cara budidaya kopi

Cara Budidaya Kopi Secara Manual di Kebun

Ayobudidaya.comCara Budidaya Kopi sebenarnya sederhana. Kita bisa memanfaatkan lahan lahan yang tidak digunakan di perkarangan rumah, namun produktif menjadi kebun.

Cara budidaya kopi ini untuk beberapa metode yang digunakan seluruhnya hampir sama. Mungkin nanti akan ada perbedaan di umur panen pada masing masing jenis kopi.

Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa Tanaman Kopi (cofea, Sp) adalah salah satu komiditi unggulan di Indonesia. Bahkan, pasarnya tak hanya lokal dan nasional, tetapi juga internasional.

Di antaranya, kopi kopi yang populer di Indonesia adalah jenis kopi robusta dan jenis kopi Arabika. Nah kita akan membahas bagaimana cara budidaya dua jenis kopi tersebut.

Sebelumnya sih ayobudidaya sudah membahas tentang Budidaya Kopi Arabika. Namun secara umum sebagai berikut. Tata cara berikut ini juga dapat digunakan untuk jenis kopi lain selain Arabika dan Robusta.

Tata Cara Budidaya Kopi

Dalam melakukan budidaya kopi, hal pertama yang harus dipikirkan dan dilakukan adalah menentukan jenis kopi yang akan ditanam. Berikut jenis kopi yang bisa kita ketahui:

A. Jenis Kopi Robusta

  • Jenis Tanaman Kopi Robusta Tipe Iklim Kering, ketinggian 0-900 m dpl: BP 936,, BP 939, BP 409, BP 534
  • Jenis Tanaman Kopi Robusta iklim basah, ketinggian 0 – 900 m dpl : BP 436, BP 358, BP 936, BP 534.

B. Jenis Kopi Arabika

  • Pohon Kopi Arabika tipe iklim kering, tinggi tempat 900 mdpl: Klon S 795, Gayo 1.
  • Pohon Kopi Arabika tipe iklim kering, tinggi tempat lebih dari 1000 m dpl : Klon S 795, Gayo 1. Andungsari 2K, Komasti.
  • Pohon Kopi Arabika Tipe iklim kering, tinggi tempat lebih dari 1250 m dpl: Klon S 795, Gayo 1, Gayo 2, Andungsari 1, Andungsari 2K, Komasti
  • Pohon Kopi Arabika tipe basah, tinggi tempat lebih dari 1000 mdpl : Klon Sigarar Utang, S 795, Andungsari 1, Andungsari 2K, Komasti.

Mengapa kita harus tahu dulu jenis jenis kopi dan varietasnya. Hal ini untuk memaksimalkan dalam melakukan budidaya atau penanaman, dan disesuaikan dengan ketinggian wilayah serta metode penanaman selanjutnya. Agar keuntungan budidaya kopi optimal.

Cara Menanam Kopi Manual

Dalam menanam kopi ada beberapa hal yang bisa dilakukan, di antaranya persiapan lahan. Dalam persiapan lahan yang harus dipikirkan adalah pola jarak tanam.

Untuk pohon kopi jarak tanam ini ada beberapa jenis dan ukuran di antaranya:

  • Jarak tanam 2,5 x 2,5 jumlah tanaman 1.600
  • Jarak tanam 2,75 x 2,75 dengan jumlah tanam 1.322
  • Jarak tanam 2 x 2,3 dengan jumlah tanam 1.426
  • Jarak tanam 2,5 x 3 dengan jumlah tanam 1.333
  • Jarak tanam 2 x 2 x 4 dengan jumlah tanam 1.660
  • Jarak tanam 2,5 x 2,5 x 3,5 dengan jumlah tanam 1.333

Diketahui, jarak tanam di atas adalah ketika ditanam di lahan dengan tingkat kemiringan tanah yang landai, yakni 0-15% tanpa teras atau teras individu.

Namun untuk penanaman biji kopi di tanah miring di bwah 15% teras bangku, maka jarak tanam kopi yang harus dipersiapkan adalah 2 x 2,5 dengan jumlah tanaman pohon kopi sebanyak 2.000.

Cara menanamnya, untuk pohon kopi Arabika dapat dikombinasikan dengan beberapa klon. Dan dianjurkan penanaman kopi juga dikombinasikan di daerah iklim kering.

Misalnya kopi Arabika dan kopi Robusta: klon BP 936, BP 939 dan BP 409. Hal ini sebagai upaya meningkatkan potensi hasil panen sebanyak 2 ton/ha.

Pemeliharaan Tanaman Kopi di Kebun

cara budidaya kopi
Ilustrasi Proses tata cara budidaya kopi dari penanaman, perawatan sampai panen dan pasca panen

Selain metode penanaman dengan mengatur metode jarak dan jenis bibit yang digunakan, yang juga dilakukan adalah pemeliharaan tanaman kopi itu sendiri. Ada beberapa hal yang patut diperhitungkan, di antaranya adalah:

1. Penanaman Pohon Pelindung Tanaman Kopi

Kita perlu menanam pohon penaung atau pelindung tanaman kopi. Biasanya di kebun kebun ditanam pohon Lamtoro. Bisa juga dengan menanam orok orok. Namun umumnya adalah Lamtoro. Atau jika sulit ganti dengan pohon dadap dan sengon.

2. Pemupukan Tanaman Kopi

Pupuk juga menjadi salah satu bagian penting dalam menanam kopi. Dalam praktiknya, pemberian pupuk tanaman kopi diletakan sekitar 30-40 cm dari batang pokok dan diberikan sebanyak 2 kali dalam satu tahun.

Teknik pemupukannya juga harus sesuai dengan dosis penggunaanya dan kebutuhan tanaman kopi, di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Pemupukan tanaman kopi umur 1 tahun jenis pupuk dan dosis yang digunakan: Urea 25 gram/pohon, TSP 25 gram/pohon, KCL 15 gram/pohon, Dolomit 15 gram.pohon.
  2. Pemupukan tanaman kopi umur 2 tahun jenis pupuk dan dosis yang digunakan: Urea 50 gram/pohon, TSP 40 gram/pohon, KCL 40 gram/pohon, Dolomit 25 gram.pohon.
  3. Pemupukan tanaman kopi umur 3 tahun jenis pupuk dan dosis yang digunakan Urea 75 gram/pohon, TSP 50 gram/pohon, KCL 70 gram/pohon, Dolomit 55 gram/pohon.
  4. Pemupukan tanaman kopi umur 4 tahun urea 100 gram/pohon, TSP 50 gram/pohon, KCL 70 gram/pohon, Dolomit 55 gram/pohon.
  5. Pemupukan tanaman kopi umur 5-10 tahun, Urea 120 gram/pohon, TSP 160 gram/pohon, Dolomit 75 gram/pohon.
  6. Pemupukan tanaman kopi di atas umur 10 tahun dengan dosis Urea 200 gram/pohon, TSP 200 gram/pohon, dan Dolomit 100 gram/pohon.

Baca Juga: Cara Mempercepat Pertumbuhan Tanaman Durian

Strategi pemupukan di atas adalah untuk pemupukan tanaman kopi di awal musim penghujan. Bagaimana dengan cara memupuk tanaman kopi di akhir musim hujan. Berikut dosisnya:

  1. Pemupukan tanaman kopi umur 1 tahun jenis pupuk dan dosis yang digunakan: Urea 20 gram/pohon, TSP 25 gram/pohon, KCL 15 gram/pohon, Dolomit 15 gram.pohon.
  2. Pemupukan tanaman kopi umur 2 tahun jenis pupuk dan dosis yang digunakan: Urea 50 gram/pohon, TSP 40 gram/pohon, KCL 40 gram/pohon, Dolomit 25 gram.pohon.
  3. Pemupukan tanaman kopi umur 3 tahun jenis pupuk dan dosis yang digunakan Urea 75 gram/pohon, TSP 50 gram/pohon, KCL 50 gram/pohon, Dolomit 40 gram/pohon.
  4. Pemupukan tanaman kopi umur 4 tahun urea 100 gram/pohon, TSP 50 gram/pohon, KCL 70 gram/pohon, Dolomit 55 gram/pohon.
  5. Pemupukan tanaman kopi umur 5-10 tahun, Urea 150 gram/pohon, KCL 200 gram/pohon, Dolomit 75 gram/pohon.
  6. Pemupukan tanaman kopi di atas umur 10 tahun dengan dosis Urea 200 gram/pohon, KCL 250 gram/pohon, dan Dolomit 100 gram/pohon.3.

3. Konservasi Kebun Kopi

Yang tak kalah penting selanjutnya adalah terkait konservasi kebun kopi. Ada beberapa upaya yang bisa dilakukan dalam hal konservasi lahan.

Misalnya saja konservasi di lahan miring biasanya dilakukan dengan cara pembuatan terasering dan rorak pada lahan datar. Adapun cara membuat rorak bisa dengan menggali tanah sekitar 30 cm dari pangkat batang, ukuran lubang : panjang 60-80 cm, lebar 30 cm, dalam 40-50 cm.

Cara Pengendalian Hama Penyakit Budidaya Kopi

Ada beberapa cara pengendalian hama penyakit budidaya kopi yang bisa dilakukan. Pengendalian dilakukan pada tahapan pencegahan. Berikut penyakit dan hama yang patut diwaspadai dalam budidaya kopi.

a. Penggerek Buah Kopi (PBKo) – Hypothenemus hampei.

Pengendalian untuk hama PBKo dapat dilakukan dengan beberapa cara di antaranya dengan pemasangan perangkap dengan Atraotan atau Hypotan.Cara penggunaan Hypotan seperti Gb 6 dan 7 selama 1 minggu dengan jumlah perangkap 25 buah per hektare.

b. Nematoda (Pratylenchuys Coffeae)

Gejala tanaman kopi diserang Nematoda adalah tanaman yang terserang nematoda atau cacing mikro ini menjadi kerdil, kurus, daun kecil, menguning dan gugur. Daun yang tertinggal biasanya hanya daun pucuk.

Pengnedalian Nematoda pada tanaman kopi dilakukan beberapa cara, di antaranya:

  • Melakukan rotasi tanaman dengan tanaman lain
  • Menanam batang bawah dengan yang tahan nematoda klon kopi konuga, kopi robusta klon BP 961 dan BP 595
  • Penggunaan nematoda dazoment dan methansodium dipembibitan serta oksamil, karbofuran, etoprofos dan kadusafos di lapangan.

Cara Panen dan Pengolahan Hasil Panen Kopi

Budidaya Kopi Arabika
Cara Budidaya Kopi Arabika

Selanjutnya adalah bagaimana teknik dan metode pemanenan yang bisa dilakukan. Di antaranya adalah :

  1. Untuk mendapatkan hasil yang bermutu tinggi, buah kopi harus dipetik dalam keadaan masak penuh.
  2. Jika kopi robusta memerlukan waktu 6-11 bulan sejak dari kuncup sampai matang.
  3. Jika kopi Arabika memerlukan waktu 6-8 bulan.
  4. Setelah dipanen kopi diolah dengan cara basah atau cara kering: seperti berikut:
    • Pengolahan kopi secara basah: Panen Masak – Sortasi buah – (Fermentasi Kering baru pencucian) – atau bisa langsung ke pengupasan dan pencucian – penjemuran – sortasi dan penggudangan.
    • Pengolahan kopi secara kering: Panen masuk – sortasi buah – penjemuran – pengupasan – sortasi – penggudangan.

Baca Juga: Budidaya Durian Montong dan Cara Mudah Menanamnya

Nah guys. Itulah yang bisa kita pahami tentang bagaimana cara dan upaya yang bisa kita lakukan dalam melakukan budidaya kopi, dari penanaman, perawatan hingga pemanenan.

Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk kita semua. Sekian yang bisa disampaikan. Sampai jumpa di lain kesempatan. Salam.

Kaseto Efendi Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *