J. davis. Ini merupakan salah satu penyakit yang menyerang tanaman pada bagian daun.

Daun yang diserang penyakit ini biasanya ketika usia daun sudah memasuki umur 4-6 minggu. Bercak daun merupakan salah satu penyakit yang cukup berbahaya bagi sebuah tanaman.

Oleh karena itu, perlu adanya tindakan untuk menangani penyakit tersebut. Ada beberapa hal untuk kita bisa mengetahui gejala dan pengendalian penyakit bercak daun pada tanaman apel, berikut di antaranya:

Gejala bercak daun pada tanaman apel:

  • Daun yang diserang penyakit ini akan timbul bercak putih tidak teratur dan berubah menjadi cokelat.
  • Pemukaan daun bagian atas timbul titik hitam yang dimulai dari daun tua, daun muda, sampai seluruh daun berguguran.

Cara pengendalian bercak daun pada tanaman apel:

  • Pengendalian dengan kultur teknis bisa dilakukan dengan cara mengatur jarak tanam dan usahakan tidak terlalu rapat, bagian yang terserang dibuang dan dibakar.
  • Penanganan secara kimia bisa dilakukan dengan cara menyemprot fungisida Agrisan 60 WP dengan dosis 2 gram per liter air, Selain itu, bisa menggunakan Delseme MX 200 dengan dosis 2 gram per liter air. Penyemprotan dilakukan sejak umur 4 hari setelah rompes dengan jarak waktu 7 hari hingga 4 minggu.

3. Jamur Upas (Cortisium salmonicolor Berk et Br)

Jamur Upas disebut juga dengan nama cortisium salmonicolor perk et Br yang merupakan salah satu penyakit yang menyerang tanaman pada bagian kulit pohonnya.

Jamur upas tergolong penyakit tanaman yang cukup berbahaya dan perlu diwaspadai. Oleh karena itu, perlu tindakan menanganai penyakit, untuk itu ini gejala dan cara pengendaliannya:

Gejala jamur upas pada tanaman apel yang meliputi 4 stadium:

  1. Stadium laba-laba: jamur membentuk miselium tipis yang menyerupai sarang laba-laba. Serangan jamu pada level ini belum menembus jaringan kulit kayu;
  2. Stadium bongkol, miselium jamur sudah mulai membentuk hifa dan sudah mulai menginfeksi kulit kayu;
  3. Stadium Cortisium: pada stadium ini, jamur sudah membentuk kerak berwarna merah jambu. Jika jamur makin tua, ia berubah warna menjadi lebih muda atau putih. Stadium ini artinya serangan jamur sudah tergolong cukup parah, kulit kayu di bawah kerak sudah mulai membusuk dan mongering;
  4. Stadium Necator: pada stadium ini jamur membentuk bulatan-bulatan kecil berwarna merah tua, serangan jamurnya dapat membuat bagian pinggiran kayu busuk dan mongering.

Cara pengendalian Jamur Upas pada tanaman apel:

  • Pengendalian dengan cara kultur teknis bisa dilakukan dengan cara membersihkan rumput atau mengurangi kerimbunan tajuk, mengurangi kelembaban kebun, membersihkan bagian tanaman yang luka dan kemudian lukanya ditutup dengan ter atau obat penutup luka.
  • Penanangan kimia bisa dilakukan dengan cara menyemprotkan fungisida seperti Copper Sandoz atau Derosal 60 WP setelah perompesan dengan ukuran 2 gram per liter air.

4. Kanker (Botryosphaeria Sp.)

Kanker pada tanaman apel disebut dengan Botryosphaeria Sp yang merupakan salah satu penyakit tanaman yang menyerang pada bagian batang dan buah.

Kanker pada tanaman apel merupakan penyakit tanaman yang berbahaya dan perlu diwaspadai serta dikenali gejala dan cara pengendaliannya.

Gejala kanker pada tanaman apel:

  • Kanker yang menyerang batang atau cabang maka batang tersebut akan berubah warna menjadi warna cokelat kehitaman, dan mengeluarkan cairan dan busuk.
  • Jika kanker menyerang bagian buah apel maka buah akan timbul bercak kecil dengan warna cokelat muda, menggelembung, berair, dan buah pucat busuk.

Cara pengendalian Kanker Pada tanaman Apel:

  • Penananganan secara kultur teknis dilakukan dengan memetik buah yang tidak terlalu masak. Dalam hal ini juga dilakukan untuk mengurangi kelembaban kebun dengan membuang bagian tanaman yang terserang penyakit.
  • Penanganan kimia bisa dilakukan dengan cara menyemprot pada tanaman dengan fungisida seperti Difoliatan 4F dengan dosis 100 cc per 10 liter air), Copper Sandoz, Benomyl dengan dosis 0,5 gram per liter air dan Antracol 70 WP dengan dosis ukuran 2 gram per liter air.

5. Busuk Buah (Gloeosporium Sp.)

Busuk buah disebut juga dengan Gloeosporium Sp ini merupakan salah satu penyakit tanaman yang menyerang pada bagian buah.

Busuk buah merupakan penyakit tanaman yang berbahaya, baik bahaya bagi buah maupun petaninya. Maka perlu tindakan untuk mengantisipasi busuk buah.

Gejala busuk buah pada tanaman apel:

  • Penyakit yang menyerang bagian buah akan timbul bercak kecil kehijau-hijauan dan berbentuk bulat.
  • Bercak berubah menjadi warna cokelat, dan terdapat bintik bintik berwarna hitam.
  • Dan akhirnya warna buah akan berubah menjadi orange dan membusuk.

Cara pengendalian busuh buah pada tanaman apel:

  • Pengendalian dengan kultur teknis bisa dilakukan dengan memetik buah tidak terlalu masak.
  • Pengendalian secara kimia bisa dilakukan dengan cara menyemprotkan fungisida pada tanaman atau menyelupkan buah terlebih dahulu sebelum proses penyimpanan. Penyemprotan dengan fungisida seperti benomil dosis 0,5 gram per liter.

6. Busuk Akar (Armilliaria Melea)

Busuk akar disebut dengan Armilliaria Melea yang merupakan salah satu penyakit tanaman yang menyerang bagian akar. Akar busuk merupakan salah satu jenis penyakit tanaman yang mematikan.

Gejala busuk akar pada tanaman apel ini dapat menyerang tanaman apel pada daerah dingin basah, yang ditandai dengan layu daun lalu daun gugur, dan kulit akar membusuk.

  • Jadi, jika penyakit busuk akar menyerang, maka akan ditandai dengan layunya daun.
  • Kemudian daun tersebut akan berguguran dan kulit akar akan membusuk.

Cara pengendalian busuk akar pada tanaman apel:

  • Kultur teknis bisa dilakukan dengan cara tanaman apel yang terserang dicabut sampai ke akar-akarnya dan bekas lubangnya jangan ditanami selama setahun.
  • Penanangan secara kimia bisa dilakukan dengan menyemprotkan fungisida pada tanaman seperti benomil 0.5 gram per liter air.

Baca Juga: Jenis Durian Cepat Berbuah dan Tipsnya

Itulah beberapa hal yang bisa kita ketahui tentang hama dan penyakit tanaman apel. Dengan demikian harapannya adalah petani dapat meminimalisir tingkat kerugian dalam mengantisipasi hama dan penyakit tanaman apel.

Demikian yang bisa disampaikan, semoga informasi ini dapat bermanfaat, teirmakasih. Salam.

Kaseto Efendi Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *