budidaya cabe

Cara Mudah dan Praktis Budidaya Cabe

Budidaya cabe – Budidaya cabe di Indonesia dikenal rentan terserang hama, seperti lalat buah dan sangat rentan pula terhadap kondisi cuaca.

Maka dari itu, budidaya cabe membutuhkan pemeliharaan yang cukup mahal dalam hal pembiayaan. Akan tetapi, harga cabe dipasaran yang tinggi, dan kebutuhan akan cabe di kalangan masyarakat juga tinggi, sehingga membuat petani tetap menanam cabe.

Hal tersebut nampak berbanding terbalik dengan tanaman sayuran sawi hijau, yang membutuhkan biaya rendah dalam budidaya tanaman sawi hijau dan dijual dengan harga yang murah.

Meski kebutuhan di pasar sama-sama tinggi. Untuk itulah, dalam budidaya cabe perlu adanya kesimbangan antara pengeluaran yang besar, penghasilan yang melimpah, dan harga cabe di pasaran yang cukup tinggi sebanding dengan permintaan pasar yang banyak.

Nah, berikut ini adalah cara mudah dan praktis budidaya cabe yang bisa kita lakukan, mensiasati harga cabe yang sewaktu-waktu melonjak tinggi.

Langkah Langkah Budidaya Cabe

budidaya cabe
cara mudah dan praktis budidaya cabe

Berikut langkah-langkah dalam budidaya cabe yang bisa kita lakukan, di antaranya adalah:

  1. Pemilihan bibit cabe
  2. Penyemaian bibit cabe
  3. Pengolahan tanah media tanam cabe
  4. Pemeliharaan budidaya cabe
  5. Panen cabe

1. Pemilihan Bibit Cabe

Diketahui, dalam pemilihan bibit cabe, ada dua cara yang dapat dilakukan untuk pembenihan bibit cabe, yaitu dengan membeli di toko pertanian atau dengan membibitkan sendiri dari biji cabe yang kita beli dari warung atau pasar.

Membenihkan sendiri bibit cabe dapat dilakukan dengan memilih cabe yang daging buah tebal dan berasal dari tanaman yang sehat. Setelah itu biji cabe dikeringkan.

2. Penyemaian Bibit Cabe

Penyemaian bibit cabe yang harus kita lakukan adalah dengan siapkan campuran arang sekam, tanah, dan pupuk kandang atau pupuk organik (Baca juga, Manfaat Pupuk Organik Bagi Tanaman) dengan rasio 1:2:1.

Perlu diperhatikan, media tanam ini harus didiamkan kira-kira 5 hari terlebih dahulu sebelum digunakan untuk penyemaian. Selanjutnya, lakukan perendaman biji cabe dengan air selama kira-kira 3 jam.

Buang biji cabe yang mengapung. Karena biji tersebut bukanlah bibit unggul. Setelah itu, masukkan biji cabe kedalam wadah penyemaian dan tutupilah biji cabe dengan tanah yang halus.

Sebaiknya lakukan penyemaian di tempat yang teduh. Terakhir, siramilah setiap pagi dan sore hari.

3. Pengolahan Tanah Tanam Cabai

Ada beberapa tahapan dalam hal ini, pertama pengolahan tanah. Dalam pengelolaan tanah, yang perlu diperhatikan mengenai tanah yang akan digunakan untuk menanam cabe adalah tanah harus gembur dan bersih dari kerikil atau sisa akar.

Gunakan herbisida pada gulma yang mengganggu. Usahakan pH tanah yang digunakan sekitar 6-7. Jika tanah terlalu asam dapat dinetralisir dengan pemberian kapur dolomit.

Beri pupuk organik/kandang dengan perbandinga sekitar 20kg per hektar. Selain itu tambahkan juga pupuk urea sebanyak 350kg per hektar. Perlu juga ditambahkan pupuk KCl sebanyak 200 kg per hektar.

Selanjutnya ada persiapan lahan budidaya cabe. Agar cabe tidak terganggu oleh gulma dan tanah terjaga kelembabannya dapat digunakan mulsa plastik.

Cara penggunaanya adalah dengan membuat lubang tanam yang banyaknya 2 baris per bedengan. Jarak antar lubang adalah 65 cm dan dibuat zig-zag.

Selanjutnya baru penanaman, atau pemindahan bibit cabe dalam lahan. Setelah bibit cabe yang disemai berumur 3-4 minggu, dilakukan pemindahan dalam lahan budidaya.

Caranya dengan membuka polybag semai. Letakkan bibit cabe beserta tanahnya ke dalam lubang tanam. Hati-hati jangan sampai tanah terpecah. Siramlah tanaman secukupnya.

4. Pemeliharaan Tanaman Cabai

Pemeliharaan tanaman cabe yang harus diperhatikan adalah pada saat musim kering. Pada saat musim ini perlu dilakukan penyiraman, caranya bisa dengan penggenangan atau menggunakan gembor.

Lakukan penyulaman tanaman yang pertumbuhannya tidak normal atau mati. Pasang ajir yang terbuat dari bambu. Hal ini dilakukan untuk dijadikan penopang bagi tanaman agar dapat berdiri tegak.

Jarak minimal penancapan ajir adalah 5 cm dari batang. Lakukan pemotongan tunas agar terbentuk batang utama. Lakukan pemupukan susulan yang dilakukan setiap 2 minggu sekali atau minimal 7-8 kali.

Lakukan penyiangan gulma apabila diperlukan. Lakukan pemberantasan hama dan penyakit pada tanaman.

5. Masa Panen Cabai

Panen cabe dapat dipanen setelah berumur 10 minggu masa tanam. Proses pemanenan dapat dilakukan beberapa kali dalam masa panen, dapat dilihat dari keadaan pasar, teknik budidaya, kematangan buah, kondisi lahan dan jenis varietas cabe yang diggunakan.

Agar dapat memperpanjang umur simpan cabe, sebaiknya cabe panen sekaligus dengan tangkai buahnya.

Gimana, sudah paham kan bagaimana cara mudah dan praktis budidaya cabe. Jangan lupa baca artikel lainnya ya di ayobudidaya.com.

admin Penulis

Ayo Budidaya adalah situs blog yang menggambarkan tentang semua metode budidaya hingga menjadi suatu produk. Semua berisikan tentang informasi bermanfaat yang bisa digunakan setiap orang dalam beraktifitas budidaya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *