cara budidaya apel agar cepat berbuah

Cara Budidaya Apel Dari Biji Agar Cepat Berbuah

Ayobudidaya.comCara Budidaya Apel sebenarnya sangat mudah. Dan apel adalah salah satu jenis tanaman buah yang populer dan banyak diminati masyarakat.

Ada banyak manfaat yang bisa didapatkan para penikmat apel. Maka ini menjadi sebuah peluang usaha dalam bidang budidaya yang menggiurkan. Maka tak heran, budidaya apel di Eropa sangat diminati.

Di Indonesia cara budidaya apel pun kini terus tumbuh dan dipelajari. Salah satunya pohon apel merah di Indonesia kerap dicarikan alternatif penanamanya agar bisa dilakukan dilahan yang sempit atau perumahan.

Salah satunya misalnya, dengan melakukan cara menanam bonsai apel. Dan cara cara lainnya yang bisa memudahkan dalam menanam pohon apel ini.

Bahkan beberapa datang pertanyaan di kalangan pemula? Berapa sih umur pohon apel berbuah? Karena penting sekali bagi para pemula mengetahui umur tanaman apel berbuah? Sehingga bisa melakukan analisa usaha budidaya tanaman pohon apel.

Kendati demikian, di antaranya sudah melakukan beragam cara untuk mempercepat pohon buah apel berbuah, dari cara menanam apel dari biji agar cepat berbuah dengan berbagai metode dan penelitian.

Dan dengan cara menanam apel dari biji di dataran rendah, dan berbagai macam cara lainnya. Dan berikut ini, ayo budidaya pun tertarik membahas tentang bagaimana cara budidaya apel dengan mudah dari biji agar cepat berbuah.

A. Klasifikasi Tanaman Apel

cara budidaya apel agar cepat berbuah
cara budidaya apel agar cepat berbuah

Apel merupakan salah satu jenis tanaman buah yang populer dan banyak diminati masyarakat. Apel merupakan salah satu tanaman buah konsumsi yang komersial. Sama halnya seperti tanaman varietas mangga.

Di daerah yang mempunyai temperatur udara dingin, apel dapat hidup dengan subur. Di Eropa, tanaman ini banyak dibudidayakan, terutama di daerah subtropis bagian utara.

Sementara di Indonesia, apel dapat tumbuh dan berkembang dengan baik apabila dibudidayakan pada daerah yang mempunyai ketinggian sekitar 1200 meter di atas permukaan laut.

Ada dua tempat yang cukup terkenal sebagai penghasil buah apel, yaitu di daerah Malang, Jawa Timur, dan Gunung Pangrango Jawa Barat. Tanaman buah ini dikenal memiliki banyak warna, dari hijau, sampai warna kemerahan.

Selain itu, buah apel juga memiliki ukuran yang beragam. Bahkan salah satunya pohon apel ini bisa juga dibonsai. Adapun klasifikasi tanaman apel adalah sebagai berikut:

  • Divisi : Spermatophyta
  • Subdivisi : Angiosperma
  • Kelas : Dicotyledonae
  • Ordo : Rosales
  • Famili : Rosaceae
  • Genus : Malus
  • Species : Malus sylvestris Mill

A.1 Deskripsi Tanaman Apel

Bagian bagian dari Apel yang perlu diketahui di antaranya adalah, akar apel berbentuk akar tunggang, akar yang arah tumbuhnya lurus atau vertikal ke dalam tanah.

Batang pohon apel berkayu keras dan kuat. Bahkan memiliki kulit pohon yang tebal dan berwarna muda kecokelatan sampai cokelat kuning keabu-abuan dan setelah tua berwarna hijau kekuningan sampai keabu-abuan.

Jika tidak dipangkas maka tumbuhnya tidak berantis alias lurus mengikuti arah dahan yang tidak dipangkas. Jika dipangkas cabang batang dapat berbentuk perdu seperti payung atau meja.

Daun pohon apel berbentuk lonjong atau oval. Ujung daungnya runcing, sementara pangkalnya tumpul dan tepi daunnya bergerigi teratur.

Untuk buna pohon apel memiliki bunga bertangkai pendek, menghadap ke atas, bertandang, dan pada setiap tandan bunga terdapat enam sampai sembilan bunga.

Untuk buah apel memiliki ciri warna yang bervariasi, hijau, merah dan kemerahan. Bentuk buah dari tanaman apel adalah oval atau bulat, memiliki kulit tipis, kasar, dan memiliki pori pori yang besar.

Untuk biji buah apel memiliki ciri bentu yang berlainan satu sama lainnya. Ada yang berbentuk panjang dengan ujung meruncing, dan ada yang berbentuk bulat berujung tumpul, dan ada juyga yang bentuknya antara bentuk pertama dan kedua.

B. Cara Mudah Budidaya Apel

Dalam budidaya apel ada beberapa hal yang harus diketahui, bukan hanya bagaimana cara menanam apel dari biji agar cepat berbuah saja. Tetapi juga harus memperhatikan lingkungan hidup tanaman apel.

Ada beberapa syarat hidup tanaman apel ini, yakni memperhatikan lingkungan hidupnya, seperti iklim dan media tanam . Di antara penjelasannya adalah sebagai berikut:

Pertama iklim tanaman apel yang diperlukan harus memperhatikan beberapa hal di antaranya, curah hujan, cahaya matahari, suhu dan kelembaban udara.

Untuk curah hujan idealnya adalah 1.000 – 2.600 mm per tahun dengan curah hujan antara 110-150 hari per tahun. Untuk cahaya matahari dibutuhkan yang cukup antara 50-60% dalam setiap harinya, terutama pada saat pembungaan.

Suhu yang dibutuhkan untuk menanam pohon apel adalah 16-27 derajat celcius. Sementara kelembaban udara yang dibutuhkan berkisar 75-85%.

Kedua yang diperlukan adalah media tanam. Media tanam pohon apel harus memperhatikan beberapa hal, di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Mampu menampung air
  • Tanah kebun : Latosol, Andosol dan Regosol.
  • Keasaman tanah 6-7 pH.
  • Kandungan air tersedia cukup
  • Tingkat kelerengan tanah tidak tajam.
  • Ketinggian tempat 700-1200 mdpl.

Jenis Tanaman Apel Yang Cocok Ditanam di Indonesia

Ada beberapa jenis tanaman apel yang cocok ditanam di Indonesia, atau populer dan banyak dibudidayakan di Indonesia. Ini juga penting diketahui, agar cara budidaya pohon apel dapat berlangsung dengan baik sesuai dengan lingkungan di Indonesia.

Di antaranya jenis jenis tanaman apel yang populer dibudidayakan di Indonesia adalah:

  1. Apel Manalagi : Warna hijau kekuningan, tidak berubah meski sudah matang. Apel jenis ini sangat mudah ditemukan di Desa Gandon, Kecamatan Batu, Malang.
  2. Apel Manalagi Ceri
  3. Apel Fuji, meski bukan asli apel Indonesia, dan Apel Fuji merupakan Apel Jepang namun sangat populer dan disukai di Indonesia, banyak ditemui di supermarket.
  4. Apel Rome Beauty : ini adalah jenis apel yang dibudidayakan di Malang. Dikenal juga dengan sebutan apel malang. Warnanya berwarna hijau semburat merah, rasanya agak manis dan warna dagingnya putih kehijauan.
  5. Apel Anna : ini adalah jenis apel favorit dari Batu Malang. Bentuk dan warnaya hammpir sama dengan apel impor. Saat tua warna kulit merah tua dan warna tersebut bisa merata. Saat mudah, warna kulit hijau.

Cara Budidaya Tanaman Pohon Apel Agar Cepat Berbuah

Bagaimana cara mempercepat masa panen tanaman pohon apel? Pada umumnya pertanyaan ini akan muncul. Sebab, memang pertimbangannya analisa usaha budidaya apel.

Cara yang bisa dilakukan untuk mempercepat masa panen pada tanaman apel di antaranya adalah dengan melakukan beberapa langkah, di antaranya adalah:

  1. Pemangkasan : pohon yang tidak pernah dipangkas pertumbuhan cabang dan tajuknya akan kurang teratur, saling berhimpitan. Sehingga tidak berfotosintesis dengan sempurna.
  2. Pelengkungan dahan : Dahan atau cabang yang tumbuh tegak lurus sulit menumbuhkan bunga. Oleh karena itu, dahan harus dihambat pertumbuhan vegetatifnya dengan melengkungkannya sampai posisinya mendatar.
  3. Pelukaan batang, ini bisa dilakukan dengan mencacah kulit batang, mengerat kulit batang atau secara lingkar, mengerok kulit batang, meliliti batang dengan tali plastik atau kawat.
  4. Pengairan juga penting dilakukan untuk memacu pembentukan buah.
  5. Pemupukan sangat penting terutama pupuk daun berkadar P tinggi untuk bisa merangsang tanaman untuk segera berbuah. Unsur fosor di dalamnya bermanfaat mengurangi pertumbuhan vegetatif dan merangsang munculnya bunga.
  6. Pemberian hormon ini bisa dilakukan dengan menggunakan zat pengatur tumbuh atau ZPT. Merk hrmon buatan yang beredar seperti Atonik, Dekamon 22,43 L, dan lain sebagainya.

Teknik Pengolahan Media Tanam Pohon Apel

Adapun cara cara yang bisa dikembangkan adalah dengan melakukan pengolahan media tanam tanaman pohon apel yang akan ditanam. Dalam hal ini ada beberapa langkah yang bisa dilakukan, di antaranya adalah :

  1. Persiapan media tanam
  2. Pembukaan lahan
  3. Pembentukan bedengan
  4. Pengapuran pada lahan tanam untuk meningkatkan pH tanah dengan menambahkan kapur ke dalam tanah.
  5. Pemupukan yang dilakukan saat pengelolaan tanah sebelum penanaman, yakni dengan memberi pupuk kandang sebanyak 20 kg per lubang tanam yang dicampur merata dengan tanah.

Pembibitan Tanaman Apel

Beberapa hal lain yang juga bisa dilakukan adalah dengan melakukan pembibitan tanaman apel dengan baik dan benar. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam hal ini, di antaranya adalah:

  1. Persayaratan benih:
    • Syarat batang bawah : apel liar, perakaran luas dan kuat, bentuk pohon kokoh, mempunyai daya adaptasi tinggi.
    • Syarat mata tunas: berasal dari batang tanaman apel yang sehat dan memiliki sifat sifat unggul.
  2. Penyiapan benih:
    • Anakan diambil ketika tinggi sudah mencapai 30 cm, diameter 0,5 cm, dan kulit batang berwarna kecoklatan. ditanam pada bedengan selebar 60 cm dengan kedalaman parit 40 cm.
    • Rundukan: anak pohon induk apel liar direbahkan melekat tanah cabang dijepit kayu kemudian ditimbun tanah.
    • Perundukan tempelan batyang bawah, dilakukan setelah dua minggu atau tempelan dibuka dengan memoitong dua per tiga bagian penampang batang bawah, sekitar 2 cm diatas tempelan.
  3. Stek
    • untuk stek tanaman apel liar, diameter harus seragam dan lurus, ukuran panjang 15-20 cm. Sebelum ditanam bagian bawah stek dicelupkan kelarutan Roton F untuk merangsang pertumbuhan akar. Jarak penanaman 30 x 25 cm, tiap bedengan ditanami dua baris.

Teknik Pembibitan Pohon Apel

Teknik pembibitan ini bisa dilakukan dalam beberapa hal, di antaranya seperti Penempelan. Untuk penempelan pilihlah batang bawah yang memenuhi syarat, berumur 5 bulan dengan diamter batang kurang lebih 1 cm.

Dan kulit batang mudah dikelupas dari kayunya. Ambil mata tyempel dari cabang atau batang sehat yang berasal dari pohon apel varietas uynggul yang telah terbukti kualitasnya.

Caranya dengan menyayat mata tempel beserta kayunya sepanjang 2,5 – 5 cm. Lapisan kayu dibuang dengan hati hati agar matanya tidak rusak.

Selanjutnya dilakukan penyambungan, penyambungan batang bawah dilakukan dengan dipotong pada ketinggian kurang lebih 20 cm dari leher akar.

Potong pucuknya dan belah bagian tengah batang bawah dengan panjang 2-5 cm, cabang entres diptoong sepanjang kurang lebih 15 cm atau sekitar 3 mata, daunnya dibuang, lalu pangkal batang atas diiris berbentuk biji.

Panjang irisan sama dengan panjang belahan batang bawah. Batang atas disisipkan ke belahan batang bawah. Sehingga kambium keduanya bisa bertemu. Lalu ikat sambungan dengan tali plastik seraoat mungkin.

Pemeliharaan Pembibitan Tanaman Apel

Dalam pemeliharaan pembibitan tanaman apel ada beberaoa hak yang harus diperhatikan di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Pemupukan dilakukan satu atau dua bulan sekali dengan urea dan TSP, masing masing 5 gram per tanaman ditugalkan atau disebar mengelilingi tanaman.
  2. Penyiangan dilakukan kondisional kapan saja menyesuaikan pertumbuhan gulma.
  3. Pengairan disesuaikan ada tidaknya hujan. Jika tidak ada hujan turunm maka pengairan atau penyiraman bisa dilakukan seminggu sekali siraman.
  4. Pemberantasan hama dan penyakit tanaman apel dilakukan dengan disemprotkan pestisida dua kali setiap bulan dengan cara memperhatikan gejala serangan.
  5. Selanjutnya bisa dilakukan dengan pemindahan bibit tanaman ke tempat yang telah disiapkan.

Cara Menanam Apel

Selanjutnya yang bisa dilakukan adalah menanam bibit apel yang telah dimiliki, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, misalnya saja, pertama dengan penentuan pola tanam.

Beberapa di antaranya bisa menggunakan pila 3-3.5 x 3.5 m atau 2-3 x 2.5 – 3 tergantung jenis apel yang ditanam. Selain itu, pembuatan lubang tanam ukuran 50 x 50 x 50 cm sampai 1 x 1 x meter.

Adapun cara menanamnya yang dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  1. Masukan tanah bagian bawah bibit ke dalam lubang tanam
  2. Masukan bibit di tengah lubang di atas perakaran agar menyebar
  3. Masukan tanah bagian atas dalam lubang sampai sebatas akar dan tambah tanah galian lubang
  4. Bila semua tanah telah masuk, tanah ditekan tekan secara perlahan dengan tangan agar bibir tertanam kuat dan lurus
  5. Untuk menahan angin, bibit dapat ditahan pada ajir dengan ikatan longgar.
  6. Pemeliharaan tanaman apel dengan melakukan beberapa hal yang sebelumnya juga dilakukan seperti:
    • Penjarangan dan penyulaman
    • Penyiangan
    • Pembubunan
    • Pemangkasan
    • Pemupukan
      • Pemupukan pohon apel saat musim hujan NPK 1-2 kg per pohon, bisa juga dengan campuran Urea, TSP, KCl/ZK dengan 3 kg per pohon dengan perbandingan 4:2:1.
      • Pemupukan pohon apel saat musim kemarau NPK 1-2 kg per pohon atau Urea, TSP, KCL/ZK kuyrang lebih 3 kg per pohon dengan perbandingan 4:2:1.
    • Pengairan dan penyiraman
    • Penyemprotan pestisida
    • Pemeliharaan lain lain dan pencegahan hama tanaman pada tanaman apel dewasa hingga panen.

Baca Juga: Budidaya Cacing Tanah: Cara Ternak, Media dan Harga

Itulah beberapa hal yang bisa dipelajari tentang bagaimana cara budidaya apel yang mudah dan paling sederhana terlebih agar panen dengan cepat. Terutama dari biji.

Cara di atas sebenarnya cara yang paling sederhana dengan memudahkan kita meningkatkan hasil tanam tanaman pohon apel. Dengan demikian apa yang dilakukan dalam cara dan teknik budidaya pohon apel ini bisa menguntungkan para pembudidayanya.

Sekian yang bisa disampaikan, semoga bermanfaat, terimakasih. Salam.

Kaseto Efendi Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *