budidaya bunga matahari

Budidaya Bunga Matahari, Ini Cara Tanam & Teknik Bibit

Ayobudidaya.com – Budidaya Bunga Matahari sebenarnya tergolong mudah. Bisa dilakukan oleh para pemula. Terlebih tentang pembibitan untuk mendapatkan bibit bunga matahari yang berkualitas.

Sebagai pembudidaya beberapa hal yang bisa digunakan dalam teknik perbanyakan bunga matahari adalah dengan penampung biji bunga matahari. Umumnya pola tanamnya dengan biji.

Bahkan di antaranya ada yang menanam bunga matahari di musim hujan. Namun juga selain dari sisi cara budidaya bunga matahari yang baik dan benar. Kita patut memperhatikan penyebab bunga matahari layu.

Diketahui bunga matahari termasuk ke dalam golongan tanaman annual yang dapat menghasilkan bunga dengan ukuran besar. Bunga matahari pada umumnya memiliki warna kuning.

Sisi unik dari bunga matahari adalah mahkota bunganya yang mekar, dan mengikuti pergerakan matahari dari timur ke barat yang dikenal dengan proses heliotropisme.

Dalam sisi budidaya, bunga matahari ini adalah salah satu tanaman yang sangat mudah dan cepat tumbuh. Bahkan diketahui juga telah ditemukan lebih dari 60 varietas bunga matahari ydi seluruh dunia.

Masing-masing memiliki ragam warna dengan tampilannya yang menarik. Termasuk di Indonesia, bahkan Bunga Matahari di Indonesia kerap diimpor sebanyak 15-20 ribu ton untuk industri industri kwaci.

Pemasaran bunga matahari ini memang cukup diminati sebagai bahan makanan impor ke luar. Nilai jualnya juga tinggi. Maka usaha budidaya bunga matahari ini masih cukup menjanjikan.

Teknik Budidaya & Perbanyakan Bunga Matahari

budidaya bunga matahari
budidaya bunga matahari

Dalam menanam bunga matahari memang ada beberapa hal yang bisa kita pahami terlebih dahulu sejak awal. Yakni niatan menanam bunga matahari tersebut.

Apakah cukup dengan teknik perbanyakan bunga mataharu? Atau sekedar mencari dan menciptakan bibit bunga matahari saja? Apapun itu, ada beberapa tahapan budidaya bunga matahari yang bisa dilakukan, di antaranya adalah:

1. Pembibitan Bunga Matahari

Pertama yang bisa dilakukan adalah pembibitan bunga matahari? Bagaimana cara pembibitan bunga matahari? Ada beberapa hal yang bisa dilakukan.

  1. Siapkan media tanam, di antaranya tanah dan pupuk kandang atau pupuk organik. Perbadingan tanah dan pupuk 2:1
  2. Campur rata pupuk organik dan tanah yang sudah disiapkan.
  3. Media tanam yang telah disiapkan dimasukkan ke dalam tray semai atau polybag atau bisa gunakan botol plastik bekas.
  4. Semai biji bunga matahari pada tray semai (atau media tanam lainnya) dan letakkan pada tempat yang teduh atau iyup tidak terkena matahari langsung.

Dimana kita bisa mendapatkan bibit bunga matahari? Berapa harga bibit bunga matahari? Silakan ada banyak varietas yang bisa didapatkan di toko toko pertanian untuk bisa dipilih dan dibeli.

Dalam pembibitan, pada tahapan penyemaian bibit bunga matahari ini, jangan lupa untuk melakukan perawatan. Perawatan yang bisa dilakukan adalah menyiram semai bibit bunga matahari.

Lakukan penyiraman 5 pekan setelah semai. Biasanya benih sudah mulai berkecambah dalam 7 hari sejak disemai. Amati terus pertumbuhannya.

2. Pengolahan Tanah Tanam Bibit Bunga Matahari

Selanjutnya yang kedua adalah yang perlu diperhatikan dalam cara budidaya bunga matahari adalah pengolahan tanah tempat menanam bibit bunga matahari.

Caranya cukup mudah. Kita bisa dengan membersihkan lahan dari sisa tanaman dan sampah-sampah. Selanjutnya gemburkan tanah menggunakan cangkul sedalam 30 cm.

Selanjutnya, buatlah bedengan bedengan panjangnya sekitar 10-15 meter, dengan lebar 100-110 cm, dan tinggi bedengan 30-40 cm. Sementara jarak antara bedengan adalah 50 cm.

Dan jangan lupa dalam pengelolaan lahan tanam ini kita bisa memberikan pupuk dasar, pupuk kandang, dan memberikan kapur.

3. Pupuk Bunga Matahari

Hal penting dalam berhasilnya budidaya adalah pemupukan. Pupuk yang bisa diberikan untuk bunga matahari dapat tumbuh dengan baik adalah dengan memberikan pupuk kandang.

Pemberian pupuk kandang pada tanaman bunga matahari ini kurang lebihnya 0,5-1 kg/tanaman. Pupuk yang bisa digunakan adalah pupuk siap pakai.

Sebelum diberikan, setidaknya aduk dan campur dengan rata dengan tanah bedengan yang telah dibuat sebelumnya. Selanjutnya didiamkan atau dibiarkan selama 2 minggu.

Baru ada beberapa hal yang juga bisa menjadi perhatian, yakni dalam Pemberian Pupuk Dasar. Jadi, jika tanah asam, maka dapat diberikan dolomit kurang lebihnya 1.5 ton per hektare.

Selanjutnya, dapat diberikan dengan pupuk dasar anorganik, yakni pupuk majemuk seperti pupuk NPK 15:15:15 dengan takaran pupuk 700 kg/ha.

Kita juga bisa memberikan campuran pupuk urea kurang lebihnya 500 kg/ha, pupuk KCL 400 kg/ha, dan pupuk SP 36. Selanjutnya pupuk tersebut disebar dan dicampurkan merata pada bedengan.

4. Pemasangan Mulsa Pada Tanaman Bunga Matahari

Ada beberapa hal lain yang juga patut diperhatikan dalam budiaya bunga matahari ini. Yakni, ketika penanaman dilakukan di lahan yang memiliki luasan cukup luas, maka bisa gunakan mulsa plastik perak hitam (MPHP).

Ingat, dalam pemakaian mulsa ini, pada bagian perak digunakan berada di bagian atas. Hal ini dimaksudkan agar mulsa tidak mudah lepas, selanjutnya tancapkan pasak penjepit bambu di pinggir mulsa tiap 50 cm.

Jika tidak ingin menggunakan mulsa, maka yang bisa dilakukan adalah dengan menanam pada lubang tanaman yang telah dibuat sebelumnya.

5. Cara Menanam Bunga Matahari dalam Pot

Jika memanam tidak dilahan luas, tetapi di dalam pot, maka car ayang bisa dilakukan adalah memastikan ukuran pot mencukupi untuk tumbuhnya tanaman bunga matahari.

Media tumbuh dalam pot yang bisa digunakan adalah dengan diameter media 30×30 cm. Cara budidaya bunga matahari dalam pot cukup mudah, yakni dengan mencampurkan tanah dan pupuk kandang dengan takaran 1: 2 untuk media tanam.

Atau jika ada media tanam yang sudah siap pakai lainnya tak masalah untuk dicoba.

Selanjutnya untuk cara menanam baik dalam pot maupun dalam tray ada beberapa hal yang juga bisa dilakukan. Misalnya adalah menanam dengan memindahkan bibit bunga matahari secara hati-hati ke pot atau lahan akhir dari tray media pembibitan.

Jadi, bibit bunga matahari yang akan dipindah, terlebih dahulu disiram agar tidak pecah atau rusak ketika dikeluarkan untuk pemindahan.

Jangan lupa untuk membuat lubang tanam pada bedengan atau lahan akhir penanaman sedalam 5 cm menggunakan tugal. Pastikan bibit bunga matahari ditanam dengan keadaan tegak agar bibit tak menyentuh permukaan mulsa.

Bisa dilakukan juga beberapa hal berikut, misalnya, seperti memberikan furadan secukupnyan dan dengan menambahkan larutan AB mix sebanyak 250 ml/tanaman. Ini sebagai starter solution.

6. Pemeliharaan Tanaman Bunga Matahari

Selanjutnya adalah melakukan pemeliharaan bunga matahari yang ditanam agar tak mati dan gagal tumbuh. Jika ada bibit yang telah dipindahkan mati atau gagal tumbuh, segera dicabut beserta tanahnya.

Selanjutnya sulam atau gantikan dengan bibit bunga matahari yang baru lainnya. Untuk penyulaman ini dilakukan ketika tanaman berusia maksimal 14 hari setelah tanam pertama.

Pemeliharaan lainnya adalah dengan membersihkan gulma yang tumbuh disekitar tanaman secara berkala. Jangan lupa juga lakukan penyiraman setiap hari atau ketika tanaman terlihat kering.

Baru dilakukan pemupukan susulan. Pemupukan susulan adalah upaya agar tanaman tumbuh secara maksimal. Kita bisa memberikan pupuk dengan cara pemupukan kocor yakni dengan menambahkan pupuk NPK sebanyak 25-30 gr per tanaman.

Pemupukan bunga matahari ini dalam pemberian pupuk susulan dilakukan 1-2 bulan umur tanaman.

7. Pengendalian Hama dan Penyakit Bunga Matahari

Pengendalian hama adalah hal terpenting dilakukan agar penyakit pada tanaman bunga matahari tidak menyerang. Setidaknya antisipasi dan penananganan ini penting dilakukan, baik sceara manual atau teknologi modern.

Ada beberapa jenis hama tanaman bunga matahari yang menyerang di antaranya adalah walang hijau, ulat dauyn, dan ulat ngengat.

Sementara jenis jenis penyakit tanaman yang menyerang tanaman bunga matahari seperti penyakit layu, virus tembakau, botryts cinerae, tepun embun, dan penyakit alternaria. Serta penyakit lain yang dapat ditemui dalam budidaya berjalan.

Maka beberapa antisipasi yang dilakukan adalah dengan melakukan beberapa cara seperti insektisida dan fungisida. Lebih baik mencegah dari pada mengobati.

8. Umur Berbunga Bunga Matahari

Cantiknya bunga matahari akan dapat dilihat setelah penanaman dan perawatan yang baik serta tidak gagal atau tanaman layu. Sehingga bunga matahari dapat berbunga dengan indah.

Bunga akan mekar sangat indah dan hal ini dapat dilihat ketika umur pertama bunga matahari menghasilkan bunga sekitar 45-60 hari sejak ditanam atau 90-105 hari sejak disemai.

Proses Budidaya Bunga Matahari Untuk Pemula

budidaya bunga matahari
budidaya bunga matahari

Sementara untuk budidaya bunga matahari bagi pemula yang bisa dilakukan adalah dengan memperhatikan beberapa hal berikut ini.

Seingga tidak sekedar menanam tanaman hias saja, tetapi bisa mendapatkan intensitas cahaya matahari yang cukup, dan bisa menjadi tanaman yang cantik dihalaman rumah, atau komersial sebagai produksi industri.

  1. Bunga matahari tumbuh subur di area pegunungan.
  2. Tumbu di udara yang lembab serta pencahayaan yang cukup.
  3. Dapat hidup dan berkembang di dataran rendah yang memiliki tingkat ketinggian 1500 meter DPL.
  4. Budidaya bunga matahari dimulai dari membibit bijinya.
  5. Biji bunga matahari diperoleh dari induk bunga matahari pertama yang telah tua.
  6. Proses penyemaian seperti penjelasan di atas dengan mengambil biji benih dan taburkan di media tanam.
  7. Jika benih bunga matahari yang ditabur sedikit, bisa menggunakan cara budidaya bunga matahari dalam pot.
  8. Jika menanam dalam kapasitas besar, maka bisa di lahan kebun dengan membuat bedengan.
  9. Tunggu sampai 10 hari dari waktu tabur, jika tinggi bibit sudah mencapai 15-20 cm, bisa dipindah ke area tanam akhir lebih luas.
  10. Untuk satu lubang, di tempati satu bibit saja.
  11. Jaraknya minimal tanamn antara satu lubang ke lubang lainnya adalah 1 meter2.
  12. Pilih tempat tanam dengan tanah yang gembur,
  13. Pada awal masa tanam, beri pupuk tanaman takaran 3 kg pupuk kandang tiap bibit.
  14. Lakukan pengulangan pemupukan dasar saat bibit memasuki umur 1 bulan.
  15. Tambahkan 25 gr pupuk ZA pada tiap batang.
  16. Jika umur 1,5 bulan, berikan 15 gr TSP tiap batang.
  17. Lakukan proses pemberian air sekali per hari.

Terkahir yang bisa kita cermati adalah perawatan lainnya sampai bunga matahari yang ditanam panen. Sesederhana itu cara budidaya bunga matahari, dan bisa dilakukan oleh pemula.

Baca Juga: Cara Memilih Durian : Matang, Kuning, dan Super Enak

Itulah beberapa hal yang bisa kita lakukan dalam budidaya bunga matahari. Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk kita semua. Sehingga apa yang ditanam dapat berhasil dan menghasilkan bunga yang cantik dan biji bunga matahari yang banyak.

Sekian yang bisa disampaikan. Semoga artikel ini bermanfaat. Terimakasih. Salam. Ayo budidaya bunga matahari…

Kaseto Efendi Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *