Cara Budidaya Bayam

Budidaya Bayam dan Proses Cara Menanamnya

Cara budidaya bayam tidak membutuhkan persyaratan tumbuh yang sulit. Seperti kehadirannya, bayam merupakan salah satu jenis sayuran yang paling mudah ditemui.

Hal ini dikarenakan bayam dapat tumbuh hampir di semua jenis lahan dan tidak memerlukan perawatan yang sulit dalam pemeliharaannya.

Maka ketika diminta untuk jelaskan proses budidaya bayam, semua orang pasti bisa menjelaskan dan melakukannya. Terlebih lagi, proses pemanenan bayam terhitung cukup singkat.

Selain itu kita juga bisa melakukan cara menanam bayam di lahan sempit, dan tidak memerlukan perawatan yang sulit dalam pemeliharaannya.

Dan ketika kita ingin mencari panduan budidaya bayam, kita tak perlu repot, karena ada banyak makalah budidaya tanaman bayam yang bisa kita pelajari.

Dari yang jelaskan tahapan budidaya bayam, sampai jelaskan tahapan perawatan budidaya bayam itu sendiri. Intinya dalam hal ini adalah keterkaitan dengan perawatan yang paling penting dalam budidaya bayam itu sendiri.

Dan bercocok tanam, menanam bayam adalah salah satu pilihan yang tepat untuk sebuah usaha pertanian yang menjanjikan. Terlebih bayam sangat tinggi peminat.

Apalagi bayam adalah salah satu jenis sayuran yang sangat populer, nama ilmiahnya Amaranthus spp dan termasuk dalam keluarga Amaranthacae.

Bayam juga dikenal sebagai sumber zat besi dan mengandung bermacam-macam zat gizi yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Bayam juga merupakan jenis sayuran komersial yang sangat mudah kita jumpai baik di pasar tradisional maupun pasar modern.

Cara Budidaya Bayam di Lahan Sempit

Cara Budidaya Bayam
Cara Budidaya Bayam

Sebelum menjelaskan bagaimana cara budidaya yang baik dan benar, terlebih dahulu yang bisa ketahui, terkait tentang kandungan gizi dan manfaat tanaman bayam bagi kesehatan, sehingga kita yakin mengapa harus menanam bayam dan mengkonsumsinya:

Pertama, jenis bayam ada dua, yakni bayam merah dan bayam hijau. Masing masing memiliki kandungan zat besi, dari energi, protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, besi, vitamin A, vitamin B, vitamin C, dan Air.

Pertama untuk bayam merah:

  • Energi (kkal) 51
  • Protein (g) 4.6
  • Lemak (g) 0.5
  • Karbohidrat (g) 10
  • Kalsium (mg) 368
  • Fosfor (mg) 111
  • Besi (mg) 2.2
  • Vitamin A (SI) 5.800
  • Vitamin B (mg) 0.08
  • Vitamin C (mg) 80
  • Air (g) 82

Selanjutnya bayam hijau:

  • Energi (kkal) 36
  • Protein (g) 3.5
  • Lemak (g) 0.5
  • Karbohidrat (g) 6.5
  • Kalsium (mg) 267
  • Fosfor (mg) 67
  • Besi (mg) 3.9
  • Vitamin A (SI) 6.090
  • Vitamin B (mg) 0.08
  • Vitamin C (mg) 80
  • Air (g) 87

Selanjutnya mengenal tentang Jenis – Jenis Bayam Budidaya yang harus kita ketahui, di antaranya adalah : Bayam cabut (Amaranthus tricolor L)

  • Bayam Cabut Varietas lokal seperti, bayam giti hijau, bayam giti merah, bayam merah,
  • Bayam cabut kualitas impor : Bayam green lake, bayam spark, bayam trayful.

Namun di luar itu kita juga kerap menemukan jenis bayam yang sangat banyak dan mudah ditemui, bahkan tanpa ditanam sendiri, di antaranya:

  • Bayam liar
  • Bayam duri

Syarat Tumbuh Tanaman Bayam

Budidaya Bayam
Budidaya Bayam

Kondisi lahan pertanian yang sesuai dengan persyaratan untuk membudidayakan tanaman bayam, akan sangat mendukung untuk mencapai hasil pertumbuhan maupun hasil panen yang optimal.

Beberapa faktor yang lokasi tanam yang sangat mempengaruhi hasil yang maksimal di antaranya adalah kondisi tanah dan iklim.

Untuk memperoleh hasil panen bayam yang berkualitas baik, petani perlu memperhatikan syarat tumbuyh tanaman bayam. Syarat tumbuh tanaman bayam ini utama berhubungan dengan lingkungan tanam, seperti tanah dan iklim.

Maka faktor produksi, utamanya karena faktor lingkungan. Hal ini untuk mencapai hasil panen yang optimal, petani harus memperhitungkan keadaan lingungan sebagai lahan tanam bayam.

  1. Letak geografis tanah di ketinggian wilayah 100 mdpl, suhu udara akan turun sebesar 0,5 derajat.
  2. pH tanah yang baik 6-7.
  3. Derajat kemiringan lahan kurang dari 30%.
  4. Iklim antara 5-2000 mdpl
  5. Sinar matahari dibutuhkan sekitar 400-800 footcandles
  6. Suhu rrata rata 20-30 derajat celcius.
  7. Curah hujan 1000 mm – 2000 mm per tahun.

Metode / Teknik Budidaya Bayam

Indonesia memiliki dua musim, kemarau dan penghujan. Musim kemarau biasanya di bulan Mei – September, musim penghujan Oktober – Maret. Penentuan waktu ini patut dipahami dan dipelajari petani bayam.

Pada musim kemarau, pertumbuhan tanaman bayam dapat berlangsung dengan baik karena cahaya matahari sangat tercukupi. Selain itu, pertumbuhan patogen juga rendah sehingga internsitas serangan hama maupun penyakit juga rendah.

Sementara pada musim hujan, umumnya pertumbuhan tanamn kurang baik. Disamping karena kurangnya intensitas cahaya matahi, juga karena banyaknya serangan hama maupun penyakit.

Musim hujan sangat mendukung pertumbuhan patogen terutama dari golongan cendawan (jamur) sehingga pada musim hujan serangan hama dan penyakit bisa meningkat secara signifikan.

Oleh karena itu, mempertimbangkan waktu tanam akan sangat berpengaruh terhadap hasil panen.

Selanjutnya yang juga bisa dilakukan adalah pengolahan tanah, hal ini bisa dilakukan 1 – 2 minggu sebelum benih siap ditanam. Pengolahan tanah dilakukan dengan 3 tahap:

  1. Pembajakan lahan sedalam 30 – 50 cm. Setelah dibajak biarkan 1 minggu, biarkan terangin-angin dan terkena sinar matahari.
  2. Kedua, penggemburan. Sebelum proses penanaman, tanah terlebih dahulu digemburkan dengan menggunakan cangkul atau garpu tanah. Lahan juga dibersihkan dari gulma, rumput dan akar akar sisa tanaman lain yang mengganggu.
  3. Ketiga, kembali pengolahan tanah. Lakukan oembuatan bedengan dan selokan atau parit lebar bedeng 100 – 200 cm, tinggi 15 – 30 cm, serta pemberian pupuk dasar dengan pupuk organik. Lalu biarkan 1 minggu.

Pengapuran dan Pemupukan Tanaman Bayam

Selanjutnya adalah pengapuran dan pemupukan tanaman bayam. Pertama pengapuran. Pengapuran tanah bertujuan untuk menaikkan nilai tanah.

Pemberian kapur ditujukan untuk tanah yang bersifat terlalu asam sehingga tidak sesuai syarat tumbuh tanam bayam. Pengapuran tanah dilakukan bersamaan saat pengolahan tanah.

Pengapuran dapat menikah pH tanah, juga dapat memperbaiki struktur tanah, mendorong aktivitas mikroorganisme tanah dalam membantu proses penguraian bahan organik.

Kapur juga digunakan untuk menetralkan pH tanah antara lain jenis kapur tohor dan kapur tembok.  Kapur tohor nama lainnya adalah kapur siri.Dosis penggunaan kapur pada budidaya tanaman bayam adalah sebagai berikut:

  • pH tanah 4.0 dosis kapur 10,24 ton/ha
  • pH tanah 4.1 dosis kapur 9.76 ton/ha
  • pH tanah 4.2 dosis kapur 9.28 ton/ha
  • pH tanah 4.3 dosis kapur 8.82 ton/ha
  • pH tanah 4.4 dosis kapur 8.34 ton/ha
  • pH tanah 4.5 dosis kapur 7.87 ton/ha
  • pH tanah 4.6 dosis kapur 7.39 ton/ha
  • pH tanah 4.7 dosis kapur 6.91 ton/ha
  • pH tanah 4.8 dosis kapur 6.45 ton/ha
  • pH tanah 4.9 dosis kapur 5.98 ton/ha
  • pH tanah 5.0 dosis kapur 5.49 ton/ha

Begitu seterusnya, semakin tinggi pH semakin kecil penggunaan kapur per ton per hektare. Misalnya pH 6.0 dosis kapur 0.75 ton per hektare.

Pemupukan yang bisa digunakan adalah pupuk kandang. Pupuk diberikan bisa diberikan pupuk unggas. Artinya dari korongan hewan seperti ayam, bebek dan lain lain dalam katergori unggas.

Beri pupuk kandang yang matang, tidak basah, dan sudah siap menjadi pupuk. Jadi, 3 hari sebelum proses tanah diberikan pupuk kandang ini dosis yang harus disiapkan 20.000 kg per ha atau pupuk kompos organik fermentasi 4 kg/m2.

Benih Bayam Berkualitas

Selanjutnya siapkan benih bayam yang berkualitas baik, sehat dan super. Benih bayam dikembangkan melalui biji. Biji bayam yang baik untuk bibit umur lebih dari 3 bulan.

Jangan usia muda, karena tingkat perkecambahan rendah. Sedangkan biji tua dapat disimpan dalam waktu satu tahun. Biji bayam ukurannya kecil dan ringah, sehingga mudah terbawa angin dan air.

Sehingga, bayam dapat tumbuh di mana saja, dan tidak sesuai seperti yang ditanam jika hal ini terjadi. Kita bisa dapatkan bibit bayam di toko toko pertanian.

Pilihlah bibir yang hitam mengkilap, cara membersihkan dari kotoran di ayak. Bisa juga diremas remas sampai biji berwarna hitam berjatuhan, jika  bibit dari benih masih ada kelopaknya.

Jumlah benih yang dibutuhkan jadi bibit tanam bayam sebanyak 5-10 kg per ha. Varietas yang baik untuk jadi benih, adalah bayam giti hijau, bayam giti merah, dan bayam impor. Jadi varietas yang ditanam adalah bayam cabut.

Proses Menanam Bayam

Proses menanam bayam ini kita akan bagi dalam dua penjelasan, yakni waktu yang tepat untuk menanam benih bayam sama dengan cara menanam benih bayam itu sendiri.

Waktu yang tepat menanam bayam adalah musim penghujan. Meski sebenarnya bayam dapat hidup di segala musim di Indonesia, kemarau dan musim hujan.

Jadi kita bisa menanam di awal musim hujan atau awal musim kemarau. Berkisar Oktober atau November sebagai awal musim hujan dan Maret hingga April untuk awal musim kemarau.

Cara menanam benih bayam terlebih dahulu masuk proses perendaman selama 12-24 jam, tujuannya mempercepat proses perkecamabahan benih.

PErbandingan jumlah benih dengan abu yang digunakan atau pasir halus 1:10. Benih ditebar ke dalam lahan tanam dengan jarak antara 20 cm, agar benih tidak rapat, dan lebih teratur.

Jadi ada n5 baris setiap bedeng, yang ditanam ke dalam 1-2 cm kemduian ditutup kembali dengan tanah tipis. Selanjutnya untuk menjaga kelembaban tanah, penyiraman dapat dilakukan dengan sangat hati-hati.

Baca Juga: 5 Ide Agrobisnis di Perumahan dengan Lahan Sempit

Itulah hal hal yang bisa kita lakukan dalam cara budidaya bayam yang paling sederhana dan paling mudah dilakukan. Silakan mencoba. Semoga artikel atau makalah ayobudidaya.com ini bermanfaat. Sekian, terimakasih. Salam.

Kaseto Efendi Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *