cara budidaya semangka

Cara Budidaya Semangka Di Berbagai Media Tanam

Cara Budidaya Semangka yang baik dan benar adalah salah satu cara yang harus dilakukan untuk mendapatkan kualitas buah yang baik dan produksi tinggi.

Seperti yang kita ketahui bersama, semangka adalah salah satu buah yang digemari masyarakat karena banyaknya kandungan air di dalamnya.

Demikian, ada banyak pembudidaya semangka di Indonesia. Semangka juga semakin mudah ditemui di pasaran. Untuk itulah mutu dan kualitas, serta hasil produksi yang tinggi akan lebih menguntungkan petani semangka.

Dengan demikian, cara budidaya tanaman semangka harus tepat guna. Hal ini guna budidaya semangka yang dilakukan berhasil dan untung besar.

Sebab, seperti kita ketahui, berbisnis di budidaya semangka ini modal yang dikeluarkan tidaklah sedikit. Sehingga, petani semangka butuh secara rinci dan matang menganalisanya.

Untuk itu, informasi-informasi ini penting sekali untuk kita pelajari secara detil dan mendalam. Berikut beberapa hal yang kita bisa pelajari:

Bab 1. Mengenal Semangka

Semangka memiliki kandungan air yang tinggi. Semangka merupakan tanaman semusim yang menjalar atau merambat dengan perantaraaan alat pemegang yang berbentuk pilin, tidak bisa memanjat.

Tanaman semangka dapat ditemukan dari dataran rendah sampai 1.000 mdpl. 80% hasil produksi warna dagingnya merah. Namun tanaman ini sebenarnya sekerabat dengan labu-labuan, melon, dan mentimun.

Semangka merupakan tanaman yang berasal dari daerah setengah gurun di Afrika bagian Selatan. Lalu, ia menyebar ke daerah tropis dan subtropis.

A. Anatomi Semangka

Adapun anatomi semangka adalah sebagai berikut:

  1. Bagian daun
    • Daun jarang serta mempunyai pola selang seling
    • Helaian daun lebar dan berbulu, bagian tepi daun berlekuk-lekuk dan ujung berbentuk runcing
    • Panjang daun sekitar 3-25 cm dan lebar 1,5-5 cm.
    • Mempunyai tangkai daun dan bagian bawah daun berambut rapat pada tulangnya.
  2. Bagian bunga
    • Memiliki bunga sempurna muncul pada bagian ketiak tangkai daun.
    • Berbentuk kecil dengan diamter sekitar 3 cm.
    • Berwarna kuning
    • Dalam satu tumbuhan memiliki 2 jenis bunga, yaitu bungan jantan dan bunga banci.
    • Umumnya perbandingan bunga jantan dan bunga banci tanaman semangka 7:1.
  3. Bagian batang
    • Panjang dan lunak, bersegi dan berambut
    • Panjang mencapai 1,5-5 m
    • Sulur bercabang menjalar di permukaan tanah atau dirambatkan pada turus.
  4. Bagian biji
    • Berbentuk memanjang dan pipih dengan jumlah yang cukup banyak
    • Berwarna hitam, putih, kuning, atau cokelat kemerahan
    • PAda semangka biji jumlah kromosomnya 3n.
  5. Bagian akar
    • Sistem perakarannya tunggang menyebar ke samping dan dangkal.
  6. Bagian buah
    • Pada permukaan kulit buah terkesan licin
    • Warna bermacam-macam, hijau tua, kuning agak putih, atau hijau muda bergaris-garis putih.
    • Kulit buah tebal dan berdaging.
    • Daging kulit semangka berawarna putih disebut albedo.
    • Buah berbentuk bola sampai bulat memanjang, bahkan ada yang dibuat berbentuk kotak.
    • Besar buah bervariasi, panjang 20-30 cm, diamter 15-20 cm, berat 4 kg – 20 kg.
    • Daging buah berair, warna merah, merah muda, jingga, kuning.

B. Klasifikasi Semangka

  • Kingdom : Plantae
  • Sub Kingdom : Viridiplantae
  • Infra Kingdom : Streptophyta
  • Super Divisi : Embryophyta
  • Divisi : Magnoliopsida
  • Anak Kelas : Dilleniidae
  • Super Ordo : Rosanae
  • Ordo : Violales
  • Famili : Cucurbitaceae
  • Genus : Citrullus
  • Spesies : Citrullus Lanatus

Bab 2. Manfaat Semangka

Manfaat Buah Semangka Bagi Pria

Adapun manfaat semangka adalah sebagai berikut:

  1. Kesehatan Jantung
  2. Mencegah Berbagai Jenis Kanker
  3. Menetralkan Tekanan Darah Tinggi
  4. Membuat Tidur Nyenyak
  5. Memperlancar Sirkulasi Darah
  6. Menurunkan Berat Badan
  7. Meredakan Nyeri Otot
  8. Diuretik Alami Untuk Penderita Gagal Jantung Kongestif
  9. MEmbuat Kulit Tetap Sehat
  10. Mencegah Panuan
  11. Mengurangi Pengaruh Buruk Sinar Matahari
  12. Mengatasi Kulit Wajah Berminyak

Bab 3. Tanah Yang Cocok Untuk Budidaya Semangka

Sebelum membahas bagaimana cara budidaya semangka, salah satu hal yang penting untuk keberhasilan budidaya semangka yang harus kita pelajari adalah tentang tanah yang akan digunakan sebagai media tanam.

Seperti yang kita yakini, bahwa setiap tanaman membutuhkan tanah yang subur agar dapat bertahan hidup dan berkembang dengan baik.

Pengetahui mengenai jensi tanah sangat diperlukan sebelum membudidayakan suatu tanaman. Hal ini karena setiap jenis tanah akan diperlukan penanganan yang berbeda pula untuk dapat digunakan sebagai media tanam.

A. Jenis Jenis Tanah

Adapun jenis jenis tanah terbagi menjadi beberapa jenis dan manfaatnya bagi tanaman semangka:

  1. Tanah berhumus
    • Sebagai makanan yang baik bagi tumbuhan
    • Struktur tanah terjaga
    • Mengikat toksik ke air dan jua tanah
    • Membantu menambah kandungan air tanah
    • Menjaga tanah supaya tidak tergerus
    • Sebagai pengganti pupuk sintesis.
  2. Tanah Kapur
  3. Tanah Gambut
  4. Tanah Vulkanik
  5. Tanah Pasir
  6. Tanah Podzolik
  7. Tanah Alvuial
  8. Tanah Laterit
  9. Tanah Liat

B. Tanah Yang Cocok Untuk Budidaya Semangka

Sebenarnya ini tak hanya jenis tanah yang cocok untuk budidaya semangka saja. Tetapi juga untuk pertanian pada umumnya. Lahan pertanian dibagi menjadi beberapa jenis:

  • Mudah dikeringkan
  • Tidak berubahy menjadi mengeras setelah ditanam
  • Basah ketika hujan dengan sedikit aliran permukaan
  • Tetap lembab ketika musim kering
  • Sedikit bongkahan tanah dan tanpa lapisan padas
  • Dapat menahan erosi dan kehilangan hara.

Bab 4. Jenis Jenis Semangka

Adapun jenis-jenis semangka yang biasa kita temui dalam budidaya tanaman semangka adalah sebagai berikut:

  • Semangka berbentuk bulat
  • Semangka berbentuk bulat tinggi (oval)
  • Semangka bulat panjang (oblong)

Adapun jenis – jenis semangka tersebut, antara lain:

  1. Semangka Lokal (Semangka Biji)
    • Semngka Sengkaling
      • Varietas Semangka Biji (Lokal) ini berasal dari Sengkaling, Malang, Jawa Timur.
      • Daging buah warna merah cerah, rasa manis, dan memiliki banyak biji.
      • Semangka berbentuk lonjong atau oval
      • Kulit relatif tipis berwarna hijau muda dan bergaris tua.
      • Tidak berubah rasa, saat bijinya ditanam kembali
    • Semangka Bojonegoro
      • Berasal dari Bojonegoro
      • Daging semangka tebal, tidak terlaluy manis, daging tidak terlalu merah
      • Kulit buah tipis berwarna hijau tua bergaris
      • Memiliki banyak biji sehingga lebih sering dibudidayakan untuk diambil bijinya diolah menjadi kuaci.
    • Semangka Pasuruan
      • Berbentuk kecil dan bulat berwarna hitam mengkilap
      • Dagingnya berwarna merah muda dan memiliki rasa cukup manis/
  2. Semangka Hibrida
    • Semangka Hibrida Haploid (Berbiji)
      • Reddin
      • New Dragon
      • China Dragon
      • Flower Dragon
      • Grand Baby
      • Yellow Baby
    • Semangka Hibrida Triploid (Tidak Berbiji)
      • Quality
      • Fengshan No. 1

Bab 5. Cara Budidaya Semangka

cara budidaya semangka

Ada beberapa cara budidaya yang bisa kita lakukan untuk menanam semangka ini. Baik dalam budidaya sekala besar maupun budidaya sekala kecil. Budidaya dengna lahan luas maupun menggunakan pot atau polybag.

Akan tetapi beberapa hal dalam budidaya semangka ini perlu diperhatikan beberapa hal, di antaranya adalah seperti iklim dan media tanam.

Untuk iklim, kita sebagai pembudidaya semangka harus memperhatikan beberapa hal berikut:

  • Curah hujan, idealnya 40-50 mm/bulan.
  • Seluruh areal tanam semangka harus mendapatkan sinar matahari dari pagi hingga sore.
  • Suhu idealnya 25 derajat celcius (di siang hari).
  • Kondisi yang cocok untuk pertumbuhan semangka adalah miskin uap air. Kelembaban daerah tanam harus rendah. Sebab, jika tinggi akan timbulkan jamur.

Selanjutnya untuk media tanam yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut:

  • Tanaman semangka sangat cocok pada tanah yang gembur, kaya bahan organik.
  • Keasaman tanah (pH) yang diperlukan adalah antara 6-6,7.
  • Jika pH <5,5 (tanah asam) maka netralkan dengan memberikan kapur doloid dengan dosis disesuaikan dengan tingkat keasaman tanah.
  • Tanah yang cocok untuk tanaman semangka adalah tanah porous (Sarang), sehingga mudah membuang kelebihan air
  • Ada lagi satu hal yang juga cukup bisa kita perhatikan adalah ketinggian tempat budidaya semangka: Idealnya semangka hidup pada daerah yang berada pada ketinggian 100-300 mdpl.

A. Cara Budidaya Semangka Dalam Pot / Polybag

Budidaya semangka di dalam Polybag
Budidaya Semangka di dalam Polybag

Ada beberapa persiapan yang harus dilakukan jika ingin budidaya dengan menggunakan pot atau polybag, di antaranya bahan – bahan media tanam:

  1. Bibit semangka berkualitas
  2. Tanah gembur
  3. Pupuk kompos dan pupuk kandang
  4. Sekop
  5. Tongkat penyangga
  6. Polybag
  7. Air
  8. Tali

Selanjutnya ada proses budidaya yang bisa kita lakukan, di antaranya:

  1. Penentuan media tanam
    • Minimal 1 minggu sebelum pembibitan
    • pH netral sekitar 5-7. Jika terlalu asam, netralkan dengan kapur doloit.
    • Setelah kadar asam tanah pas, lakukan penggemburan. Campurkan pupuk organik antara pupuk kandang dan pupuk kompos dengan takaran seimbang.
    • Masukkan media tanam ke dalam pot/polybag dan biarkan selama seminggu.
    • Diamkan beberapa minggu.
  2. Pembibitan
    • Proses ini penting karena menentukan hasilkan kelak
    • Pilih biji dari indukan yang berukuran besar dengan sempurna dan berukuran besar serta berasal dari buah yang tua dan benar-benar matang.
    • Pisahkan biji dari buah dan angin-anginkan.
  3. Penyemaian bibit
    • Buat 3-5 lubang dengan kedalaman sekitar 6 cm dalam 1 polybag.
    • Masukkan biji di setiap lubangnya 1 lubang cukup 1 biji.
    • Tutup kembali lubang tersebut dengan tanah.
    • Taruh di daerah yang terkena sinar matahari dan mempunyai kelembaban yang baik.
    • Pada proses ini dilakukan hingga tunas mencapai 10 cm.
  4. Penanaman
    • Setelah 2-3 minggu setelah biji ditanam, biasanya akar telah kuat. Pada masa ini polybag dipindahkan ke tempat yang terkena sinar matahari secara langsung.
    • Posisikan pot/polybag berdekatan dengan pagar atau posisikan secara melingkar polybag kemudian beri penyangga disetiap pot/polybag.
  5. Perawatan
    • Semangka suka hidup di daerah lembab, maka siram semangka setiap pagi dan sore hari.
    • Selain itu siram dengan larutan trichoderma + air + hormon organik setiap 2 minggu.
    • Tanaman perlu mendapatkan pemupukan ulang terutama saat sudah berbunga.
    • Setelah bakal buah mulai tumbuh, penyiraman sebaiknya dikurangi menjadi dua hari sekali.
  6. Pemanenan
    • Semangka mulai dipanen jika usia sekitar 2-3 bulan setelah ditanam dan buahnya sudah besar dan matang.
    • Ciri ciri buah semangka siap panen seperti besar, mengkilap, dan jika ditepuk berbunyi berat, serta tangkai daun sudah mulai layu.
    • Caranya adalah dengan memotong tangkainya dengan pisau atau gunting sisakan 3-5 dari pangkal buah.
    • Tempatkan ditempat yang sejuk dan hindari untuk menumpuk semangka.

B. Cara Budidaya Semangka Pada Lahan Luas

Tidak berbeda jauh dengan metode penanaman pada pot/polybag, budidaya semangka pada lahan luas juga melalui beberapa tahapan, hanya saja tidak semudah jika dilakukan pada pot/polybag.

Sebenarnya cara budidaya semangka di lahan luas ini sama saja seperti di polybag, namun memang tidak mudah. Berikut ini tahapan tahapan yang dilakukan untuk budidaya semangka di lahan luas:

Di antaranya yang bisa dilakukan adalah di awal pasti tentang pembibitan. Kita sebaiknya pilih jenis bibit yang ingin ditanam. Apakah hibrida atau bukan. Apakah biji atau non biji.

Selanjutnya ada beberapa tahapan yang bisa dilakukan, seperti penyiapan benih dengan teknik penyamaian benih yang bisa dilakukan. Beberapa teknik yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut:

  1. Perenggangan benih biji semangka agar mempermudah dalam proses pertumbuhannya. Perenggangan butuh gunting untuk alat bantu.
  2. Rendam biji selama 10-30 menit dalam campuran:
    • 1. liter air hangat dengan sekitar suhu 25 derajat C.
    • 1 sendok teh hormon (Atornik, Menedael, Abitonik).
    • 1 sendok peres fungisida (obat anti jamur) seperti Difoldhan 4T, Dacosnil 75 WP, Benlate; 0,5 sendok teh peres bakterisida (Agrept 25 WP).
  3. Angkat dan tiriskan sampai air tidak mengalir dan bibit siap dikecambahkan.

Selanjutnya ada beberapa hal yang bisa dilakukan, yakni pengecambahan biji dengan rendaman larutan obat. Cara pengerjaanya adalah sebagai berikut:

  1. Kertas koran dibasahi dengan larutan fungisida (obat anti jamur) sampai basah merata.
  2. Masukkan kertas koran basah dalam wadah plastik secara merata pada dasar dan sisi wadah setebal 3-6 lapis kertas.
  3. Taruh biji yang sudah ditiriskan tadi di atas permukaan lapisan koran basah, beri jarak tidak terlalu dekat.
  4. Di atas hamparan biji kita lapiskan kembali koran basah sebagai penutupan setebal 3-6 lapis.
  5. Tutup wadah dengan handuk yang dibasahi air hangat.
  6. Simpan wadah tersebut di lemari kecil yang diterangi bola lampu pijar 10 watt, hingga suhu dalam ruang lemari cukup hangat.
  7. Setelah tenggang  waktu 2 x 24 jam sudah terlihat mulai berakat, walau baru beberapa mm saja.

B.1 Cara Penyemaian Benih Semangka

Selanjutnya kita masuk ke penyamaian. Cara penyemaian benih semangka ini terlebih dahulu siap kantong semainya. Kantong semai terbuat dari kantong plastik dengan ketebalan 0,2 atau 0,3 mm dengan ukuran panjang 12 cm dan lebar 9 cm sebanyak benih yang dibutuhkan.

Setiap kantong hanya ditanam satu benih saja. Buatlah lubang pada kantong plastik agar kelebihan air dapat keluar dari kantong. Kemudian masukan campuran tanah dan pupuk organik (pupuk kandan) dengan formulasi berikut:

  1. 1 bagian tanah kebun
  2. 1 bagian kompos atau humus yang sudah matang
  3. 1 bagian pupuk kandang domba yang sudah matang
  4. Pupuk kandang yang paling cepat menumbuhkan bibit tanam yang disemai adalah pupuk organik yang berasal dari kandang domba.
  5. Benih yang telah berkecambahy diletakkan mendatar dengan akar mengarah ke bawah
  6. Waktu penyemaian terbaik, sebelum akar tumbuh terlalu panjang.
  7. Setelah benih dimasukkan ke dalam kanotng semaian, tutup benih dengan tanah campuran sampai benih tertanam kira-kira 3-5 mm.
  8. Selanjutnya jangan lupa semai benih semangka dirawat.

B.2 Cara Membuat Media Tanam Budidaya Semangka

Ada beberapa persiapan yang bisa dilakukan untuk membuat media tanam budidaya semangka ini. Caranya pertama pasti persiapan, yang harus dilakukan adalah membersihkan tanah yang akan dipakai.

Jika lahan tanam semangka bekas sawah, sebaiknya dikeringkan terlebih dahulu sampai tanah mudah dicangkul. Kemudian teliti pH tanah yang akan digunakan.

Selanjutnya pembukaan lahan. Lakukan sampai terjadi bongkahan yang merata. Sisa batang atau jaringan perakaran tanaman dibuang keluar dari areal.

Tak lupa juga dengan pembentukan bedengan. Bedengan ini tanah yang ditinggalkan dari tanah sekitarnya untuk menanam tanaman sayuran atau buah-buahan, dan dalam ini buah semangka.

Tak lupa juga lakukan pengapuran. Cara pengapuran budidaya semangka adalah dengan cara dinetralkan keasaman tanahnya. Ini juga upaya menetralkan racun dari ion logam yang terapat didalam tanah.

B.3 Cara Pemupukan Budidaya Semangka

Manfaat Pupuk Organik Bagi Tanaman
Pupuk Organik

Selanjutnya pemupukan tanaman semangka? Cara yang dilakukan adalah dengan menggunakan pupuk organik dan pupuk buatan.

Pupuk kandang yang digunakan sebagai pupuk organik, bisa didapatkan dari kotoran hewan seperti sapi atau kerbau yang sudah matang.

Dosis pupuk kandang untuk budidaya semangka 2 kg per bedengan. Caranya ditaburkan di sekeliling baris bedengan secara merata. Pupuk terdiri dari atas:

  • Nitrogen
  • Phospor
  • Kalsium (dari Pupuk ZA, TSP, dan KCL).
  • Kalsium (Ca)
  • Magnesium (Mg)
  • Tembaga (Cu)
  • Seng (Zn)
  • Boron (Bo)
  • Molibden (Mo)

Cara penggunaanya dengan mencapur 1% obat anti hama penggerek batang.

C. Teknik Menanam Semangka

Cara berikut ini masih ada keterkaitan dengan point B. Namun ini adalah teknik penanamannya. Ada beberapa hal yang harus dilakukan, di antaranya:

  • Penentuanp pola tanaman: Pola tanam monokultur.
  • Pembuatan lubang tanam: Dilakukan 1 minggu sebelum bibit dipindahkan ke tanah lapang atau sawah tempat menanam semangka. Selain itu jarak 20-30 cm tepi bedengan dengan jarak antar lubang sekitar 80-100 cm.
  • Cara penanaman semangka
    • Setelah dilakukan pelubangan, lakukan penyiraman secara masal, agar tanah siap menerima penanaman bibit sampai menggenang areal sekitar 3/4 tinggi bedengan, dan dibiarkan sampai air meresap.
    • Sebelum batang bibit ditanam dilakukan perendaman, agar mudah pelepasan bibit menggunakan kantong plastik yang ada.
    • Kantong plastik diambil hati hati agar tak rusak.
    • Tanaman dengan tanah posisi kantong masukkan ke lubang yang sudah disiapkan.
    • Celah-celah lubang ditutup dengan yang telah disiapkan.
    • Lubang tanaman yang tersisa ditutup dengan tanah dan disiram sedikit air agar media menyatu dengan tanah di sekeliling.

D. Cara Merawat Budidaya Semangka

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan dalam cara merawat budidaya semangka, di antaranya adalah

  1. Penjarangan dan penyulaman.
  2. Penyiangan
  3. Pembubuhan
  4. Perempalan
  5. Pemupukan
  6. Pengairan dan Penyiraman (musim kemarau 4-6 hari)
  7. Waktu penyemprotan persitisda

E. Cara Panen Budidaya Semangka

panduan budidaya semangka

Selanjutnya yang bisa kita lakukan adalah panen buah semangka yang telah ditanam. Ciri dan umur panen semangka setelah 70-100 hari setelah penanaman.

Ciri-ciri semangka siap panen seperti yang sudah disebutkan di atas. Cara panennya pun sama, yakni dipetik sekaligus atau dapat dipotong dengan gunting pada tangkai buah sejarak 7 cm.

Waktu panen pun demikian, dilakukan pagi hari agar dapat buah yang lebih manis. Untuk periode panen, bisa bersamaan sekaligus, atau dua kali, pertama petik yang tua, kedua sisanya dipetik sekaligus.

Atau dengan memastikan ketika daun daun tanaman semangka sudah mulai kering. Pastikan buah dipanen segera. Karena buah sudah tidak bisa mengembang lagi.

F. Cara Pascapanen Budidaya Semangka

Sebaiknya saat sesudah panen dan pemetikan hasil panen, semangka terlebih dahulu dikumpulkan dan disortir atau digolongkan. Misalnya seperti berikut:

  1. Kelas A: berat = 4 kg, kondisi fisik sempurna, tidak terlalu masak.
  2. Kelas B: berat +- 2-4 kg, kondisi fisik sempurna tidak terlalu masak.
  3. Kelas C: berat < 2 kg, kondisi fisik sempurna, tidak terlalu masak.

Atau sejenisnya. Kenapa? Hal ini dikarenakan agar kita dapat mengetahui yang mana yang harus terlebih dahulu dijual dan yang masih bisa beberapa hari kemudian. Memastikan agar buah tiak busuk.

Itulah beberapa informasi yang bisa kita peroleh tentang cara budidaya semangka yang menghasilkan, baik sekala kecil dan rumahan di pot maupun di polybag, dan bahkan di lahan luas, seperti sawah dan ladang. Semoga informasi ini bermanfaat.

Kaseto Efendi Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *