Budidaya Pohon Jati

Budidaya Pohon Jati Yang Buat Untung Ratusan Juta

Ayobudidaya.com – Budidaya Pohon Jati adalah salah satu solusi bisnis atau usaha yang bisa dilakukan jika memiliki lahan yang cukup luas. Sebab keuntungan dari budidaya jati ini bisa mencapai ratusan juta rupiah.

Jati adalah tanaman yang sangat populer sebagai penghasil bahan baku untuk industri perkayuan, sebab mempunyai kualitas yang tinggi, harga jual yang sangat mahal serta ketahanannya yang cukup kuat sampai-sampai jenis kayu ini paling banyak diburu.

Maka wajar saja, kebutuhan dan permintaanya semakin hari semakin tinggi, meningkat setiap tahunnya. Namun pasokan saat ini mulai sedikit. Pasokan mulai menipis karena siklus umur panen jati konvesional relatif lama (sekitar 45 tahun).

Lalu bagaimana cara mengatasi agar ketersediaan pohon jati masih bisa memenuhi kebutuhan pasar? Caranya adalah dengan kembali menggalakan budidaya jati dan diperlukan tanaman jati yang memiliki umur panen relatif cepat.

Tentunya dengan tetap memperhatikan keindahan dan kualitas serat yang baik yang dapat memenuhi kebutuhan pasar. Nah budidaya pohon jati kualitas unggul ini tentunya penting agar bisa menghasilkan ratusan jutaan rupiah.

Untuk lebih mengenal pohon jati dan budidaya yang bisa kita lakukan sebagai pemula. Pahami juga pengertian dan klasifikasi pohon jati.

Mengenal Manfaat Budidaya Pohon Jati

Budidaya Pohon Jati
Budidaya Pohon Jati

Kayu jati di Indonesia cukup menjadi primadona. Kayu ini sering dimanfaatkan sebagai pembuatan furniture yang didapatkan dari kayu perkebunan yang tergolong jenis kayu keras yang memiliki jaringan kuat dan dalam.

Manfaat kayu jati adalah untuk bahan baku pembuatan furniture seperti lemari, kursi, meja, alat alat rumah tangga, dan beberapa yang dapat dimanfaatkan sebagai media mempercantik rumah.

Manfaat kayu jati ini juga yang menjadi manfaat budidaya pohon jati selain keuntungan dari jual beli dengan harga yang mahal karena kualitas dari pohon jati ini yang sangat baik.

Salah satu manfaatnya adalah peluang untung yang didapatkan dari investasi budidaya pohon jati ini, apa saja sih? Karena kita harus ketahui juga manfaat pohon jati bagi kehidupan manusia.

Baca juga disini: Manfaat Pohon Jati Untuk Kesehatan.

Peluang Untung Investasi Budidaya Pohon Jati

Pertama yang bisa dipahami adalah prospek dalam budidaya yang dijalankan. Pohon jati memiliki banyak prospek. Bahkan tak perlu dengan lahan yang kita miliki, kita bisa lakukan sistem bagi hasil dengan perusahaan pengelola lahan.

Namun jika memiliki dana dan memilik lahan, kita bisa menanam sendiri pohon jati tersebut, agar keuntungannya 100 persen milik kita. Tentunya semakin besar lahan tanam jati akan semakin besar keuntungan yang didapatkan.

Hitungan perkiraannya seperti ini terkait peluang untuk investasi dalam menanam pohon jati,

  1. Luas 1 hektare tanah atau lahan dapat ditanam 1.000 pohon jati.
  2. Bibit pohon jati dibanderol cukup murah, Rp2.500 sampai 4.000
  3. Biaya perawatan dan pemeliharaan untuk 10 tahun per pohonya kurang lebihnya hanya Rp96 Ribu. Ini tentu belum termasuk investasi lahan ya.

Dalam artian, harga bibit pohon jati yang dikeluarkan memakan biaya sebesar Rp4 Juta untuk 1.000 pohon. Sementara biaya perawatan Rp96 Ribu untuk 10 tahun mencapai Rp100 juta kurang lebihnya sebagai modal keseluruhan.

Nah setelah 10 tahun nasa tabam, budidaya jati ini bisa dipanen. Bentuk bentuk jual hasil pohon hati adalah kayu yang dijual dengan satuan meter kubik.

1 Meter Kubik didapat dari 3 batang pohon jati, nah asumsi perkiraan 1 hektar akan menghasilkan 330 kubik kayu jati. Sementara harga kayu jati memang bervariasi.

Harga kayu jati umumnya Rp10 juta per meter kubik untuk kayu jati berumur 10 tahun. Artinya dengan modal hanya 100 Juta, untuk dalam budidaya jati selama 10 tahun adalah Rp3,3 miliar. Inilah yang disebut investasi budidaya.

Manfaat Pohon Jati yang Jadi Keunggulan Untuk Dibudidaya

Terlepas dari beberapa hal di atas, pohon jati memiliki kekuatan, keawetan dan keindahan. Kayu jati termasuk kayu premium, atau kayu kelas satu di Indonesia. Maka wajar, harga jual kayu jati mahal. Bahkan mencapai jutaan rupiah per batangnya.

Belum lagi jika di ekspor, harganya tentu meroket. Karena kayu jati sangat baik dibutuhkan furnitur berbahan kayu. Lalu apa saja yang menjadi keunggulan pohon jati untuk dibudidayakan?

  1. Pohon jati bisa dibudidaya di tanah kritis.
  2. Pohon jati relatif tahan terhadap cuaca kemarau atau musim kering.
  3. Pohon jati cukup tahan tiupan angin.
  4. Tegakan pohon jati membuat hemat lahan tanam.
  5. Mudah perawatan dan pemeliharaan.
  6. Lahan yang ditanam pohon jati dapat ditanam dengan pola tumpang sari.
  7. Pohon Jati lebih tahan dari serangan hama dan penyakit.
  8. Harga yang cukup menggiurkan dari permintaan pasar yang tinggi.

Cara Budidaya Pohon Jati

Ada banyak jenis jenis pohon jati di Indonesia, lalu bagaimana kita bisa melakukan teknik budidaya? Caranya cukup sederhana. Beberapa hal berikut ini bisa dicoba:

  1. Pilihlah lahan yang sesuai dengan syarat tumbuh pohon jati. Apa saja syarat-syaratnya:
    • Ketinggian lahan tanam maksimum 700 m dpl,
    • Suhu udara di lokasi lahan tanam 13—43° C, pH tanah 6, kelembapan lingkungan 60—80%,
    • Lokasi lahan tanam memiliki curah hujan 1.000—1.500 mm/tahun.
    • Syarat terakhir, untuk mendapatkan hasil yang bagus, atau kualitas kayu jati yang mewah tanamlah di wilayah yang musim kemaraunya sangat panjang.
  2. Langkah kedua, melakukan pembersihan lahan atau land clearing untuk menghilangkan gulma yang tumbuh.
  3. Tentukan titik tanam, caranya cukup pasang pancang terbuat dari ajir.
    • Pada penanaman jati secara monokultur, ideal jarak tanam 3 x 3 meter.
    • Untuk pola agroforestry atau pola tumpang sari, jarak tanam menyesuaikan jenis tanaman tumpang sari lainnya.
  4. Buat lubang tanam di tempat yang telah ditentukan.
    • Caranya, gali tanah: ukuran panjang 30 cm, lebar 30 cm, dengan kedalaman 30 cm.
    • Setelah digali, lubang tanam dibiarkan selama 2—3 hari.

Teknik Menanam Bibit Jati

Selanjutnya adalah terkait cara cara yang bisa dilakukan untuk menanam bibit pohon jati. Ada beberapa syarat dalam menanam bibit jati ini, antaranya adalah:

  • Batang tunggal, kokoh, dan berkayu.
  • Tumbuh bibit tegak, antara diameter dan tinggi seimbang.
  • Tinggi bibit minimal 30 cm.
  • Pucuk sehat, daun segar, serta tidak terserang hama dan penyakit.
  • Pastikan akar bibit jati yang akan ditanam sehat dan kuat mengikat media di dalam polibag

Selain itu beberapa hal yang juga bisa dipahami dalam menanam bibit adalah jumlah bibit yang dibutuhkan. Secara perhitungannya seperti ini:

1 ha atau 10.000 m² dan jarak tanam 3 x 3 meter, maka jumlah bibit yang dibutuhkan 1.111 bibit pohon jati.

Selain bibit tanam, jangan lupa juga untuk menyiapkan bibit sulaman, kurang lebihnya 5 persen dari bibit yang telah ditanam.

Untuk menanamnya juga harus teliti dan penuh kehati-hatian. Terutama dalam melepaskan polibag agar perakaran bibit tidak rusak.

Lalu bagaimana cara polibag bibit jati tidak bisa dilepaskan atau sulit dilepaskan, cara yang bisa dilakukan adalah remas sedikit di bagian samping polibag. Terpenting adalah mengusahakan agar tanah di dalam polibag tidak pecah saat penanaman.

Langkah lain yang juga harus diketahui adalah menempatkan bibit jati di bagian tengah lubang tanam. Selanjutnya masukan pupuk organik / kompos / pupuk kandang kurang lebihnya 5-15 kg per lubang tanam.

Nah baru setelah itu memasukkan tanah galian ke dalam lubang tanam dan dipadatkan agar bibit tidak roboh.

Pemeliharaan Bibit Jati

Ini juga menjadi salah satu bagian yang penting untuk tidak dilewatkan dalam fase budidaya. Pemeliharaan bibit pohon jati. Intinya ketika ditemukan ada bibit yang mati atau rusak, segera ganti, lakukan penyulaman tanaman.

Maka dari itu, ini pentingnya diperhatikan juga bibit sulaman yang kualitasnya harus baik dan bagus, secara umur maupun secara fisik. Karena yang diinginkan pertumbuhan pohon jati tetap seragam.

Dalam pemelihataan pasca tanam bibit juga perhatikan gulma, ilalang, dan tanaman pengganggu lainnya. Lakukan penyiangan terhadap yang mengganggu proses tumbuh bibit jati yang ditanam.

Penyiraman juga dilakukan di awal dan akhir musim hujan. Tak hanya penyiraman, pemupukan pada fase ini juga penting dilakukan.

Pemupukan bisa menggunakan kompos atau pupuk kandang, jumlah yang diberikan 5-15 kg per lubang tanam pada awal membuat lubang tanam.

Selain pupuk organik, bisa juga menggunakan pupuk NPK. Fungsi pupuk NPK adalah untuk mempercepat pertumbuhan bibit jati. Pemupukan ini dilakukan hingga tahun ke-3.

Dosis pupuk NPK untuk tanaman Jati adalah 50 gram pada tahun ke-1, 100 gram pada tahun ke-2, 150 gram pada tahun ke-3.

Langkah selanjutnya adalah pemangkasan (pruning). Pemangkasan pohon jati dilakukan pada cabang dan ranting. Ini dilakukan untuk meningkatkan tinggi bebas cabang dan mengurangi mata kayu dari batang utama.

Lakukan sehalus mungkin, agak miring dan dipangkas tidak mendatar. Maka penting pemangkasan dengan alat, bukan sekedar dipatahkan dengan tangan. Lakukan dengan gergaji atau gunting wiwil.

Setelah dipangkas, tutup dengan cat atau ter, ini dilakukan agar hama dan penyakit tidak masuk.

Sementara untuk pola tanam monokultur, penjarangan atau ditebang perlu dilakukan di setiap 3-5 tahun sampai pohon berumur 15 tahun. Lakukan pada pohon yang terserang penyakit, atau bentuk batang cacat maupun abnormal pertumbuhannya.

Demikian juga terkait pencegahan dan pengendalian hama penyakit pada pohon jati yang perlu dilakukan.

Cara Mencegah Hama dan Penyakit Pohon Jati

Bagaimana cara melakukan pencegahan hama dan penyakit tanaman jati? Caranya adalah dengan beberapa hal berikut:

  1. Mengatur jarak tanam pohon jati, hal ini dilakukan agar tanaman tetap mendapat cahaya matahari dan sirkulasi udaranya baik.
  2. Melakukan beberapa perawatan pasca tanam, antara lain:
    1. Pemangkasan teratur.
    2. Pemupukan.
    3. Penyiangan secara rutin.

Masa Panen Pohon Jati

Nah dari seluruh proses yang dijalankan, yang dinantikan adalah masa panen pohon jati. Masa panen dan kayu jati bisa digunakan baiknya diumur 15-20 tahun, di tahun tersebut batang utama pohon jati berdiameter sekitar 30 cm.

Namun ada juga yang sudah melakukan pemanenan di usia 10 tahun. Cara panen pohon jati agar tak merusak kayu adalah lakukan dengan cara ditebang.

Bahkan ada cara penebangan pohon jati yang dilakukan, antaranya:

  1. Terlebih dahulu mengurangi cabang dan ranting.
  2. Lakukan pemotongan dengan gergaji sebagian sisi batang sejajar dengan arah rebah pohon (takik rebah).
    • Jarak antara alas dan atap takik rebah maksimum 5 cm.
    • Potong sisi lainnya dengan gergaji setinggi bagian paling atas takik rebah sebagai takik balas.
    • Setelah itu, pohon akan jatuh ke arah takik rebah.

Analisa Usaha Budidaya Pohon Jati

Selanjutnya, terakhir yang akan kita bahas adalah terkait analisa usaha dari budidaya pohon jati ini sendiri.   Asumsinya seperti yang sudah dijelaskan di atas.

Misalnya saja, jika di atas biaya investasi selama 10 tahun, dengan rincian:

  1. Luas 1 hektare tanah atau lahan dapat ditanam 1.000 pohon jati.
  2. Bibit pohon jati dibanderol cukup murah, Rp2.500 sampai 4.000
  3. Biaya perawatan dan pemeliharaan untuk 10 tahun per pohonya kurang lebihnya hanya Rp96 Ribu. Ini tentu belum termasuk investasi lahan ya.

Dalam artian, harga bibit pohon jati yang dikeluarkan memakan biaya sebesar Rp4 Juta untuk 1.000 pohon. Sementara biaya perawatan Rp96 Ribu untuk 10 tahun mencapai Rp100 juta kurang lebihnya sebagai modal keseluruhan.

Artinya yang dihasilkan dalam budidaya jati ini mencapai Rp100 Juta per 10 tahunnya. Nah tinggal dirincikan, adakah sewa lahan, dan keperluan alat lain, selain pupuk, bibit dan masa perawatan.

Itulah beberapa hal yang bisa kita ketahui tentang budidaya pohon jati dengan analisa keuntungan ratusan juta yang diperoleh. Sekian yang bisa disampaikan, semoga bermanfaat. Terimakasih. Salam.

admin Penulis

Ayo Budidaya adalah situs blog yang menggambarkan tentang semua metode budidaya hingga menjadi suatu produk. Semua berisikan tentang informasi bermanfaat yang bisa digunakan setiap orang dalam beraktifitas budidaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *