Bahan Baku Pakan Sumber Energi

Cara Membuat Bibit Jagung Unggul

Cara Membuat Bibit Jagung Unggul – Bibit jagung unggul kini banyak dicari petani. Tentunya bibit jagung yang unggul diharapkan akan mampu memproduksi jagung yang baik dan menghasilkan jagung yang bagus dan jumlah panen meningkat. Untuk itu, tak sedikit petani yang menggunakan banyak teknik bagaimana cara membuat bibit jagung sendiri. Berikut ini www.ayobudidaya.com akan menguraikan bagaimana cara membuat bibit jagung unggul.

Tapi sebelum menjelaskan lebih lanjut cara membuat bibit jagung unggul adakalanya kita mengenal terlebih dahulu mengenai tanaman jagung. Tanaman jagung adalah tanaman yang populer dan banyak ditanam di Indonesia, baik sebagai mata pencarian maupun sebagai sumber pangan. Jagung dibedakan menjadi tiga jenis yakni, Jagung Komposit, Jagung Hibrida dan Jagung Transgenik.

Baca Juga  : Hama Tanaman Jagung dan Cara Jitu Mengatasinya

Penjelasan Perbedaan Jagung :

A. Jagung Komposit

Jagung Komposit dikenal dengan nama lain jagung lokal. Meski menyandang status jagung lokal, jagung komposit memiliki beberapa keungulan, yakni di antaranya, umur tanam jagung yang pendek, tahan hama penyakit, dan jagung dapat ditanam berulang-ulang. Akan tetapi, jenis jagung ini tentunya memiliki kekurangan. Kekurangan jagung komposit yakni hasil produksinya rendah. Yaitu hanya sekitar 3-5 ton per hektar. Jenis-jenis jagung komposit adalah sebagai berikut: Arjuna, Bisma, Joster, Sukma raga, Goter, Kretek, Gajah mas, Genjah rante, dll.

B. Jagung Hibrida

Jagung hibrida adalah jagung yang pada proses pembuatannya dengan cara pemuliaan dan penyilangan antara dua induk sehingga menghasilkan jagung jenis baru yang memiliki sifat keunggulan dari kedua induknya. Keunggulan jenis jagung hibrida adalah kapasitas produksinya tinggi sekitar 8-12 ton per hektar. Jenis jagung hibrida yang beredar dipasaran adalah : Pioner, BISI, NK, DK, dll.

Sementara, kekurangan jagung hibrida adalah, harga jagung mahal antara 20 kali sampai 40 kali lipat dari harga jagung konsumsi. Lalu, jagung tidak bisa diturunkan lagi sebagai benih karena produksi akan turun mencapai 30 %. Selain itu, dapat menimbulkan ketergantungan bagi petani untuk membeli bibit tersebut lagi.

C. Jagung Transgenik

Jagung transgenik adalah jagung yang proses pembuatannya dengan cara rekayasa genetik dalam laboratorium. Keunggulan jenis jagung ini adalah kapasitas produksi jagungnya yang besar sekitar 8-10 ton per hektar. Tahan penyakit, tahan hama dan tahan obat kimia. Akan tetapi juga memiliki kekurangannya adalah : Bibit jagung harus beli di toko karena tidak bisa diproduksi oleh petani. Kemungkinan akan menimbulkan penyakit-penyakit baru bagi ternak dan manusia. Kemungkinan akan dapat menimbulkan hama penyakit baru yang lebih kebal obat-obatan kimia. Dapat menimbulkan kerusakan pada tanah. Jenis jagung transgenik : jagung BT, jagung terminator, jagung RR-GA21, jagung RR-NK608, dll.

Lalu, bagaimana cara membuat bibit jagung unggul sendiri?

cara membuat bibit jagung
bibit jagung unggul

Cara membuat bibit jagung tidak bisa menggunakan bibit jagung sembarang. Melainkan harus memenuhi beberapa syarat. Syarat dalam cara membuat bibit jagung yang bisa dilakukan yakni, Jagung yang akan dijadikan bibit harus berasal dari jagung yang subur serta bebas hama. Jagung berasal dari buah jagung harus kering di pohon. Jagung juga berasal dari jagung yang bunganya sudah dibuang dahulu sebelumnya. Jagung juga harus berasal dari jagung yang tongkolnya besar.

Langkah selanjutnya adalah, jagung dipetik dan dibiarkan selama satu malam. Setelah itu buka klobotnya 3 lapis saja untuk digantungkan. Tempat penggantungan yang paling bagus adalah tempat penggantungan di atas dapur atau di bawah atap pinggir rumah. Yang perlu diperhatikan, hindarkan jagung dari sinar matahari langsung. Setelah jagung digantung selama dua hari, kulit jagung bisa dibuka. Sebelum dipipil, maka ujung jagung dipotong 2,5 cm dan bagian pangkalnya dipotong sekitar 4 biji.

Lalu, jagung kemudian dipipil, akan tetapi bibit yang baik adalah berasal dari jagung yang deretannya lurus. Setelah dipipil, bibit biji jagung dijemur selama 3 hari, dengan lama  penjemuran hanya 2 jam sehari mulai pukul 08.00 – 10.00. Sebab, jika penjemuran dilakukan pukul 11.00 dan seterusnya, bibit jagung akan mati kepanasan.

Sebelum ditanam, bibit jagung harus direndam dalam cairan Ridomil. Agar bibit jagung tidak terkena penyakit bule racun. Cairan Ridomil ini dapat dibeli di toko pertanian. Satu kg jagung dicampur dengan 5 gram Ridomil yang sudah dicampur dengan air sebanyak 3-4 sendok makan. Jika tak ada, cairan ini dapat diganti dengan kunyit. Caranya, kunyit  diparut dan dicampur air beras. Setelah dicampur bibit tersebut tidak langsung ditanam. Tetapi direndam selama sehari atau semalam dengan dimasukkan ke dalam stoples.

Pembibitan yang baik, belum tentu dapat menghasilkan produksi yang baik juga. Petani juga harus memperhatikan tanah dan pupuk yang digunakan dalam penanaman. Disamping itu, tanaman pengganggu seperti gulma harus dibasmi agar tidak mempengaruhi hasil panen. Sewaktu penanaman tidak lupa menggunakan pupuk organik sebagai pupuknya (Selengkapnya, Manfaat Pupuk Organik Bagi Tanaman).

admin Penulis

Ayo Budidaya adalah situs blog yang menggambarkan tentang semua metode budidaya hingga menjadi suatu produk. Semua berisikan tentang informasi bermanfaat yang bisa digunakan setiap orang dalam beraktifitas budidaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *